Monday, May 1, 2017

Review Love Sparks in Korea

Novel ini bercerita tentang seorang jilbab traveler bernama Rania. Gadis yang berprofesi sebagai penulis ini gemar menjelajah seperti idolanya Ibnu Battutah di zaman dahulu. Cerita papanya ketika ia masih kecil membangkitkan semangatnya untuk melangkah jauh ke bagian bumi mana saja. Tubuh mungil tak menjadi penghalang baginya untuk menjelajah luasnya dunia, seperti kata papanya bahwa kereta yang lewat di depan rumah mereka dulu suatu saat akan menerbangkannya ke negeri-negeri yang jauh.

image credit

Ternyata bukan hanya pengalaman dan pemandangan yang mengesankan yang ia jumpai pada perjalanannya kali ini. Destinasi negeri ginseng pada program writer in residencenya kali ini memakan waktu cukup lama yaitu enam bulan. Selama itu pula ia mengalami kejadian-kejadian menarik, termasuk bertemu dan berinteraksi dengan pemuda Korea baik hati yang pernah menolongnya saat travelling di Nepal.

Hyun Geun nama pemuda itu. Dengan caranya yang unik ia memberikan perhatian yang tak biasa kepada Rania. Di sisi lain ada Ilhan, tetangga Rania di Indonesia yang tidak menyembunyikan ketertarikannya kepada gadis petualang itu. Kisah cinta segitiga yang rumit. Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai?

Aku sebenarnya sudah dua kali membaca novel ini. Pertama kali membaca pada Desember 2015 yang lalu. Saat itu setelah menamatkan novel ini dengan begitu cepat karena ceritanya yang membuat penasaran, aku tak bisa langsung mereview novel ini. Speechless. Bagaimana cerita bisa seindah ini? Pertanyaan yang jawabannya kudapatkan dari buku-buku Asma Nadia sebelumnya, terutama buku non-fiksi Jilbab Traveler. Pertama, mungkin karena Asma Nadia mengalami hampir semua cerita yang ditulis dalam novel ini. Novel ini memang based on true story. Kedua, kelihaiannya sebagai penulis dengan jam terbang tinggi membuat cerita ini terasa nyata dan hidup bahkan di bagian fiksinya.

Judul : Love Sparks in KoreaPenulis : Asma NadiaPenerbit : Asma Nadia Publishing HouseTahun terbit : 2015

Aku terpikir untuk membaca ulang dan mereview novel ini setelah menonton filmnya. Film dengan bintang utama Bunga Citra Lestari dan Morgan Oey ini berhasil menggambarkan setidaknya 80% cerita di novel. Sisanya disesuaikan untuk kemudahan syuting, seperti lokasi pertemuan pertama Rania dan Hyun Geun serta ending cerita. Pada novel diceritakan bahwa pertemuan mereka pertama kali di Nepal dan mereka bersama kedua teman Hyun Geun menghabiskan waktu untuk mengabadikan sunrise di Pegunungan Himalaya. Sedangkan di film, diceritakan bahwa mereka pertama kali bertemu saat sama-sama berada di Gunung Baluran, Jawa Timur. Bagus juga sih ya, bisa jadi tempat promosi wisata dalam negeri. Overall filmnya bagus dan mampu membangkitkan keinginanku untuk reread dan review novel ini.

Film Love Sparks in Korea

Novel yang berjumlah 376 halaman ini sarat hikmah dan pembelajaran. Melalui sosok Rania, Asma Nadia hadir sebagai juru dakwah yang tersirat. Membuatku sebagai muslimah terkadang malu karena melihat bagaimana Rania begitu teguh dalam mengamalkan ajaran Islam meski sedang dalam perjalanan. Tidak hanya syariat ketika safar, tapi juga pengamalan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika Rania menceritakan adab kedua kakaknya yang sudah menikah kepada mertua mereka masing-masing.

Uniknya, novel ini berisi dengan content placement, persis seperti pada filmnya. Jika di film, iklan seperti ini mulai terlihat biasa namun di novel aku baru menemukan sekali ini. Selain dalam bentuk narasi dan masuk ke dalam badan cerita, produknya juga tercetak jelas di sampul bagian dalam dan beberapa lembar halaman paling belakang. Like a magazine. Beberapa ilustrasi cewek traveler yang ada di tengah-tengah bab juga menampilkan iklan dan quote.

Ada banyak quote mengisnspirasi dalam novel ini. Salah satu yang menjadi favoritku adalah
"Sia-sia cinta memberimu sayap jika kau tak pandai terbang.”

Kutipan yang terdapat pada halaman 361 ini memiliki makna yang dalam. Tak hanya merujuk pada cinta sepasang manusia, tapi juga mengandung pesan tersirat mengenai hidayah dan nikmat Allah yang seringkali diabaikan dan tak dimanfaatkan manusia dengan baik.

Plot maju novel ini keren, ditambah selipan flashback di tengah-tengah bab membuat ceritanya hidup. Novel dibuka dengan epilog yang pada cerita sebenarnya terletak dua bab terakhir dari belakang. Karakterisasi ketiga tokoh utama juga mantap. Rania yang keras kepala, Hyun Geun yang baik hati, serta Ilhan yang sangat berhati-hati. Setting tempat dan budaya negeri ginseng di novel ini juga memukau. Perlu data dan pengalaman sendiri untuk menjabarkan sedetail di dalam novel ini.

Bagi kamu yang ingin menikmati cerita travelling dengan selipan cerita romantis, wajib hukumnya memasukkan Love Sparks in Korea di dalam reading list. Trust it!

1 comments:

PAk RUDI DI SEMARANG said...

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates