Monday, April 10, 2017

Review Kuliner : Nasi Sop Maringgit

Tema LBI pekan ini cukup menantang, yaitu review kuliner dengan harga maksimal 10.000 rupiah. Wah, dengan kategori harga yang terbilang murah tersebut cukup sulit untuk menemukan tempat makan dengan rasa yang enak di Barabai. Beruntung, setelah mengingat-ingat aķu menemukan tempat yang sesuai dengan kriteria tersebut yaitu Rumah Makan Yuli. Jreng!

Rumah Makan Yuli

Rumah Makan Yuli terletak di Desa Maringgit, masih satu kecamatan dengan rumahku. Posisinya persis berada di tepi jalan raya Trans Kalimantan. Aku ke rumah makan ini biasanya saat melakukan kegiatan sampling lapangan di sekitar Kec. Batang Alai Utara bersama teman-teman sekantor.

Suasana di dalam Rumah Makan Yuli

Kursi birunya bikin betah

Menu andalan di rumah makan ini adalah nasi sop. Oleh karena itu, sesuai nama desanya rumah makan ini lebih familiar dengan nama Nasi Sop Maringgit. Selain nasi sop, di rumah makan ini juga tersedia soto, sate, dan berbagai macam jenis ikan bakar dengan lalapan. Aku sendiri selalu memilih nasi sop jika makan di sini, selain harganya murah rasanya pun pas di lidah.

Setor muka dulu kan ya 😊
Sore itu, aku bersama suami makan di sana. Aku memesan seporsi nasi sop, 2 tusuk sate, dan segelas air putih. Total harga dari semua pesananku tersebut pas 10 ribu rupiah, karena semangkok nasi sop harganya 8 ribu rupiah ditambah 2 tusuk sate seharga 2 ribu rupiah dan air putih gratis tis tis. Hehe.

Nasi Sop Maringgit

Ngomong-ngomong, teman-teman dari luar Kalsel tahu kan ya dengan kuliner bernama nasi sop? Kalau belum tahu, sini kujelaskan. Nasi sop adalah nasi yang diberi kuah sop/sup lengkap dengan bihun, bawang goreng, dan suwir daging ayam. Enak dimakan saat sedang panas-panasnya. Biasanya ditambah kecap, jeruk nipis, dan cabe/sambal untuk menambah kelezatan rasanya. Supaya lebih nikmat, nasi sop juga biasanya disajikan dengan sate. Kalau di Rimah Makan Yuli, ukuran tusuk satenya kecil-kecil dengan harga 1000 rupiah per tusuk. Dijamin, isinya daging semua. Tambah nikmat karena sambal kacang satenya enak sekali.
Te sate ...

Selain rasa yang enak, interior di rumah makan ini juga cozy. Selain kelompok kursi berwarna biru dan merah sebagai tempat duduk pengunjung, juga terdapat lesehan untuk pengunjung yang ingin suasana lebih santai. Oya, warung ini buka dari siang sampai malam. Jadi, bagi kamu yang ingin datang ke sini tidak perlu takut keburu tutup karena waktu bukanya cukup panjang. Yuk, mampir ke Nasi Sop Maringgit.

13 comments:

Rahmah said...

Pas ya 10K
Nasi Maringgit, namanya aneh di telinga ku
Malah ingat sama Siti Nurbaya, hahah *makin ndag nyambung

Zahrah Nida said...

Wah wah~~~~~~ murah banget dan kelihatannya sedap sekali!
Saya beneran pingin bangett, seandainya ada di Malang.....
paketnya komplit dan sehat.
Kalau main ke daerah sana wajib cobain >.<

Rindang Yuliani said...

Hehe, itu nama desa tempat rumah makan itu berada Mbak Rahmah. Agak mirip memang dg nama Datuk Maringgih.

Rindang Yuliani said...

Wajib bgt. Yuk ah, jalan ke sini Mbak Nida.

Ririe Khayan said...

satenya itu sate ayam ya Mbak?
Makan 10 tusuk, mayan juga bisa kenyang tuh meski tanpa nasi

Jerry Han said...

Wiih biruu, seger. Nasi sop nya menggoda juga :-) tapi lebih irit lagi nasi putih+sate aja.
Nice n tetap semangat
@ge1212y

farid nugroho said...

wah nasi sop ya.. Dinikmati pas panas dan dikasih sambal kayanya enak tuh... Hehehe..

Iyoth Czar said...

kok aku malah mikirnya kayak soto yah? hehehehehehe

PAk JUSTAN DI BATANG said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Rindang Yuliani said...

Iya, sate ayam Mbak. Wah, 10 tusuk. Ga sanggup sayanya 😁

Rindang Yuliani said...

Terima kasih atas komentarnya Mas Jerry :)

Rindang Yuliani said...

Enak banget. Cuma saya aja yg ga suka sambal. Hehe

Rindang Yuliani said...

Di daerah lain mungkin menyebutnya soto. Tapi kalau di tempat saya soto itu pakai nasi lontong.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates