Saturday, July 30, 2016

Drama Bookholic di Kota Kecil

Ada kalanya aku ingin membaca novel dengan cerita yang ringan dan menghibur. Ketika saat-saat seperti itu datang, aku sedikit kesulitan untuk menemukan novel yang kumaksud di rak bukuku. Rata-rata isi rak bukuku kebanyakan memang buku nonfiksi, jika pun fiksi tentu tema novelnya berat, tema sains, detektif, sejarah, atau gabungan ketiganya. Sejak dulu, karena keterbatasan dana aku selalu selektif memilih buku yang akan kubeli. Oleh karena itulah aku jarang membeli novel, buku nonfiksi sepertinya lebih bermanfaat jika dikoleksi.

Koleksi buku nonfiksiku dari 1 penerbit

Bagaimana cara aku memenuhi kebutuhanku membaca novel? Dulu, aku bisa ke perpustakaan atau ke tempat penyewaan novel dan membawa satu dua novel untuk dibaca satu minggu ke depan. Saat mengembalikannya nanti, aku akan meminjam dua novel yang lainnya. Begitu seterusnya. Terkadang aku juga cuci mata ke toko buku terdekat dan membeli satu novel terbaik pilihanku saat itu dengan uang tabungan yang sengaja kusisihkan untuk membeli buku.

Sekarang setelah menetap (lagi) di kota kecil ini, aku kesulitan untuk melakukan hal-hal tersebut. Koleksi buku fiksi di perpustakaan kotaku payah sekali. Hanya terdiri dari novel-novel berumur puluhan tahun dan penulisnya masuk dalam jejeran sastrawan angkatan lama. Ahh. Satu-satunya tempat penyewaan novel langgananku dulu waktu SMA juga sekarang sudah tutup. Jangan tanya tentang toko buku, di kota ini hanya ada 2 toko buku (agak) besar. 75% isinya adalah buku-buku pelajaran, sisanya novel, komik, dan buku nonfiksi dengan harga jauh di atas harga normal.

Buku di perpustakaan kota, jadul

Begini nih nasib bookholic di daerah. Perlu perjuangan ekstra untuk bisa menyantap kelezatan bernama buku. Jangan tanya tentang bookfair. Bookfair hanya diadakan di kota madya dan ibukota provinsi ratusan kilometer dari rumahku. Itulah alasan mengapa setiap aku datang ke bookfair, aku seperti orang kelaparan dengan membeli banyak buku agar merasa 'kenyang'.

Pernah dapat merchandise
dari toko buku online. Asyik!
Beruntunglah internet saat ini sudah menjadi udara di Indonesia, termasuk di kota kecil tempatku bermukim. Layanan internet mulai membaik dan itu artinya aku bisa online untuk cuci mata melihat buku-buku terbitan terbaru. Kalau sedang ada rejeki, ya aku akan membeli beberapa buku sekaligus agar hemat ongkos kirim. Teman-teman di kantor sudah hafal kalau ada paketan untukku yang sampai di kantor, isinya pasti buku. 

Semoga akses buku untuk semua daerah di Indonesia semakin mudah ke depannya. Karena sebenarnya ada banyak orang Indonesia yang suka membaca. Namun tidak di dukung oleh fasilitas perpustakaan, jaringan toko buku, kebijakan pemerintah, dan lingkungan yang pro terhadap bookholic di kota kecil seperti aku.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates