Wednesday, April 26, 2017

Kalteng "Quality" Expo 2015

Kalteng "Quality" Expo 2015


Ini sebenarnya cerita 2 tahun yang lalu. Kelihatanlah ya dari judul, ada embel-embel tahun di belakang eventnya. Ya, 2 tahun yang lalu ketika aku ke Palangkaraya dalam rangka hadir di pernikahan kakaknya sahabatku, aku berkesempatan juga untuk menyaksikan Kalteng "Quality" Expo 2015. Acara tersebut diadakan di Arena Pameran Temanggung Tilung, Kota Palangkaraya pada 19-24 Mei 2015.

Di Stand Dinas Pariwisata


Aku ke sana bersama seorang sahabat dan 2 saudaranya. Waktu itu gerimis cukup deras. Beruntung, expo digelar dalam sebuah tenda besar tertutup. Karena bagiku sebuah expo adalah tempat yang tepat untuk mengenal sebuah kota atau bahkan provinsi maka aku tidak melewatkan kesempatan untuk menjelajah Kalteng dalam satu waktu dan tempat pada saat itu.

Di Stand Dinas Perkebunan


Ada berbagai macam stand kami kunjungi, mulai dari berbagai SKPD hingga stand swasta. Stand yang paling berkesan bagiku adalah Stand Taman Nasional Sebangau. Aku sendiri belum pernah ke kawasan wisata alam ini. Namun, waktu praktik lapangan tahun 2014 lalu aku dan teman-teman pernah ke Balai Taman Nasional Sebangau yang terletak di Kota Palangkaraya. Kawasan taman nasionalnya sendiri terletak di 3 wilayah kabupaten dan kota, dengan luas area lebih dari 568 hektar. Ekosistem yang mendominasi di kawasan ini adalah lahan rawa gambut dan hutan hujan tropis plus berbagai flora dan fauna endemik. Mupeng banget ingin ke sana.

Di Stand Taman Nasional Sebangau


Di stand FK Universitas Palangkaraya, aku dicek mata gratis. Mata sebelah kiriku minus. Yihaa, wajarlah ya aku kebanyakan baca buku. Di stand-stand lain, aku hanya berfoto-foto karena suka dengan ornamen khas dayaknya. Eh, bukan hanya itu ding, aku juga rajin minta pamflet atau brosur yang dibagikan di setiap stand. Lumayan buat bacaan dan nambah informasi. Puas rasanya menjelajah Kalteng dalam semalam. Apalagi aku jarang-jarang bisa ke sana.

Monday, April 24, 2017

Era Kolaborasi dan Kreativitas Berkarya

Di zaman serba canggih seperti ini kreativitas dalam berkarya adalah suatu keharusan. Karya yang kreatif akan memiliki lebih banyak peminat daripada karya yang biasa-biasa saja. Salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas dalam berkarya adalah dengan berkolaborasi dengan pihak lain. Tidak sulit untuk mencari pihak yang tepat dan sesuai dengan tujuan karya, mengingat kecanggihan dunia maya kini semakin memperpendek jarak dan waktu.

Kolaborasi sendiri memiliki makna kerja sama untuk tujuan yang sama serta untuk mencapai manfaat bisnis dengan maksud mencapai efisiensi dan efektivitas (djajendra-motivator.com).

Ada banyak contoh hasil kolaborasi yang kreatif dan menjadi viral di kalangan netizen. Contoh-contoh yang kuungkapkan di sini adalah karya-karya favoritku dan tentu saja ini sangat subjektif. Contoh pertama kuambil dari youtube, yaitu sebuah karya kolaborasi dari grup musik Eclat Story dan sebuah grup yang menamakan diri mereka sebagai Kreator Musik Indonesia. Karya yang menjadi kolaborasi mereka ini berjudul Kolaborasi Kita -Indonesia's Music Rewind 2016.


Selain musik, ada juga karya kolaborasi berupa buku yang kusuka contohnya buku #88 Love Life dari fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda Puspitasari. Buku yang berisi tentang quotes kehidupan ini sangat asyik karena ada perpaduan antara tulisan dan ilustrasi yang colourfull. Contoh lainnya adalah kolaborasi antara penyair Aan Mansyur dan Mo Reza yang seorang fotografer menghasilkan sebuah karya berupa buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini.

Goodreads.com

Selain antar individu, kolaborasi juga bisa dilakukan oleh antar komunitas. Misalnya sebuah komunitas travel blogger berkolaborasi dengan komunitas pecinta fotografi dalam sebuah acara liputan di tempat wisata, maka akan dihasilkanlah sebuah liputan perjalanan yang menarik dan kreatif. Karya tersebut juga dapat dikategorikan sebagai kolaborasi konten, yaitu antara konten tulisan dan foto-foto perjalanan. 

Dari berbagai contoh hasil kolaborasi di atas, dapat kusimpulkan bahwa kolaborasi memiliki beberapa manfaat, yaitu:

1. Membuat hasil karya menjadi lebih kreatif
2. Membuat sebuah tujuan atau proyek menjadi lebih mudah dilakukan
3. Penyebaran sebuah karya menjadi lebih luas
4. Mengefesiensi waktu dan biaya
5. Hasilnya bisa lebih bermanfaat

So, mari berkolaborasi untuk membuat karya lebih kreatif!

Tuesday, April 18, 2017

Wisata Pagat, Batu Benawa

Pagat adalah nama sebuah desa di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Desa tersebut terkenal dengan tempat wisata alamnya yang diberi nama Wisata Pagat. Karena letaknya di Kecamatan Batu Benawa maka tak jarang pula orang menyebutnya Wisata Batu Benawa. Boleh dibilang tempat wisata ini adalah ikon wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Untuk menuju tempat wisata Pagat, jarak yang ditempuh dari pusat kota Barabai tidak terlalu jauh, hanya sekitar 7 km. Dengan fasilitas jalan beraspal yang relatif lurus menuju kesana, kita akan disuguhi pemandangan berupa sawah luas dan gunung hijau di kejauhan selain deretan rumah warga lokal. Sesaat sebelum sampai di lokasi, kita akan melewati tanjakan yang cukup tinggi. Tepat di puncak tanjakan itulah pintu gerbang Wisata Pagat berada.

Ada banyak lokasi parkir yang berada di sekitar gerbang tersebut. Pilihlah tempat parkir yang terdekat dengan pintu masuk untuk menghemat tenaga berjalan kaki karena di dalam lokasi wisata sendiri cukup luas, sehingga mengharuskan pengunjung berjalan kaki untuk menikmati keseluruhan spot wisata. Selain itu, dengan kontur tanah yang tidak rata pengunjung harus naik turun undakan. Dijamin akan menjadi tempat yang tepat bagi yang ingin berolahraga sambil berjalan kaki.

Sungai Wisata Pagat

Biaya masuk di loket pendaftaran sekitar 3-5 ribu rupiah per orang. Namun, sediakanlah uang pecahan ribuan karena ada beberapa pungutan di beberapa tempat di bagian dalam area wisata. Seperti ketika akan menyeberangi jembatan gantung, melewati lanting, memasuki gua, dan menaiki bukit. Pungutan berkisar antara 1 - 3 ribu rupiah. Uang tersebut mungkin digunakan untuk membayar penjaga tempat atau untuk biaya perawatan fasilitas yang bersangkutan. Dari hasil pengamatanku, fasilitas-fasilitas tersebut sepertinya dikelola sendiri oleh warga.

Wisata Pagat merupakan kombinasi wisata sungai, bukit, dan gua. Sungainya dangkal dilengkapi dengan bebatuan terlihat aman sebagai tempat bermain anak. Namun hati-hati aliran airnya cukup deras, sudah ada anak yang pernah meninggal karena tenggelam disana. Guanya sendiri menarik untuk dimasuki meskipun cukup pendek. Jangan khawatir gelap karena para penjaga sudah memasang lampu listrik di sepanjang dinding atas gua. Namun, harus tetap berhati-hati karena batu sebagai pijakan di sana licin. Jika tidak berhati-hati, pengunjung bisa tergelincir dan jatuh ke sungai di dalam gua yang sangat dingin.

Spot paling menarik di Wisata Pagat bagiku pribadi adalah bukitnya. Penduduk lokal disana menamakan bukit tersebut dengan nama Bukit Sarigading, entah apa asal-usul dari nama tersebut. Meskipun sudah berkali-kali naik kesana, aku tidak pernah bosan. Karena pemandangan dari puncak bukit tersebut sangat indah. Kita bisa memandang seluruh penjuru dengan bebas, bahkan hingga ke pusat Kota Barabai. Pemandangan alam berupa hamparan hutan yang memang masih mendominasi kabupatenku, amat menggoda untuk selalu dipandang. Jalan menuju bukit ini, susah-susah gampang. Gampang karena sudah disediakan tangga di beberapa bagian tanjakan. Susah karena tanjakannya cukup curam dengan bonus jurang di kiri-kanannya. Saat mendaki mungkin akan kurang terasa tingginya, tapi ketika turun -bahkan yang tidak fobia ketinggian pun mungkin masih akan merasa deg-degan kalau melihat ke bawah. Ada dua jalur menuju ke puncak bukit ini. Aku bersama teman-teman biasanya menjadikan satu jalur untuk mendaki dan jalur yang lain digunakan saat menuruni bukit.

Oh ya, ada satu legenda tentang asal-muasal tempat wisata ini yaitu Legenda Raden Pangantin. Ceritanya persis seperti cerita Malin Kundang, hanya berbeda nama dan tempat. Perahu yang ia tumpangi konon berubah menjadi batu-batu besar yang ada di sisi sungai yang terdapat di komplek Wisata Pagat. Pagat sendiri secara bahasa diartikan sebagai kata "putus" dalam Bahasa Banjar. Artinya perahunya pagat dan ikut berubah menjadi batu saat Raden Pangantin dikutuk. Di tempat wisata ini telah dibangun dinding relief cerita lengkapnya beserta patung sang ibu bernama Diang Ingsun.
Untuk efisiensi saat berwisata kesana sebaiknya kita membawa bekal makanan dari rumah. Meskipun ada cukup banyak warung yang bertengger di kawasan wisata ini, namun harganya relatif mahal dan yang terpenting kemungkinan makanan yang kita cari tidak ada. Bekal sendiri bisa dimakan di atas batu datar yang banyak di tepi sungai. Sangat direkomendasikan bagi yang berwisata bersama keluarga.

Monday, April 17, 2017

Mengenal Fintech di Indonesia

Sebagai orang yang berdomisili di pelosok, fintech adalah istilah yang cukup asing di telingaku. Setidaknya di sekitarku tak ada yang ribut membicarakan perkembangan teknologi finansial, berbanding terbalik dengan tema gosip artis terkini yang sepertinya lebih asyik untuk diikuti.

Ngomong-ngomong, fintech adalah sebuah inovasi di bidang jasa finansial. Definisi tersebut dikeluarkan oleh National Digital Research Centre (NDRC). Sedangkan dari segi istilah, fintech mengacu pada inovasi finansial dengan sentuhan teknologi modern.

Financial Technology

Di Indonesia sendiri perkembangan fintech termasuk cepat. Meskipun tidak lebih cepat daripada perkembangan di dunia. Ada banyak jenis fintech di Indonesia, di antaranya yaitu:
1. Pembayaran, contoh aplikasinya adalah Doku
2. Investasi, contoh produknya adalah Bareksa
3. Perencanaan keuangan, contohnya adalah finansialku.com
4. Pembiayaan, contohnya UangTeman.com
5. Riset keuangan, contohnya yaitu infovesta.com

Di mataku yang awam tentang ilmu finansial ini, perkembangan fintech di Indonesia yang semakin maju memiliki banyak manfaat di antaranya yaitu:
1. Memudahkan literasi finansial bagi masyarakat Indonesia.
2. Mengefesiensi waktu karena segala aktivitas keuangan bisa dilakukan di dunia maya, tidak harus datang ke tempat tertentu.
3. Memudahkan transaksi finansial seperti investasi, pembayaran, pembelian, dan bahkan mendapatkan utang.
4. Memudahkan masyarakat untuk membandingkan berbagai produk keuangan.

Meski sampai saat ini aku belum pernah menggunakan berbagai macam produk fintech, tapi aku cukup tertarik untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai berbagai aplikasi yang menunjang kemudahan finansial harian. Terutama bagi wanita yang identik dengan sifat perhitungannya, informasi finansial penting untuk selalu update.

Wednesday, April 12, 2017

King Barbershop

Baru-baru ini suamiku merasakan pengalaman baru bercukur rambut di King Barbershop. Biasanya dia bercukur di tukang cukur dekat rumah langganannya sejak masih sendiri. Kali ini katanya mau mencoba pengalaman baru dalam bercukur.

King Barbershop

Pilihannya jatuh kepada King Barbershop yang terletak di Jl. Hasan Basri, Barabai. Setiap kali aku lewat biasanya ada banyak motor yang parkir di depan bangunan 2 lantai tersebut untuk mengantri. Alhamdulillah, waktu kami ke sana tidak terlalu lama menunggu. 

Dua kapster yang sedang bertugas malam itu kebetulan ternyata kenal dengan suamiku. Jadilah suami bisa lebih kepo dengan tanya-tanya mengenai barbershop yang terbilang elit di Kota Barabai ini. Dari cerita mereka berdua, penghasilan bersih owner barbershop ini sekitar 5 juta rupiah perbulannya. Selain melayani jasa cukur rambut, barbershop ini juga memproduksi berbagai jenis pomade. Keren yak.

Bangunan King Barbershop

Bahkan, sekarang sedang dikembangkan 1 cabang lagi di dekat Komplek Guntur, khusus untuk kelas VIP. Namanya barbershop modern tentu interior dan peralatan yang digunakan lebih modern daripada di tukang cukur biasa. Ada tempat keramas juga seperti di salon-salon cewek.

 

Uniknya di sana ada tempat duduk khusus anak-anak cowok yang bercukur berupa sebuah mobil mainan. Awalnya kukira itu cuma pajangan aksesoris atau koleksi khusus cowok. Kebetulan, malam itu aku bisa melihat seorang anak cowok bercukur di sana. Dia senang sekali. Sehingga jadi susah untuk diam karena ia senang memain-mainkan setir mobil mainan tersebut. Setelah dibujuk, ia akhirnya mau diam dan menikmati sensasi bercukur di atas mobil mainan.

 

Ada 2 kategori pelayanan di barbershop ini yaitu biasa dan spesial. Harga cukur biasa 15 ribu dan yang spesial 20 ribu. Kelebihan cukur spesial dibandingkan yang biasa adalah ada sesi keramas, pijat, dan dikasih pomade. Suamiku kemarin milih yang spesial.

Dengan motto "Bulik Langsung Langkar", barbershop ini direkomendasikan untuk para cowok yang ingin merasakan pengalaman berbeda dalam bercukur.

Monday, April 10, 2017

Review Kuliner : Nasi Sop Maringgit

Tema LBI pekan ini cukup menantang, yaitu review kuliner dengan harga maksimal 10.000 rupiah. Wah, dengan kategori harga yang terbilang murah tersebut cukup sulit untuk menemukan tempat makan dengan rasa yang enak di Barabai. Beruntung, setelah mengingat-ingat aķu menemukan tempat yang sesuai dengan kriteria tersebut yaitu Rumah Makan Yuli. Jreng!

Rumah Makan Yuli

Rumah Makan Yuli terletak di Desa Maringgit, masih satu kecamatan dengan rumahku. Posisinya persis berada di tepi jalan raya Trans Kalimantan. Aku ke rumah makan ini biasanya saat melakukan kegiatan sampling lapangan di sekitar Kec. Batang Alai Utara bersama teman-teman sekantor.

Suasana di dalam Rumah Makan Yuli

Kursi birunya bikin betah

Menu andalan di rumah makan ini adalah nasi sop. Oleh karena itu, sesuai nama desanya rumah makan ini lebih familiar dengan nama Nasi Sop Maringgit. Selain nasi sop, di rumah makan ini juga tersedia soto, sate, dan berbagai macam jenis ikan bakar dengan lalapan. Aku sendiri selalu memilih nasi sop jika makan di sini, selain harganya murah rasanya pun pas di lidah.

Setor muka dulu kan ya 😊
Sore itu, aku bersama suami makan di sana. Aku memesan seporsi nasi sop, 2 tusuk sate, dan segelas air putih. Total harga dari semua pesananku tersebut pas 10 ribu rupiah, karena semangkok nasi sop harganya 8 ribu rupiah ditambah 2 tusuk sate seharga 2 ribu rupiah dan air putih gratis tis tis. Hehe.

Nasi Sop Maringgit

Ngomong-ngomong, teman-teman dari luar Kalsel tahu kan ya dengan kuliner bernama nasi sop? Kalau belum tahu, sini kujelaskan. Nasi sop adalah nasi yang diberi kuah sop/sup lengkap dengan bihun, bawang goreng, dan suwir daging ayam. Enak dimakan saat sedang panas-panasnya. Biasanya ditambah kecap, jeruk nipis, dan cabe/sambal untuk menambah kelezatan rasanya. Supaya lebih nikmat, nasi sop juga biasanya disajikan dengan sate. Kalau di Rimah Makan Yuli, ukuran tusuk satenya kecil-kecil dengan harga 1000 rupiah per tusuk. Dijamin, isinya daging semua. Tambah nikmat karena sambal kacang satenya enak sekali.
Te sate ...

Selain rasa yang enak, interior di rumah makan ini juga cozy. Selain kelompok kursi berwarna biru dan merah sebagai tempat duduk pengunjung, juga terdapat lesehan untuk pengunjung yang ingin suasana lebih santai. Oya, warung ini buka dari siang sampai malam. Jadi, bagi kamu yang ingin datang ke sini tidak perlu takut keburu tutup karena waktu bukanya cukup panjang. Yuk, mampir ke Nasi Sop Maringgit.

Saturday, April 8, 2017

Nonton Bareng KMGP The Movie

Sabtu, 1 April 2017 diadakan acara nonton bareng dan diskusi film Ketika Mas Gagah Pergi bersama penulis novel dan produser filmnya yaitu Helvy Tiana Rossa (HTR). Sungguh sebuah kesempatan yang membanggakan karena Bunda Helvy langsung datang ke Banjarbaru untuk event ini. Hal tersebut membuatku rela 'terbang' dari rumah yang jaraknya beratus kilometer dari tempat acara, yaitu di Aula Linggangan Intan, Banjarbaru.

Pamflet Acara

Menurut jadwal acara dimulai jam 9, ternyata molor hingga jam 10 lewat. Aku datang kepagian, 8.30 sudah berada di tempat. Aku pun menyapa teman-teman panitia yang notabene adalah teman-temanku dulu saat aktif di FLP Banjarbaru. Kelihatan mereka masih sibuk menyiapkan tempat acara sehingga aku memutuskan untuk berjalan ke luar ruangan. Tepatnya ke Lapangan Murjani yang saat itu kelihatannya sedang ramai. 

Awalnya aku berniat untuk kembali hunting buku di tenda utama, sayang belum buka. Meski di jadwalnya book fair buka sejak jam 8.30 pagi. Suasana ramai ternyata ada di depan panggung utama book fair karena lomba antar sekolah dari anak-anak SD se-Banjarbaru. Lalu lalang warga yang sedang berolahraga di tepi lapangan pun menambah keriuhan pagi itu. Sebagian besar dari mereka berlari santai di jogging track atau menggunakan alat-alat fitness umum yang tersedia. Aku menyaksikan pertunjukan di panggung sebentar, lalu kembali menuju tempat acara.

Ketika aku datang kembali, ternyata peserta sudah mulai berdatangan. Aku telat dapat kursi paling depan sehingga duduk di barisan kedua. Sambil menunggu para peserta dan pemateri datang, diputarlah trailer film yang akan kami tonton. Film  ini diangkat dari sebuah cerpen karya HTR yang ditulis pada tahun 1992 (seumur aku dong). Aku serius menikmati trailernya, selain karena memang hanya itu yang bisa kulakukan aku pun penasaran dengan sosok-sosok pemeran film berlabel islami ini. Ternyata semua pemain utamanya adalah artis-artis baru. Seperti yang kupantau di media sosial, film ini memang mengadakan seleksi yang ketat bagi para pemeran utamanya.

Sambutan Ketua Pelaksana
Jam 10 lewat, akhirnya panitia membuka acara dengan pembacaan Al-Quran. Disusul oleh sambutan dari ketua FLP Wilayah Kalimantan Selatan, Kak Saprudi. Setelah itu, untuk mengulur waktu diadakan pembagian doorprize setelah menjawab pertanyaan dari MC. Acara inti dimulai setelah itu. Sebelum pemutaran film, Bunda Helvy meminta waktu berbicara sebentar. Dalam sambutannya yang singkat tersebut, ia menegaskan bahwa film ini adalah film yang membawa misi idealis. Nilai-nilai yang dimasukkan ke dalamnya, sama seperti di novelnya adalah nilai-nilai islami yang sejatinya harus ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim.

Dana hasil pemutaran film ini pun disumbangkan untuk pendidikan Palestina dan pendidikan di Indonesia Timur. Dalam tahap produksinya film ini mendapatkan dana dengan cara crowfunding (patungan) yaitu pengumpulan dana dari banyak orang selain dari dana pribadi produsernya sendiri. Oleh karena itu, film ini lama baru selesai sejak awal digagas pembuatannya (2004-2016). 

Bunda Helvy lebih memilih memproduksi film ini sendiri daripada menyerahkannya kepada salah satu dari 11 rumah produksi yang 'meminang' KMGP. Hal tersebut ia lakukan karena 5 hal yang ia ragukan bakal diperjuangkan oleh produser lain, yaitu:

 

1. Ruh cerita. Ya, Bunda Helvy ingin  tetap memasukkan ruh cerita islami yang terdapat di novelnya ke dalam film.
2. Tidak ada adegan sentuhan non-mahram di dalam film.
3. Aktor dan aktris utama sama soleh/ahnya dengan perannya di film. Oleh karena itu untuk mencari pemeran film ini, tim produksi mengadakan seleksi ketat meski hanya via video di youtube. Dari seleksi tersebut, terpilihlah Hamas Syahid sebagai pemeran Mas Gagah karena ia seorang penghafal Al-Qur'an. 
4. Bunda Helvy ingin memasukkan isu Palestina ke dalam filmnya, karena ia merasa bahwa bangsa Palestina adalah saudara bagi sesama unat Muslim di Indonesia. Hal ini terdapat dalam salah satu scene ketika Yudi -pemuda yang hobi berceramah di bus, berlatih teater dengan tema pembebasan tanah Palestina.



5. Satu milyar dana hasil dari pemutaran film KMGP disumbangkan untuk pendidikan anak-anak di Palestina dan Indonesia Timur. Meski pada akhirnya film yang tayang di bioskop Januari 2016 ini mendulang kerugian karena dana yang masuk 'hanya' 2,5 M dari total 6 M yang dihabiskan untuk membuat film ini. Namun, sponsor utama film ini bersedia menyanggupi untuk mengeluarkan dana sumbangan tersebut. Oleh karena itulah, iklan produk dari sponsor ini ditayangkan sebelum film dimulai. 

Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) The Movie

Film ini sendiri bercerita tentang dua kakak beradik yang sangat kompak dalam hal apapun. Gita, si adik masih SMA dan Gagah -sang kakak, telah kuliah. Mereka sangat akrab, terlebih karena ayah mereka sudah meninggal dan ibu mereka adalah seorang wanita karir yang sangat sibuk. Gagah sendiri selain berstatus mahasiswa, dia juga mempunyai pekerjaan sampingan yaitu menjadi model dan melanjutkan usaha ayahnya. 

Di suatu waktu Gagah harus pergi ke Ternate untuk penelitian skripsi dan proyek pekerjaan. Gita sempat manyun karena akan ditinggal abangnya 2 bulan. Namun, Gagah mengatakan bahwa ia pasti kembali untuk menemani hari-hari Gita lagi setelah proyeknya selesai. Waktu yang ditunggu Gita pun tiba, Mas Gagahnya kembali. Sayang, perantauan singkat Gagah di kepulauan Indonesia timur itu sepertinya merubah banyak hal.

Gita kehilangan sosok Mas Gagahnya yang dahulu ia bangga-banggakan. Gagah sekarang lebih banyak bergaul dengan anak masjid, sosoknya pun lebih banyak dibalut baju koko daripada baju kaos, dan jenggotan! Gita mendesak Gagah agar kembali menjadi kakak yang 'asyik' baginya, tapi dengan lembut Gagah menjawab, "Dek Manis, nanti Mas akan cerita banyak hal tapi belum bisa sekarang." Dek Manis? Gita membuang muka.

Ia benar-benar kesal dengan kakak satu-satunya tersebut. Tak jarang, kekesalannya tersebut menyebabkan perang kecil di rumah mereka. Ibu mereka pun tak kuasa menengahi, ia merasa kedua anaknya sama-sama benar dan salah. Ia sudah pusing dengan kerjaan kantor, kini ditambah dengan permasalahan di rumah. Rumah terasa panas.

Gita pun memutuskan untuk pergi ke sekolah naik bus, tidak lagi diantar oleh Mas Gagah. Yang mengesalkan ia selalu bertemu dengan seorang pemuda yang berdakwah di atas bus bernama Yudi. Gita merasa isi dakwah Yudi seakan sengaja ditujukan untuk dirinya. Kekesalan Gita akhirnya mereda setelah Gita hampir kecopetan HP dan Yudi yang menolongnya. 

Di lain pihak, Gagah semakin sibuk dengan aktivitas sosial yang ia lakukan bersama teman-teman masjidnya. Ia sedang mengerjakan proyek pembangunan sebuah rumah baca di tepian Kota Jakarta bersama dengan para mantan preman yang sebelumnya tak sengaja ia hajar. Rumah baca tersebut diberi nama dengan Rumah Cinta dan dibangun untuk memfasilitasi anak-anak yang kurang beruntung di kawasan tersebut agar tetap bisa belajar dengan normal. Ibu Gagah yang menyaksikan sendiri hasil kegiatan sosial anaknya merasa terharu dan akhirnya menerima bahwa perubahan yang terjadi pada Gagah adalah positif. Namun, tidak demikian dengan Gita. Ia tetap merasa jengkel dengan Mas Gagah. 

Ya, cerita KMGP ternyata terhenti tanpa penyelesaian. Di tengah konflik yang paling tajam, film ini beristiraha. Setelah pemutaran film KMGP selesai, diputarlah film Duka Sedalam Cinta (DSC) yang menjadi sekuel atau lanjutan film ini. Dari trailernya tersebut, sedikit banyak alurnya sudah bisa ditebak. Meski ending tetap dirahasiakan. Aku sengaja tidak membaca novel KMGP agar tetap penasaran untuk menonton lanjutan filmnya.



Bagiku sendiri film ini sangat menyentuh sekali. Aku memang selalu tersentuh dengan film yang bertema tentang keluarga. Bagian yang paling membuatku ingin menangis terharu adalah saat ibu Gagah menjenguk Rumah Cinta yang digagas oleh Gagah dan kawan-kawannya. Meski dari luar film ini terkesan berat dengan beban dakwah yang diusungnya, tapi sisi komedinya menjadikan film ini juga layak dinikmati sebagai hiburan. Suatu kebanggaan juga, ternyata ada banyak artis papan atas yang hadir di dalam film ini seperti Irfan Hakim, Shireen Sungkar, Sule, Eli Sugigi, Firzha, Joshua, dan masih banyak artis lain yang kulupa namanya. Soundtrack film ini pun enak dan terngiang-ngiang terus di telinga. Membuatku langsung ingin mendownload lagu yang dinyanyikan oleh Indah Nevertari tersebut.

Sesi diskusi mengenai film ini berlangsung meriah. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh peserta kepada Bunda Helvy. Bunda Helviy bercerita, ada sebuah keluarga yang sering berantem menjadi rukun setelah menonton film KMGP ini. Sang adik yang sering nakal juga akhirnya meminta maaf kepada kakaknya. Seorang penonton dari Lampung juga akhirnya mendirikan Rumah Cinta setelah menonton film ini. Dan banyak yang akhirnya tersadarkan bahwa ternyata preman bisa diberdayakan dari sisi positif sebagai penggerak masyarakat karena ‘wibawa’ mereka.


Mari Dukung Film Islam

Pada kesempatan ini Bunda Helvy mengajak para penonton muslim untuk mendukung film-film Islami dengan cara menontonnya langsung di bioskop pada hari pertama, biasanya film Indonesia tayang pertama kali pada hari Kamis. Jika pada hari pertama, penonton membludak maka biasanya film tersebut akan tayang lama di bioskop dan pada akhirnya asas supply and demand akan berlaku. 

Jika para produser di Indonesia mengetahui bahwa peminat film Islami ini sangat banyak, maka dengan sendirinya akan bermunculan produksi film indonesia yang inshaalah akan baik jika dikonsumsi dan akan menggeser film-film penghibur yang kebanyakan bermuatan negatif sekarang ini.

Selama ini sebagian dari kita hanya bisa nyinyir, banyak yang berkomentar bahwa film Islam tidak islami karena ada adegan sentuhan non-mahram. Nah sekarang saat dibuatkan film dengan kualitas layak tayang, penontonnya hanya sedikit. Jauh lebih sedikit daripada jumlah penonton film AADC 2 yang notabene memiliki muatan negatif (ada adegan kissing dan berduaan dengan non mahram semalaman suntuk bahkan sesaat sebelum menikah). 

Bunda Helvy mengajak agar kita mengubah paradigma tentang film Islam dari diri kita sendiri terlebih dahulu, lalu menyebarkannya ke orang terdekat. Beliau pun mengajak untuk menyukseskan film Duka Sedalam Cinta agar bisa lama bertahan tayang di bioskop. Dengan begitu, dana yang masuk akan lebih banyak. Setidaknya untuk menutupi proses produksi dan agar sumbangan yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan akan semakin besar, serta misi perubahan ke arah yang lebih baik yang diusung oleh film ini semoga menyebar secara luas di kalangan penonton Indonesia.

Meski film DSC belum mendapat jadwal tayang dari pihak bioskop. Setidaknya para muslim sudah ikut membantu promosi untuk menyaksikan film ini di media-media sosial agar menjadi booming dan semakin banyak menjangkau penonton. Karena jujur saja, ungkap Bunda Helvy bahwa tidak tercapainya target pada pemutaran film KMGP kemarin adalah karena kurangnya promosi akibat keterbatasan dana. Biasanya film-film yang diproduksi oleh rumah produksi besar akan menghabiskan dana 3x lipat untuk promosi dibandingkan dengan dana produksinya. Oleh karena itulah biasanya mereka sukses mendulang keuntungan yang tak sedikit. Selama ini KMGP hanya dipromosikan lewat media sosial belum menjangkau televisi dan acara offair apalagi spanduk-spanduk besar yang biaya iklannya ratusan juta.

Ada pula peserta yang bertanya di manakah mereka bisa mendapatkan kaset film ini jika ingin menonton kembali. Bunda Helvy menjawab bahwa sampai saat ini film ini diperbanyak lewat CD karena belum disiarkan di tv. Sekarang ini beliau masih nego harga dengan pihak tv swasta dan salah satu maskapai penerbangan yang ingin membeli hak tayang film KMGP. Doakan saja semoga mendapatkan harga yang pantas.

Bagiku secara umum acara nonbar dan diskusi film KMGP hari itu sungguh bermakna. Setidaknya bagiku yang awam tentang dunia perfilman. Di zaman sekarang, ternyata film merupakan salah satu media yang efektif untuk berdakwah. Bahkan salah satu tokoh perfilman islami mengatakan istilah 'dakwah di bioskop'. Bunda Helvy pun bilang, sebagus-bagusnya tulisan sebagai media untuk menyebarkan kebaikan, jauh lebih bagus film. Karena jauh lebih banyak jumlah penonton film daripada pembaca buku. Jadi, jangan lupa untuk terus dukung film islami dengan menontonnya di hari pertama tayang di bioskop. 




Wednesday, April 5, 2017

Review Novel Homeless Bird

Judul : Homeless Bird
Penulis : Gloria Whelan
Penerbit : Atria
Tahun terbit : 2012

Novel ini bercerita tentang Koly, seorang gadis remaja asal India yang karena adat harus menikah di usia 13 tahun. Ia akhirnya menikah dengan seorang remaja lelaki yang sakit-sakitan. Sementara itu, Sass -ibu mertuanya sangat galak dan keras kepadanya. Beruntung, ada Chandra -adik iparnya yang menjadi teman di rumah di mana ia harus mengabdi. Dalam budaya India seorang gadis yang telah menikah harus tinggal di rumah suaminya. Dan tak ada alasan untuk Koly supaya ia bisa kembali ke rumah Maa dan Baapnya.

Bahkan ketika Koly akhirnya menjadi janda. Tradisi di tempat tinggalnya melarangnya untuk kembali ke rumah orangtuanya karena akan memberi aib kepada keluarga. Lalu terkatung-katunglah Koly di Vrindavan -sebuah daerah khusus janda. Beruntung, di sana ia menemukan nasib baiknya berkat Raji -seorang penarik becak.

Nasib baiknya berasal dari keahliannya menyulam quilt dan keberaniannya bertahan di tengah tradisi yang mengekang kebebasan seorang perempuan. Oleh karena itu quote yang terpampang di cover novel ini tertulis, "Terkadang keberanian dan harapan bisa lebih kuat daripada tradisi".

Aku suka dengan novel ini. Meski tipis, hanya berjumlah 180 halaman, tapi merangkum cerita kehidupan seorang gadis India yang malang. Dalam bahasa Inggris diterbitkan pertama kali pada tahun 2000, novel ini menceritakan gambaran keadaan India pada saat itu. Terutama mengenai transportasi dan alat pendingin ruangan yang baru saja diketahui oleh Koly.

Aku juga sedikit ngeri dengan kerasnya adat India pada saat itu. Entahlah kalau sekarang. Sepertinya modernitas sudah menguasai seluruh daratan India seperti halnya negara kita. Kisah cinta Koly yang sederhana pun kusuka. Tidak dibuat-buat.

Dalam bentuk terjemahan, novel ini khas sekali kalimat-kalimatnya. Tentu aku harus berterima kasih kepada penerjemah Ida Wajdi sehingga aku bisa menikmati novel ini dengan baik.

Novel ini kubeli saat book fair kemarin dengan dorongan impulsif setelah kubaca blurbnya. Yang paling mendorongku agar membeli saat itu adalah kata 'tradisi India'. Pepatah bahwa buku adalah jendela dunia sangat tepat sekali, aku jadi bisa mengenal sedikit budaya India lewat novel bercorak orange ini.

Homeless bird sendiri adalah perandaian seorang Koly yang seperti burung kehilangan rumah setelah ia menikah. Istilah tersebt ia dapat dalam sebuah buku puisi Tagore milik almarhum Sassur -ayah mertuanya. Ketika akhirnya ia menemukan nasib baiknya, maka di saat itulah ia sudah menemukan jalan pulang yang tepat.

Kalsel Book Fair 2017

Alhamdulillah, tahun ini aku berkesempatan untuk pergi ke book fair. Sudah 2 tahun sejak lulus kuliah, book fair menjadi acara yang langka bagiku karena aku pindah domisili ke kota kecil. Tahun ini, Kalsel Book Fair dilaksanakan di Lapangan Murjani, lapangan kebanggaan masyarakat Kota Banjarbaru. Di sini pulalah book fair beberapa tahun sebelumnya diadakan, hanya saja saat itu judul acaranya adalah Banjarbaru Book Fair. Kalsel Book Fair biasanya dilaksanakan di Kota Banjarmasin.

kalselbookfair.id

Kalsel Book Fair 2017 dilaksanakan selama 10 hari, dari tanggal 31 Maret hingga 9 April 2017. Lama sekali ya. Andai aku di Banjarbaru, tentu aku akan datang ke event tersebut berkali-kali. Namun, karena jaraknya sekarang jauh dari rumah, maka aku memutuskan untuk pergi ke sana pada hari pertama dan kedua. Bukan hanya karena sedang weekend tapi juga dengan pertimbangan bahwa koleksi buku incaran masih banyak. Alasan yang kedua ternyata sedikit meleset, kebanyakan buku-buku di beberapa stand ternyata malah ada yang belum datang semuanya. Kata penjaga standnya sih, koleksi buku yang banyak baru akan datang ketika hari Minggu. Syukuri apa yang ada sajalah kalau begitu.

Keseruan hunting buku

Di kunjungan pertamaku, suasana di tenda book fair masih lengang. Baik pengunjung maupun stand masih kurang banyak. Meskipun begitu, aku sudah khusyu' hunting buku dan mendapatkan 3 buku di 2 stand yang berbeda. Pertama, aku membeli novel kolpri di sebuah stand khusus buku-buku bekas dan obral 10 ribuan. Di stand-stand selanjutnya aku hanya melihat-lihat tanpa menghampiri meja kasir. Tibalah di stand Konsorsium Penerbit Jogja, tak kuat menahan hasrat untuk membeli kudapatkan 2 buku non-fiksi yang temanya kusuka. 

Bersama Sahabat

Di hari kedua, aku kembali membawa pulang 4 buku yang juga kubeli di 2 stand yang berbeda. Pertama, di stand Penerbit Andi aku membeli sebuah novel yang kawaii banget dengan tema Jepang. Kedua, di stand Penerbit Mizan aku mendapatkan 3 buku. Ketiganya sebenarnya adalah buku-buku incaran lama, tapi baru bisa kebeli sekarang. Lumayan diskon 20% untuk masing-masing bukunya.
Hasil buruan di book fair, tunggu reviewnya ya

Book Fair sepi saat pagi

Sebenarnya aku kurang puas hunting buku di book fair kali ini. Pertama, karena keterbatasan waktuku. Jadi aku harus benar-benar menggunakan waktu seefektif mungkin, agar keseluruhan stand bisa kujelajahi dan menemukan mutiara berupa buku-buku incaran dan hasil dorongan impulsif. Kedua, stand peserta book fair tahun ini sepertinya kurang banyak jika dibandingkan dengan book fair dua tahun sebelumnya. Terutama stand sebuah toko buku besar tahun ini tak nampak di dalam tenda utama. Padahal, kumpulan buku-buku 'bagus' bisa dengan mudah ditemukan di sana.

Foto Booth Kalsel Book Fair 2017

Numpang nulis quote di foto boothnya

Ada beberapa rangkaian acara di Kalsel Book Fair 2017 ini, aku hanya mengikuti satu saja diantaranya yaitu Nonton Bareng KMGP The Movie. Acara lainnya seperti Diskusi Bersama Najwa Syihab dilaksanakan pada saat acara pembukaan, dan aku tak sempat mengikutinya. Tentu saja karena aku masih ngantor Jumat pagi. Panggung utama di dekat gerbang masuk juga tak pernah sepi dari hiburan. Namun, aku hanya sekadar lewat di depannya. Tujuan utamaku datang ke Banjarbaru bukan itu. Pun stand jualan di luar tenda book fair selalu ramai oleh para pedagang dan pengunjung, tak membuatku melangkahkan kaki ke sana. Aku bisa menjumpainya di banyak kesempatan saat pasar malam. Kalau book fair? Setahun sekali saja belum tentu. Perlu perjuangan tersendiri bagiku yang tinggal di daerah.

School Performance di Panggung Utama

School Performance di Panggung Utama

Semoga tahun-tahun ke depan event bagus seperti ini lebih meriah lagi. Jangan kalah sama acara expo atau kemeriahan lainnya karena buku adalah benda terbaik yang tak akan pernah habis fungsinya meski telah dibaca berkali-kali. Terima kasih juga kepada panitia khususnya tim dari Perpustakaan Provinsi Kalsel yang telah menggagas dan menyelenggarakan event sebesar ini.



Artikel terkait:
Banjarbaru Book Fair 2014
Banjarbaru Book Fair 2015
I'm Proud to be Book Addict
Drama Bookholic di Kota Kecil

Sunday, April 2, 2017

3 Tren Bloger Indonesia 2017

Zaman sekarang ini, aktivitas blogging mulai dilirik oleh banyak orang. Mulai dari yang menjabaninya sebagai hobi hingga yang memutuskan bahwa ngeblog adalah profesi. Bermacam-macam tema blog pun bermunculan. Mulai dari yang membahas beragam hal, hingga blog yang hanya membahas tema spesifik. Sebut saja lifestyle, kesehatan, kuliner, travelling, teknologi, fashion, film, dan game. Namun, menurutku ada 3 jenis blogger yang bakal ngetren di tahun 2017 ini. Check this out.


1.      Bloger Buku

Sebagian besar mereka yang senang menulis (blog) adalah mereka yang juga suka membaca (buku). Oleh karena itu book blogger semakin menjamur akhir-akhir ini. Sebagian besar dari mereka menulis review tentang buku yang mereka baca di blog mereka. Beberapa dari mereka melakukannya karena sedang mengikuti reading challenge, tapi jauh lebih banyak yang melakukannya karena hobi. Akhir-akhir ini para book blogger pun dapat mengomersialkan blog mereka dengan cara menjadi host blog tour dari sebuah buku yang baru terbit. Giveaway bersambung ceritanya. 

Biar dikata dunia literasi di Indonesia jelek jika dibandingkan negara lain, tapi menurutku mereka yang hobi membaca (dan akhirnya ngeblog) di Indonesia ini cukup banyak. Tinggal bagaimana cara menyebarluaskan dan meningkatkan fasilitas agar minat baca di Indonesia semakin meningkat. Komunitas bloger buku juga sudah ada, contohnya Blogger Buku Indonesia (BBI). Hal ini mudah-mudahan menjadi pematah adagium bahwa mereka yang suka membaca itu nerd dan ga gaul, bahkan sebaliknya keren dan seksi. Aku yakin, bloger buku akan ngetren di tahun 2017 ini.

2.    Bloger Parenting

Semakin banyak mama muda yang aktif di dunia blogging. Tema yang paling mudah dan banyak dibahas di dalam blog emak-emak ini adalah cerita tentang bayi dan anak mereka. Mulai dari curhatan mengenai keseharian, tahapan tumbuh kembang anak, MPASI, hingga pengalaman memiliki baby sitter. Tema-tema parenting seperti ini tak akan pernah bisa habis ditulis, karena setiap ibu pasti memiliki pengalaman yang berbeda meski tentang hal yang sama.

Oleh karena itu, parenting blogger sepertinya akan semakin eksis di tahun ini. Selain karena blog bisa menjadi media sharing yang mudah, juga karena sebuah blog dengan tema ini bisa mendapatkan keuntungan materi dengan cara product placement. Ada banyak produk bayi dan anak yang bisa diiklankan melalui pengalaman seorang parenting blogger. Komunitas bloger jenis ini juga ada, seperti Emak-emak Blogger.

3.     Bloger Event

Semakin banyak produsen yang melirik bloger untuk media promosi mereka. Tak sedikit dari mereka yang membuat acara dengan mengundang para blogger. Dari sanalah bloger event ini bermunculan dengan berbagai produk yang diusung. Mulai dari yang sesuai niche blognya, hingga produk gado-gado yang di posting di lifestyle blog. 

Postingan-postingan tersebut biasanya berisi rangkaian acara saat event berlangsung, keunggulan produk, serta pengalaman menggunakan produk (baik barang dan jasa). Aku memprediksi bloger jenis ini akan ngetren di tahun 2017, karena ada banyak keuntungan yang didapatkan oleh para bloger tersebut jika mengikuti acara dan menuliskannya di blog mereka. Sebut saja goodie bag, doorprize, dan atau sampel produk. Sekalian bisa kopi darat juga dengan teman-teman sesama bloger plus makan siang/malam gratis. Hehe. Beruntunglah bloger yang tinggal di kota besar, karena ada banyak kesempatan untuk mengikuti event seperti ini.


Bagaimana, apakah kamu setuju dengan pendapatku bahwa ketiga jenis bloger di atas akan menjadi tren di tahun 2017 ini? Jika tidak, ungkapkan pendapatmu di kolom komentar ya.

Review Maret 2017

Bulan Maret, bulan kelahiranku dan orang-orang terdekatku telah berlalu. Saatnya menatap masa depan di Bulan April. Berikut sedikit reveiew mengenai beberapa hal yang ingin kubagikan selama satu bulan terakhir.

Keluarga
Tak ada event spesial keluargaku di bulan ini. Meski aku dan bapa sama-sama berulang tahun di tanggal 6 dan 10, tapi kami tak merayakannya. Hanya sekadar saling memberi ucapan dan doa. Acara dengan keluarga besar dari pihak kakek diadakan pada pertengahan bulan lalu, di suatu hari Minggu berupa arisan keluarga di rumah salah seorang sepupu mama. Sekali lagi tak ada yang spesial, kami hanya saling bertemu dengan para anggota keluarga besar yang dalam keseharian jarang bersua karena kesibukan masing-masing.

Pekerjaan
Pekerjaanku di laboratorium bulan lalu sedang banyak-banyaknya, terutama untuk parameter BOD. Agenda tambahan bulan Maret adalah pengambilan sampel pemantauan kualitas air dan udara di kabupatenku. Dari 3 hari pengambilan sampel, aku hanya bisa ikut satu kali yaitu di hari pertama.

Kesehatan
Alhamdulillah, tak ada gangguan kesehatan berarti selama bulan Maret ini. Minum obat pun sekarang hanya seminggu 3x. Namun, karena kecelakaan setengah bulan yang lalu aku agak sering berkunjung ke puskesmas karena menemani si nenek yang tak sengaja kutabrak. Semoga nenek itu cepat sembuh.

Blogging
Bagiku sekarang berbicara tentang blogging berarti sama halnya membahas mengenai LBI 2017 yang sedang kuikuti. Meski sudah masuk ke tengah-tengah musim, aku masih antusias ikut bertanding dalam kompetisi ini. Alhamdulillah, meski dapat jatah libur minggu lalu, aku masih bertahan di posisi juara klasmen. Di bulan ini, aku juga ikut 2 lomba blog dengan tema travelling. Sayang, di salah satu lomba aku belum menang dan satu lomba yang lain masih menunggu pengumuman.

Klasmen Sementara

Kursus Menjahit
Tak ada kemajuan yang berarti dari program kursus menjahitku karena aku sering bolos dalam pertemuan akhir pekan ini. Kalau di Februari aku mengeluh tentang kondisi kesehatanku, kali ini aku bertameng cuaca untuk memuluskan alasan alpa. Ya, hujan dan panas adalah godaan berat yang membuatku lebih betah di rumah daripada ke tempat kursus yang jaraknya 17 km dari rumah di siang hari Sabtu dan Minggu.

Travelling
Tepat di akhir bulan Maret, aku jalan-jalan ke Banjarbaru untuk menghadiri acara nonbar KMGP dan mengunjungi book fair di Lapangan Murjani. Sungguh sebuah oase di tengah gersangnya rutinitas harianku.

Book Fair

Buku
Setidaknya ada 5 buku yang kuselesaikan bacaannya pada bulan Maret. Buku-buku tersebut sebenarnya sudah mulai kubaca sejak awal tahun lalu. Namun, baru sempat kuselesaikan sekarang. Semakin banyak jumlah buku yang kubaca, makin banyak pula utang reviewku. Daaan, di bulan April aku punya beberapa stok buku unboxing buat dibaca -hasik berburu di book fair. Senangnya.

Stok Bacaan
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates