Saturday, December 24, 2016

MTQ Nasional XXIX

Tahun ini, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan diadakan di kabupatenku. Event yang cukup langka sebenarnya karena tidak setiap tahun, Barabai punya acara tingkat provinsi seperti ini. Sejak seminggu sebelum acara ini dilaksanakan, Kabupaten HST khususnya Kota Barabai mempercantik diri agar sedap dipandang oleh para tamu yang akan berdatangan dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan. Umbul-umbul bertulisan MTQ terpasang rapi di pinggir jalan utama kota. Tak ketinggalan, dari kota hingga ke desaku di setiap halaman rumah bendera merah putih berkibar sebagai bentuk penyambutan bagi para kafilah peserta MTQ. Barabai menjadi meriah seperti saat peringatan 17 Agustus.

Gerbang MTQ
Event ini dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu, yaitu pada tanggal 16 hingga 22 Desember 2016. Jumat malam, 16 Desember 2016 dilaksanakan acara pembukaan MTQ. Acaranya bertempat di Lapangan Dwi Warna, pusat hiburan utama Kota Barabai. Panggung-panggung megah tempat acara telah bersiap sejak beberapa hari sebelumnya untuk event ini. Aku pun turut hadir untuk menyaksikan kemeriahannya.  

Aku dan suami datang sebelum acara dimulai, meski begitu orang-orang sudah banyak memenuhi lapangan. Di panggung utama ada seorang penyanyi wanita yang menyanyikan lagu religi. Hiburan kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup nasyid beranggotakan 4 orang cewek berkostum pink dan seorang cowok. Sambil mendengarkan nasyid dan menunggu acara dimulai, kami berkeliling melihat berbagai stand yang ada di sekeliling lapangan. Ada banyak stand perwakilan berbagai kabupaten dari seluruh Kalimantan Selatan. Aku hanya melihat sekilas tanpa masuk ke dalam, seperti yang kulakukan pada setiap expo yang kukunjungi.

Ketika acara mulai, aku dan suami sudah kehilangan akses untuk menonton di barisan paling depan karena penonton yang sudah membludak. Banyak sekali. Jadilah kami hanya menonton pawai kafilah lewat layar besar yang tersedia di samping panggung utama. Setelah seluruh kafilah berlalu, ada hiburan berupa tarian kolosal. Tarian ini berjudul Panji-panji Tauhid yang menceritakan sejarah magis sebuah masjid di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah. Sejarah ini berkaitan dengan perjuangan rakyat melawan penjajah. Tarian kolosal ini dibawakan oleh sekitar 50 siswa-siswi MAN 1 Barabai. Aku melihat persembahan ini lewat layar lebar, tidak terlalu rugi juga jika dibandingkan dengan menyaksikannya langsung. Karena pengambilan sudut video menggunakan drone membuat tarian kolosal ini sangat layak dinikmati dari sudut pandang atas.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh qari internasional beserta sari tilawahnya. Aku merinding mendengar ketika suara merdu keduanya memenuhi langit kota. Sangat merdu. Selanjutnya berturut-turut ada sambutan dari Wakil Bupati HST, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, dan Gubernur Kalsel. Bapak wakil bupati sebagai ketua panitia acara menyebutkan bahwa jumlah peserta MTQ tahun ini sekitar 1000 orang lebih, karena ada banyak cabang yang dilombakan. Oya, bapak bupati sedang berhalangan hadir karena beliau sedang melaksanakan ibadah umrah di tanah suci.


Tilawah

Sambutan dari kepala kanwil kemenag biasa saja, tidak ada yang berkesan bagiku. Sebaliknya, sambutan dari bapak Gubernur Kalsel mampu mencuri perhatianku. Beliau membuka sambutannya dengan menyanyikan lagu mars MTQ. Sambutan kemudian diisi dengan pesan singkat, lalu beliau menutupnya dengan sebuah puisi yang disadur dari surat Al-Kahfi. Whuah, keren juga ternyata beliau berpuisi. Tepuk tangan bergema menutup sambutan beliau sekaligus membuka secara resmi event musabaqah ini.

Selfie duluuu

Pembukaan acara dilanjutkan dengan parade kembang api selama kurang lebih 10 menit. Keren, keren, keren. Acara selanjutnya adalah pengibaran bendera MTQ oleh Paskibra HST dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars MTQ. Setelah doa maka rangkaian acara pembukaan MTQ telah selesai. Segala perlombaan akan dilaksanakan hingga satu minggu ke depan.

Kembang api di atas panggung

Sebagai penutup acara pembukaan pada malam hari itu tampillah Fatin Shidqia Lubis. Inilah acara hiburan yang paling ditunggu warga Barabai sebenarnya. Fatin menyanyikan sekitar 7 lagu berturut-turut selama setengah jam diiringi oleh teriakan histeris para fansnya. Di suatu saat, ketika ia sedang bernyanyi datanglah seorang anak ABG berjilbab diantar oleh seorang kru panitia. Bukan hanya penonton, Fatin pun tampak terkejut dengan kehadirannya. Aku dan suami sempat berspekulasi bahwa mungkin anak tersebut adalah keluarga pejabat. Suudzon. Karena setelah Fatin selesai bernyanyi, si MC langsung menghampiri dan mengatakan bahwa si ABG beruntung ini sedang berulang tahun pada hari itu. Wah, benar-benar hadiah ultah yang tak terlupakan pastinya.

Di booth MTQ

Acara selesai jam 11.30. Malam sekali. Namun, acaranya cukup berkesan. Aku serasa menonton live music atau konser tanpa perlu berjejal seperti pada saat nonton konser penyanyi hits di daerah.

Acara penutupan MTQ pada Kamis malam, tanggal 22 Desember kurang seru jika dibandingkan dengan acara pembukaan. Aku hadir lagi, kali ini bersama romongan big family. Cuaca yang kurang mendukung, yaitu gerimis yang cukup membuat basah tidak menyurutkan niat para penonton untuk hadir di acara penutupan ini. Kali ini aku tidak standby menghadap panggung. Selain karena sudah tidak dapat melihat panggung dengan jelas karena tertutup oleh banyaknya penonton yang lebih dulu memadati lapangan, juga karena acara hiburannya yang kurang menarik hati.

Stand Kuliner Jepang

Jadilah kami hanya berkeliling lapangan sambil wisata kuliner. Sesekali berhenti untuk membeli camilan atau bahkan hanya ngobrol dengan teman yang kebetulan bertemu di sana. Kami berhenti agak lama di dekat gerobak penjual STMJ untuk menghangatkan perut di cuaca dingin malam itu. Ketika kembali ke area lapangan, panggung utama sedang diisi oleh 4 orang bapak ibu yang bertugas menyampaikan pengumuman hasil perlombaan seminggu ke belakang.

Awalnya kami menunggu sambil mendengarkan isi pengumuman. Alhamdulillah, perwakilan HST meraih juara di banyak cabang perlombaan. Subhanallah, keren sekali. Cabang yang juaranya paling kukagumi adalah cabang tafsir berbahasa inggris. Hello, can you tell me how difficult this competition? Di akhir-akhir pengumuman disebutkan bahwa yang meraih juara umum adalah Kabupaten HST, menyusul kemudian Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.

Family time

Hampir dua jam kami menunggu pengumuman-pengumuman tersebut selesai. Namun, ternyata ada banyak sekali lampiran keputusan juri yang harus dibacakan pada malam itu. Ketika jam menunjukkan jam 12 malam, kami akhirnya menyerah karena pertimbangan mata yang sudah mengantuk. Sedang dari 4 orang yang berada di panggung, masih ada satu orang lagi yang belum membacakan hasil pengumuman. Kami pun pulang dengan kenyataan tidak sempat menyaksikan nasyid yang akan dibawakan oleh Haddad Alwi yang kabarnya akan menjadi hiburan penutup pada rangkaian acara MTQ Nasional XXIX Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Di depan panggung

Seluruh dokumentasi video acara MTQ yang kuceritakan di atas dapat dilihat di akun youtubeku.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates