Monday, July 25, 2016

Berumah Tangga artinya Bekerja Sama

Ini hanya opini pribadiku tentang pembagian tugas antara suami dan istri dalam rumah tangga. Tulisan ini berdasarkan fakta yang terjadi di lingkungan sekitar dan cerita dari beberapa teman baik secara pribadi atau pun via statusnya di media sosial.

Enak sekali kalau ada suami yang bilang istrinya tidak bekerja karena hanya tinggal di rumah. Lalu memasak, mencuci pakaian, membereskan rumah, dan mengurus anak itu apa namanya kalau bukan bekerja? Kalau seorang suami harus menggaji pembantu rumah tangga untuk mengerjakan semua pekerjaan tersebut, berapa uang yang harus dikeluarkan? Masih tega bilang kalau istrinya tidak bekerja?


Memang, si istri tidak bekerja menghasilkan uang tapi istrinya bekerja untuk kelangsungan rumah tangga mereka. Itu bukan hal yang sepele. Penafkahan berupa uang adalah 100% kewajiban suami. Kalau pun istri mendapatkan uang dari pekerjaannya di luar rumah, itu (seharusnya) murni miliknya pribadi. Bukan untuk membeli keperluan rumah tangga, karena sekali lagi itu adalah kewajiban suami. Sebaiknya suami juga memberikan uang untuk pribadi istri di samping uang untuk kebutuhan pokok. Banyak terjadi sekarang dalam suatu rumah tangga, uang hanya bisa dipakai istri belanja keperluan pribadi setelah kebutuhan rumah tangga terpenuhi. Sedang jarang sekali uang bulanan bisa cukup dengan kondisi perekonomian global yang buruk.


Fenomena lain yaitu banyak istri yang bekerja di luar untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Tapi tidak banyak suami yang rela dan peka untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Padahal itu bukan tugas istri sepenuhnya. Perlu diketahui bahwa tugas istri terhadap suami hanya 2 yaitu melayani suami di tempat tidur dan menaati perintah suami. Menyediakan pangan, sandang, dan papan untuk istri sebenarnya adalah tugas pokok suami. Istri hanya membantu.

Ketika suami-istri sama-sama bekerja, itu artinya saat pulang bekerja sama-sama capek. Eh, si suami dengan santai menyalakan televisi sementara istri memasak. Setidaknya bantulah istri menyiapkan makanan. Toh untuk kepentingan berdua juga.

Ada juga suami yang ketika hari libur santai membaca koran sedang istri keluyuran di dalam rumah karena banyak tugas yang harus dikerjakan. Setidaknya suami bantu menemani anak sehingga tidak merepotkan ibunya yang lagi sibuk. Istri tentu saja capek karena tangan yang dia punya hanya dua, sedang pekerjaan rumah menggunung. Tak pelak kondisi tersebut membuat seorang istri lelah lahir batin.


Jadi sebaiknya suami juga ikut andil dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti istri yang juga ikut mencari nafkah untuk keluarga. Karena berumah tangga artinya bekerja sama.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates