Saturday, July 2, 2016

Cinderella Tuathina

Judul: Cinderella Tuathina
Penulis: Mimosa Q
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2012
Ada kalanya aku ingin membaca novel-novel romantis. Seperti beberapa waktu yang lalu. Setelah browsing beberapa sinopsis novel, aku memilih untuk membeli (online) novel yang berjudul Cinderella Tuathina ini. Sinopsisnya menarik hatiku.

Cerita singkat isi novel ini yaitu tentang seorang gadis bernama Sadira yang bekerja sebagai housekeeper. Ia pernah mencintai laki-laki sempurna bernama Zeus.  Karena banyak hal yang tidak ia pahami, Zeus menjauhinya. Kini ketika ia mulai berusaha melupakan Zeus, Zeus kembali datang dan untuk kedua kali ‘mencampakkannya’ kembali. Di tengah lautan patah hati, seorang Alvaro menyelamatkan dan menghangatkan hatinya.

Waktu pun berjalan dengan luka Sadira yang hampir mengering. Namun dewa bernama Zeus kembali datang menghampiri Sadira membawa serumpun penjelasan yang Sadira cari selama ini. Ternyata semuanya hanya salah paham. Sadira dilema, kembali ke Zeus atau menggapai Alvaro yang mulai membuatnya nyaman?

Ketiga tokoh utama dalam novel ini mempunyai karakter kuat yang kusuka. Sadira pekerja keras, Zeus cool, dan Alvaro dewa penyelamat yang charming. Setting negara Tuathina mengajakku traveling sebentar untuk menengok negara kecil yang sebelum membaca novel ini tak pernah kudengar namanya.

Dunia housekeeper juga menjadi tidak asing lagi setelah aku membaca novel ini. Wah ternyata ada banyak ‘senjata’ para housekeeper yang setiap hari mereka pegang. Ada beberapa aturan dalam membersihkan kamar hotel dan sistem kerja mereka yang baru aku tahu setelah membaca novel ini. Keren.

Ada satu quote yang kusukai dari buku ini yaitu pada halaman 124

“Kalau tidak berani membuat riak, bagaimana bisa berharap dirimu menjadi ombak?”

Bagian terfavoritku ada pada hal 192 ketika Alvaro terlonjak mendapati Sadira telah berada di rumahnya saat ia memikirkan wanita itu. Drama banget. Sayang sekali pada ending yang bahagia tidak dijelaskan bagaimana akhir dari hubungan ketiga tokoh utama. Hanya ada 2 tokoh utama yang berbahagia, nasib satu orang lainnya seakan terlupa dan terlewat untuk diceritakan. Padahal itu hal penting dalam novel agar penyelesaian terhadap konflik tidak seperti dibuat-buat.


Tapi bagaimanapun novel ini manis. Cocok dibaca untuk hati yang percaya bahwa cinta itu ada.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates