Monday, January 30, 2017

Resensi Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal

Siapa yang suka berwisata? Mungkin banyak yang mengacungkan jari untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena biasanya bepergian ke tempat-tempat baru dalam rangka berwisata adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun, jika ada pertanyaan ‘siapa yang ingin berbisnis wisata?’ Mungkin tak banyak yang akan mengiyakan, karena sebagian besar orang berpikir bisnis wisata itu sulit. Padahal berbisnis wisata itu tidak sesulit yang dibayangkan kok, begitu kata Bapak Cheriatna.

Bagi yang belum tahu, Bapak Cheriatna adalah praktisi bisnis wisata halal di Indonesia. Wisata halal, apa pula itu? Memangnya ada ya wisata yang haram? Ada dong! Itu yang prosedurnya tidak dilakukan secara syariah, serta pada waktu berwisata malah lupa melaksanakan ibadah shalat yang hukumnya wajib, dan bahkan ada pula wisata yang ketika malam harinya diisi dengan kegiatan yang tidak disyariatkan oleh Islam. Kalau wisata halal, sebaliknya.

Dengan mengikuti program wisata halal inshaallah kehalalannya terjaga dan kegiatan wisata bisa jadi berkah. Sayangnya, travel khusus wisata halal di Indonesia masih sedikit sekali. Ini sebenarnya bisa jadi peluang bisnis bagi kamu yang suka jalan-jalan sekaligus menghasilkan uang. Bisa? Bisa banget.

Salah satu caranya adalah dengan belajar kepada ahlinya, seperti Bapak Cheriatna. Jangan khawatir jika kita tidak bisa bertemu langsung dengan beliau. Karena pemilik Cheria Travel ini sudah membagikan ilmunya lewat sebuah buku bisnis yang berjudul Laris Manis Bisnis Wisata Halal. Buku ini menjabarkan seluk beluk bisnis wisata halal. Ilmu yang beliau bagikan di dalam buku ini adalah hasil pengalaman beliau selama bertahun-tahun menjalankan bisnis di bidang travel. Pasti sangat berguna.


Di dalam buku bersampul biru unyu-unyu ini kamu akan menemukan berbagai macam ilmu terkait bagaimana membangun dan menjalankan bisnis wisata halal. Dimulai dari data bahwa terjadi peningkatan pada jumlah wisatawan Indonesia yang ingin jalan-jalan ke luar negeri, di samping untuk melaksanakan umroh. Jumlah muslim yang semakin meningkat juga merupakan peluang besar bagi bisnis wisata halal di Indonesia.

Di halaman 9 buku ini kamu akan menemukan kriteria bisnis halal yaitu diantaranya:
  1. Tersedianya fasilitas tempat shalat dan berwudhu
  2. Adanya pemberitahuan tentang waktu shalat
  3. Adanya arah kiblat dan Al-Qur’an di kamar hotel
  4.  Tidak adanya aktivitas non-halal selama wisata, seperti perjudian dan minum minuman beralkohol
  5.  Terjaminnya status halal makanan yang disajikan

Menurut buku ini, destinasi wisata halal ke luar negeri terutama adalah ke negara Jepang, China, Korea, dan negara-negara di Eropa. Semua negara tersebut notabene adalah negara minoritas muslim. Sehingga bagi wisatawan muslim yang ingin merasakan kenyamanan beribadah selama berwisata, travel wisata halal adalah pilihan yang tepat. Jangan lupakan juga Indonesia, negara kita ini memiliki destinasi yang mendunia seperti Raja Ampat dan Pulau Derawan. Jangan ragu untuk menjelajahnya dengan menggunakan travel wisata halal karena -sedikit bocoran dari Bapak Cheriatna, non-muslim pun bahkan menyukai tour halal (halaman 20-21).

Dari mana memulai bisnisnya? Menurut penulis buku ini ada 4 hal utama yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin membuka bisnis wisata halal, yaitu menguatkan azzam, memiliki pengalaman atau menguasai ilmu tour, melakukan perhitungan biaya operasional, dan melakukan usaha sebesar pendapatan yang diinginkan (halaman 22-24).

Hal yang tak kalah pentingnya adalah memasarkan bisnis wisata halal kita dengan cara digital. Ya ini zaman media sosial, sebagai pebisnis kita harus pandai memanfaatkannya dengan maksimal. Di halaman 25 dan seterusnya, Bapak Cheriatna menuliskan 4 cara maketing terbaik bisnis wisata halal. Saya suka dengan quote yang beliau tulis terkait pemasaran lewat media online, yaitu:

“Investasi tulisan sangat menguntungkan lebih dari investasi emas.” (Halaman 30)


Sebagai pebisnis, kita juga perlu mengikuti komunitas yang sesuai dengan bidang bisnis yang kita geluti agar kita dapat teman dan bisa sharing ilmu di komunitas tersebut. Dalam bisnis wisata halal, di Indonesia ada Halal Travel Konsorsium dan Asosiasi Travel Halal Indonesia. Inilah kerennya buku ini. Kedua komunitas tersebut dijelaskan detail dalam buku ini (Halaman 32-36) termasuk bagaimana menjadi cara mendaftar ke salah satu atau kedua komunitas tersebut. Keren kan?

Sebagai pelengkap, di dalam buku ini juga terdapat testimoni pelaku dua usaha travel wisata halal (halaman 45-50). Selain itu juga terdapat beberapa testimoni pengguna wisata halal (halaman 38-45). Hal ini menunjukkan bahwa bisnis travel wisata halal itu menguntungkan dan banyak diminati oleh masyarakat luas.

Ilmu yang cukup mahal menurutku ada di halaman 57, yaitu pembahasan tentang cara handling komplain pelanggan. Di bagian ini Bapak Cheriatna menjelaskan dengan singkat bagaimana cara dan pengalamannya dalam merespon komplain yang ditujukan pelanggan ke perusahaan travel miliknya. Sebagai penutup buku ini juga melampirkan foto-foto perjalanan wisata halal dan destinasi wisata halal favorit beserta contoh itinerary-nya.

Destinasi Wisata Halal


Dari segi bahasa, buku ini mudah dinikmati karena kalimat-kalimatnya mengalir dengan sederhana. Meski terkesan agak serius. Hal ini bisa dipahami karena tema yang diangkat juga sedikit berat. Ini bisnis, bro! Setelah menamatkan buku berjumlah 80 halaman ini, aku menarik beberapa kesimpulan yaitu:


  1. Berbisnis wisata halal itu mudah dan menjanjikan
  2. Selain keuntungan materi, dengan berbisnis wisata halal kita pun bisa mendapat kepuasan batin yaitu dengan berjalan-jalan ke tempat yang jauh
  3. Sudah ada beberapa komunitas bisnis wisata halal di Indonesia, sehingga pebisnis wisata halal yang masih baru dapat dengan mudah menyerap ilmu dari komunitas tersebut.

Selain banyak kelebihan yang sudah kusebutkan di atas, sebagai karya buku ini pun tak lepas dari kekurangan. Berikut beberapa masukan tentang buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal untuk penulis agar karya ke depannya lebih baik lagi.


  1. Buku versi ebook yang kubaca tidak disusun per bab sehingga sulit menelusuri isinya. Diperlukan kelompok-kelompok pembahasan dalam bentuk bab, tidak hanya berupa judul-judul kecil yang tersebar di seluruh bagian buku.
  2. Setiap pembahasan dalam buku ini menurutku belum terlalu mendalam. Seandainya pembahasan setiap poin dijelaskan lebih detail, buku ini pasti lebih nendang lagi.

Terlepas dari dua kelemahan di atas, buku ini sarat informasi yang sangat dibutuhkan bagi siapa saja yang ingin mulai berbisnis wisata halal. Tunggu apalagi, yuk baca buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal.

Saturday, January 28, 2017

Berkenalan dengan Startup, Yuk!

Perkembangan Startup di Indonesia


Startup adalah perusahaan baru yang dalam proses pengembangan dan biasanya berbasis teknologi digital. Itu adalah definisi termudah yang bisa aku simpulkan dari beragam informasi yang tersebar di internet. Perusahaan-perusahaan rintisan ini biasanya menggunakan internet sebagai tempat pengembangan usahanya. Ciri khasnya yaitu adanya website dan aplikasi yang mendukung atau bahkan menjadi penggerak utama roda bisnis mereka.

Startup adalah perusahaan baru yang dalam proses pengembangan dan biasanya berbasis teknologi digital

Startup mulai muncul di Indonesia pada era buble dot com (1998-2000) yaitu masa ketika banyak pelaku bisnis berlomba-lomba membuat website untuk perusahaannya yang notabene menggunakan domain dot com. Hingga kini pertumbuhan startup di Indonesia meningkat drastis. Setiap tahunnya, startup-startup baru bermunculan. Di era media sosial seperti sekarang ini, startup semakin berkembang karena media sosial adalah lahan yang tepat sebagai tempat promosi. 

credit

Startup lekat kaitannya dengan bisnis online. Ada yang murni perusahaannya bergerak di dunia maya. Ada pula yang punya bangunan kantor dan secara operasional juga bergerak di dunia nyata. Namun, secara umum pemasaran produk startup dilakukan via internet. Sehingga tak peduli basecampnya di mana, startup dapat menjangkau ke wilayah yang jauh seluas target pasarnya. Meski sebagian besar startup lebih berkembang di kota-kota besar dengan populasi pengguna internet yang membludak.

Hal ini pula lah yang menjadi alasan utama mengapa startup mulai digemari sebagai sarana berbisnis oleh para pengusaha muda. Produk startup juga biasanya menawarkan solusi terhadap masalah-masalah kehidupan modern di kota besar. Sehingga pelanggan sulit menolak dan startup dapat terus bertahan bahkan berkembang dengan dukungan finansial dari keuntungan yang mereka dapat dari pengguna produk mereka.

Lalu siapa saja pelaku bisnis ini? Founder startup biasanya adalah mereka yang memiliki latar belakang IT. Mereka pun berkolaborasi dengan para pemilik ide kreatif dan tentunya pemilik modal. Tak ketinggalan, tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai bidang yang dikembangkan pada perusahaan startup tersebut pun digaet agar lebih profesional dan berkualitas. Dalam satu tim yang solid inilah mereka mengembangkan bisnis startup hingga mencapai target yang diinginkan.

BangJeck, Startup Kurir dari Banjarmasin


Ada banyak startup yang bermunculan dengan ragam bidang. Aku sendiri pernah menggunakan beberapa produk mereka demi kemudahan yang mereka tawarkan. Startup favoritku adalah Hipwee dari jajaran media startup. Beberapa topik dari artikel yang mereka publish sangat bermanfaat buat dibaca. Di bidang ecommerse startup ada Shopee yang enak buat diajak cuci mata dan kadang belanja.

Kali ini aku akan mereview salah satu transportation startup yang sedang booming di ibukota provinsiku, yaitu Banjarmasin. Startup ini berbasis layanan antar jemput barang atau kurir dengan merk dagang BangJeck.

credit

Dengan slogan ‘We Serve Everything You Needs”, BangJeck berdiri pada tahun 2015. Dengan sistem taxi motor ala ojek modern, BangJeck memiliki argometer tarif sesuai jarak tempuh. Ada pula paket sekolah/kantor dan paket wisata, serta paket delivery barang. Tarif yang mereka terapkan tersebut tertulis secara transparan di media sosial mereka dan tentunya tanpa proses tawar menawar.

Aku sendiri belum pernah menggunakan jasa city courrier yang satu ini. Karena setahuku, area layanan BangJeck masih terpaku pada 3 kota besar di Kalimantan Selatan, yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura. Layanan mereka belum menjangkau kotaku di daerah hulu sungai provinsi ini, yaitu Kota Barabai. Namun, aku punya teman yang menjadi pelanggan tetap BangJeck. Dia adalah seorang pengusaha homemade yoghurt. Ia menggunakan BangJeck sebagai alat delivery yoghurt produksinya ke pembeli. Ia bilang kalau layanan BangJeck bagus dan harganya pun terjangkau untuk pebisnis pemula seperti dirinya.

Menurut pendiri BangJeck, Angga Aditya Rahman, pelayanan BangJeck akan terus ditingkatkan dan sekarang mulai merambah ke bisnis taxi argo meski jangkauan wilayahnya masih terbatas. Layaknya bisnis startup, BangJeck masih mengembangkan layanan dalam bentuk aplikasi smartphone. Wuih, canggih ya. Masyarakat yang menggunakannya pun jadi terbantu. Mereka tak lagi repot jika tak ada orang yang bisa diminta bantuan untuk membeli obat, mengantar dokumen, atau bagi para wisatawan yang ingin berkeliling 3 kota besar di Kalimantan Selatan.

Ingin menggunakan layanan kurir BangJeck? Hubungi salah satu kontak BangJeck berikut ini.

Official : 0511-6742836
Call center Ojek Argo : 087700770012
Pin BBM : 57cd2a63
Line : bangjeck_id
IG : bangjeck_id
Twitter : @kurirbangjeck


Sumber:

Wednesday, January 25, 2017

Review Film LOVE

Apa yang paling kita ingat tentang nama tempat, kejadian masa lalu, permainan masa kecil? Semuanya itu hanya akan menjadi kenangan. Dan suatu hari kita pasti akan menyadari bahwa ada rasa yang paling penting di antara kenangan-kenangan tersebut, yaitu cinta.

Tak biasanya, suatu sore sepulang kerja aku pengen santai nonton tv. Habis acara gosip di Trans TV eh ada program bioskop yang memutar film-film Indonesia. Biasanya aku lewatkan saja, tapi entah kenapa waktu itu aku berniat untuk menonton film tersebut. Mungkin karena sebelumnya aku pernah melihat kilasan scene film ini entah di stasiun tv mana tapi hanya sebentar dan itu tidak menarik hatiku. Jadilah kucoba menontonnya mulai awal.

Poster film LOVE

Film dibuka dengan adegan sepasang anak kecil sedang duduk-duduk di tepi sawah. Semacam prolog Eiffel I'm in Love gitu. Si anak laki-laki memasangkan gelang ke tangan anak perempuan dan berkata, "Kalau ada masalah dengan gelang ini, panggil aku saja karena hanya aku yang bisa menyelesaikannya."

Si anak laki-laki kemudian dibawa pergi dengan paksa oleh ayahnya, memisahkannya dengan si anak perempuan. Hingga di bagian tengah film aku tak menemukan korelasi prolog dengan cerita di dalam film, rasanya tidak ada pasangan yang merupakan kedua anak kecil tersebut.

Ya, film ini berisi 5 cerita cinta dari 5 pasang manusia. Cinta ada dimana-mana dan bisa hadir kapan saja. Pasangan pertama adalah Awin (Darius Sinathria) dan Tere (Luna Maya). Diceritakan Tere adalah seorang penulis novel best seller sedangkan Awin hanyalah penjaga toko buku yang suka menulis dan membaca. Mereka tertarik satu sama lain.

Konflik terjadi ketika Awin merasa tidak cocok berada di dunia Tere yang terkenal. Ia sering minder ketika menemani Luna wawancara atau bertemu teman-temannya. Ia pun marah ketika Luna membantunya mencari penerbit untuk naskahnya. Konflik akhirnya selesai ketika Awin mencoba mengendalikan dirinya mencoba menerima perubahan yang ada dalam hidupnya. Akhirnya dia pun bisa menjadi penulis novel best seller juga sekaligus mendapatkan Luna kembali.

Awin dan Tere

Pasangan kedua adalah Iin (Acha Septriasa) dan Rama (Fauzi Baadilla). Mereka bertemu ketika Iin pertama kali datang ke Jakarta dan mencari pacar yang meninggalkannya. Ia pergi ke percetakan untuk mencetak selebaran yang berisi pengumuman orang hilang. Rama adalah pekerja sekaligus adik dari pemilik percetakan tersebut. Iin yang belum punya tempat menginap akhirnya menginap di rumah Rama. Rama ternyata menyimpan masa lalu yang kelam, mantan kekasihnya menikah dengan kakaknya dan harus ditemuinya setiap hari di tempat kerja.

Waktu berlalu sementara orang yang dicari Iin tidak muncul-muncul. Suatu ketika di rumah makan tempat Iin bekerja datanglah sepasang kekasih, Iin langsung mengenali si pria sebagai kekasih yang yang dicarinya selama ini. Rama menahan Iin yang mengamuk. Iin akhirnya masuk rumah sakit karena sakit dan kebanyakan beban pikiran. Dokter mengatakan selain stress, Iin juga telah mengandung 2 bulan. Hancurlah hati Rama yang mulai menyukai Iin. Meski pada akhirnya mereka bersama ketika Rama akhirnya mau menerima Iin apa adanya.

Pasangan ketiga adalah Restu (Irwansyah) dan Dinda (Laudia Cinthya Bella). Keduanya sering bertemu di bus trans Jakarta dan diam-diam saling menunggu untuk bertemu. Irwansyah pun memberanikan diri untuk berkenalan. Akhirnya mereka saling kenal hingga Restu menyatakan cinta dan ditolak oleh Dinda dengan alasan bahwa ia bukan orang yang tepat. Awalnya Restu bingung mengapa Dinda menolaknya, padahal ia tahu Dinda pun mencintainya. 

Pemeran film LOVE
Ternyata Dinda mengidap kanker payudara yang telah menggerogoti seluruh tubuhnya. Pantas saja wajah Bella yang saat itu belum berjilbab dirias pucat sekali. Endingnya Dinda meninggal dan menulis surat untuk Restu yang menjadi quote pembuka postingan dan film ini. Menurutku inilah benang merah dari kisah cinta 5 pasang manusia di film LOVE ini.

Pasangan ke-4 adalah sepasang janda (Widyawati) dan duda (Sophan Shopiaan). Perkenalan mereka terjadi saat seorang bapak tua membantu memasangkan spanduk warung makan yang terlepas milik si ibu paruh baya. punya warung makan dan Di pertemuan kedua mereka terjadi keanehan, si bapak tua lupa kalau ia pernah berkunjung ke warung tersebut. Ternyata menurut cerita Arif (Gading Marten), cucu bapak tersebut ia terkena penyakit alzheimer semenjak anaknya, yaitu ayahnya cucu tersebut meninggal. 

Si ibu pun jadi sering memperhatikan kegiatan si bapak tersebut setiap hari. Ia kasihan. Suatu hari si cucu datang untuk memberi tahu si ibu bahwa ia akan meletakkan eyangnya ke panti jompo karena ia akan menikah, rasanya sulit untuk mengurus eyangnya yang pikun tersebut ketika ia sudah menikah. Namun, si ibu bersedia merawat bapak tersebut. Berkat kesabaran ibu tersebut akhirnya alzheimer si bapak pulih sedikit demi sedikit. 

Pasangan terakhir adalah Miranda (Wulan Guritno) dan Gilang (Surya Saputra). Mereka sudah menikah dan punya anak yang pertumbuhan mentalnya sedikit terganggu. Si ibu sangat sibuk sehingga Icha (Marsha Aruan) anak mereka sering menghabiskan waktu dengan ayahnya. Ia pun disekolahkan di sekolah khusus. Suatu hari Gilang mengetahui bahwa Miranda berselingkuh. Ia frustasi.  
Miranda menangis meminta maaf namun Gilang terlanjur sakit hati. Icha pun bingung. Suatu hari saat Icha dijemput dari sekolah ia bingung umtuk ikut ayah atau ibunya. Akhirnya dengan berat hati ayahnya merelakan Icha dijemput oleh ibunya karena ia menyadari Icha pun butuh ibunya. Endingnya Gilang menghadiri pameran lukisan dan menemukan hal yang tak biasa dalam satu lukisan yaitu gelang berwarna warni di tangan sesosok hitam putih.


Ia menemui pelukis lukisan tersebut dan ia menemukan bahwa itu adalah teman masa kecilnya. Ya, benar. Ternyata anak kecil di prolog adalah Gilang dan Tia (Marsha Timothy) yang masih mengenakan gelang pemberian Gilang saat mereka bertemu berpuluh tahun kemudian.

Pesan yang bisa diambil oleh film ini yaitu bahwa cinta ada dimana-mana dan bisa dirasakan oleh siapa saja. Cinta pun bermacam-macam wujudnya, dan yang pasti cinta adalah penyebab sebuah cerita bisa terjalin. Cinta pula yang akan menjadikan sebuah cerita menjadi kenangan.

Sunday, January 22, 2017

5 Tips Membangun Personal Branding

Personal branding, apaan tuh?


Personal branding adalah proses memperkenalkan diri oleh seseorang kepada lingkungan sekitar melalui berbagai media. Personal branding erat kaitannya dengan marketing, baik untuk produk berupa jasa mau pun untuk produk berupa barang yang disediakan oleh orang yang mem-branding dirinya. Hasil dari sebuah personal branding adalah sebuah merk diri. Ketika merk sudah melekat pada diri seseorang maka proses penjualan (jasa atau barang) menjadi lebih mudah.
 
credit


Di era media sosial masa kini, personal branding dapat dibangun lewat beragam cara. Ada banyak akun media sosial yang jika difungsikan dengan maksimal bisa menjadi alat personal branding yang ampuh. Meningkatnya jumlah orang yang menggunakan media sosial membuat personal branding lewat dunia maya adalah pilihan yang tepat.

Beragamnya latar belakang orang-orang yang lalu lalang di dunia maya juga menjadi kelebihan personal branding lewat media sosial. Kalau langkah kita jitu dalam memanfaatkannya, maka proses branding akan jauh lebih efektif dan efisien jika dibandingkan personal branding tanpa media sosial.

Apa sih pentingnya personal branding?


Personal branding sangat penting dibangun oleh setiap orang. Bahkan oleh seseorang yang tidak memiliki tujuan untuk memasarkan produk. Sebutlah brand sebagai nama baik, maka personal brand dapat dianggap sebagai embel-embel seseorang di belakang nama. Misal,

“Oh, Adi si penjual tahu bulat yang cekatan itu?”

“Eh, gimana kabarnya teman kita si Rima? Masih fashionista dong dia?”

“Ibu Widya kan memang pengasuh web parenting yang top markotop. Semua yang ia tulis adalah hasil pengalaman pribadinya.”

“Oh, mau nyari bunga? Ke toko bunga di Blok C aja. Pemiliknya, Ceu Tati adalah florist handal dan di sana kualitas bunganya juara semua.”

Personal branding itu penting agar kita punya ciri khas di telinga orang banyak. Jika kita tidak punya brand diri, berarti kita tidak menonjol di masyarakat atau lingkungan tempat kita berada. Dengan memiliki brand, kita juga jadi mudah untuk memasarkan jasa atau produk yang kita miliki.

Aku sendiri membangun personal branding sebagai lifestyle blogger. Aku memiliki sebuah blog yang berisi tentang pemikiran dan pengalaman berkesan di hidupku. Tema yang mendominasi blogku adalah travelling dan literasi. Tentunya hal tersebut sesuai dengan kehidupanku sehari-hari yang memang menyukai jalan-jalan dan dunia literasi.

Lalu, bagaimana caranya membangun personal branding?


Ada 5 cara yang kuterapkan untuk membangun personal branding. Kelima cara ini terutama kupraktikkan agar aku dikenal sebagai bloger. Berikut adalah tips bagaimana membangun personal branding sebagai bloger ala aku.
 
1.      Konsisten
Ya, ini adalah hal pertama yang harus dilakukan jika kita ingin dikenal sebagai bloger profesional. Konsisten menulis, konsisten mempublish tulisan, dan konsisten dengan tema utama yang diangkat sebagai benang merah blog. Dengan cara ini maka pembaca blog kita akan tahu bahwa kita adalah bloger yang aktif dan serius. Syukur-syukur mereka menunggu postingan terbaru kita.

2.      Maksimalkan penggunaan media sosial
Ya, gunakan media sosial sebagai tempat pemasaran yang pas untuk image diri kita. Ketika kita sering update status tentang hal-hal berbau blogging dan share postingan blog terbaru, lama-kelamaan orang akan menyadari bahwa kita adalah seorang bloger yang serius.
 
3.    Miliki kartu nama
Bahkan di era digital sekarang ini, kartu nama versi cetak tetap diperlukan sebagai alat branding diri. Kartu nama ini sangat berguna ketika kita bertemu dengan orang asing untuk pertama kali. Kartu nama berfungsi untuk menerangkan diri kita lebih jauh jika waktu kita terbatas untuk saling mengenal dengan orang baru.
 
4.      Rutin bertemu orang banyak
credit
Hal ini bisa kita lakukan dengan menghadiri berbagai acara yang terkait dunia blogging atau pun tidak. Jika memungkinkan, sebaiknya kita ikut hadir di acara kopdar bloger atau acara-acara yang mengundang komunitas bloger. Namun, jika tidak memungkinkan seperti yang kualami karena berdomisili di kota kecil, maka hal ini bisa disiasati dengan cara menghadiri acara yang melibatkan orang banyak. Seperti acara gathering kantor, pesta reuni, atau kegiatan gotong royong satu kompleks.

Dengan begini kita akan bertemu banyak orang. Bersosialisasi secara nyata adalah cara personal branding yang klasik dan tentunya masih berguna untuk menyebarkan brand diri kita. Semakin banyak kita bersosialisasi, maka semakin banyak pula yang tahu tentang brand yang ingin kia angkat. Di dunia maya kita mungkin memang sudah dikenal sebagai bloger, tapi bagaimana dengan orang-orang di sekitar kita? Siapa yang tahu kalau kita tidak memperkenalkan diri sendiri?
 
5.      Terus belajar
Ini adalah hal yang harus kita lakukan jika ingin mem-branding diri sebagai seseorang yang profesional dalam bidang tertentu. Misal, jika kita ingin dikenal sebagai bloger maka kita harus banyak belajar tentang dunia blogging. Malu dong kalau ada yang bertanya tentang hal-hal umum menyangkut blog ternyata kita tidak tahu sama sekali, padahal sebelumnya kita sudah semangat sekali mem-branding diri sebagai bloger profesional. Semakin ahli kita dalam suatu bidang maka personal branding kita akan semakin berhasil.

Bagaimana, apakah kamu ingin mencoba 5 tips tersebut? Atau bahkan sudah melakukan ke-5nya (atau bahkan lebih) dan kini mulai menikmati keuntungan dari personal branding yang berhasil? Share yuk.

Wednesday, January 18, 2017

Seminar Mahasiswa

Ada 3 jenis seminar yang harus dilalui oleh seorang mahasiswa di fakultasku untuk dapat menyandang gelar sarjana. Ketiga laporan tersebut yaitu seminar laporan kerja praktik (KP), seminar proposal atau usul penelitian, dan seminar hasil penelitian.
Suasana saat aku seminar.

Seminar KP


Laporan KP dibuat setelah mahasiswa mengerjakan kerja praktik atau magang di suatu instansi atau perusahaan sesuai minat dan jurusannya. Tempat kerja praktikku dulu di Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarata selama 1,5 bulan. Laporan kerja praktikku berjudul Bank Sampah Kota Yogyakarta, hal tersebut sesuai dengan program kerja bidang yang kutempati, yaitu Bidang Pengembangan dan Kapasitas (Bangtas). Saat seminar aku tidak sendiri, tapi bersama temanku yang juga magang di tempat yang sama. Hanya saja pembahasan laporan KPnya tentang Kampung Hijau.

Seminar laporan kerja praktikku berjalan lancar. Aku dan temanku pun mendapat nilai A untuk mata kuliah 1 sks tersebut. Lumayanlah menyumbang nilai untuk IPK. Hihi. Seminar tersebut dihadiri oleh dosen pembimbing internal (dari kampus) dan pembimbing eksternal (dari instansi/perusahaan) serta teman-teman mahasiswa minimal 20 orang. Kemarin itu pembimbing eksternalku tidak dapat berhadir, ya iyalah jauh dari Yogyakarta ke Banjarbaru. 

Alhamdulillah, selesai.

Seminar Usul


Pada seminar ini, mahasiswa membuat proposal skripsi dan dipresentasikan dengan tujuan mendapat masukan dan persetujuan. Dalam beberapa kasus, di seminar ini proposal bisa tidak disetujui alias harus membuat proposal baru dan diseminarkan ulang. Proposalku sendiri ada banyak perubahan setelah diseminarkan, tapi beruntung tidak harus seminar lagi. Seminar usul ini dihadiri oleh dosen pembimbing I, dosen pembimbing II, 3 dosen penguji, serta teman-teman mahasiswa minimal 20 orang. Flashback ke belakang, aku cukup lama untuk sampai tahap ke seminar usul ini yaitu sekitar 1 tahun setelah pertama kali membuat naskah proposal. Beruntung perjuanganku tak sia-sia, dapat ganjaran nilai A.

Seminar Hasil



Sebelum sidang, foto dulu.
Seminar yang terakhir adalah seminar hasil yang kemudian akan dilanjutkan dengan sidang akhir. Di seminar ini hasil penelitian mahasiswa dipaparkan di depan dosen pembimbing, penguji, dan teman-teman mahasiswa. Seminggu atau dua minggu setelah seminar hasil, maka dilakukanlah sidang akhir di depan 2 dosen pembimbing dan 3 dosen penguji. Yeah, 1 versus 5. Pada saat ini dosen pembimbing pun bertindak sebagai dosen penguji. 

Ini adalah sidang penentuan mahasiswa lulus atau tidak. Jarang sih mahasiswa tidak lulus, tapi lebih seringnya lulus bersyarat atau dengan catatan setelah sidang kesalahan diperbaiki/direvisi secepatnya. Alhamdulillah, nilai A-ku tidak bergeser. Meski lagi-lagi, sama seperti seminar usul, aku cukup lama untuk sampai tahap ke seminar akhir ini yaitu sekitar 1 tahun setelah seminar usul.


Well, itulah 3 jenis seminar mahasiswa yang ada di kampusku. Semoga bermanfaat bagi mahasiswa unyu-unyu yang masih sibuk dengan seminar-seminar.

Monday, January 16, 2017

6 To Do List Jika Aku ke Jepang

Jepang adalah negara pertama yang kuimpikan sebagai destinasi travelling ke luar negeri. Aku bukan penggila anime, dorama, cosplay, J-Pop, atau apa pun hiburan berbau Jepang. Aku juga bukan penikmat kelas berat kuliner khas Jepang. Sushi dan teman-temannya bukan hal utama yang membuatku ingin mendatangi negeri tempat mereka berasal. Namun, aku terpikat dengan gaya hidup orang Jepang yang pekerja keras dan produktif. Aku ingin menyaksikannya langsung di sana.



Tak heran sudah sejak lama impianku ke Jepang adalah untuk melanjutkan kuliah S2. Karena sekarang permohonan beasiswaku belum diterima, marilah temani aku sebentar untuk berkhayal apa saja yang akan kulakukan jika suatu hari nanti aku bisa travelling ke Jepang.

Mengunjungi Kampus di Jepang

Ya, ini semacam study tour, berjalan-jalan sambil belajar. Karena perjalanan sejatinya adalah proses belajar itu sendiri. Karena ambisiku yang ingin berkuliah di Jepang sangat tinggi, tentu saja aku tak melewatkan tour singkat di beberapa kampus terbaik selama di Jepang. Aku akan mengunjungi setidaknya The University of Tokyo, Kyoto University, Waseda University, dan Osaka University.

Selain menikmati pemandangan alam di sekitar kampus, arsitektur bangunan, dan aktivitas harian para student di sana, aku juga akan kepo ke bagian administrasinya terutama di jurusan idamanku. Syukur-syukur bisa kenalan dengan profesor di sana dan bisa dapat rekomendasi darinya. Aamiin.

Berkeliling Kota

Tokyo, Osaka, Shibuya, dan Kyoto adalah beberapa kota terkenal di Jepang. Aku ingin menyusuri seluk beluk kehidupan kota-kota tersebut, diantaranya dengan berjalan kaki di Nakasendo Walk yang berawal di Kyoto dan berujung di Edo. Suasana kotanya yang klasik tak akan pernah kulewatkan sedikitpun. Aku ingin memanjakan mataku di sana.

Aku juga akan menikmati hujan salju di kota yang tak pernah tidur, Kabukicho di Shinjuku. Aku pun ingin menyusuri sungai Kawagoe, miniatur Kota Edo yang terkenal di Tokyo. Tak ketinggalan menikmati bunga sakura adalah the must agenda jika aku ke Jepang. Ini berarti aku harus berkunjung ke sana saat sakura berbunga yaitu sekitar bulan Maret hingga April.

Menjadi Orang Jepang

Aku juga akan mengamati detail kehidupan Japanese dari dekat. Aku ingin melihat langsung bagaimana budaya kerja keras mereka dari cara mereka berjalan cepat di trotoar kota. Aku juga ingin melihat budaya membaca mereka di dalam kereta, sambil menikmati bagaimana rasanya naik shinkansen di negerinya sendiri.

Selain itu, sebagai pelengkap aku akan menginap di Ryokan atau rumah tradisional Jepang. Menginap di sana pasti akan membuatku merasakan atmosfir Jepang yang sesungguhnya. Merasakan bagaimana masyarakat Jepang pada umumnya tidur di futon, makan lesehan di tatami, merasakan pintu geser dari papan tipis, serta menikmati arsitektur khas rumah Jepang.

Tak hanya itu, aku pun akan mencoba fasilitas yang mungkin belum pernah ada di Indonesia. Seperti merasakan seperti apa canggihnya toilet yang memiliki aplikasi musik hingga aplikasi menyiram dengan sensor tangan. Aku akan menggunakan mesin penjual minuman kaleng seperti yang ada di drama-drama atau bahkan menikmati air keran yang higienis yang tersebar di seluruh penjuru kota. Aku pun akan ke Kota Akihabara untuk melihat-lihat alat-alat elektronik canggih apa saja yang dijual dan dipamerkan di sana. Sebagai pusat elektronik Jepang, Akihabara pasti banyak menjual mesin canggih yang belum ada di Indonesia

Menyaksikan Festival

Jepang terkenal dengan event festivalnya tahunan seperti Festival Salju di Sapporo, Festival Hinamatsuri, dan Festival Bon Odori. Aku ingin sekali jalan-jalan ke Jepang saat salah satu dari festival tersebut dilaksanakan. Kapan lagi bisa menikmati sesuatu yang berbeda di negeri orang, selain ketika festival budaya? Kebudayaan Jepang yang unik akan dengan mudah dijumpai saat festival dan aku ingin menyaksikan keramaian tersebut langsung dengan mata kepalaku sendiri.

 Tokyo Camie & Turkish Cultural Center 

Mengunjungi Pusat Kegiatan Muslim di Jepang

Sebagai negeri minoritas muslim, Jepang termasuk ramah dengan penganut agama ini. Itu cerita seorang teman yang baru pulang dari Jepang. Katanya aktivitas muslim di sana sangat aktif. Hubungan di antara sesama muslim pun sangat dekat meski baru saling mengenal. Nah, aku ingin melihat itu lebih dekat. Aku akan mengunjungi Tokyo Camie & Turkish Cultural Center – pusat kegiatan muslim di Jepang - di Shibuya Ward agar bisa menjumpai saudara sesama muslim di sana. Tentu saja aku pun ingin mengunjungi Masjid Kobe, masjid pertama yang dibangun di Jepang.

Mengunjungi Tempat Wisata

Lalu, apakah aku tak ingin ke tempat-tempat wisata mainstream di Jepang? Tentu saja ingin, aku juga ingin ke spot-spot wisatanya. Hanya saja, andai aku ke Negeri Matahari Terbit tersebut aku akan memprioritaskan ke-5 hal di atas dulu terlebih dahulu sebelum mengunjungi tempat-tempat wisata.

Tempat wisata yang ingin aku datangi di Jepang antara lain yaitu Ueno Park, Osaka Castle, dan Kuil Kiyomizu. Tak ketinggalan aku pun ingin menikmati keindahan Fujiyama –gunung tertinggi di Jepang dan perlambang keabadian- dari titik tertinggi Pagoda Chureito, lambang perdamaian di Jepang. Jika waktunya memungkinkan aku juga akan mampir di Desa Sejarah Gokayama yang dinobatkan menjadi UNESCO World Heritage.

Kuil Kiyomizu

Itulah 6 hal yang ingin aku lakukan andai aku ke Jepang. Btw, bagaimana caranya aku bisa mewujudkan semua ‘keinginan aneh’ku tersebut? Karena biasanya para agen perjalanan hanya menyediakan paket perjalanan ke tempat-tempat wisata yang umum saja di suatu negara.

Gampang, aku sudah googling dan menemukan bahwa ada agen perjalanan yang itinerarynya bisa sesuai dengan keinginan kita. Ya, ada Paket Tour Wisata Halal Jepang dari Cheria Travel yang menyediakan itu semua. Tak perlu berpikir panjang, aku pasti akan memilih paket tour ini jika aku akan berwisata ke Jepang. Kenapa?

Pertama, karena pilihan paket tournya banyak. Ada 14 pilihan paket tour halal ke Jepang di tahun 2017 ini. Semuanya ada, dari paket wisata muslim di Yokoso hingga paket tour Jepang saat liburan sekolah. Paket-paket tersebut dapat dipilih sesuai destinasi yang kita inginkan. Waktunya pun fleksibel, dari yang 5 hari hingga tersedia sampai 8 hari. Bisa dipilih sesuai jumlah hari libur yang kudapat dari kantor, ya kan.

Liburan ke Jepang bersama Cheria Tour Travel

Selain itu, dengan memilih Cheria Travel sebagai teman perjalanan aku juga pasti akan merasa aman dengan jaminan halalnya yang juara meski sedang plesiran di negeri minoritas muslim seperti Jepang. Hal itu sangat memudahkanku jika ingin berkunjung ke Jepang dengan segala keinginan muluk-mulukku di atas. Aku tak perlu repot mencari makanan halal dan tempat shalat, serta tak perlu khawatir karena proses dan layanannya sesuai dengan syariah. Aku hanya perlu melakukan 6 to do listku di atas jika ingin ke Jepang. Urusan yang lain, biarlah Cheria Travel yang mengatur karena sudah terbukti Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia.


Kalau kamu, bakal ngapain aja kalau ke Jepang?

Sunday, January 15, 2017

Tren Konten Blog 2017

Dunia per-blogging-an sekarang makin eksis saja. Ada banyak pihak yang mempercayakan pemasaran produknya kepada para bloger. Tak ketinggalan, para bloger pun berlomba-lomba mengisi blognya dengan konten yang paling banyak dicari orang agar page view blognya meningkat. Menurut pengamatanku ada beberapa konten blog yang akan menjadi tren pada tahun 2017 ini, yaitu:

credit
  
Catatan Perjalanan

Ya, ada begitu banyak orang yang menuliskan catatan perjalanannya di blog sekarang ini. Pengalaman saat travelling ke suatu tempat seringkali berkesan bagi seseorang dan rasanya sayang jika tidak diabadikan lewat tulisan. Sudah sejak beberapa tahun terakhir catatan perjalanan menghiasi banyak postingan blog tanpa niche alias lifestyle blog. Jangan ditanya kalau si empunya blog adalah travel blogger, setiap konten blognya pasti berisi tentang catatan perjalanannya ke suatu objek wisata, sebuah kota, atau tempat yang baru diexplore. Konten ini tentunya ajuga dilengkapi oleh foto-foto perjalanan atau bahkan vlog pendek di beberapa spot wisata.

Aku sendiri sering menulis catatan perjalanan untuk mengisi blogku. Rasanya perjalanan tak akan lengkap jika ceritanya tidak dibagikan lewat tulisan. Di postingan tersebut biasanya kumasukkan detail alamat, berapa biaya tiket masuk, fasilitas yang ditawarkan, dan waktu terbaik berkunjung ke sana. Bagi para pembaca sendiri, catatan perjalanan ini sangat berguna sebagai tambahan informasi sebelum mengunjungi tempat yang sama. Aku yakin di tahun 2017 konten blog berupa catatan perjalanan ini masih menjadi tren yang ditulis oleh para bloger dan banyak dicari oleh para traveller.

Review Kuliner

Semakin banyak rumah makan, kafe, dan bentuk tempat nongkrong lainnya maka semakin marak juga postingan blog yang berisi mengenai review menu makanan dan tempat makan itu sendiri. Menu yang direview biasanya adalah menu unggulan di tempat makan tersebut. Ulasan mengenai makanan biasanya seputar rasa, cara penyajian, hingga harga. Tak ketinggalan, tempat makannya pun diulas sebagai pelengkap informasi seperti alamat, desain interior, dekorasi ruangan, hingga fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh tempat makan tersebut. Konten seperti ini adalah postingan wajib bagi para food blogger. Kuprediksi konten bertema kuliner masih mendominasi banyak blog pada tahun 2017 ini.

Bagi para pembaca, review kuliner seperti ini sangat membantu mereka untuk menambah informasi ketika ingin mencicipi menu serupa atau ingin nongkrong di tempat yang sama. Tak ketinggalan, review tersebut juga dilengkapi dengan foto-foto makanan, ruangan, dan selfie si empunya blog. Membaca konten jenis ini dapat menerbitkan air liur karena foto-foto makanannya yang menggugah selera. Aku sendiri tidak pernah secara khusus mengulas sebuah tempat makan dan menunya sebagai postingan. Biasanya, ulasan kuliner hanya sekadar pelengkap di postingan bertema travelling di blogku.

credit

Tutorial dan Tips

Pada akhir 2016 lalu, blog mulai ramai dengan konten yang berisi toturial dan tips. Artikel mengenai how to do something ini sepertinya masih akan berjaya di tahun 2017 ini. Bagi para lifestyle blogger, konten yang bersifat toturial dan tips adalah hal yang menarik untuk ditulis. Selain itu, ada banyak kalangan yang menggemari artikel jenis ini. Sehingga mungkin saja konten tutorial dan tips ini dapat membawa sebuah blog pada halaman pertama di mesin pencari. Hal ini tentu saja menjadi impian sebagian besar bloger. Aku sendiri pernah beberapa kali menulis tentang tutorial dan tips yang kumasukkan ke dalam label Lifestyle, karena isinya memang tentang tips seputar kehidupan sehari-hari.

Tiga konten di atas adalah konten-konten yang kuyakini akan meramaikan dunia maya, khususnya blog di tahun 2017. Ketiga jenis konten tersebut kupilih berdasarkan hasil blogwalking ke banyak blog di awal tahun ini dan sedikit kilas balik bagaimana tren konten selama akhir tahun 2016 yang lalu.


Jadi, kamu ingin menulis apa?
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates