Saturday, June 25, 2016

Leptobrachium hasseltii

Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Megophryidae
Genus:Leptobrachium
Spesies: Leptobrachium hasseltii

Deskripsi:
Leptobrachium hasseltii (Bangkong serasah) adalah salah satu jenis bangkong dari suku Megophryidae. Bangkong ini bertubuh sedang, antara 50-70 mm. Jantan umumnya lebih kecil daripada yang betina. Gendut pendek dengan kepala bulat dan besar, lebih besar daripada tubuhnya. Mata besar dan melotot. Dorsal berwarna coklat abu-abu kebiruan atau keunguan (fase gelap) dan keemasan (fase terang). Terdapat bercak-bercak bulat telur berwarna gelap yang terletak simetri, tepi luar bercak berwarna keemasan. Coreng hitam berjalan dari ujung moncong hingga mata, dan dilanjutkan di bawah lipatan supratimpanik hingga ke pundak. Iris berwarna gelap kehitaman. Ventral abu-abu hingga kehitaman di perut, berbintik-bintik putih. Tangan dan kaki bercoret-coret gelap. Selaput renang pendek dan hanya terdapat di kaki. Aktif di malam hari (nokturnal), tidur di siang hari atau bersembunyi di balik serasah hutan.

Habitat:
Bangkong ini hanya terdapat di hutan, kebanyakan di pegunungan, terutama di tempat yang tidak jauh dari sungai.

Potensi:
Leptobrachium hasseltiiberpotensi sebagai bahan pangan yang mengandung protein hewani.

Sumber Pustaka:
Iskandar, D.T. 1998. Amfibi Jawa dan Bali. Bogor: Tiga Karya.

Sunday, June 19, 2016

Nikmatnya Waktu yang Berkah

Alhamdulillah, sampai juga kita di pertengahan Ramadhan. Tetap semangat ya gals, shalat, puasa, tarawih, dan tilawahnya.

Kali ini aku akan sharing tentang nikmatnya waktu yang berkah. Selama Ramadhan aku merasa hari-hariku berkah sekali (Aamiin). Meskipun kegiatan sehari-hari padat dan kurang tidur, tapi rasanya waktu tidak sempit seperti yang kurasakan di luar bulan Ramadhan. 

Mungkin ini yang disebut dengan berkah. Nikmat sekali. Dengan jadwal dan target ibadahku yang lumayan ketat pada bulan ini, aku malah merasa hidupku lebih teratur dan produktif. Ditambah Senin-Jumat aku masih bekerja. Kalau hari-hari biasa sepertinya aku bakal keteteran.

Di hari biasa aku berangkat jam 07.30 dan sampai ke rumah kembali jam 16.30. Ya, jarak dari rumah ke kantor adalah 30 menit perjalanan. Bolak-balik sudah memakan waktu 1 jam. Di sisa waktu menuju maghrib sekitar 2 jam itu aku beristirahat. Kalau misalnya saat malam aku ingin cepat beristirahat, berarti aku harus merelakan waktu 2 jam tersebut untuk persiapan makan malam yang biasanya dilakukan setelah maghrib. 

jejaksangpenata.blogspot.com

Setelah makan malam, kalau lagi mood aku menonton tv atau langsung masuk kamar, membaca buku kemudian tertidur dengan perasaan lelah setelah bekerja seharian. Besok paginya siklus hari yang sibuk seperti itu terulang kembali. Aku akan berangkat kerja setelah tetek bengek sarapan selesai.

Bandingkan dengan hari kerjaku di bulan Ramadhan. Hari dimulai ketika bangun sahur, itu sekitar jam 03.45 WITA. Berturut-turut kegiatanku setelah itu adalah tahajud, makan sahur, cuci piring, shalat subuh, tilawah kemudian tidur kembali. Jam 07.00 aku bangun pagi, kemudian mandi, shalat dhuha, dan berangkat ke kantor.

Pulang kantor lebih cepat 1 jam di bulan Ramadhan ini, jadi jam 15.30 sudah di rumah. Biasanya aku akan beristirahat terlebih dahulu baru mempersiapkan menu berbuka. Tapi kalau ingin waktu istirahat lebih santai, aku akan berkecimpung di dapur terlebih dahulu.

Setelah berbuka, aku dan suami langsung shalat maghrib, lalu isya dan tarawih di langgar desa. Pulang sekitar jam 09.00 malam. Sampai di rumah masih ada waktu sekitar 2 jam sebelum tidur. Nah biasanya selama itu aku akan mengerjakan hobiku. Tidur pun senang tanpa ada rasa lelah. Subuh bangun kembali dan siklus pun terulang.

pondokalmadinah.com

Beda banget rasanya. Kalau diingat-ingat ada banyak waktu yang terbuang dan tidak produktif di luar Ramadhan. Semoga setelah Ramadhan berlalu, aku bisa mengadopsi jadwalku saat Ramadhan. Aamiin.

Sunday, June 12, 2016

Instropeksi Seminggu Ramadhan

Tidak terasa ya sudah satu minggu Ramadhan berlalu. Kali ini aku hanya ingin sedikit review sekaligus introspeksi kegiatan harianku selama Ramadhan tahun ini. Semoga hasilnya menjadi lebih baik daripada Ramadhan tahun lalu.

Pada Ramadhan tahun ini statusku sudah bekerja sehingga otomatis tidak ada jadwal libur di bulan puasa selain Sabtu-Minggu dan cuti bersama jelang lebaran nanti. Rutinitas hari kerjaku sekarang setelah sahur adalah shalat tahajud dan mencuci piring sambil menunggu imsak dan waktu subuh. Setelah subuh tilawah sebentar, lalu berbaring lagi. Tidur hingga jam 7 pagi. Bangun langsung mandi dan shalat dhuha, lalu berangkat ke kantor jam 07.30 sehingga jam 08.00 sudah sampai. Beberapa hari pertama telat terus. Maklum habis bangun tidur pagi suka jungjang.

www.pulsk.com

Di kantor beraktivitas hingga sekitar jam 15.00 lewat sedikit. Kalau di luar bulan Ramadhan jam pulang adalah jam 16.00. Kalau sedang tidak ada kerjaan, selain ngenet aku nyicil tilawah. Kebanyakan sih memang banyak waktu kosong di kantor sehingga aku bisa dapat berlembar-lembar tilawah. Lumayan membantu agar target minimal 1 kali khatam di bulan Ramadhan tercapai.

Sepulang di kantor langsung beraksi di dapur. Menyiapkan menu berbuka. Senangnya sih semuanya diberesin dulu baru (termasuk ashar dan tilawah) setelah itu bisa santai, baca buku atau bahkan tidur. (Jangan ditiru ya, aku memang penidur).

Setelah berbuka kegiatanku berturut-turut tanpa jeda adalah shalat maghrib-tilawah-isya-tarawih-tilawah. Setelah itu baru bebas mau melakukan apa. Oya satu lagi kegiatan yang rutin kulakukan sebelum tidur malam di bulan Ramadhan yaitu mengisi jurnal Ramadhan.

Kalau sabtu minggu beda lagi rutinitasku. Setelah melewati weekend pertama di bulan puasa tahun ini aku dapat menyimpulkan bahwa kegiatan utamaku dua hari ini adalah berleha-leha. Haha. Biasanya bangun jam 7, hari libur aku bebas bangun sampai jam 9 pagi. Hello, matahari sudah terang sekali. 

Triknya sih supaya setelah bangun tidur tidak dipusingkan dengan pekerjaan rumah, aku membereskannya dulu sebelum tidur. Jadi seharian weekend tadi aku bisa membaca buku dan bahkan menonton film untuk menghabiskan waktu menunggu bedug. What a perfect day!

Instropeksinya sih 3 minggu ke depan target ibadah Ramadhan tetap jalan dan di akhir bulan tercapai semuanya. Sebenarnya ingin memaksimalkan waktu weekend agar lebih produktif. Rencana sih ingin menyelesaikan jahitan, seleksi buku untuk disale, dan crafting.

yaniasaisyah.wordpress.com

Nah gals, bagaimana dengan seminggu Ramadhanmu?

Thursday, June 9, 2016

Merangkum Langit



Kau bilang aku harus pandai membaca langit
Sedang menebak matamu saja aku tak mampu
Lewat lensamu aku belajar ragam makna dari satu peristiwa

Bukan salah gravitasi
Jika pada akhirnya aku jatuh pada tatapmu
Bagaimana cara kau melihat dunia
Bagaimana cara kau menjadi dirimu sendiri
Bagaimana cara kau mengenali rasi bintang
Bagaimana cara kau menganalisa awan
Bagaimana cara kau memprediksi badai
Bagaimana cara kau menanti hujan

Duhai langit,
Haruskah aku mengambil pena untuk mengabadikan dirinya lewat kata?
Karena sosoknya di balik lensa membuatku silau saat membidiknya
Karena selembar foto hanya memanjakan visual
Sedang kata merangkummu selamanya

090616

Wednesday, June 8, 2016

Jurnal Ramadhan

Yes, kita harus membuat rencana sebelum melakukan sesuatu.

Alhamdulillah, kita sudah memasuki hari ketiga di bulan Ramadhan tahun ini. Bagaimana puasanya hai para blogger? Inshallah tunai sampai lebaran ya. 

Kali ini aku akan berbagi pengalaman nih mengenai Jurnal Ramadhan. Tujuan jurnal Ramadhan tentu saja agar kegiatan Ramadhan kita lebih terarah dan mencapai tujuan yang kita inginkan ketika Ramadhan nanti berakhir.

Satu hari menjelang Ramadhan, aku mendapat pesan di grup liqo tentang jurnal Ramadhan dan link downloadnya. Waktu kucek, formatnya mudah dan cocok dengan keseharianku. Jadilah aku langsung bersemangat untuk mencetaknya.

Asyiknya pada jurnal ini juga terdapat data diri kita sebagai pemilik jurnal. Ah, senangnya berasa nostalgia ke zaman diary masih berupa buku tulis cetak. Isi jurnal Ramadhan ini cukup lengkap. Ada target di awal Ramadhan, rencana harian, cheklist ibadah setiap hari, dan hasil yang kita capai di akhir Ramadhan nanti.

Jurnal Ramadhanku

Setelah diprint, hasilnya seperti yang bisa dilihat pada foto. Eyecathing. Kujadikan dua halaman dalam 1 kertas A4, lebih hemat dan pas dimataku. Khusus untuk Diary Ramadhannya kuprint satu halaman supaya kolom untuk tulisannya tidak sempit.

Diary singkat setiap hari di bulan Ramadhan

Yuk mari, kita maksimalkan Ramadhan tahun ini dengan mengisi Jurnal Ramadhan. Selamat berpuasa bagi yang menjalankan ya.

Sunday, June 5, 2016

Haemodipsa javanica (Pacet)

Klasifikasi:
Kingdom :Animalia
Filum   : Annelida
Kelas   : Hirudinae
Ordo    :Gnathobdellia
Famili  : Hirudinidae
Genus  :Haemodipsa
Spesies: Haemodipsa javanica


         Deskripsi:
Haemodipsa javanica atau pacet atau lintah merupakan salah satu spesies dari Annelida (Cacing Gelang). Ciri-cirinya yaitu mempunyai rongga tubuh sejati, triplobastik, tubuh pipih panjang, hermafrodit, mempunyai mulut dan anus, tubuh bilateral simetris, bersegmen (metameri). Jumlah segmen tetap, yaitu 34, walau lapisan cincin sekunder di luarnya menyamarkan segmentasi primer tersebut.
Ukuran panjang tubuhnya 2-5 cm. Bergerak dengan melekukkan tubuhnya dan berenang dengan cara menggelombangkan badan. Tidak mempunyai setae (bulu-bulu kaku) dan parapodia, memiliki 2 alat isap yang terdapat di ujung anterior maupun posterior yang berfungsi melekatkan tubuhnya pada hewan atau manusia yang diisapnya. Pacet bergigi tiga buah (walau kadang-kadang tereduksi), mulut lebar, hampir menyatu dengan bibir batil isap oral, biasanya bermata 5 pasang. Punya 3 buah rahang, pharink tidak dapat dijulurkan. Peredaran darahnya tertutup, pernafasan secara difusi, ekskresi dengan nifridium.

Habitat:
Habitat Haemodipsa javanica adalah di air tawar, laut atau darat. 

Potensi:
Dimanfaatkan dalam bidang kedokteran karena Haemodipsa javanica menghasilkan zat hirudin (antikoagulan atau anti pembekuan darah) yang berperan untuk mengisap darah hewan atau manusia untuk penyakit-penyakit tertentu.

Sumber Pustaka:

Dwi Rizki.2009.Annelida. Www.fardanee.blogspot.com. Diakses pada 23 Oktober 2011

Thursday, June 2, 2016

Belum Move-on dari Minimarket

Yihaa, awal bulan nih moms. Kali ini aku akan membahas tentang aktivitas awal bulan para emak, yaitu belanja bulanan.

Aku sendiri sudah terbiasa belanja bulanan sejak kuliah dan ngekost dulu. Meski sebenarnya tidak selalu kulakukan saat awal bulan, tapi ketika uang kiriman tiba. Hehe. Sekarang sudah kerja, otomatis uang gaji sendiri dan suami tiba di awal bulan sehingga waktu berbelanja untuk kebutuhan domestik hampir selalu di awal bulan.

Mengenai tempat, aku lebih senang belanja bulanan di minimarket daripada di pasar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa aku belum bisa move on dari minimarket, meskipun sekarang sudah berdomisili di kota kecil yang mayoritas transaksi jual beli dilakukan di pasar.

1. Hampir semua barang yang dibutuhkan tersedia dalam satu ruangan. Sehingga tidak perlu repot pindah dari satu toko ke toko yang lain.

2. Peletakan barang yang rapi membuat otak well organizedku dimanjakan. Selain itu tentu mempermudah pencarian jenis barang sehingga menghemat waktu berbelanja.

3. Pencantuman label harga membuat aku bisa memperkirakan sendiri total belanjaan bahkan sebelum sampai ke kasir.

Barang belanjaanku tiap bulan

4. Struk belanja dapat disimpan sebagai pedoman daftar belanjaan dan harga pada bulan berikutnya.

5. Hemat kantong belanja, yang berarti turut andil dalam kesehatan lingkungan juga.

Meskipun tidak semua minimarket cocok untukku berbelanja. Sebagai contoh sekarang ini aku masih "setia" berbelanja ke minimarket yang terletak di samping tempat kerjaku yang dulu. Padahal kalau dari tempat kerjaku sekarang jaraknya cukup jauh. Biasanya aku berbelanja memang sepulang kerja. Sekalian pulang karena jarak rumah-kantor cukup jauh jadi malas bolak-balik.

Balik membahas minimarket langgananku, sampai saat ini aku masih bisa ke lain hati karena di minimarket tersebut cukup lengkap jenis dan ketersediaan barangnya. Selain itu letak berbagai jenisnya sudah kuhafal dengan baik sehingga waktu masuk tinggal ambil keranjang belanjaan lalu ke kasir. Pernah mencoba belanja di minimarket lain, olala harganya tidak friendly. Seandainya masalah tata letak, itu bisa dihafal tapi untuk selisih harga bagi seorang IRT itu cukup penting. Hehe.

Ya begitulah pengalamanku yang masih belum bisa moveon dari minimarket lama, meski ada minimarket yang lebih dekat dan bahkan pasar yang menyediakan segala kebutuhan.



Berlibur ke Pantai Angsana

Jarang-jarang aku bisa liburan di hari kerja seperti ini. Jadi ceritanya kemarin itu aku diajak suami untuk ikut liburan bersama teman-teman sekantornya. Karena memang disarankan untuk mengajak anak, istri, atau suami. Di lab pun tidak ada sampel baru, sehingga aku memberanikan diri untuk minta izin ke manajer teknis agar bisa libur 2 hari. Selasa Rabu. Beruntunglah beliau mengizinkan setelah bertanya apakah pekerjaanku di lab sudah aman untuk ditinggal.

Jam 6. 30 pagi Selasa aku dan suami sudah meluncur menuju tempat perjanjian, dimana bus yang akan membawa kami menunggu. Sampai disana jam 7 kurang sedikit, alhamdulillah belum terlambat malah sebagian besar teman-teman suami ada yang belum datang. Jam 7.40 barulah bus berangkat. Ini akan merupakan menjadi perjalanan yang panjang, 9-10 jam di bus, bukan waktu yang sebentar. Jam 11.30an kita mampir di Banjarbaru. Ternyata ada ketidakberesan pada ban bus sehingga sang sopir berhenti di bengkel untuk memperbaikinya. Sambil menunggu, kita makan pencok, shalat zuhur, dan makan siang. Sekitar jam 01.30 siang barulah kita berangkat lagi. Kali ini tanpa mampir, 4,5 jam berikutnya sampailah kita di Pantai Angsana, tempat tujuan liburan utama kita. Wah wah senangnya bisa melihat pantai ini untuk yang kedua kali.

Perkebunan Sawit di Kanan Kiri Jalan menuju Pantai Angsana

Menurut pengamatanku, tak ada yang berubah dari Pantai Angsana. Jalan masuk menuju kesana pun masih tanpa aspal dengan kanan kiri dipenuhi perkebunan sawit. Tempat kita menginap kali ini ada di ujung kiri pantai. Lumayan enak penginapannya namun aku dan suami bersepakat untuk tidur di tenda saja malam ini. Sayang sudah membawanya jauh-jauh dari rumah. Hehe.

Happy Holiday Girl =D

Azan maghrib tiba saat kita sampai ke Angsana sehingga agenda pertama yang kita lakukan disana adalah bersih-bersih, mandi, shalat, dan makan. Barulah setelah itu acara bakar jagung. Kita menggelar terpal agak menjorok ke tengah dan makan jagung bakar disana sambil ngobrol-ngobrol.



Petugas Bakar Jagung



Yang nunggu jagungnya selesai dibakar =D

Jam 10 lewat para ibu-ibu dan anak-anak mulai tepar dan mulai meringkuk di kamarnya masing-masing. Aku dan suami pun mulai mendirikan tenda. Aku masuk lebih dulu ke dalamnya dan mulai petualangan tidurku. Sekitar jam 2 malam, suami pun masuk tenda. Cuacanya gerimis saat itu. Alhamdulillah keadaan dalam tenda baik-baik saja. Tidak sampai membuat kita harus berteduh ke penginapan.

Pagi datang dengan cerah. Setelah shalat subuh kita jalan-jalan ke tepi laut dan foto-foto. Setelah itu aku dan suami berjalan santai menuju ujung kanan pantai yang berlawanan dari tempat penginapan kita. Di ujung sebelah sana ternyata ada resort mewah. Hanya orang-orang tertentu yang tertarik menginap disana. Padahal, menurutku jauh lebih seru tidur di dalam tenda daripada di dalam resort yang berupa gedung bertingkat tersebut.

Balik ke penginapan, kita sarapan. Setelah itu bersiap-siap untuk snorkeling. Yang belum pernah tentu saja antusias. Masih sama dengan pengalamanku pertama kali, perjalanan menuju tengah laut sangat menyenangkan. Foto-foto dan bahkan sempat membuat video. Setengah jam kemudian sampailah kita di tempat snorkeling. Teman-teman suami semangat nyebur ke area snorkeling, tapi tak lama kemudian mereka naik ke perahu lagi. Asin banget air lautnya, kata mereka. Haha. Yang tidak ikut nyebur ke laut mulai merasakan mabuk laut karena perahu bergoyang-goyang tanpa berjalan. Karena aku sudah tahu hal ini, maka selama mungkin aku terus berada di laut dengan pelampung yang mengamankanku dari bahaya tenggelam.

Sebelum nyebur, foto bareng dulu

Happy Snorkeling

Setelah semuanya puas menikmati bawah laut, perahu mulai dikemudikan berbalik menuju pantai. Wih dingin benar karena pakaian kita basah. Satu yang kucamkan, jika aku kesini lagi aku harus membawa air minum dan selimut agar tidak ikut-ikutan pusing dan kedinginan di perjalanan pulang.

Sampai di penginapan kita langsung mandi dan makan siang. Istirahat sebentar, setelah itu kita beberes pulang. Bada shalat zuhur yang dijamak dengan ashar, sekitar jam 12.40 kita mulai berangkat pulang. Bye Angsana, terima kasih telah menjadi tempat elok yang memanjakan mataku.

Jembatan adalah spot foto favorit banyak orang di Pantai Angsana

Wefie keluarga besar istri-istrinya suami

Di Desa Jorong kita mampir untuk beli oleh-oleh. Barang yang dijual adalah ikan laut yang diasinkan dan kerupuk ikan. Di Martapura waktu maghrib kita makan sekalian shalat maghrib dan isya. Jam 12 malam kurang sedikit barulah aku dan suami tiba di rumah. Liburan singkat yang indah dan melelahkan.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates