Monday, September 25, 2017

[Review Novel] Identity : Unknown

Jujur saja, sebelumnya aku hampir tak ingin melanjutkan membaca novel ini setelah bab pertama. Karena kesan yang kudapat dari ceritanya begitu berat, padahal tujuanku membaca saat itu untuk mendapatkan hiburan dari cerita yang ringan. Foto di covernya pun tidak menyiratkan isi cerita yang indah meski ada label Harlequin di ujung kiri atas. Namun, ketika tak ada pilihan kegiatan lain maka aku membaca satu-satunya novel yang belum kubaca yang ada di rumah, yaitu novel yang berjudul Identity:Unknown ini.

Tema utama dari cerita ini adalah seorang pria amnesia yang lupa sebagian besar dari dirinya dan hanya mengingat hal-hal kecil seperti ukuran celana. Pada bab pertama diceritakan ia terbangun di sebuah rumah singgah dengan kondisi tubuh yang buruk. Pria yang merawatnya memanggilnya Mish -Mission Man. Ya, ia lupa namadirinya sendiri. Satu-satunya petunjuk tentang jati dirinya terdapat di dalam sepatu bot yang tak pernah terlepas dari kakinya, yaitu sebuah pistol, uang palsu, dan kertas kecil. Alamat di dalam kertas kecil tersebut kemudian membawanya kepada Becca Keyes, seorang manajer cantik sebuah ranch.

Judul : Identity: Unknown
Penulis: Suzanne Brockmann
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2010

Di lain pihak, ada sekelompok orang yang ingin menemukan Mish. Namun, ketidakpastian pengetahuan Mish tentang dirinya sendiri membuat ia menghindari kelompok yang memata-matai dirinya tersebut. Mimpi-mimpi buruk yang menghantuinya setiap malam juga membuatnya yakin bahwa ia mungkin adalah seorang penjahat. Karena itu pula ia tak ingin terlibat terlalu jauh dalam hubungan asmara, meski Becca Keyes tidak peduli dengan masa lalunya.

Membaca novel ini sedikit membuatku baper. Bagaimana rasanya menjadi Mish yang terpaksa menahan dirinya agar keselamatan Becca tetap terjaga. Itu wujud cinta yang manis sekali.

Aku selalu menyukai gaya bahasa novel terjemahan. Ringkas, tapi memuat banyak informasi pada setiap kalimatnya. Meski tema tentang pencarian jati diri si tokoh utama membuat novel ini berat, tapi aku tetap merasa terhibur karena gaya bahasa penerjemah yang apik. Jangan lupa, cerita cint antara Mish dan Becca juga merupakan alasan lain mengapa aku tertarik untuk melahap habis novel ini.

Setting tempat novel ini ada di Wyatt City, New Mexico dan beberapa kota di sekitarnya. Setting dijelaskan dengan baik oleh penulis, sehingga aku bisa membayangkan bagaimana suasana gersangnya kota berpadang pasir tersebut. Tidak disebutkan tahun berapa cerita dalam novel ini terjadi. Namun, aku menduga dari settng suasana yang digambarkan oleh penulis dalam cerita kemungkinan besar isi novel ini bersetting pada tahun 1980-1990.


Kekurangan novel berjumlah 343 halaman ini menurutku ada di penjelasan bagaimana kertas kecil yang berisi alamat ranch Becca Keyes bisa ada di dalam separu bot Mish. Padahal jelas sekali itu bukan miliknya. Hal ini juga terkait dengan bagaimana kronologi detik-detik Mish sebelum mengalami amnesia.

Monday, September 4, 2017

Review Agustus 2017

Bulan Agustus, bulan kemerdekaan. Bendera merah putih berkibar di mana-mana, meriah sekali. Bahkan hingga awal bulan September, merah putih masih banyak yang bertengger di tepi jalan. Lalu bagaimana dengan cerita hidupku di bulan ini? Berikut sedikit reviewnya.

Keluarga
Bulan Agustus sepertinya bukan bulan berkumpul dengan keluarga bagiku. Momen berkumpul dengan keluarga sedikit sekali. Mungkin hanya ada beberapa sore Minggu kami berkumpul di rumah kakek, hal ini karena kehadiran Davin si bayi kecil yang menjadi cucu termuda kakek.

Parahnya lagi menjelang momen hari Raya Idul Adha, papa dan adik tidak bisa pulang karena urusan pekerjaan. Ya, tempat mereka bekerja sangat jauh sehingga untuk libur satu hari saja akan membuang waktu yang percuma banyaknya di jalan. Kesunyian Agustus ditambah pula dengan kepergian suamiku pada tanggal 10-22 Agustus lalu karena mengikuti Raimuna Nasional. Rumah terasa sunyi sekali.

Pekerjaan
Di bulan ini aku tidak terlalu sibuk, pekerjaan datang silih berganti tapi bisa kuatasi segera. Aku hanya sedang berusaha disiplin dengan tidak banyak menunda pekerjaan. Ada beberapa kali sampling lapangan, di antaranya yaitu sampling PDAM 12 titik dan sampel air DAMIU di Balangan.


Bisnis baruku juga berjalan lancar yaitu menerima orderan pembuatan photobook. Sudah ada beberapa teman yang mengorder photobooknya. Yeayy. Oya, aku ikut mendaftar di seleksi CPNS Kemenkumhan. Jadi, satu bulan terakhir ini aku sibuk menyiapkan berkas dan mendaftar secara online. Harus belajar juga, ini pertama kalinya bagiku ikut seleksi nasional untuk mendaftar pekerjaan seperti ini.

Kesehatan
Satu bulan terakhir kesehatanku baik-baik saja. Sangat sehat, malah. Paling dua hari kemarin ada flu sedikit, awalnya cuma makan kerupuk lalu sakit tenggorokan, panas dalam, dan hidung tersumbat. Tinggal konsumsi vitamin C. Selesai.

Kursus Menjahit
Selama ditinggal suami, aku hadir kursus menjahit di weekend untuk mengurangi rasa sepi. Cuma satu minggu saja sih, ditambah satu hari di minggu sebelumnya. Weekend selanjutnya bisa ditebak aku mulai berleha-leha lagi. Padahal targetku sih Desember sudah harus selesai. Sekarang, aku sedang mengerjakan pola kemeja, masih ada pola daster dan kebaya lagi.

Buku
Buku terakhir yang sedang kubaca adalah Sherlock Holmes, edisi koleksi. Tebalnya hampir 800 halaman. Aku baru baca setengahnya, kumpulan dari 4 buku itu. Sudah 2 kali kuperpanjang dan belum selesai karena aku lebih sering baca wattpad daripada buku fisik. Haha. Karena ceritanya lebih ringan. Namun, Sherlock Holmes tetap juara.


Traveling
Aku tidak kemana-mana bulan Agustus ini. Selain karena tak ada tanggal merah kecuali 17 Agustus yang hujan lebat, juga karena weekend suami lebih sering ada kerjaan. Padahal biasanya aku travelling sama dia. Hanya 2 minggu di akhir bulan tadi saja kami menghabiskan pagi minggu dengan ikut car free day di lapangan kota.


Blogging :
Bloggingku masih keteteran, gara-gara kesibukan dan kemalasanku. Mungkin bawaan gara-gara down setelah kompetisi Liga Blogger kemarin. Hehe, belum bisa move on.


Yup, sekian ceritaku bulan ini. Sampai jumpa di ceritaku bulan September ya.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates