Sunday, November 29, 2015

Family Fish Day

Hari Minggu, tanggal 29 November 2015 aku dan keluarga mengadakan piknik ke sebuah tempat pemancingan di Desa Tandilang, Kecamatan Batang Alai Timur. Sekitar 1,5 jam dari rumah kami berada. Sebenarnya pemancingan tersebut bukan tempat pemancingan yang dibuka untuk umum, tapi milik seorang teman suamiku. Oya sebelumnya aku juga pernah menyambangi tempat ini pada beberapa waktu yang lalu.


Mancing dulu yok!

Sambil bakar jagung juga.
Piknik kali ini dalam rangka "perpisahan" dengan Papa yang akan berangkat ke Bandung. Btw, aku juga sedang menunggu pengumuman kelulusan dari tes yang aku ikuti di Laboratorium Lingkungan sebagai analis. Yang ikut acara piknik kali ini yaitu aku sekeluarga tanpa adik, karena dia ada di Banjarmasin, tante Maida sekeluarga, adik mama yang paling bungsu bersama pacarnya, dan kakak-beradik sepupuku. Total jumlahnya ada 10 orang, 11 bersama pemilik kolam ikan.

Seru sekali pokoknya suasana waktu kita memancing. Ikan-ikan hasil pancingan kemudian dibakar dan dimakan bersama nasi dan lalapan. Nikmatnya. Oya letak kolam ikan ini tepat di lembah yang diapit beberapa bukit. Sehingga viewnya indah sekali. Ditambah pula terdapat bangunan pondok 2 tingkat dari kayu yang menjadi tempat beristirahat bagi pemiliknya saat letih berkebun di sekitar pemancingan.

Saatnya makan!

Saat di jalan pulang kami mampir ke bendungan di Desa Batu Tangga. Bendungan ini cukup besar dan memiliki aliran air yang sangat deras. Pemandangannya pun indah. Jadilah beberapa saat kami bermain air, bahkan ada yang mandi di sungainya yang dangkal dan berbatu.


View pemancingan dan anggota piknik

Benar-benar pengalaman piknik yang menyenangkan. Lain kali aku akan mengajak keluarga besarku lagi untuk piknik ke tempat baru. Semoga bisa terwujud.


Selfie di tepi bendungan bersama suami


Wednesday, November 25, 2015

Hari Guru Nasional 2015

Sebenarnya setiap tahun aku tak pernah ingat peringatan Hari Guru itu tanggal berapa. Paling tahunya kalau ada yang bilang dan upload di media sosial. Maknanya pun "hanya" kuejawantahkan dengan doa untuk seluruh guru (formal dan non-formal) yang ada di hidupku agar mereka diberikan yang terbaik oleh-Nya karena telah memberikan ilmu yang berguna buatku.

lacusyamatoo.deviantart.com

Namun berbeda dengan hari ini. Hari ini tepat tanggal 25 November 2015, kicau tentang hari guru ramai sekali di dunia maya mau pun di tempat kerjaku. Tak terbayang sebelumnya aku akan berprofesi menjadi seorang guru formal. Mendapat ucapan selamat dari siswa, itu sesuatu yang amazing karena latar belakang dan waktu mengajarku yang baru seumur jagung. Terlebih aku pun masih merasa berstatus siswa di usia 23 ini.

Betapa menjadi guru itu tak ternilai pahalanya karena menjadikan seorang siswa pandai dan bermoral adalah bukan perkara mudah. Itulah yang kurasakan enam bulan terakhir ini. Satu hari peringatan bukanlah imbalan yang tepat untuk menghargai jasa mereka. Namun dengan adanya Hari Guru Nasional setidaknya kita bisa menjadi ingat bahwa di dunia ini kita tidak terlahir langsung pandai atau bergelar, namun ada yang menjadi perantaranya terlebih dahulu agar kita mendapatkan ilmu.

Sunday, November 22, 2015

Hari Ikan Nasional

Peringatan Hari Ikan Nasional

Hari Ikan Nasional diperingati setiap tanggal 21 November. Hari peringatan ini baru saja ditetapkan oleh Bapak Presiden SBY dan ditandatangani pada tanggal 24 Januari 2013. Tahun ini aku menyaksikan acara peringatannya karena mama sebagai pengajar PAUD desa mendapat undangan bersama guru dan anak didiknya.

Maya makan eskrim
Maya makan ikan

Mama mengajak aku dan Maya ke acara ini karena ada acara melukis. Maya kan suka sekali melukis. Acara ini diperingati serempak di Indonesia. Di Barabai dilaksanakan di Lapangan Dwi Warna dan diikuti oleh seluruh PAUD dan TK di Kab HST. Setelah acara melukis, acara dilanjutkan dengan makan bekal dengan ikan bersama yang dibawa dari rumah. Momen yang agak heboh adalah ketika pak bupati, istri dan para stafnya berkeliling dari tiap stand ke stand kecamatan yang lain.

Maya melukis ikan

Maya diantara para peserta lain

Maya saat akan mengeringkan hasil karyanya

Kunjungan Bupati ke stand kami

Foto bersama Ibu Bupati HST

Komitmen Menulis

Komitmen dalam hal apapun harus kuat agar tujuan yang diidamkan tercapai. Beberapa minggu terakhir aku terpikir untuk mulai menulis lagi. Karena sudah cukup lama dunia ini kutinggalkan. Meskipun aku merasa kualitas tulisanku masih jauh di bawah standar. Namun aku merasa di sanalah passionku.

Selama ini hal yang menghalangiku untuk menulis adalah waktu luang yang sedikit. Apalagi setelah menyandang gelar sebagai istri, waktu 24 jam rasanya kurang. Tambahan pula aku kerja fulltime 5 hari seminggu. Bikin waktu di rumah nggak produktif untuk nulis.


Memutuskan untuk resign dari pekerjaan pun aku tak bisa. Karena aku juga perlu interaksi dengan orang-orang di dunia nyata dan kebutuhan akan diakuinya eksistensi adalah hal yang mutlak bagi orang tipikal sepertiku. Yang bisa kulakukan sekarang adalah mengurangi jam kerja di luar dan memaksimalkan weekend.

Selama ini aku menulis hanya untuk mengisi blog agar tidak kosong dan selalu update. Isinya pun semacam daily activity saja. Sudah lama aku tak menulis artikel, fiksi, atau review buku. Kangen masa-masa aku aktif ngeblog dulu. Sekarang ingin kumulai lagi. Supaya bikin semangat aku mulai dengan ikut GA. Alhamdulillah, ada rezeki menang satu minggu yang lalu.

Aku berharap ada tema yang benar-benar klop untuk aku tulis sebagai buku pertamaku. Karena sudah beberapa kali aku menyerah di tengah jalan dengan beberapa tema yang semula kugarap. Aku kepikiran menulis hal ini setelah membaca buku Draft 1: Taktik Menulis Fiksi dari Winna Efendi. Btw, buku ini juga hadiah GA sekitar satu tahun yang lalu dan baru kebaca sekarang. Hiks. (Lihat, intensitas membacaku saja kedodoran apalagi menulis.)

Seperti yang ditulis pada pembuka buku tersebut, kita harus punya komitmen yang kuat untuk menjadi penulis yang produktif. Adalah sebuah impianku punya buku solo yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Aku tahu persis, bayaran untuk mendapatkan hal tersebut adalah komitmen yang kuat. Semoga dengan coretan yang sedikit ini dapat memperkuat komitmenku dalam menulis. Aamiin.

Petualangan Hari Ini

Pagi minggu tiba, ada beberapa rencana yang  ingin kulakukan bersama suami. Setelah beres-beres rumah dan mandi, berangkatlah kami ke undangan resepsi keponakan teman suami. Sampai disana, kita makan dan berbincang dengan tuan rumah serta tamu lain yang juga teman suami. Setelah dirasa cukup, meluncurlah kami ke rumah acil (tante, adik mama) dengan tujuan aku mampir disana dan suami mau ke rumah temannya sebentar ada barang yang diantar. Setelah urusan suami selesai, aku pun dijemput kembali.

Dimulailah petualangan kita sebenarnya, dari rumah acil kita menuju Birayang dan terus naik ke atas ke desa daerah pegunungan, tepatnya ke Desa Tandilang ibukota Kecamatan Batang Alai Timur. Sekitar 20 km dari Birayang, ibukota Kecamatan Batang Alai Selatan. Jalan menuju ke sana menanjak dan berkelok-kelok persis seperti di pegunungan, hanya saja jalannya sudah beraspal. Meskipun aspalnya pun mulai terkoyak di sana-sini membuat medan perjalanan makin sulit. Sebenarnya kami sudah ke daerah sini bulan lalu, tanggal 14 Oktober bertepatan dengan peringatan 1 Muharam. Kali ini tujuan kami adalah memenuhi undangan masak-makan teman suami yang punya kolam ikan di gunung.


Ketika baru memasuki Desa Tandilang, cobaan pertama datang. Ban depan motor kami bocor, bisa dibayangkan di tengah jalan yang di sampingnya tak ada rumah penduduk apalagi tukang tambal ban kami mengalami hal itu. Tak ada pilihan lain selain tetap mengendarai hingga perkampungan terdekat dan menemukan tempat tambal ban. Parahnya lagi, kami berpapasan dengan proyek pengaspalan jalan yang sedang berjalan. Jadilah motor terpaksa melewati tumpukan aspal yang belum kering. Aku, yang ngeri kalau tetap dibonceng memilih untuk turun dan berjalan di tepi jalan. Kesulitan lainnya kurasakan karena pakaian yang kupakai adalah gaun untuk menghadiri undangan resepsi, memakai wedges pula!

Sekitar 1 km kami berkendara, sampailah di tempat tambal ban. Beruntunglah paman tambal bannya ramah dan suka berbicara. Topik pembicaraan beliau dengan suamiku adalah tentang pemilihan bupati yang satu bulan lagi dilaksanakan. Beres menambal ban, kami pun langsung melanjutkan perjalanan. Namun malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih hujan turun dengan derasnya. Kami memilih untuk berteduh di tepi jalan yang ada semacam pondoknya, entahlah pondok apa. Sepertinya baru saja selesai dibangun. Dan yang terpenting itu sangat berguna bagi kami, musafir buntung =D Dengan gaya piknik, kami pun membentangkan jas hujan sebagai alas duduk dan mulai mengemil keripik yang untungnya sempat beli di jalan. Lumayan buat mengisi perut, soalnya perut mulai lapar karena waktu sudah menunjukkan jam 12 lewat.

Ketika hujan mulai berkurang derasnya kami pun memakai jas hujan sebagai pelindung di jalan. Lokasi yang dituju pun sebenarnya belum kami ketahui dengan pasti karena suami belum pernah ke sana. Berbekal peta arah yang dikirim temannya via sms kami mulai menerka-nerka dan mencoba jalan. By the way, di sana tidak ada sinyal sama sekali. Makin runyamlah urusan. Setelah terlewat sekali, jalan masuk menuju kolam ikan tersebut pun kami temukan. Di samping kolam tampaklah sebuah pondok bertingkat dua yang kokoh dan banyak oranh bernaung di dalamnya. Rupanya mereka adalah peserta acara masak-masak hari itu, dan tentu saja mereka sudah makan. Kami pun langsung disuguhi menu masakan hari itu, nikmat sekali makan saat lapar, hari hujan dan di tengah gunung. Eh lebih tepatnya di lembah karena kolamnya terletak di antara beberapa bukit. Indah banget.

Acara selanjutnya yang paling dinanti-nanti suami adalah memancing. Yeayy, dia memang suka mancing. Aku pun ikutan, yuhuuu lumayanlah menyumbang 2 ekor. Hehe.

Pengennya sih acara kayak gini bisa kontinu kami lakukan untuk refreshing jiwa dan otak yang lelah bekerja seminggu penuh.

Sunday, November 8, 2015

Minicamp

Widegame anak kelas rendah
Minggu lalu, di sekolah tempatku mengajar ada kegiatan minicamp. Disebut mini, karena perkemahannya tidak dilaksanakan di lapangan atau bumi perkemahan tapi di lingkungan sekolah saja. Selain itu tempat menginapnya pun di ruangan kelas, bukan di tenda. Meskipun begitu, hal tersebut tidak mengurangi "rasa" perkemahan, terlebih karena peserta minicamp adalah anak-anak kota yang jarang jauh dari rumah dan hampir tidak pernah main di alam bebas.

Sebagian besar anak-anak antusias mengikuti kegiatan ini, terutama  bagi kelas 1 dan 4. Kegiatan menginapnya hanya untuk anak kelas 4-6, sedangkan untuk anak kelas 1-3, minicampnya hanya setengah hari saja dan tidak menginap. Bagi kelas 1 mereka senang karena pertama kali ikut widegame, sedangkan kelas 4 mereka antusias karena ini pertama kali pengalaman mereka menginap pada saat  minicamp.

Aku waktu jaga di pos 2
Peserta akhwat tilawah sebelum tidur
Acara inti dari minicamp tersebut adalah wide game. Anak-anak berjalan menjelajah alam bebas bersama teman satu regunya dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di lima pos dari keberangkatan hingga kembali lagi ke sekolah. Seru sekali! Kebetulan aku kena jaga di pos 2 yang berisi materi tentang Dasa Dharma dan PBB, senang banget bisa terjun kembali ke dunia scouting.


Hal yang membedakan minicamp di sekolah ini dengan perkemahan lainnya yang pernah kualami adalah sisi keagamaannya yang amat dijaga. Alhamdulillah, aku berada di lingkungan yang agamis seperti ini. Untuk wide gamenya ada selipan tugas hafalan surat Al-Quran, doa harian, dan hadits. Keren. Pada saat kegiatan belajar di sekolah pun mereka dibiasakan murajaah (mengulang hafalan) seperti itu, sehingga minicamp dapat dijadikan ajang evaluasi pembelajaran agama. Kebetulan aku juga ikut mendampingi anak-anak kelas 6 akhwat (perempuan) di ruangan kelas saat tidur, sebelum tidur mereka tilawah dulu untuk menyelesaikan tantangan membaca Al-Quran 1 juz selama minicamp berlangsung. Subhanallah.

Upacara Api Unggun

Monday, November 2, 2015

Bye, October!

Well, hari ini sudah hari keempat di bulan November. Selamat tinggal Oktober 2015, ada banyak aktivitas outdoor yang kulakukan selama sebulan terakhir sehingga Oktober tahun ini begitu melelahkan.

Dimulai dengan awal bulan, hari Minggu tanggal 4 Oktober ada acara nikahan sepupu mama yang seumuran denganku. Aku sama suami bela-belain datang pas acara nikahan soalnya pas resepsi, seminggu kemudian, suami ada acara lain. Kita berangkat hari sabtu sore pakai motor, sekaligus nyantai dolan ke Banjarmasin. Awalnya memang terasa menyenangkan, acara pun dipenuhi oleh silaturahmi keluarga yang notabene jauh-jauh tempat tinggalnya. Namun, waktu perjalanan pulang, berasalah capeknya. Belum sampai di rumah, kita udah ngantuk banget. Sampai di rumah, jam sudah menunjukkan angka 12. Fiuhhh.

www.jarofquotes.com

Sepuluh hari kemudian, tepatnya tanggal 14 Oktober aku dan suami melakukan perjalanan lagi. Kali ini karena bertepatan dengan tanggal merah yang memperingati tahun baru 1 Muharam kita punya waktu libur seharian, oleh karena itu kita gunakan untuk hiking ke Air Terjun Tumaung di Kecamatan Batang Alai Timur sekitar 30 km dari rumah. Jalan menuju air terjunnya dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 2 jam. Bisa sih pakai motor tapi harus yang tipe trail dan pengemudinya juga harus lihai dan berpengalaman. Kalau tidak, ada kemungkinan motor dan penumpangnya menggelinding ke jurang. Yup, medannya menanjak dan berliku.

Tanggal 25 Oktober, aku kembali ke Banjarmasin. Kali ini untuk satu hari saja, menghadiri resepsi pernikahan teman masa kecilku sekaligus tetangga yang kini tinggal di Banjarmasin. Fiuhh betapa melelahkannya perjalanan 10 jam pulang pergi dalam satu hari, dan di tempat acara hanya tak lebih dari 2 jam.

Puncaknya tanggal 28-29 Oktober lalu aku ikut ke Banjarmasin lagi dengan keluarga yang menghadiri wisuda tanteku sekaligus aku ada yang diurus di kampus. Meskipun capek, tapi perjalanan tersebut menyenangkan. Kita sempat silaturahmi dan menginap juga di rumah keluarga sahabat tanteku yang bertahun-tahun tidak ketemu.

Beberapa jadwal padat dan melelahkan tersebut membuat tubuhku kurang fitnya. Sekarang aku sedang dipijat oleh mbok pijat langganan. Alhamdulillah, bisa melewati semuanya. Oktober tahun ini begitu mengayakan pengalamanku.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates