Monday, January 30, 2017

Resensi Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal

Siapa yang suka berwisata? Mungkin banyak yang mengacungkan jari untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena biasanya bepergian ke tempat-tempat baru dalam rangka berwisata adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun, jika ada pertanyaan ‘siapa yang ingin berbisnis wisata?’ Mungkin tak banyak yang akan mengiyakan, karena sebagian besar orang berpikir bisnis wisata itu sulit. Padahal berbisnis wisata itu tidak sesulit yang dibayangkan kok, begitu kata Bapak Cheriatna.

Bagi yang belum tahu, Bapak Cheriatna adalah praktisi bisnis wisata halal di Indonesia. Wisata halal, apa pula itu? Memangnya ada ya wisata yang haram? Ada dong! Itu yang prosedurnya tidak dilakukan secara syariah, serta pada waktu berwisata malah lupa melaksanakan ibadah shalat yang hukumnya wajib, dan bahkan ada pula wisata yang ketika malam harinya diisi dengan kegiatan yang tidak disyariatkan oleh Islam. Kalau wisata halal, sebaliknya.

Dengan mengikuti program wisata halal inshaallah kehalalannya terjaga dan kegiatan wisata bisa jadi berkah. Sayangnya, travel khusus wisata halal di Indonesia masih sedikit sekali. Ini sebenarnya bisa jadi peluang bisnis bagi kamu yang suka jalan-jalan sekaligus menghasilkan uang. Bisa? Bisa banget.

Salah satu caranya adalah dengan belajar kepada ahlinya, seperti Bapak Cheriatna. Jangan khawatir jika kita tidak bisa bertemu langsung dengan beliau. Karena pemilik Cheria Travel ini sudah membagikan ilmunya lewat sebuah buku bisnis yang berjudul Laris Manis Bisnis Wisata Halal. Buku ini menjabarkan seluk beluk bisnis wisata halal. Ilmu yang beliau bagikan di dalam buku ini adalah hasil pengalaman beliau selama bertahun-tahun menjalankan bisnis di bidang travel. Pasti sangat berguna.


Di dalam buku bersampul biru unyu-unyu ini kamu akan menemukan berbagai macam ilmu terkait bagaimana membangun dan menjalankan bisnis wisata halal. Dimulai dari data bahwa terjadi peningkatan pada jumlah wisatawan Indonesia yang ingin jalan-jalan ke luar negeri, di samping untuk melaksanakan umroh. Jumlah muslim yang semakin meningkat juga merupakan peluang besar bagi bisnis wisata halal di Indonesia.

Di halaman 9 buku ini kamu akan menemukan kriteria bisnis halal yaitu diantaranya:
  1. Tersedianya fasilitas tempat shalat dan berwudhu
  2. Adanya pemberitahuan tentang waktu shalat
  3. Adanya arah kiblat dan Al-Qur’an di kamar hotel
  4.  Tidak adanya aktivitas non-halal selama wisata, seperti perjudian dan minum minuman beralkohol
  5.  Terjaminnya status halal makanan yang disajikan

Menurut buku ini, destinasi wisata halal ke luar negeri terutama adalah ke negara Jepang, China, Korea, dan negara-negara di Eropa. Semua negara tersebut notabene adalah negara minoritas muslim. Sehingga bagi wisatawan muslim yang ingin merasakan kenyamanan beribadah selama berwisata, travel wisata halal adalah pilihan yang tepat. Jangan lupakan juga Indonesia, negara kita ini memiliki destinasi yang mendunia seperti Raja Ampat dan Pulau Derawan. Jangan ragu untuk menjelajahnya dengan menggunakan travel wisata halal karena -sedikit bocoran dari Bapak Cheriatna, non-muslim pun bahkan menyukai tour halal (halaman 20-21).

Dari mana memulai bisnisnya? Menurut penulis buku ini ada 4 hal utama yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin membuka bisnis wisata halal, yaitu menguatkan azzam, memiliki pengalaman atau menguasai ilmu tour, melakukan perhitungan biaya operasional, dan melakukan usaha sebesar pendapatan yang diinginkan (halaman 22-24).

Hal yang tak kalah pentingnya adalah memasarkan bisnis wisata halal kita dengan cara digital. Ya ini zaman media sosial, sebagai pebisnis kita harus pandai memanfaatkannya dengan maksimal. Di halaman 25 dan seterusnya, Bapak Cheriatna menuliskan 4 cara maketing terbaik bisnis wisata halal. Saya suka dengan quote yang beliau tulis terkait pemasaran lewat media online, yaitu:

“Investasi tulisan sangat menguntungkan lebih dari investasi emas.” (Halaman 30)


Sebagai pebisnis, kita juga perlu mengikuti komunitas yang sesuai dengan bidang bisnis yang kita geluti agar kita dapat teman dan bisa sharing ilmu di komunitas tersebut. Dalam bisnis wisata halal, di Indonesia ada Halal Travel Konsorsium dan Asosiasi Travel Halal Indonesia. Inilah kerennya buku ini. Kedua komunitas tersebut dijelaskan detail dalam buku ini (Halaman 32-36) termasuk bagaimana menjadi cara mendaftar ke salah satu atau kedua komunitas tersebut. Keren kan?

Sebagai pelengkap, di dalam buku ini juga terdapat testimoni pelaku dua usaha travel wisata halal (halaman 45-50). Selain itu juga terdapat beberapa testimoni pengguna wisata halal (halaman 38-45). Hal ini menunjukkan bahwa bisnis travel wisata halal itu menguntungkan dan banyak diminati oleh masyarakat luas.

Ilmu yang cukup mahal menurutku ada di halaman 57, yaitu pembahasan tentang cara handling komplain pelanggan. Di bagian ini Bapak Cheriatna menjelaskan dengan singkat bagaimana cara dan pengalamannya dalam merespon komplain yang ditujukan pelanggan ke perusahaan travel miliknya. Sebagai penutup buku ini juga melampirkan foto-foto perjalanan wisata halal dan destinasi wisata halal favorit beserta contoh itinerary-nya.

Destinasi Wisata Halal


Dari segi bahasa, buku ini mudah dinikmati karena kalimat-kalimatnya mengalir dengan sederhana. Meski terkesan agak serius. Hal ini bisa dipahami karena tema yang diangkat juga sedikit berat. Ini bisnis, bro! Setelah menamatkan buku berjumlah 80 halaman ini, aku menarik beberapa kesimpulan yaitu:


  1. Berbisnis wisata halal itu mudah dan menjanjikan
  2. Selain keuntungan materi, dengan berbisnis wisata halal kita pun bisa mendapat kepuasan batin yaitu dengan berjalan-jalan ke tempat yang jauh
  3. Sudah ada beberapa komunitas bisnis wisata halal di Indonesia, sehingga pebisnis wisata halal yang masih baru dapat dengan mudah menyerap ilmu dari komunitas tersebut.

Selain banyak kelebihan yang sudah kusebutkan di atas, sebagai karya buku ini pun tak lepas dari kekurangan. Berikut beberapa masukan tentang buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal untuk penulis agar karya ke depannya lebih baik lagi.


  1. Buku versi ebook yang kubaca tidak disusun per bab sehingga sulit menelusuri isinya. Diperlukan kelompok-kelompok pembahasan dalam bentuk bab, tidak hanya berupa judul-judul kecil yang tersebar di seluruh bagian buku.
  2. Setiap pembahasan dalam buku ini menurutku belum terlalu mendalam. Seandainya pembahasan setiap poin dijelaskan lebih detail, buku ini pasti lebih nendang lagi.

Terlepas dari dua kelemahan di atas, buku ini sarat informasi yang sangat dibutuhkan bagi siapa saja yang ingin mulai berbisnis wisata halal. Tunggu apalagi, yuk baca buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal.

5 comments:

Masirwin said...

Sekaramg sepertinya bukan waktunya mencari kerja tetapi sekarang waktunya membuka lapangam kerja

BELLA AGMIA said...

Setuju banget nih, bener dengan adanya bisnis wisata halal tidak melupakan ibadah kita saat traveling karena "mungkin" terlelap dengan keindahan alam semesta.
Semoga buku ini cepat di cetak tdk hanya berbentuk e-book. Antusias kalo untuk kebaikan dan byk sekali sisi positive nya :)

Rindang Yuliani said...

Iya Mas, wiraswasta jauh lebih keren daripada karyawan.

Rindang Yuliani said...

Benar Mbak, Mbak harus segera baca buku ini.

Ahmad said...

jadi penasaran pingin baca bukunya

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates