Sunday, May 28, 2017

Tradisi Ramadhan di Kota Barabai

Alhamdulillah, kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini. Senang, karena kesempatan untuk lebih banyak beribadah kepada-Nya datang lagi. Senang juga karena suasana Ramadhan yang tidak selamanya ada di sepanjang tahun akhirnya tiba hingga 30 hari ke depan.

Di beberapa daerah, ada tradisi untuk menyambut atau merayakan bulan puasa. Hal serupa juga ada di kota kecilku, Barabai. Namun, banyak di antaranya juga menjadi tradisi di daerah-daerah lain seperti semarak petasan dan pasar Ramadhan. Meski begitu, ada 2 tradisi yang sepertinya hanya ada di Kalimantan Selatan, khususnya Barabai, mengingat namanya dalam Bahasa Banjar. Kecuali, di daerah lain ada tradisi serupa dengan nama yang berbeda.

1.    Bagarakan Sahur
Bagarakan sahur adalah kegiatan membangunkan orang-orang untuk bersahur. Bentuk kegiatannya berbeda-beda di setiap kampung. Di kampungku sendiri, biasanya bagarakan sahur ini diikuti oleh para pemuda dan anak laki-laki. Mereka berjalan dari ujung kampung ke ujung kampung lainnya pada dini hari dengan membawa alat-alat yang berbunyi sambil berteriak ‘sahur, sahur!’.
 
credit


Kegiatan ini cukup ampuh membangunkan orang-orang yang masih terlelap untuk segera bersahur. Dibandingkan dengan program bagarakan sahur di masjid yang biasanya dilakukan oleh kaum (marbot), kegiatan bagarakan sahur di jalan ini cukup memekakkan telinga.

Pernah di suatu Ramadhan aku menginap di rumah saudara di Banjarmasin, pada saat sahur tak ada kegiatan bagarakan sahur baik di masjid atau pun di jalanan komplek. Kata saudara yang tinggal di sana sih, hal ini karena di dalam komplek tersebut tidak semua penghuninya beragama Islam, sehingga kegiatan bagarakan sahur ditiadakan untuk menoleransi penganut agama lain agar tidur mereka tidak terganggu.

2.    Malam Salikur
Malam salikur adalah malam ke-21 di bulan Ramadhan. Malam ini dianggap istimewa karena merupakan awal dari 10 malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan waktu diturunkannya lailatul qadar. Salah satu bentuk pengistimewaan malam ini biasanya para penduduk di kampungku menyalakan api kecil di halaman rumah, menggunakan obor atau lilin.

Selain itu, ada kecenderungan pasangan muda-mudi menikah pada malam salikur ini. Meski tidak dirayakan secara mewah, namun tren menikah di malam salikur adalah hal yang sakral. Biasanya acara dilaksanakan di rumah mempelai perempuan setelah tarawih atau rombongan pengantin beramai-ramai ke KUA.

Pawai tanglong adalah tradisi merayakan Ramadhan di Kota Barabai. Biasanya juga diadakan pada malam salikur. Bentuk acara ini berupa pawai atau festival arak-arakan kelompok pemuda masjid atau karang taruna dengan berbagai macam hiasan di atas kendaraan yang mereka gunakan. Jalur pawai meliputi jalan utama kota dan berpusat di lapangan kebanggaan warga Barabai, Dwiwarna. Pesta kembang api juga menjadi bagian dari kemeriahan acara pawai tanglong ini.

Nah, begitulah beberapa tradisi yang ada di kotaku saat Ramadhan. Bagaimana dengan tradisi yang ada di kota kalian, readers? Silakan sharing di kolom komentar ya.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates