Sunday, November 22, 2015

Komitmen Menulis

Komitmen dalam hal apapun harus kuat agar tujuan yang diidamkan tercapai. Beberapa minggu terakhir aku terpikir untuk mulai menulis lagi. Karena sudah cukup lama dunia ini kutinggalkan. Meskipun aku merasa kualitas tulisanku masih jauh di bawah standar. Namun aku merasa di sanalah passionku.

Selama ini hal yang menghalangiku untuk menulis adalah waktu luang yang sedikit. Apalagi setelah menyandang gelar sebagai istri, waktu 24 jam rasanya kurang. Tambahan pula aku kerja fulltime 5 hari seminggu. Bikin waktu di rumah nggak produktif untuk nulis.


Memutuskan untuk resign dari pekerjaan pun aku tak bisa. Karena aku juga perlu interaksi dengan orang-orang di dunia nyata dan kebutuhan akan diakuinya eksistensi adalah hal yang mutlak bagi orang tipikal sepertiku. Yang bisa kulakukan sekarang adalah mengurangi jam kerja di luar dan memaksimalkan weekend.

Selama ini aku menulis hanya untuk mengisi blog agar tidak kosong dan selalu update. Isinya pun semacam daily activity saja. Sudah lama aku tak menulis artikel, fiksi, atau review buku. Kangen masa-masa aku aktif ngeblog dulu. Sekarang ingin kumulai lagi. Supaya bikin semangat aku mulai dengan ikut GA. Alhamdulillah, ada rezeki menang satu minggu yang lalu.

Aku berharap ada tema yang benar-benar klop untuk aku tulis sebagai buku pertamaku. Karena sudah beberapa kali aku menyerah di tengah jalan dengan beberapa tema yang semula kugarap. Aku kepikiran menulis hal ini setelah membaca buku Draft 1: Taktik Menulis Fiksi dari Winna Efendi. Btw, buku ini juga hadiah GA sekitar satu tahun yang lalu dan baru kebaca sekarang. Hiks. (Lihat, intensitas membacaku saja kedodoran apalagi menulis.)

Seperti yang ditulis pada pembuka buku tersebut, kita harus punya komitmen yang kuat untuk menjadi penulis yang produktif. Adalah sebuah impianku punya buku solo yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Aku tahu persis, bayaran untuk mendapatkan hal tersebut adalah komitmen yang kuat. Semoga dengan coretan yang sedikit ini dapat memperkuat komitmenku dalam menulis. Aamiin.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates