Sunday, December 28, 2014

Maulid Nabi Muhammad SAW

Sudah mulai memasuki bulan maulid lagi nih. Bulan ini termasuk salah satu bulan yang istimewa di daerah asalku. Bulan maulid atau nama "formal"nya adalah bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal. Tahun ini, 12 Rabiul Awal jatuh pada tanggal 3 Januari 2015. Yeaay, tanggal merah lagi. Hehe

Mengapa bulan Rabiul Awal istimewa di daerahku? Karena pada bulan ini masyarakat yang beragama Islam akan bersuka cita merayakan hari kelahiran Rasullah tersebut. Perayaannya berupa selamatan dengan mengundang kerabat dan teman-teman keluarga. Yang membuat rame adalah selamatan ini biasanya diadakan oleh 1 kampung berbarengan. Jadi di setiap rumah pada waktu yang sama menjamu para tamu. Selain undangan makan untuk para tamu, acara maulid nabi juga ditandai dengan adanya syair-syair habsyi yang dinyanyikan oleh jamaah laki-laki untuk menyanjung Nabi Muhammad. Bahkan ada yang mengiringinya dengan tabuhan rebana.

ratibalhaddad.com

Sebenarnya ini adat saja. Tapi entah mengapa jadi seperti agenda wajib tiap tahun. Selain mengadakan selamatan atau maulidan, kita juga harus menghadiri undangan dari kerabat atau teman yang juga mengadakan maulidan. Aku kemarin kebetulan sedang pulkam ketika 1-4 Rabiul Awal, di ke-4 hari tersebut selalu ada undangan Maulid. Waktunya bisa pagi dari sekitar jam 8 hingga siang hari atau jam 4 sore sampai malam. Aku dan keluarga terkadang harus membagi diri untuk menghadiri undangan-undangan tersebut. Menurutku, selain menghidupkan kecintaan kita pada Rasulullah, acara ini juga efektif untuk menyambung tali silaturahmi.

Thursday, December 18, 2014

Meraih Sukses dengan Kecerdasan Emosi

Hari minggu yang lalu, tepatnya tanggal 14 Desember 2014, aku mengikuti Seminar Parenting yang bertajuk Meraih Sukses dengan Kecerdasan Emosi. Awalnya agak jengah juga ketika diajak teman untuk menghadiri sebuah seminar parenting, orang baru nikah juga. Punya ilmu sejak dini malah lebih baik, kata temanku. Lagipula dia yang mengajakku malah belum nikah. Berbekal tiket gratis, aku pun ke Aula SMKN 4 Banjarmasin, tempat dimana acara berlangsung.


Narasumber acara ini adalah Dra. Nina Ratna Maulina, M.Psi., seorang psikolog asal Bandung. Beruntungnya aku tema yang dibahas kali ini tentang kecerdasan emosi, sesuatu yang tidak hanya diperlukan saat mendidik anak, tetapi juga di berbagai bidang kehidupan lainnya. Dra. Nina sendiri merupakan seorang ibu dari 6 orang anak. Beliau bercerita tentang anak-anak beliau yang karakternya berbeda-beda. Beliau bersama suami mendidik mereka dengan agama sebagai dasarnya, SD-SMP mereka disekolahkan di sekolah Islam. Saat jenjang SMA mereka baru dibebaskan untuk memilih sekolah terbaik menurut mereka masing-masing.

Beliau memulai inti seminar dengan memaparkan berbagai macam kesuksesan, yaitu sukses sebagai anak, sukses sebagai orang tua, sukses sebagai pasangan, sukses sebagai pekerja, dan sukses sebagai masyarakat.
Anak yang sukses adalah anak yang cerdas secara emosi. Secara umum, anak yang cerdas adalah anak yang dididik mandiri oleh orang tuanya. Anak diberi kebebasan mengatur hidupnya sendiri, orang tua hanya sebagai pendamping. Sehingga di masa depan ia tidak tergantung dengan siapa pun.

Sukses sebagai pasangan, kita harus saling memahami, menyayangi, mendukung, menjaga, dll meskipun usia pernikahan sudah lama. Sebagai orang tua, kita harus cerdas dalam mendidik anak. Salah satu caranya adalah dengan fokus pada anak ketika bersama, tidak ada interupsi dari berbagai hal lain.

 
 
Sukses sebagai pekerja dan masyarakat adalah ketika kita mampu menyeimbangkan peran kita dimanapun kita berada, di lingkungan kantor, di komplek tempat tinggal, atau di rumah sebagai anak dan orang tua.

Kecerdasan emosi sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyikapi pengetahuan emosional. Kita harus memberi nama emosi kita, misalnya marah, dan harus bisa mengelolanya agar tidak menimbulkan keburukan. Satu tips yang bisa diaplikasikan ketika marah adalah kendalikan mulut untuk mengeluarkan kata-kata positif. Salah satu bentuk kecerdasan emosi adalah sabar.

Mereka yang tidak cerdas secara emosi bisa disebut memiliki sifat buta emosi. Untuk mengatasinya, yang harus kita lakukan adalah menyampaikan perasaan kepada orang-orang di sekitar -jangan diam saja, dan mencoba berbicara pada orang yang sedang bermasalah tentunya dengan cara yang baik.

Setelah penyampai materi, ada sesi tanya jawab. Ada banyak sekali penanya yang tidak sempat menyampaikan pertanyaannya, termasuk aku, karena keterbatasan waktu. Sedikit kecewa juga sih. Tapi aku sudah beruntung bisa hadir di acara ini.

Tuesday, December 16, 2014

Kesturi dan Kepodang Kuning

Judul : Kesturi dan Kepodang Kuning
Penulis : Afifah Afra
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2013
Di gubuk tua peninggalan ayahnya di tepi hutan, Sriyani mencoba membangun kembali kehidupannya yang porak poranda. Bersama bayinya, Kesturi, mereka melebur dalam harmoni alam. Termasuk menjalin persahabatan yang indah dengan kepodang-kepodang yang rajin mendatangi gubuk mereka.

Persahabatan mereka menyedot perhatian Satrio, seorang peneliti sekaligus pecinta alam. Lelaki berhati lembut itu menyelusup dalam kehidupan mereka dan diam-diam mendentingkan kembali harapan di hati Sriyani. Akan tetapi, haraapan Sriyani nyaris terenggut oleh dua hal sekaligus; sesosok jelita yang selalu ditatap Satrio dengan penuh kekaguman, dan sebuah proyek pembangunan beraroma korupsi. Harmoni itu pun terancam pecah berkeping-keping.
**

Novel ini kombinasi antara tema lingkungan hidup, budaya, dan dunia politik. Setting yang dibangun terdapat di desa tepi lembah, kehidupan manusia yang harmonis dengan alam. Dengarkan saja tembang yang dinyanyikan oleh Sriyani setiap hari ini, menggambarkan betapa persahabatan manusia dengan alam itu sangat manis.

K’podang kuning
Ayo mabur, dolan kene
Bareng bocah ayu
Kinyis-kinyis duh Kesturi
Ayo mabur bareng karo widodari

Novel ini relatif ringan karena bisa dibaca sekali duduk namun sarat pesan. Pesan yang bisa diambil dari novel ini adalah bahwa keambisiuan jika tidak dibarengi dengan perilaku yang baik maka tidak akan berhasil baik. Hal ini terlihat pada tokoh Rajendra.

Selain itu, dalam novel ini juga digambarkan bahwa dunia politik tidak ada yang benar-benar bersih. Aku bergidik ngeri membayangkan betapa yang kaya semakin kaya dan yang miskin akan semakin terpuruk sekaligus bersama kebodohan.

Dari segi cerita, novel dengan ketebalan 312 halaman ini cukup menarik. Tokoh sentral kakak-beradik Satrio dan Rajendra yang bertolak belakang pemikiran dan kehidupan mereka membuat konflik terasa sangat runcing. Selain itu, tema lingkungan hidup yang diangkat oleh penulis mempunyai pesan tersirat betapa alam sebenarnya selama ini telah banyak memberi berkah pada manusia, hanya saja manusia terlalu tamak akan kenikmatan-kenikmatan lain yang didapat dengan cara kotor.

Latar belakang penulis yang merupakan sarjana sains biologi sepertinya memberikan andil yang cukup besar dalam penulisan novel ini. Wawasan lingkungan hidup dan istilah-istilah biologinya terasa kental dalam novel ini.

Setelah aku selesai membaca semua cerita, aku agak lama baru bisa menafsirkan kalau pada cerita pembuka yang bertemu itu adalah Rajendra dan Erlangga. Sedangkan yang dimaksud dengan Kepodang adalah proyek pembangunan dan Apel adalah uang. Tapi pertemuan itu kapan? Sedangkan Erlangga dan Rajendra tidak berada dalam satu kota, tapi mereka berdua sama-sama membawa mobil pribadi mereka. Pak Min juga pada cerita-cerita selanjutnya juga tidak diceritakan bahwa Rajendra memiliki supir.

Ending yang happy membuat novel ini semakin manis saja. Sedikit kekurangan terdapat pada sampulnya kurasa, seandainya lembah tempat Sriyani tinggal atau siluet burung kepodang digambarkan di sampul, maka cerita di dalam novel mungkin akan terasa lebih hidup. 

Monday, December 15, 2014

Birthday Give Away

Salam Blogger!

Hallo, semuanya J Dalam rangka ulang tahunku yang ke-23, aku mengadakan giveaway khusus para blogger dengan banyak buku sebagai hadiahnya. Mau? Ikuti syarat di bawah ini ya …
  1. Punya akun blog
  2. Memfollow blog ini
  3. Menyukai page Rumah Buku Shady
  4.  Membagikan link info lomba ini di akun twitter dengan mention @Ryu_keren atau di akun facebook dengan tag Rindang Yuliani
  5.  Membagikan link salah satu postingan di blog ini (selain info lomba ini) di akun twitter dengan mention @Ryu_keren atau di akun facebook dengan tag Rindang Yuliani
  6. Membuat sebuah tulisan di blog masing-masing dengan tema Hobi yang Menghidupkan Hidupmu. Boleh cerita tentang bagaimana menjadikan hobi sebagai pekerjaan, menjadikan pekerjaan sebagai hobi, memilih antara hobi dan cita-cita, dan lain-lain. Tulisan minimal 300 kata ya.
  7. Mengomentari postingan ini dengan nama lengkap, kota asal, link tulisan yang dilombakan, akun twitter, dan akun facebook.
  8.  Memasang banner lomba ini pada blog


Lomba ini berlangsung sejak pengumuman ini dipublikasikan sampai tanggal 6 Maret 2015, tepat di hari ulang tahunku. Pengumumannya satu minggu setelah deadline.

Hadiah untuk empat tulisan terbaik adalah buku-buku dengan judul di bawah ini.
  1. Resep Generik Hidup Fantastik (Zayed I Amuntay)
  2. 14 Tips agar Gaul Makin Asyik (Abul Hasan Ali bin Muhammad)
  3. Membuat Blog Foto memakai Flickr & Photoblog (Laksamana Media)
  4. Remaja dan Waktu Luang (Ahmad Hasan Karzoun)
  5. Bikepacker Nekat (Danny Bent)
  6. Menjadi Guru Favorit! (Asef Umar Fakhruddin)
  7. Transform Your Life (Anton Kuswoyo)
  8. De Journal (Neneng Setiasih)
Masing-masing pemenang akan mendapatkan dua buku. Pemenang pertama boleh memilih judul buku dari delapan buku yang disediakan, selanjutnya pemenang kedua boleh memilih dua buku dari sisa buku pilihan pemenang pertama, begitu seterusnya sampai pemenang keempat. Selain itu, masing-masing pemenang juga akan mendapatkan voucher belanja diskon 10% di Rumah Buku Shady. Ssst, 6 peserta tercepat (sesuai tanggal lahirku) juga akan mendapat voucher belanja diskon 10% di Rumah Buku Shady. Asyik kan? Makanya buruan ikutan  ^^


Oya, selain menerima peserta aku juga membuka kesempatan bagi yang ingin bekerja sama sebagai sponsorship lomba ini. Hubungi saja aku di akun twitter @Ryu_keren atau Rindang Yuliani di facebook.

Semangat Blogger!
***

Update! 

Lomba ini ditutup.

Sebagai gantinya, teman-teman bisa mengikuti Shady Reader Challenge. Cek infonya di http://bintangpamungkas.blogspot.com/2015/01/shady-reading-challenge-2015.html

Saturday, December 13, 2014

Disleksia

Hari ini tadi ketika liqo, anak murabbiku berkata pada bundanya "Ummi, polkadot itu hanya boleh dipakai anak-anak ya? Seperti juz yang Keisha minum itu". Awalnya kami bingung, tapi ketika umminya bilang kalau yang dimaksud Keisha adalah juz alpukat, kami serentak tertawa. Sebelumnya kami memang membicarakan tentang motif polkadot yang ada di kerudung salah satu teman liqoku.

Ternyata, Keisha mengidap disleksia kata bundanya. Sama dengan kakaknya, Kirey. Dia malah pernah berkata begini sama bundanya, "Asyik ya mi berenai di sungang." =D Kata murabbi, gen disleksia ini mungkin diturunkan oleh abinya yang juga terkadang tertukar menyebutkan atau memaksudkan sesuatu.

Di satu sisi, aku merasa berada di dekat pengidap disleksia adalah hal yang menyenangkan. Kita bisa "menertawakan" ketidaktepatan -yang unik dan tak terpikirkan oleh kita, mereka katakan atau mereka lakukan. Di sisi yang lain, kasihan juga sebenarnya. Karena ini penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan dengan medis. 

www.bimba-aiueo.com
Begitulah, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal bagaimana cara memaksimalkan kelebihan dan meminimalkan kekurangan tersebut untuk meraih pahala optimal dari Allah.

Mbak murabbiku itu mengaku suami beliau susah menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an yang mirip-mirip karena ke-disleksia-annya. Tapi dia yakin bahwa Allah akan melipatgandakan pahala baginya karena dia mau berusaha dengan kekurangannya.

Friday, December 12, 2014

Mari Mendoakan Orang Lain

Pernahkah terlintas di pikiranmu bahwa orang-orang di sekitar kita yang tidak kita pedulikan keberadaannya ternyata adalah penyumbang terbesar atas keberhasilan kita?

Bagaimana bisa? Mungkin itu yang terlintas dalam benak kita. Bisa saja. Bagi orang-orang yang putih hatinya, mendoakan orang lain di sekitar mereka adalah sebuah kebiasaan. Mereka tak henti mendoakan kita yang mungkin terpikir saja pun tidak bagaimana kehidupan mereka. Karena bagi mereka, kebaikan seseorang di sekitarnya juga kebaikan bagi dirinya.

norhatekah.wordpress.com
Selama ini, mungkin kita terlalu egois dengan hanya melakukan hal-hal -bahkan doa, yang berkaitan dengan pribadi kita saja. Kita terlupa bahwa di sekitar kita ada orang lain, yang mau tidak mau pasti terhubung dengan kita lewat jalan hidup yang mana saja.

Sekali lagi, ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang putih hatinya. Mau mencoba? Silakan. Tak ada salahnya kita mendoakan orang-orang di sekitar kita, agar mudah hidup mereka, agar lapang jalan mereka, agar bahagia menyertai mereka. Terlebih jika kau mampu mendoakan kebaikan bagi orang yang (menurutmu) telah menyakitimu, sungguh putihnya hati niscaya telah kau miliki.

Tuesday, December 2, 2014

Promosi Promosi

Dijual buku-buku berikut di Rumah Buku Shady:

- Fiqih Sunah untuk Wanita (Abu Malik Kamal) Rp. 122rb
- Fotografi Digital itu Gampang (Giri Wijayanto) Rp. 20rb
- Newmoon (Stephenie Meyer) Rp. 50rb
- Sejuta Pelangi (Oki Setiana Dewi) Rp. 48rb
- Skenario Dunia Hijau (Sitta Karina) Rp. 20rb


- 99 Cahaya di Langit Eropa (Hanum Salsabila Rais) Rp. 70rb
- Bumi Cinta (Habiburrahman el-Shirazy) Rp. 70rb
- Twitografi (Asma Nadia) Rp. 50rb
- La Tahzan for Hijabers (Asma Nadia) Rp. 54rb
- Amelia (Tere Liye) Rp. 60rb
- Udah Putusin Aja! (Felix Y. Siauw) Rp. 57rb

Melayani penjualan buku online ke seluruh Indonesia. Info lebih lengkap bisa langsung hubungi owner via pin bb 7C9D6FED.

Monday, December 1, 2014

My Best Moment

Berikut adalah beberapa foto resepsi pernikahanku kemarin. Semoga cukup mewakili, karena ada beberapa teman yang tidak bisa berhadir di acara tersebut dan minta aku untuk mengupload foto-fotonya di media sosial.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates