Thursday, March 9, 2017

Family Trip : Tanah Bumbu [I]

Jika tahun lalu keluargaku melakukan perjalanan ke Kota Cantik Palangkaraya, maka awal tahun ini kami melakukan trip ke ujung Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Tanah Bumbu. Meskipun tidak sampai ke ibukotanya -Batu Licin, tapi perjalanan yang kami tempuh sudah cukup jauh yaitu sekitar 10 jam perjalanan. Provinsi Kalimantan Selatan memang kecil, tapi jika ingin road trip seperti yang kami lakukan minggu lalu ya lumayan jauh juga.

Perjalanan dimulai pada Jumat pagi tanggal 24 Februari 2017. Aku minta izin ke kantor karena ada acara keluarga. Tak apalah 3 jam izin kerja dalam seminggu. Lagipula satu hari sebelumnya aku habis lembur hingga petang gara-gara ada kegiatan survailen dari pusat. Hitung-hitung perjalanan kali ini sebagai bentuk refereshing setelah kerja keras di awal tahun ini.

Mari Makan
Kami melewatkan 3 jam pertama dengan lancar. Namun, sekitar jam 11 siang mama mulai mabuk darat. Kita pun mampir sekaligus makan siang di depan Bandara Syamsudinnor. Kebetulan ada warung yang sedang tutup, jadi kami meminjam tempat untuk buka lapak sebentar. Ya, mama memang lebih suka membawa bekal makanan dari rumah jika akan melakukan perjalanan panjang daripada harus mampir di rumah makan. Lebih irit, tidak perlu menunggu lama, serta kita bisa bebas mau mampir dimana saja dan kapan saja jika lapar.

Singkat cerita kami selesai makan dan kondisi mama pun sudah mulai baikan. Perjalanan kami lanjutkan menuju Keluruhan Basirih, di ujung lingkar selatan Kota Banjarmasin. Lokasinya jauh melenceng sih dari tujuan awal. Kami ke sana karena ingin mengunjungi sahabat tante yang sedang sakit parah. Sesampainya di sana, kami disambut dengan hangat. Keluarga tante dan keluarga temannya ini memang akrab sekali. Padahal awal mula pertemanan mereka sejak sekolah di SMEA berpuluh tahun lalu.

Narsis saat mampir di masjid, haha
Di rumah tante Fuah, teman tanteuku tersebut kami numpang istirahat dan shalat. Bahkan Maya, sepupuku yang paling kecil numpang mandi karena dia merasa gerah. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan melewati Jl. Lintas Kalimantan Poros Selatan. Tiba di pertigaan Bati-bati kami meluncur ke arah Kota Pelaihari. Setelah melewati jalan utama Kabupaten Tanah Laut yang panjang sekali, akhirnya kami tiba di perbatasan kabupaten. Kabupaten Tanah Bumbu menyambut kami, meski untuk sampai ke tempat tujuan masih harus berkendara sekitar 2 jam lagi.

Sekitar jam 5 sore sebelum sampai di Kota Sungai Danau kami mampir di sebuah tanah lapang yang merupakan jalan menuju daerah pertambangan. Bapa bilang dia pernah kerja di sana. Areanya luas sekali, dari tepi jalan ini sama sekali tak terlihat aktivitas sejauh mata memandang ke dalam kawasan tersebut. Kami mampir untuk makan lagi, menghabiskan bekal dan karena mulai lapar lagi. Nikmat sekali rasanya makan di tengah alam begini.

Yuhuuu

Di Sungai Danau yang menjadi ibukota Kecamatan Satui, kami mampir ke rumah seorang kerabat. Mereka senang sekali kami mampir di sana. Karena waktunya pas maghrib, jadilah kami sekalian numpang shalat di sana. Setelah shalat dan ngrobol-ngobrol kami pun melanjutkan perjalanan ke tujuan utama yaitu rumah kontrakan adikku di Sebamban.

Rumah adikku tampak depan

Setelah melakukan satu jam perjalanan mampirlah kami di sebuah Alfamart yang cukup ramai. Dari sana kami dijemput adikku untuk menunjukkan lokasi rumahnya. Ternyata masih sekitar 15 menit lagi. Adikku rupanya tinggal di daerah yang agak sepi. Depan belakang rumahnya dikelilingi oleh pohon karet meskipun jalan masuknya masih dekat jalan raya. Alhamdulillah akhirnya kami sampai juga di sini. Ngobrol-ngobrol hingga waktu tidur tiba. Aku pasti akan merindukan waktu seperti ini terjadi lagi. Karena sebenarnya kami jarang sekali ngumpul seperti ini. Kami selalu disibukkan dengan masing-masing peran kami di pekerjaan [].

Bapa, adik, dan Maya



Artikel terkait:

3 comments:

Ribka Larasati said...

wah suasananya enak ya

Rindang Yuliani said...

Iya, Mbak Ribka 😊

Mbak Dewi.Kalimantan said...

saya mbak dewi di samarindah
Ini Kisah Cerita Saya yang benar2 terjadi (asli) bukan rekayasa
Saya sudah sangat lama bermain togel dan saya belum pernah merasakan
Kemenangan, karana saya selalu menggunakan prediksi atau rumusan tangan manusia
Jadi saya sudah kapok untuk menggunakan prediksi atau rumusan manusia lagi,
karna itupun selalu meleset , Jadi saya putuskan untuk coba2 buka internet dan akhirnya saya dapatnomor( AKI JOYO MALIK 085211977346 di internet.
Status beliau adalah paranormal sakti atau biasa di panggil dengan dukun togel.
Jadi saya langsung hubungi( KI JOYO MALIK dan meminta angka hasil ritual/Ghoib untuk putaran
Singapore. Awalnya saya Cuma meminta angka togel 2D, Karna baru kali ini saya meminta angka togel hasil ritual, dan saat itu saya masih ragu2 untuk mengirim mahar/pembelian peralatan ritual, di saat itulah saya berpikir unutuk memutuskan melaksanakan semua permintaan dari (AKI JOYO MALIK) karna saya sadar bahwa kalau ingin sukses/kaya membutuhkan kerja Keras dan pengorbanan,
dan akhirnya angka ritual yang di berikan mbah yaitu 2D (42)
Saya Cuma Coba2 pasang 200 ribu dulu. alhamdulillah saya menang 12 juta.
Dan ke esokan harinya saya meminta angka Ritual yang 4D ke mbah lagi, karena saya sudah sangat percaya dan yakin kepada mbah ,Untuk memasang yang Angka 4D yaitu (1737) saya pasang 300 ribu dan alhamdulillah akhirnya saya menang lagi 450 Juta…
Dan Saya Sangat Ber Terimah Kasih Kepada AKI Berkat Bantuan AKI saya bisa melunasi
Utang2 saya yang ada di bank dan akhirnya saya pun juga bisa buka usaha sendiri yaitu buka restoran. Dan saya juga berencana beli tanah kapling, dan bukan Cuma itu aja AKI JOYOMALIK.
sekali lagi terimah kasih. Karna rasa Hati yang gembira saya cantumkan nomor hp
AKI di internet, dan saya pun juga mengajat seluruh teman2 saya yang pecinta togel
untuk berkonsultasi sama AKI JOYO MALIK.. yang sering kalah bermain togel,
Silahkan HBG nomor 085 211 977 346 AKI JOYO MALIK
(-Terimah kasih Room nya temen2-)

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates