Friday, April 29, 2016

Setahun Lagi

Entah setahun atau dua tahun yang lalu, saat rapat dengan anak-anak FLP Banjarbaru tentang lomba menulis yang akan diadakan untuk memperingati ultah FLP, tema "Setahun Lagi" disepakati setelah brainstorming yang cukup alot. Terima kasih bagi yang sudah menyumbang ide tema tersebut, karena saat ini aku terinspirasi membuat judul pada postingan kali ini dengan frasa tersebut.

Terima kasih juga kepada Facebook yang selalu mengingatkanku akan kejadian pada tanggal yang sama setahun, dua, bahkan enam tahun yang lalu saat aku pertama kali mendaftarkan akun di facebook. Lewat pemberitahuan kenangan di fb tersebutlah aku mendapat ide utama postinganku kali ini.

Undangan Sidang Akhirku
Tepat setahun yang lalu, tanggal 29 April 2015 aku melakukan sidang akhir skripsi sekaligus ujian pamungkas dari semua rangkaian proses perkuliahanku. Setelah melihat kenangan yang terpampang di beranda fb-ku, aku tersadar dan bergumam dalam hati, "Oh, baru setahun ya?"

Tidak tahu mengapa, rasanya aku sudah lama lulus, lebih lama dari setahun. Mungkin karena dunia yang kugeluti sudah berbeda dengan setahun lalu, atau karena rangkaian perjalananku yang panjang setelah satu tahun palu kelulusanku diketok.

Sebelum lulus aku memang sudah mengikuti seleksi penerimaan guru di yayasan pendidikan di kota asalku. Tak sempat satu bulan pasca wisuda, aku sudah resmi menjadi guru baru di sekolah yayasan tersebut. Kesibukan silih berganti mengisi hari-hariku selama bekerja di sana. Itu mungkin menjadi salah satu faktor mengapa aku merasa sudah lama meninggalkan kampus. Rutinitas menyita seluruh perhatianku yang memang terbiasa totally on track.

Enam bulan tepat aku berada di sana, kesempatan berkarir sesuai jurusan kuliah datang. Proses seleksi masuk ke instansi ini memakan waktu lama, berbulan-bulan sebelumnya hingga aku akhirnya menerima kabar jika aku dinyatakan lolos sebagai salah satu dari dua orang yang diterima bekerja disana. Dan hari ini tepat 5 bulan setelahnya, aku masih betah disini. Belajar banyak hal baru dan yang mungkin pernah kupelajari namun terlupakan olehku.

Ringkasan proses yang kujalani setahun terakhir di atas tidak sesingkat yang terbaca. Untuk itulah mengapa aku terkaget menyadari bahwa ternyata aku baru 1 tahun yang lalu menjalani sidang akhir. Ada banyak pengalaman baru dan perubahan yang terjadi pada diri dan orang sekitarku selama setahun terakhir.

Lalu, apa kabar setahun lagiku nanti? Tahun depan apakah aku akan sama kagetnya dengan hari ini. Atau malah bergumam, "Sudah setahun ya rupanya?" Karena mungkin aku masih berada di suasana, tempat kerja, dan berinteraksi dengan orang-orang yang sama dengan hari ini.

Tidak, aku tak mau mendapati diriku tergilas waktu. Setidaknya setelah setahun berlalu, ada yang berubah dengan diriku. Mungkin aku sudah terampil menjahit baju sendiri dan keluarga tahun depan. Boleh jadi aku pindah domisili. Atau bahkan mungkin schollarship impianku tembus. Ah kita tak akan tahu bagaimana besok, karena waktu yang akan datang adalah sejatinya misteri. Namun ssst, sini kuberi tahu bahwa misteri itu sebenarnya bisa kita intip dari sekarang dengan membuka kuncinya. What is the key? Kuncinya adalah usaha-usaha kecil namun kontinu yang kita lakukan untuk menggapai perubahan tersebut.

Mengingat ini, aku terheran dengan nasib mereka yang 'dikutuk' berada di tempat kerja yang sama berpuluh tahun lamanya. Apakah mereka tak bosan, apakah mereka tak ingin mencoba hal baru, apakah mereka tak iri dengan penggapaian rekan mereka yang bertahap meniti tangga menuju puncak. Ada beberapa pekerjaan dengan pola yang selalu berulang dan membuat pelakunya jalan di tempat seperti itu kan? Salah satunya adalah PNS, cita-cita sejuta orang tua di Indonesia untuk anaknya. You know what lah, menjadi PNS bukanlah cita-cita bagi seorang berjiwa petualang sepertiku.

Bukan berarti aku tak ingin mencoba tesnya nanti jika ada kesempatan. Atau jika pada akhirnya aku menetap pada satu dunia untuk mengisi hariku, percaya sajalah akan selalu hal baru yang aku coba di luar itu untuk menuruti sisi pemberontakku.

rdwnazhry.blogspot.com

Nah, bagaimana dengan dirimu setahun yang lalu? Apakah banyak perubahan terjadi hingga hari ini. Bagaimana pula dengan setahun lagi-nya kalian? Ingin berubah menjadi seperti apa atau ingin tetap duduk di kursi penonton?

Thursday, April 28, 2016

Majalah Bobo dan Ulang Tahun Maya

Hari ini Maya, sepupuku yang paling kecil berulang tahun. Dia genap berusia 6 tahun sekarang. Juli ini dia bakal berubah status jadi anak SD dari anak TK B. Karena dia memang sedang rajin-rajinnya membaca jadilah kado untuknya tahun ini kubelikan dia majalah kesayangan sejuta anak, Majalah Bobo.


Waktu membeli majalah ini kemaren rasanya dejavu saat aku kecil dulu. Kurang lebih seumur Maya juga waktu pertama kali Papa membelikanku majalah ini. Waktu itu sekitar tahun 1999, 17 tahun yang lalu ya berarti aku kenal pertama kali dengan Bobo. Bayangkan saja bagaimana keadaan pada tahun tersebut, kalau bisa membayangkan kalian pasti akan mengerti mengapa membaca sebuah majalah anak adalah sebuah kemewahan bagiku. Tidak sampai berlangganan memang, aku membelinya hanya ketika Papa sedang ada di rumah karena tempat kerja beliau jauh dan hanya bisa pulang satu bulan sekali. Meski terhitung jarang, bacaan yang terdapat dalam majalah Bobo sedikit banyak membentuk karakterku.

Ini bookwrap karya Maya sendiri dengan sedikit bantuanku

Ketika membuka halaman-halaman majalah Bobo yang akan kuhadiahkan ke Maya, aku merasakan perbedaan zaman yang sangat jauh dari zaman kecilku dulu. Terutama dalam bidang teknologi informasi dan orang-orang terkenal yang termuat di dalamnya. Dulu itu aku rasanya ingin sekali ikut menulis surat untuk Bobo atau mengirimkan cerita pendek untuk rubrik Tak Disangka, Arena Kecil, atau bahkan Kuis Bibi Titi Teliti. Sayang keterbatasan aksesku terhadap pelayanan pos apalagi internet membuatku hanya bisa berharap dan membaca kiriman dari anak-anak lain di seluruh Indonesia.



Maya tidur setelah kubacakan cerpen dari Bobo

Melihat Majalah ini membuatku berpikir dan sepertinya memang akan kulaksanakan yaitu aku akan berlangganan majalah Bobo. Untuk apa? Itu yang mungkin terlintas di fikiran orang-orang yang mengetahui bahwa aku sudah 24 tahun, menikah, dan bekerja berlangganan majalah anak-anak. Lagipula di rumah masih belum ada anak kecil. Jawabannya adalah aku ingin "balas dendam" kepada masa laluku yang sangat sulit aksesnya terhadap bacaan anak berkualitas seperti Majalah Bobo. Lagipula aku masih doyan membaca cerpen anak. Waktu kutengok, sekarang juga ada khusus rubrik cerpen misteri dan serial Sherlock Holmesnya. It's not about age, really? Maya yang kadang menginap di rumah pun sering kali minta bacakan cerita dari majalah ini kalau dia mau tidur. Jadi tak ada salahnya untuk mengoleksi kembali sebagai sarana nostalgia dan edukasi untuk keluarga kecilku nanti.

Wednesday, April 27, 2016

Rak Buku Cantik

Rak buku utama

Punya rak buku bagi seorang bookholic sepertiku adalah sebuah keharusan. Timbunan buku yang terbeli karena kebutuhan atau hanya lapar mata perlu dirapikan di tempat yang tepat. Di rumah aku baru punya 1 rak buku yang kini sudah hampir overload. Mau tak mau harus berpikir beli atau paling tidak membuat 1 rak khusus buku lagi. Ada sih satu rak kecil dengan 3 tingkat. Kuletakkan di samping tempat tidur, namun isinya tak melulu buku. Ada beberapa barang lain yang juga nyempil diantara koleksi bukuku. Buku-buku di rak ini adalah buku-buku yang belum kubaca sehingga ketika mau tidur atau sedang santai aku bisa dengan mudah mengambil dan meletakkannya kembali.

Boneka kesayangan di antara koleksi buku

Cinderamata dan figura foto juga bagus sebagai penghias rak buku
Dulu waktu masih ngekost pas kuliah, aku bikin rak buku darurat karena keterbatasan ruang di kamar kost. Koleksi buku yang terdampar di kost, entah karena baru beli atau sengaja kubawa dari rumah kususun sekenanya sesuai view ruang. Bisa di bwah meja duduk atau hanya kuatur sedemikian rupa di depan kumpulan diktat kuliahku. Voila! Kamar kostku serasa berubah menjadi toko buku mini.

View rak buku abstrakku di kost dulu

Yang penting waktu pengen baca, mudah nemu judulnya


Mandi 7 Bulan

Mandi 7 bulan adalah ritual yang masih eksis di Indonesia. Dilaksanakan oleh keluarga yang memiliki perempuan hamil dengan usia kandungan 7 bulan. Ada banyak ragam pelaksanaannya di tiap daerah. Di kampungku sendiri mandi 7 bulan dilaksanakan dengan sederhana. Tujuan utamanya adalah agar anak yang akan dilahirkan sehat walafiat.

Peralatan mandi 7 bulan

Karena aku belum pernah mengalaminya, jadi aku tidak ingat bagaimana detail pelaksanaannya. Saat melihat ritual ini aku tidak begitu mencermatinya. Namun secara umum mandi 7 bulan yang sering dilaksanakan oleh keluarga besarku memiliki tahapan sebagai berikut. Wanita hamil duduk di sebuah kursi lalu dimandikan oleh bidan kampung tertua dengan beragam air yang dipercaya memiliki kebaikan untuk ibu dan calon bayi.

Acara mandi 7 bulan ini menurutku mirip dengan acara mandi sebelum nikah (bemandi-mandi). Hanya saja kalau mandi sebelum nikah, yang memandikan adalah sesepuh wanita yang dituakan di kampung. Kesamaannya dengan acara mandi sebelum nikah mungkin ada pada kelopak mayang yang dipukul dan dialiri air hingga ke kepala wanita hamil.

Setelah acara mandi selesai, si wanita hamil kemudian dibawa ke dalam rumah dan melakukan satu-dua ritual dengan dibimbing oleh bidan kampung. Di depannya sudah tersedia 41 macam kue sebagai syarat acara ini. Kue-kue tersebut juga merupakan penganan yang akan dibagikan ke tamu-tamu yang hadir. Kue-kue tersebut dapat dimakan setelah dibacakan doa selamat untuk calon ibu dan bayi yang terdapat dalam perutnya.

Pelaminan mandi 7 bulan

Di daerah Martapura khususnya untuk keturunan Gusti, bangsawan kerajaan Banjar, mandi 7 bulan dilaksanakan dengan mewah sampai pakai pelaminan seperti respsi pernikahan. Mungkin ada juga beberapa ritual yang berbeda. Aku pernah melihatnya pada acara mandi 7 bulan kakak ipar sahabatku yang memang keturunan Gusti.

Monday, April 25, 2016

Enallagma ebrium

Klasifikasi
Kingdom :Animalia
Filum   : Arthropoda
Kelas   : Insecta
Ordo    : Odonata
Famili  : Coenagrionidae
Genus  :Enallagma
Spesies:Enallagma ebrium

Deskripsi:
Enallagma ebrium merupakan salah satu spesies dari filum Arthropoda dan masuk dalam kelas Insecta. Enallagma ebrium adalah salah satu jenis capung yang sering disebut dengan nama Peri Air atau Bluets Marsh. Tubuh pejantan memiliki thorax berwarna biru dengan garis hitam yang luas di atas dan memiliki dua garis hitam di bahu. Perut ramping sebagian besar berwarna biru dengan tanda hitam di sepanjang bagian atas dan dengan ujung hitam. Matanya yang besar berwarna biru-hitam, air mata berbentuk bintik-bintik postocularToraks pada betina berwarna coklatbiru-hijau atau hitam. Perutnya sebagian besar berwarna hitam di bagian atas dan coklat atau biru-hijau di bagian bawah. Mata besar berwarna coklat dan kekuninganUkuran peri air kecil panjangnya hanya sekitar ¾ sampai 1 inci (16 sampai 20 mm). Sistem perkembangbiakkannya dengan cara betina bertelur di bawah perairan.

Habitat:
Enallagma ebrium berhabitat di udara. Hidup terbang di dekat atau di permukaan danau dataran rendah, kolam, dan rawa-rawa yang bersuasana basa. Enallagma ebrium banyak terdapat pada pertengahan musim panas.

Potensi:
Enallagma ebrium merupakan predatorberbagai macam serangga air, termasuk larva nyamuk, larva lalat capung dan larva lalat air lainnya.                                                                           

Daftar Pustaka:
Bill Johnson.2010.Enallagma ebrium(Hagen, 1861).
www.billjohnsonbeyondbutterflies.com
Diakses pada 11 November 2011

Saturday, April 23, 2016

Weekendku Tak Akan Pernah Sama Lagi

Ya, sejak seminggu yang lalu weekendku tak akan pernah sama lagi dengan sebelumnya yang biasanya kuhabiskan dengan tidur dan nongkrong di depan tv kalau tidak ada acara keluarga atau traveling. Setidaknya hingga 1 tahun ke depan, sampai aku terampil menjahit.

Membuat pola
Semua karena kini aku mengisinya dengan kursus menjahit. Aku merasa kegiatan ini bermanfaat mengisi weekend. Hanya saja kadang saat akan berangkat, rasa malas mendera mengingat perjalanan yang harus kutempuh sepanjang 17 km di bawah terik matahari. Maklum waktu kursusku dari jam 1 siang sampai jam 5 sore. Otomatis kalau mau datang tepat jam 1, aku harus berangkat jam 12.30. Heuu, matahari tepat di atas kepala. Beruntunglah suami dengan setia mengantar-jemputku. Ya Allah, berikanlah selalu kesehatan untuknya.

Saat di tempat kursusnya, aku selalu bersemangat. Apalagi pola rok pertamaku sudah hampir selesai. Yeayy sudah terlihat bentuk jadinya. Tinggal finishing bagian atas dan bawahnya saja lagi. Beberapa kali pernah salah jahit, bahkan membuat jarum patah. Whehe, aku langsung ngadu sama ibu tutornya.

Peralatan menjahitku berserakan setiap aku mulai "beraksi"

Beberapa kali aku juga pernah salah jahit, terpaksa harus membongkar jahitan lama lalu dijahit kembali. Tapi tak apa, rasanya puas kalau sudah melihat jahitan selesai lebih rapi. Sampai sekarang aku masih menikmati weekend seperti ini. Olala.

Monday, April 18, 2016

Elite Square #2

Saturday, April 16, 2016

Pertemuan Pertama

Akhirnya hari ini datang juga. Ya, hari ini aku mulai belajar menjahit. Semua peralatan yang kubutuhkan untuk menjahit sudah tersedia hari ini. Sehingga aku bisa langsung belajar. Di hari pertama ini aku belajar bagaimana cara mengukur ukuran badan untuk kain yang akan dijahit. Pertama-tama aku dicontohin dulu sama ibunya, dia yang mengukur badanku. Aku kemudian mencatat. Ya, catatan ukuran yang dibuat pun tidak sembarangan. Ada aturannya.


Selanjutnya aku disuruh membuat pola baju di atas buku catatan. Wah ternyata mengasyikkan menggambar pola karena aku harus menggunakan skala 1/4 dari ukuran asli badanku. Masalah hitung-hitungan adalah hal yang agak merepotkan dalam membuat pola, tapi aku tidak terganggu dengan hal tersebut. Selanjutnya aku juga diminta untuk menggambar pola dasar rok. Whuaah mantap deh pokoknya.

Karena aku juga masih belum biasa menggunakan mesin jahit. Jadi tadi disuruh praktik bagaimana menggunakan mesin jahit, bagaiamana cara memasang benang utama dan benang sekoci, menjahit tanpa brnnag, kemudian menggunakan benanng. Bagaiamana memulai dan mengakhiri jahitan. Ya praktik secara umum dulu. Selanjutnya aku diminta membuat pola lagi. Senang deh pokoknya pada pertemuan pertama kali ini.

Friday, April 15, 2016

Kamar Impian

Kamar tidur adalah ruangan utama sebuah rumah, dimana tempat tersebut merupakan tempat beristirahat bagi pemiliknya setelah lelah beraktivitas seharian. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai tempat tidur agar fungsinya maksimal.


1. Usahakan barang-barang dalam kamar tidur tidak terlalu banyak. Kalau pun terpaksa meletakkan barang-barang tersebut dalam kamar, hendaklah diatur serapi mungkin. Ini berguna agar penglihatan kita sewaktu beristirahat tidak terganggu dengan pemandangan kamar yang berantakan.

2. Hindari warna kamar berwarna-warni. Cukup satu atau dua warna. Yang paling disarankan tentu saja warna putih karena membuat mata tidak lelah saat beristirahat di dalam kamar tersebut.

3. Pisahkan kamar tidur dengan ruang bekerja, juga jangan meletakkan televisi dalam kamar tidur. Hal ini dimaksudkan agar suasana di dalam kamar benar-benar tenang sehingga siapapun yang sedang beristirahat di dalamnya merasa nyaman.

Yah, itulah tips-tips yang sebaiknya kita gunakan dalam mengatur kamar tidur. Lalu, bagaimana dengan kamar tidurku? Well, sejak remaja dulu aku sudah mempunyai slogan ini. Kamarku adalah istanaku. Sehingga semua kegiatan dan barang-barang pribadi kuletakkan di dalam kamar. Penuh sih, tapi aku sendiri merasa senang. Begitu pun sekarang setelah menikah, ada beberapa barang yang bukan alat untuk tidur terpaksa kuletakkan di dalam kamar karena keterbatasan ruangan di dalam rumah. Tapi aku berusaha untuk mengaturnya sedemikian rupa agar selalu tampak rapi, dan itu seringkali membuat repot suamiku yang terbiasa meletakkan barang sekenanya =D


Kedua, tentang warna yang terdapat dalam kamar tidur. Dinding kamarku memang tidak dipasangi wallpaper sehingga hanya terlihat polos putih dengan beberapa hiasan berupa quote, pigura, atau kaligrafi. Warna lain adalah hitam yang berasal dari ranjang dan lemari. Benda yang membuat kamarku agak berwarna adalah cover bed dan bantalnya. Well, itu bisa diganti-ganti sehingga bisa disesuaikan dengan mood.

Ruang kerja kami memang tidak berada dalam kamar. Tapi aku sendiri sejak kecil dulu terbiasa mengerjakan hal-hal yang menyenangkan bagiku, seperti membaca, menulis, dll di atas kasur. Enak saja rasanya. Tapi tentang televisi jangan berada di dalam kamar, aku sangat setuju. Paling juga kadang aku nonton film via laptop di atas kasur dan itu tentu saja tidak setiap hari.

Lalu bagaimana dengan kamar tidur kalian, Ladies? Sudahkah menjadi kamar tidur impian sebagai jembatan menuju alam mimpi?

Wednesday, April 13, 2016

Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Cipriniformes
Famili              : Ciprinidae
Genus              :Cyprinus
Spesies            :Cyprinus carpio


Deskripsi:
Cyprinus carpio (ikan mas atau ikan karper) merupakan salah satu jenisikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang kesamping, memipih tegak dan lunak.Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan.Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek.Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik.Sisik ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.Seperti ikan pada umumnya fertilisasi ikan mas berlangsung secara eksternal.

Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%.

Potensi:
Cyprinus carpioberpotensi sebagai bahan makanan yang mengandung protein hewani, selain itu ikan mas juga oleh sebagian orang dapat digunakan sebagai ikan hias.

Sumber Pustaka:
Arga.2008.Taksonomi Ikan Kerper (Cyprinus carpio).
www.argamakmur.wordpress.com
Diakses pada 19 November 2011

Tuesday, April 12, 2016

Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi

Buku dengan cover warna biru muda dan gambar suasana liburan di pantai ini memang sudah memikatku sejak awal kemunculan fotonya di timeline twitterku. Selain gambar covernya yang membuat keinginan piknikku makin memuncak, judul dan slogan di bawahnya pun begitu menggigit. Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi, One Step Closer to Financial Freedom for Women. Sampai pada akhirnya alhamdulillah, bisa juga “melahap” habis ilmu yang terdapat dalam buku berjumlah 215 halaman ini.



Secara umum tema yang diangkat dalam buku ini adalah taktik bagaimana memanajemen keuangan keluarga agar tetap aman sepanjang tahun namun tidak mengorbankan keinginan untuk bersenang-senang seperti liburan dan membeli outfit yang sudah lama kita incar. Herlina P. Dewi sebagai penulis yang juga merupakan praktisi keuangan membuat buku ini “berisi” dengan kumpulan ilmu finansial yang dikemas secara apik dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh para emak dengan latar belakang apapun.

Financial freedom is available to those who learn about it and work for it.”

Yup, qoute dari Robert Kiyosaki di atas menggambarkan bahwa kebebasan finansial itu harus dipelajari dan dipraktikkan. Buku ini adalah salah satu sarana yang tepat untuk mempelajari kebebasan finansial yang identik dengan permasalahan para ibu rumah tangga.

Buku ini dibuka dengan Kuis Kenali Dirimu yang bertujuan agar kita sendiri mengetahui ada pada tipe apakah manajemen keuangan kita, apakah boros, perhitungan, atau super tertib. Pengetahuan tentang diri sendiri ini penting agar saat membaca bagian-bagian selanjutnya kita dapat memposisikan kebiasaan kita dengan tips yang disajikan oleh penulis.

Meski judulnya menggunakan kata “Pribadi” namun di dalam buku ini juga banyak dibahas tentang pengelolaan uang dalam keluarga, terutama manajemen keuangan antara suami-istri. Bagian terbesar yang dibahas dalam buku ini tentu saja adalah pengelolaan pemasukan dan pengeluaran yang meliputi banyak hal, termasuk gaji, bonus, penghasilan tambahan, utang, belanja bulanan, dan kartu kredit. Sebagai bonus di bagian akhir buku juga dibahas tentang tabungan, asuransi, dan investasi. Aman Sepanjang Tahun merupakan chapter penutup dari buku ini yang berisi tips-tips mengatasi masalah keuangan dan membuat resolusi keuangan bulanan.

Keren dan lengkap kan?  So, read this book and say YES to financial freedom, Ladies!

Monday, April 11, 2016

Elite Square #1

Tahun lalu kita masih bersama, mengabadikan diri lewat foto studio. Sengaja berdandan dan ribet berbusana, demi foto resmi terakhir kita.

Sunday, April 10, 2016

Sweet Seventeenth

Usia 17 tahun secara umum dijadikan titik awal kedewasaan seseorang. Banyak remaja menganggap penting hari dimana ia berulang tahun ke-17 dan mereka menyebutnya sweet sevententh. Meskipun sebenarnya dalam Islam, sweet sevententh ini tidak ada karena kedewasaan seseorang dimulai ketika ia mulai baligh. Secara ilmu agama perbedaan yang mendasar ketika ia mulai dewasa adalah bahwa ia mulai menanggung dosa dan pahalanya sendiri.

But hei, dulu aku juga memperingati 17 tahunku dengan cara yang sederhana bersama teman-teman. Di keluargaku ulang tahun memang tidak dirayakan. Jadilah pada usia ke 17 aku menerima kue tart dengan lilin untuk yang pertama kali. Beberapa foto yang menjadi kenangan pada saat itu masih kusimpan untuk mengingat betapa aku pun dulu termasuk remaja labil. Hehe.

Saturday, April 9, 2016

Kursus Menjahit

Yuhuuu. Akhirnya hari ini aku mendaftarkan diri untuk ikut kursus menjahit. Mengapa kubilang akhirnya, karena sudah sejak lama sebenarnya aku memikirkan hal ini. Hari ini ditemani seorang teman aku ke tempat kursus, bertanya dan mendapatkan penjelasan how to learn about sewing.

Pada awalnya keinginanku untuk kursus dimulai oleh cerita seorang teman pada awal-awal aku masuk kerja dulu. Teman baruku ini setahun nganggur dulu pasca kuliah baru menerima panggilan pekerjaan. Aku lalu bertanya apa saja yang dia lakukan selama setahun selain melamar dan menunggu panggilan kerja. Dijawabnya kalau dia kursus menjahit. Dari sanalah terpikir kalau aku juga ingin kursus menjahit. Tapi kesibukan kerja pada waktu itu tidak memungkinkan bagiku untuk mengambil kelas menjahit.

dreamstime.com

Nah berikut adalah beberapa alasan mengapa akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar kursus menjahit:
1. Alasan utama sebenarnya adalah karena aku ingin mengisi waktu kosong di weekend. Kemarin-kemarin aku merasa bosan terlalu banyak di rumah. Suami hanya libur pada hari minggu, itu pun kadang hari minggu diisi dengan kegiatan di luar. Otomatis sejak jumat siang sampai minggu malam, aku bingung harus melakukan apa.
2. Aku terobsesi ingin merombak sebagian pakaian yang masih layak pakai namun tidak bisa dipakai. Entah karena kekecilan, kebesaran, atau modelnya yang ketinggalan zaman.
3. Well setidaknya keahlian menjahitku berguna untuk mereparasi pakaian sendiri atau pakaian suami yang robek atau terlepas kancingnya.
4. Jika pada akhirnya aku bisa menjahit outfit sendiri, itu adalah bonus besar bagiku. Karena aku sedikit pesimis dengan keterampilan tanganku yang kecil ini. Tapi tentu saja aku siap belajar sungguh-sungguh.
5. Boleh jadi keterampilanku ini bisa menambah pundi-pundi tabungan. Meskipun untuk sampai ke tahap itu, butuh waktu yang tidak sedikit.

Oya nama lembaga dimana aku belajar menjahit ini adalah LPK Kurnia. Tersedia program pemerintah dan reguler. Untuk program pemerintah tidak dikenakan biaya alias gratis, namun mempunyai target sekian kali pertemuan. Nah untuk program reguler kita harus membayar sebesar 3 juta rupiah untuk setiap tingkat (ada 3 tingkat: dasar, terampil, dan ahli/mahir). Jumlah pertemuan tidak dibatasi, pokoknya sampai bisa. Aku sendiri mengambil yang tingkat dasar program reguler. Sekilas uang 3 juta cukup mahal ya untuk biaya kursus, tapi itu adalah sebuah harga yang pantas untuk membeli keterampilan. Lagipula dari uang tersebut, alat dan bahan menjahit sudah tersedia dengan lengkap. Aku tinggal datang membawa niat untuk belajar.

Untuk waktu, tentu saja aku mengambil kelas weekend yaitu hari sabtu dan minggu dari jam 1 siang hingga jam 5 sore. Aku akan mulai hari sabtu depan. Yeahh, aku terlalu bersemangat untuk menanti seminggu lagi.

Thursday, April 7, 2016

Crocodylus intermedius

Klasifikasi
Kingdom :Animalia
Filum   : Chordata
Kelas   : Reptilia
Ordo    : Crocodylia
Famili  : Crocodylidae
Genus  :Crocodylus
Spesies: Crocodylus intermedius

Deskripsi:
Crocodylus intermedius (Buaya Orinoco) adalah jenis buaya yang terancam punah. Ukuran panjang tubuh dewasa adalah sekitar 3-4,8 m. Berat badan untuk betina dewasa adalah 200 kg dan 380 kg untuk pejantan. Buaya Orinoco mempunyai moncong yang relatif panjang dan berwarna kekuningan dengan garis coklat tua. Crocodylus intermedius seperti pada famili Crocodylidae lainnya merupakan hewan yang berkembang biak secara musiman. Masa kawin pada musim semi ketika air hangat. Famili ini berkembang biak dengan bertelur dan fertilisasinya secara internal. Setelah melahirkan, induk buaya melakukan parental care.
Buaya ini dapat bergerak dengan sangat cepat pada jarak pendek, bahkan juga di luar air. Binatang ini memiliki rahang yang sangat kuat, yang dapat menggigit dengan kekuatan luar biasa, menjadikannya sebagai hewan dengan kekuatan gigitan yang paling besar. Gigi-gigi buaya ini runcing dan tajam, amat berguna untuk memegangi mangsanya. Seperti pada buaya lain, buaya ini menyerang mangsanya dengan cara menerkam sekaligus menggigit mangsanya itu, kemudian menariknya dengan kuat dan tiba-tiba ke air. Oleh sebab itu otot-otot di sekitar rahangnya berkembang sedemikian baik sehingga dapat mengatup dengan amat kuat. Mulut yang telah mengatup demikian juga amat sukar dibuka, serupa dengan gigitan tokek. Akan tetapi sebaliknya, otot-otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya amat lemah. Cakar dan kuku buaya ini pun kuat dan tajam, akan tetapi lehernya amat kaku sehingga buaya ini tidak begitu mudah menyerang ke samping atau ke belakang.
Keberadaan Buaya Orinoco sangat terancam akibat perburuan yang berlebihan. Selama 1940-an sampai 1960-an, ribuan binatang-binatang tersebut disembelih di Sungai Orinoco dan lahan basah Llanos. Buaya Orinoco diberikan status dilindungi di tahun 1970-an. Sekarang dilindungi di Venezuela dan Kolombia. Selain perburuan, ancaman yang menimpa Buaya Orinoco juga mencakup polusi dan pengoleksianbinatang untuk dijual di perdagangan hewan hidup.


Habitat:
Crocodylus intermedius berhabitat di sungai air tawar. Crocodylus intermedius banyak ditemukan di air tawar di utara Amerika Selatan, khususnya Sungai Orinoco.

Potensi:
Crocodylus intermedius berpotensi sebagai predator puncak di ekosistem air tawar. Hampir semua hewan di sekitar habitatnya merupakan mangsa yang empuk bagi Crocodylus intermedius. Ada laporan serangan pada manusia, tapi kemungkinan ini sangat kecil mengingat tingkat populasinya yang rendah dari spesies ini dan isolasi dari pemukiman manusia yang besar. Kulit dari Crocodylus intermedius seperti pada buaya lainnya juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai macam kerajinan seperti tas, sepatu dan dompet.

Sumber Pustaka:
KSH.2009.Crocodyliawww.ksh.biologi.ugm.ac.id Diakses pada 2 Desember 2011
Wikipedia.2010.Orinoco Crocodilewww.wikipedia.com Diakses pada 2 Desember 2011

Wednesday, April 6, 2016

Masak Apa Hari Ini?

Sebagai seorang ibu rumah tangga baru yang masih unyu-unyu sampai sekarang aku masih sering kebingungan saat menyiapkan makan. Bingung dengan pertanyaan:
Mau masak apa hari ini?
Mau masak sama dengan yang kemaren, kok rasanya bosan ya. Mau masak menu baru, eh aku belum ahli. Mau masak masakan yang sudah pernah dicoba, eh bahannya belum lengkap. 

Kebingungan yang sangat beralasan. Karena aku tidak ahli memasak, menu yang seringkali kumasak adalah menu-menu standar yang anak kos pun bisa mempraktikkannya. Beruntunglah suamiku tak pernah komplain dengan keterbatasanku ini. Mau komplain juga gimana, ilmu memasak istrinya memang cetek begini. Yah, satu-satunya alasanku untuk belajar masak (nantinya) mungkin adalah karena ingin memanjakan lidah suamiku.



Metode belajar memasakku sekarang sih mungkin masih dengan cara menyontek masakan-masakan yang sering mama masak di rumah. Dengan bahan yang tersedia di kulkas, kalau lagi rajin aku juga bisa berkreasi beberapa resep masakan atau camilan. Tapi masih kadang-kadang ya, masih belum terlalu sering.

Mencoba resep masakan yang belum pernah aku coba adalah resolusi terdekat yang ingin aku lakukan dekat-dekat ini. Oleh karena itu, aku mulai googling resep masakan dan membeli bahan-bahannya. Doakan aku semoga berhasil dan tidak bosan ya, Mak.


Let's Cooking, Ladies!

Seperti yang diketahui, aku tidak suka memasak. Bagiku memasak hanyalah sebuah proses mendapatkan makanan. Tapi sebagai hobi, oh aku langsung mengatakan tidak untuk menolaknya. Jumlah resep yang bisa kumasak bisa dihitung jari. Untuk makan setiap hari saja aku biasanya kebingungan, kalau sudah mandeg jalan terakhir ya biasanya beli makanan jadi. Haha

Tapi berbeda ketika ngumpul bersama teman, semangat memasakku sedikit meningkat. Contohnya ketika dulu waktu SMA dan kuliah, setiap acara masak-masak aku bersedia menjadi seksi sibuk meskipun bukan sebagai "kepala koki". Well, ada banyak metode dalam memasak yang belum kukuasai. Aku tak berani mengambil risiko dengan menggunakan "caraku" untuk makanan banyak orang.

Di kantorku sekarang karena penghuni mayoritas adalah perempuan maka acara masak-memasak juga lumayan sering dilakukan. Terkadang memasak masakan untuk makan siang, tapi lebih sering masak penganan yang bisa dijadikan cemilan saat tidak sibuk di kantor.
















Tempat memasaknya sendiri kalau alat memasak di kantor tidak memungkinkan, maka kami akan "beroperasi" di rumah dinas salah seorang teman kantor yang tepat berada di samping kantor. Selain memasak, aktivitas yang paling sering kami lakukan di kantor jika sudah selesai menganalisis semua sampel yang ada adalah makan pencok atau rujak. Beragam buah bisa kami jadikan pencok dengan ragam sambal pula. Tapi yang lebih sering sih pakai garam+MSG+cabai (yang banyak). Kalau sedang ingin, kami juga bisa beli rujak di luar.

Kembali ke soal masak-memasak di kantor, aku senang bisa ngantor disini. Saat proses memasak biasanya aku banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru dari teman kantor yang lebih senior di bidang yang sebenarnya tidak terlalu menarik hatiku ini. Tapi karena memasak merupakan sebuah rutinitas seorang istri, maka mau tidak mau aku juga harus lebih membuka mata tentang food and cooking.

Yah, doakan saja semoga minatku terhadap masak memasak bertambah sehingga tidak hanya semangat saat memasak di kantor saja tapi juga semangat memasak saat di rumah. Hehe.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates