Saturday, December 31, 2016

Kaleidoskop Travelling 2016

Selain membaca buku, hal yang paling sering kulakoni saat 2016 adalah travelling. Destinasinya kebanyakan masih di dalam provinsi Kalimantan Selatan saja sih. Pertama, karena budget lebih minim dan hemat waktu. Kedua, aku mau mengeksplor tempat wisata di daerah sendiri terlebih dahulu (terutama Kabupaten HST), sebelum menjelajah keluar daerah.

Langsung saja, berikut adalah rekam jejak travellingku selama 2016.

1.                  Kota Palangkaraya (Februari)
Aku berjalan-jalan ke Palangkaraya bersama keluarga besar dalam rangka menghadiri pernikahan anak sepupu mama. Karena sebagian besar dari kita ada yang baru pertama kali ke Palangkaraya sehingga pada kesempatan tersebut berkeliling di kota cantik tersebut adalah hal yang wajib. Bagiku sendiri kemarin itu adalah kali ketiga aku bertandang ke Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah ini.

2.                  Taman Origami, Banjarbaru (Maret)
Seringkali, travelling kulakukan setelah ada acara di suatu kota. Seperti pada bulan Maret lalu, ketika ada acara pelatihan dari kantor di Banjarbaru aku menyempatkan diri untuk meet up dengan sahabatku dan travelling ke Taman Origami. Taman ini merupakan destinasi wisata baru di Banjarbaru, waktu aku ke sana pembangunannya belum selesai 100%. Meski begitu, sebagai latar foto-foto tempat ini sudah bagus kok. Hehe.

3.                  Islamic Center, Tanjung (Maret)
Selain ke tempat wisata, aku juga suka travelling ketika ada event tertentu di suatu kota. Seperti pada momen gerhana total pada bulan Maret lalu. Dari beberapa kota yang diinfokan bisa melihat Gerhana Matahari Total (GMT) paling jelas, aku memilih Kota Tanjung yang berpusat di Islamic Center.

Gerhana di Islamic Center
4.                  Kota Amuntai (Maret, Juli, Oktober)
Sedikitnya dalam tahun 2016 ini aku sebanyak 3 kali mengunjungi ibukota Kabupaten HSU ini. Pertama saat mengejar gerhana matahari di Tanjung, aku pulang lewat Kota Amuntai dan mampir di taman kotanya. Kedua, saat suami ada urusan di Kota Amuntai. Setelah urusan selesai kita jalan-jalan ke Candi Agung dan makan siang di depan Waterboom Amuntai. Ketiga, ketika ada barang yang dicari di Pasar Amuntai. Kita trekking lewat jalan pintas menuju ke Amuntai.

Gerbang Candi

5.                  Loksado (Mei)
Loksado yang terletak di Kabupaten HSS ini merupakan tempat yang sangat tepat untuk berwisata alam. Aku ke sana bersama anak-anak pramuka. Kami berkemah selama 1 malam 2 hari dan berkunjung ke beberapa destinasi, seperti Air Terjun Haratai, Riam Barajang, dan Riam Hanai.

6.                  Manggasang (Mei, Juli)
Destinasi wisata ini berupa sungai beraliran deras di kaki gunung Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST. Dalam setahun ini aku 2 kali ke sana, yaitu pas mampir saat perjalanan pulang dari Loksado serta saat libur Idul Fitri bersama keluarga.

7.                  Pantai Angsana (Juni)
Aku ke pantai yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu ini untuk kedua kalinya, pertama dengan teman kuliah sekitar tahun 2014 yang lalu. Kali ini aku ke Pantai Angsana bersama suami dan teman-teman satu kantornya. Kami menginap di penginapan dekat pantai, tapi supaya lebih mengesankan kami juga mendirikan tenda di tepi pantai.

8.                  Masjid Al-Akbar, Paringin (Juni)
Ikon wisata religi Kota Paringin ini kukunjungi di Bulan Ramadhan. Sepulang bukber dari rumah seorang teman yang tinggal di Paringin, aku dan suami mampir ke masjid ini dan melaksanakan sholat isya dan tarawih di sana.

Masjid Al-Akbar, Paringin

9.                  Gunung Titi (Agustus)
Destinasi ini juga masih masuk kabupaten HST, tepatnya di Kecamatan Limpasu. Aku camping di sini bersama anak-anak pramuka pas weekend. Paginya kita mengejar sunrise dari puncak Gunung Titi.

Puncak Gunung Titi

10.             Gua Hantanung dan Sungai Maranting, Balangan (September)
Kedua destinasi ini berada di kabupaten tetangga, yaitu Balangan, tepatnya di Kecamatan Tebing Tinggi.  Aku ke sini bersama anak-anak pramuka, ketika mereka ada momen pelantikan. Gua dan sungai ini masih jarang dikunjungi wisatawan sehingga masih sangat asri.


11.             Kota Kandangan (November)
Biasanya aku hanya sekadar lewat di Kota Kandangan, tapi bulan lalu aku sengaja berjalan-jalan di ibukota Kabupaten HSS tersebut. Kebetulan sedang ada event Kandangan Expo 2016, aku pun mampir ke sana. Mengunjungi expo sebuah kota sama dengan menjelajah kota itu sendiri, bukan?

12.             Banjarmasin (Desember)
Destinasi yang kukunjungi saat traveling ke Banjarmasin yaitu Dermaga Banjarraya, Makam Sultan Suriansyah, Masjid Sultan Suriansyah, Museum Wasaka, dan Siring Pierre Tendean(Patung Bekantan dan Tugu Nol Kilometer).

Tugu Nol Kilometer

Alhamdulillah, Allah telah memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa menjelajah bumi-Nya. Resolusi tahun 2017, semoga badan selalu sehat dan rezeki terus ada biar bisa travelling lebih jauh ke luar provinsi. Aamiin.

Friday, December 30, 2016

Book Haul 2016

Kali ini aku merayakan akhir tahun dengan sedikit berbeda, salah satunya adalah dengan membuat postingan tentang buku-buku apa saja yang berhasil kumiliki pada tahun 2016 ini. Tahun-tahun sebelumnya aku sudah kehilangan jejak akibat terlalu bersemangat membaca setiap dapat buku baru dan terlupa menulis tanggal terima di bagian dalam buku.

Setidaknya aku mendapatkan 10 kali paket buku pada tahun ini dengan total 23 buku. Kalau dirata-ratakan sekitar 2 buku per bulan. Tentunya yang kubaca lebih dari itu karena beberapa kali aku juga pernah pinjam buku di perpustakaan daerah dan reread dari koleksi lamaku. Oya, dari 10 paket buku tersebut 2 diantaranya kudapatkan karena menang lomba review dan giveaway. Sisanya adalah hasil cuci mata di toko buku dan belanja online.

Langsung saja ya berikut list buku-buku tersebut. Tanggal yang tercatat adalah tanggal ketika aku menerima buku di tanganku, karena sebagian besar paket buku berasal dari luar kota.

1.        20 Januari 2016

Di awal tahun ini aku pertama kali membeli buku di Penerbit Stiletto Book. Buku yang aku incar adalah buku Blogging: Have Fun and Get The Money yang baru terbit akhir tahun 2015. Supaya ongkirnya efektif aku beli satu lagi buku yang berjudul Keseimbangan Hidup Perempuan karena pernah baca reviewnya. Alhamdulillah, isi kedua bukunya sesuai dengan ekspekstasiku. Yang bikin tambah senang lagi, aku dapat free gift berupa pembatas buku berbahan kanvas. Oya, untuk membeli kedua buku ini plus ongkirnya aku harus merogoh kocek sebanyak Rp. 81.800,-.


2.        19 Maret 2016

Pada kesempatan kali ini aku membeli buku langsung di toko buku. Kebetulan waktu itu aku sedang ada pelatihan dari kantor di Banjarbaru. Pas ada free time aku langsung cabut ke Toko Buku Salemba. Niatnya cuma mau cuci mata, tapi seperti biasa pas pulang bawa buku ke kasir. Aku dapat buku Crossroad, cerita tentang traveling ke Toraja dan teman tapi baper. Aku suka ceritanya, beruntung deh gak salah beli. Harga bukunya  Rp. 55.000,-.

3.        7 Mei 2016

Kali ini aku dapat hadiah buku gara-gara menang sebagai juara 3 lomba review buku Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi (CMKP) dari Penerbit Stiletto Book. Sebagai info buku CMKP nya pun kudapatkan dari kuis penerbit yang sama pada tahun 2015 beserta sebuah pouch. Alhamdulillah. Hadiah yang kudapatkan adalah dua buku dan sebuah merchandise berupa kotak tisu berbahan kanvas. Senangnya karena motif tissue boxnya sama persis dengan motif pouch yang sebelumnya aku dapat. Sekarang kedua benda tersebut sudah kusulap menjadi sebuah clutch bunga-bunga lucu. Tinggal dijahit dan ditambah rantai.

Tissue box dan pouch

Isi paket bukunya adalah novel Dear Friend with Love dan buku A Cup of Tea: Menggapai Mimpi. Untuk buku yang kusebutkan terakhir, sebelumnya aku sudah punya hasil dari menang GA juga dari akun twitter @fifnoor yang kuterima pada tanggal 16 Maret 2015. Akhirnya, buku yang terbaru kuhadiahkan pada seorang teman yang juga suka membaca ketika ia menikah.

Bukunya sendiri memang bagus, berisi kumpulan kisah inspiratif tentang bagaimana proses orang-orang dalam menggapai mimpi. Sedangkan novelnya sendiri cukup menghibur karena ceritanya menghibur dan ringan. Kerennya lagi ternyata proses penulisan novel ini berawal dari blog. Wow.

4.        20 Mei 2016

Kali ini aku juga masih mendapatkan buku hadiah dari GA di blog www.rindagusvita.web.id. Judul bukunya Meraih Mimpi dengan Beasiswa. Sejak diterbitkannya buku ini aku memang sudah pengen sekali melahap isinya. Alhamdulillah rezeki, dapat bukunya karena menang giveaway. Isi bukunya memang keren, kagum banget sama penulisnya bisa dapat beasiswa berkali-kali. Bikin aku tambah ngebet pengen dapet beasiswa S2 juga.

Paket gratisss

5.        25 Juni 2016

Kali ini aku membeli buku dengan dorongan impulsif dari nafsu membacaku. Setelah melihat status akun facebook Zamie Bolin, seorang penjual buku yang sedang mempromosikan buku-buku jualannya, aku tergoda untuk membeli paket 6 buku seharga seratus ribu. Ke-6 buku yang kubeli tersebut adalah Bunda Tahan Banting, Cinderella Tuathina, Rahasia Penulis Hebat, Kekasih Sang Dokter Sisilia, Dokter Playboy, dan Misteri Sebuah Peti Mati 2. Sayang untuk yang disebutkan terakhir berbeda dengan judul buku yang sampai ke rumah yaitu Misteri Lemari Antik dari penulis yang sama. Okelah pikirku, toh genrenya juga sama jadi aku tak berniat untuk mengajukan komplain.

Bunda Tahan Banting berisi curhatan seorang ibu dalam mengelola bisnis dan mengurus keluarganya, not bad lah meski gaya penulisannya seperti gaya penulisan di blog. Cinderella Tuathina adalah sebuah novel Amore yang bercerita tentang kisah cinta seorang housekeeper. Rahasia Penulis Hebat adalah buku nonfiksi keroyokan dari para penulis novel hebat.

Kekasih Sang Dokter Sisilia dan Dokter Playboy adalah harlequin. Sedangkan Misteri Lemari Antik merupakan novel horor lokal. Untuk ketiga novel terakhir hanya asyik untuk sekali baca, bukan untuk dikoleksi. Namanya juga beli impulsif. Hiks. Oya, untuk biayanya plus ongkir aku harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 129.000,- untuk ke-6 buku tersebut.

6.   1 Juli 2016

Dalam rangka mengupgrade diri agar lebih lancar berbahasa inggris aku membeli novel impor yang ternyata susah-susah gampang dicarinya, bahkan secara online. Jadilah aku masuk ke situs Periplus, toko khusus jual buku impor. Karena dikirimnya dari UK sana makanya lama banget baru sampai, tanggal pengirimannya 9 Juni sedangkan datang baru 1 Juli. Butuh kesabaran ekstra.

Buku impor pertama milikki

Oya, aku memilih Guidebook to Murder sebagai koleksi buku impor pertamaku. Karena dari review yang kubaca genrenya tentang detektif gitu. Beruntunglah aku berhasil sampai selesai membacanya, meski ada beberapa bagian yang miss bagiku. Oya, selain sulit dipahami buku ini juga muahal dengan harga Rp. 268.000,- untuk satu buku 220 halaman ini plus ongkos kirimnya.

7.        4 Juli 2016

Kali ini aku order buku ke Mizan Store. Awalnya hanya karena ingin beli paket KKPK 10 buku 50 ribu untuk THR buat sepupu-sepupu kecilku. Namun, supaya menghemat ongkir aku pun membeli dua buku tambahan yaitu The Naked Traveler 1 Year #1 dan Beasiswa di Bawah Telapak Kaki Ibu. Kedua buku tersebut memang sudah menjadi incaran lamaku, terutama yang TNT 1 Year itu. Kedua buku yang sama-sama tebal ini mampu memuaskan dahaga bacaku. Biaya yang harus kukeluarkan untuk membeli buku plus buku paket KKPK dan ongkirnya adalah Rp. 198.740,-.

8.        10 Agustus 2016

Kali ini aku jalan-jalan ke Gramedia Duta Mall Banjarmasin dan dapat satu buku lagi. Incaran lama, penulisnya teman satu komunitas FLP Bnajarbaru dulu. Judulnya Persona. Cerita novelnya keren, yaitu tentang kehidupan psikis seorang gadis brokenhome. Harga novelnya Rp. 66.500,-.



9.        11 Desember 2016

Sama dengan sebelumnya, kali ini aku juga beli buku di Gramedia DM, ketika travelling ke Banjarmasin. Kali ini aku beli dua buku nonfiksi bertema bisnis yang berjudul Inilah Saatnya Bisnis Kafe Gaya Anak Muda dan 77 Mantra Meningkatkan Produktivitas Diri ala Miliarder. Total harga kedua buku tersebut adalah 125.500,-. Baru satu buku tentang kafe yang selesai kubaca, bagus banget bikin aku semangat buka kafe. Sedangkan buku 77 mantranya masih separuh kubaca.

10.    27 Desember 2016

Kali ini aku tergoda paket belanja akhir tahun penerbit Zukzez Express yang ownernya aku kenal yaitu Kak Ery dari Banjarbaru. Aku membeli 5 buku yaitu Menyapa Tahta Sang Dewi, Jomblo Keramat, Kujemput Islam dengan Cintamu, Writerpedia, dan Super Move On. Tiga dari lima penulis buku tersebut aku kenal. Oya, harga plus ongkirnya total 125.000,-. Dari kelima buku tersebut belum ada yang selesai kubaca, hitung-hitung simpanan untuk libur tahun baru. Hehe.


Total uang yang kukeluarkan untuk membeli buku selama tahun 2016 ini adalah Rp. 1.049.540,-. Kalau dirata-ratakan setiap bulannya aku harus mengeluarkan uang sebesar 87.500 J. Resolusi buat tahun depan? Semoga rezeki bertambah, biar bisa beli lebih banyak buku lagi. Aamiin.

Saturday, December 24, 2016

MTQ Nasional XXIX

Tahun ini, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan diadakan di kabupatenku. Event yang cukup langka sebenarnya karena tidak setiap tahun, Barabai punya acara tingkat provinsi seperti ini. Sejak seminggu sebelum acara ini dilaksanakan, Kabupaten HST khususnya Kota Barabai mempercantik diri agar sedap dipandang oleh para tamu yang akan berdatangan dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan. Umbul-umbul bertulisan MTQ terpasang rapi di pinggir jalan utama kota. Tak ketinggalan, dari kota hingga ke desaku di setiap halaman rumah bendera merah putih berkibar sebagai bentuk penyambutan bagi para kafilah peserta MTQ. Barabai menjadi meriah seperti saat peringatan 17 Agustus.

Gerbang MTQ
Event ini dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu, yaitu pada tanggal 16 hingga 22 Desember 2016. Jumat malam, 16 Desember 2016 dilaksanakan acara pembukaan MTQ. Acaranya bertempat di Lapangan Dwi Warna, pusat hiburan utama Kota Barabai. Panggung-panggung megah tempat acara telah bersiap sejak beberapa hari sebelumnya untuk event ini. Aku pun turut hadir untuk menyaksikan kemeriahannya.  

Aku dan suami datang sebelum acara dimulai, meski begitu orang-orang sudah banyak memenuhi lapangan. Di panggung utama ada seorang penyanyi wanita yang menyanyikan lagu religi. Hiburan kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup nasyid beranggotakan 4 orang cewek berkostum pink dan seorang cowok. Sambil mendengarkan nasyid dan menunggu acara dimulai, kami berkeliling melihat berbagai stand yang ada di sekeliling lapangan. Ada banyak stand perwakilan berbagai kabupaten dari seluruh Kalimantan Selatan. Aku hanya melihat sekilas tanpa masuk ke dalam, seperti yang kulakukan pada setiap expo yang kukunjungi.

Ketika acara mulai, aku dan suami sudah kehilangan akses untuk menonton di barisan paling depan karena penonton yang sudah membludak. Banyak sekali. Jadilah kami hanya menonton pawai kafilah lewat layar besar yang tersedia di samping panggung utama. Setelah seluruh kafilah berlalu, ada hiburan berupa tarian kolosal. Tarian ini berjudul Panji-panji Tauhid yang menceritakan sejarah magis sebuah masjid di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah. Sejarah ini berkaitan dengan perjuangan rakyat melawan penjajah. Tarian kolosal ini dibawakan oleh sekitar 50 siswa-siswi MAN 1 Barabai. Aku melihat persembahan ini lewat layar lebar, tidak terlalu rugi juga jika dibandingkan dengan menyaksikannya langsung. Karena pengambilan sudut video menggunakan drone membuat tarian kolosal ini sangat layak dinikmati dari sudut pandang atas.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh qari internasional beserta sari tilawahnya. Aku merinding mendengar ketika suara merdu keduanya memenuhi langit kota. Sangat merdu. Selanjutnya berturut-turut ada sambutan dari Wakil Bupati HST, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, dan Gubernur Kalsel. Bapak wakil bupati sebagai ketua panitia acara menyebutkan bahwa jumlah peserta MTQ tahun ini sekitar 1000 orang lebih, karena ada banyak cabang yang dilombakan. Oya, bapak bupati sedang berhalangan hadir karena beliau sedang melaksanakan ibadah umrah di tanah suci.


Tilawah

Sambutan dari kepala kanwil kemenag biasa saja, tidak ada yang berkesan bagiku. Sebaliknya, sambutan dari bapak Gubernur Kalsel mampu mencuri perhatianku. Beliau membuka sambutannya dengan menyanyikan lagu mars MTQ. Sambutan kemudian diisi dengan pesan singkat, lalu beliau menutupnya dengan sebuah puisi yang disadur dari surat Al-Kahfi. Whuah, keren juga ternyata beliau berpuisi. Tepuk tangan bergema menutup sambutan beliau sekaligus membuka secara resmi event musabaqah ini.

Selfie duluuu

Pembukaan acara dilanjutkan dengan parade kembang api selama kurang lebih 10 menit. Keren, keren, keren. Acara selanjutnya adalah pengibaran bendera MTQ oleh Paskibra HST dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars MTQ. Setelah doa maka rangkaian acara pembukaan MTQ telah selesai. Segala perlombaan akan dilaksanakan hingga satu minggu ke depan.

Kembang api di atas panggung

Sebagai penutup acara pembukaan pada malam hari itu tampillah Fatin Shidqia Lubis. Inilah acara hiburan yang paling ditunggu warga Barabai sebenarnya. Fatin menyanyikan sekitar 7 lagu berturut-turut selama setengah jam diiringi oleh teriakan histeris para fansnya. Di suatu saat, ketika ia sedang bernyanyi datanglah seorang anak ABG berjilbab diantar oleh seorang kru panitia. Bukan hanya penonton, Fatin pun tampak terkejut dengan kehadirannya. Aku dan suami sempat berspekulasi bahwa mungkin anak tersebut adalah keluarga pejabat. Suudzon. Karena setelah Fatin selesai bernyanyi, si MC langsung menghampiri dan mengatakan bahwa si ABG beruntung ini sedang berulang tahun pada hari itu. Wah, benar-benar hadiah ultah yang tak terlupakan pastinya.

Di booth MTQ

Acara selesai jam 11.30. Malam sekali. Namun, acaranya cukup berkesan. Aku serasa menonton live music atau konser tanpa perlu berjejal seperti pada saat nonton konser penyanyi hits di daerah.

Acara penutupan MTQ pada Kamis malam, tanggal 22 Desember kurang seru jika dibandingkan dengan acara pembukaan. Aku hadir lagi, kali ini bersama romongan big family. Cuaca yang kurang mendukung, yaitu gerimis yang cukup membuat basah tidak menyurutkan niat para penonton untuk hadir di acara penutupan ini. Kali ini aku tidak standby menghadap panggung. Selain karena sudah tidak dapat melihat panggung dengan jelas karena tertutup oleh banyaknya penonton yang lebih dulu memadati lapangan, juga karena acara hiburannya yang kurang menarik hati.

Stand Kuliner Jepang

Jadilah kami hanya berkeliling lapangan sambil wisata kuliner. Sesekali berhenti untuk membeli camilan atau bahkan hanya ngobrol dengan teman yang kebetulan bertemu di sana. Kami berhenti agak lama di dekat gerobak penjual STMJ untuk menghangatkan perut di cuaca dingin malam itu. Ketika kembali ke area lapangan, panggung utama sedang diisi oleh 4 orang bapak ibu yang bertugas menyampaikan pengumuman hasil perlombaan seminggu ke belakang.

Awalnya kami menunggu sambil mendengarkan isi pengumuman. Alhamdulillah, perwakilan HST meraih juara di banyak cabang perlombaan. Subhanallah, keren sekali. Cabang yang juaranya paling kukagumi adalah cabang tafsir berbahasa inggris. Hello, can you tell me how difficult this competition? Di akhir-akhir pengumuman disebutkan bahwa yang meraih juara umum adalah Kabupaten HST, menyusul kemudian Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.

Family time

Hampir dua jam kami menunggu pengumuman-pengumuman tersebut selesai. Namun, ternyata ada banyak sekali lampiran keputusan juri yang harus dibacakan pada malam itu. Ketika jam menunjukkan jam 12 malam, kami akhirnya menyerah karena pertimbangan mata yang sudah mengantuk. Sedang dari 4 orang yang berada di panggung, masih ada satu orang lagi yang belum membacakan hasil pengumuman. Kami pun pulang dengan kenyataan tidak sempat menyaksikan nasyid yang akan dibawakan oleh Haddad Alwi yang kabarnya akan menjadi hiburan penutup pada rangkaian acara MTQ Nasional XXIX Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.

Di depan panggung

Seluruh dokumentasi video acara MTQ yang kuceritakan di atas dapat dilihat di akun youtubeku.

Tuesday, December 13, 2016

Maulid Nabi dan Tradisi Baayun Maulid

Dua belas Desember yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal adalah tanggal merah bagi kaum pekerja sepertiku. Karena jatuhnya hari Senin, maka itu artinya ada perpanjangan weekend setelah Sabtu-Minggu, bahkan sejak Jumat siang sebenarnya. Libur panjang tersebut tak kusia-siakan, bersama travelmate alias suami tersayang, aku menghabiskan tanggal merah di Kota Banjarmasin. Sekitar 5 jam berkendara dari kotaku, Kota Barabai.

Di depan gerbang kompleks makam

Pada hari Senin itu diadakan peringatan Maulid Nabi di banyak tempat, termasuk tempat yang kami kunjungi yaitu Makam Sultan Suriansyah. Sultan Suriansyah adalah raja Kerajaan Banjar yang pertama kali menganut agama Islam. Beliau dimakamkan di Desa Kuin Utara bersama beberapa anggota kerajaan yang lain. Kompleks pemakamannya tepat berada di tepi Sungai Kuin, hanya dipisahkan oleh satu lajur jalan beraspal. 

Kemacetan di jembatan Sungai Kuin
Waktu kami datang ke sana kemarin, ada banyak orang yang memenuhi kompleks makamnya. Bahkan jalanan di sekitarnya menjadi macet, terutama di jembatan di atas Sungai Kuin yang letaknya tak terlalu jauh dari lokasi makam. Ternyata di kompleks makam tersebut sedang diadakan peringatan Maulid Nabi yang memang tepat jatuh pada hari itu.

Suasana peringatan maulid di kompleks makam

Sesaat kami ragu-ragu untuk memarkirkan motor dan mampir ke dalam makam, karena takut mengganggu acara. Namun, ada salah seorang panitia acara yang mempersilakan kami masuk dengan ramah. Jadilah kami berjalan sembari menunduk-nunduk menuju makam, sementara semua orang yang hadir di sana membaca lantunan syair shalawat maulid nabi. Setelah sampai di dekat makam Sultan Suriansyah, kami pun duduk dan ikut berdoa dipimpin oleh ulama atau habib yang sebelumnya juga memimpin pembacaan syair shalawat nabi.

Ziarah di makam sultan

Ketika doa selesai, kami beranjak untuk melihat-lihat isi kompleks makam. Sebenarnya waktu itu kami juga dipersilakan makan bersama undangan acara yang lain, tapi kami dengan sopan menolak. Ada banyak kuburan yang terdapat di sekitar makam sultan, termasuk makam yang panjangnya sekitar 2 meteran. Tinggi banget berarti orang yang dimakakan di sana. sayang, aku tidak bisa melihat nama yang tertera di nisan karena lokasinya dekat dengan tempat acara maulid.

Makam Sultan Suriansyah dan istri

Setelah itu kami berniat mengunjungi Museum Sultan Suriansyah yang terletak di dekat gerbang area makam. Sayang, saat itu museumnya sedang dipergunakan untuk tempat mempersiapkan makanan tamu-tamu. Sehingga kami hanya bisa memotret bagian luar saja.

Museum Sultan Suriansyah

Perjalanan kami lanjutkan ke Masjid Sultan Suriansyah yang letaknya sekitar setengah kilometer dari makam. Suasana di sana tak kalah ramai, ternyata ada acara Baayun Maulid. Sama seperti acara peringatan maulid di Makam Sultan Suriansyah, acara Baayun Maulid ini juga rutin diselenggarakan setiap tahun di Masjid Sultan Suriansyah pada tanggal kelahiran Rasulullah SAW.

Selfie di depan ratusan ayunan

Aku baru pertama kali melihat acara Baayun Maulid ini. Ada banyak sekali ayunan yang disediakan oleh panitia, dari berita yang kubaca ada sekitar 500 anak yang diayun sebagai peserta dalam acara ini. Secara simbolis acara baayun maulid ini untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan mengayun anak sambil melantunkan shalawat.

Ada yang unik dari ayunan maulid ini, di bagian atas ayunan dihiasi dengan daun kelapa muda (semacam janur kuning) dan kue-kue tradisional Banjar. Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah kain kuning sebagai lapisan bagian atas sarung yang digunakan untuk ayunan. Kain berwarna kuning bagi masyarakat Banjar adalah simbol kemewahan dan memiliki arti keramat.

Ayunan khas Banjar

Setelah acara sambutan dan lantunan shalawat, dilakukan pengundian untuk pembagian doorprize bagi peserta yang terpilih. Pengundian dilakukan oleh pembina Masjid Sultan Suriansyah yang juga mantan walikota Banjarmasin, yaitu Bapak Muhiddin. Ada banyak nomor peserta yang diambil dari undian untuk mendapatkan berbagai macam doorprize, termasuk sepeda motor.

Pengambilan nomor undian

Alhamdulillah, puas banget liburan kali ini aku bisa berwisata religi sekaligus menyaksikan acara maulid nabi dan baayun maulid yang hanya diadakan setahun sekali.

Thursday, December 8, 2016

Wucheria bancrofti

Kingdom         :  Animalia
Filum               : Nemathelminthes
Kelas               : Secernentea
Ordo                : Spirurida
Famili              : Onchocercidae
Genus              : Wucheria
Spesies            Wucheria bancrofti

Deskripsi:
Wucheria bancrofti atau disebut juga Cacing Filaria termasuk ke dalam filum Nemathelminthes atau Nematoda. Nemathelminthes termasuk ke dalam kelompok Pseudocoelomata, yaitu kelompok hewan berongga semu.Bentuk cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka disebut filaria.Tubuhnya simetris bilateral, triploblastik dan tidak bersegment.Bersifat gonochoris, sudah dapat dibedakan antara yang betina dan yang jantan.Sistem pencernaan sudah lengkap, diawali dengan mulut dan diakhiri dengan anus.Alat ekskresi berupa saluran atau sel-sel glanduler.
Pada saat dewasa, cacing ini menghasilkan telur kemudian akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut mikrofilaria. Mikrofilaria beredar di dalam darah manusia. Jika pada waktu itu ada nyamuk yang menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu masuk ke dalam otot dada nyamuk, kemudian setelah mengalami pertumbuhan, larva ini akan masuk ke alat penusuk yang berfungsi menularkan penyakit kaki gajah.

Habitat:
Wucheria bancrofti hidup pada pembuluh limfa di kaki manusia dan di dalam otot dada nyamuk.

Potensi:
Wucheria bancrofti berpotensi menimbulkan penyakit kaki gajah padamanusia dengan inang perantara (hospes) adalah nyamuk.

Sumber Pustaka:

Moch Anshari.2010.Wucheria bancrofti. www.upload.wikimedia.org . Diakses pada 23 Oktober 2011
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates