Wednesday, July 15, 2015

Kepo, Privasi, dan Gosip

Aku termasuk tipe introvert yang tidak terlalu suka jika kehidupanku dicampuri oleh orang lain. Bagiku salah satu indikator hidup nyaman adalah ketika seseorang tidak mengganggu urusan orang yang lain. Ada batas-batas tertentu jika ingin ikut campur dengan kehidupan orang lain. Nah, batas inilah yang berbeda-beda pada setiap orang. Aku menyebutnya privasi. Bagi tipe orang sepertiku, privasi itu penting sekali. Aku tak nyaman berada di lingkungan yang tidak menjunjung tinggi privasi.

Sifat ingin selalu tahu urusan orang lain (baca: kepo) tidak terbatas tempat dan waktu. Dari dulu sampai sekarang, sifat tersebut tetap eksis. Begitu pun tempat, tidak hanya di desa di kota pun sifat kepo ini menjamur. Hanya saja caranya yang berbeda. Sifat kepo ini di zaman sekarang didukung pula oleh hobi orang-orang yang mengekspos setiap kegiatan yang ia lakukan di media sosial. Hal ini memudahkan si kepo untuk "memantau" aktivitas atau update kabar dari si target. Tidak berhenti sampai disana, kabar tersebut biasanya akan menjadi menu yang sedap ketika makan siang, makan malam, atau bahkan saat ngopi sore-sore.

ask.fm

Ya intinya aku tidak menyukai sifat orang kepo dan gosip-gosip serta mengagungkan privasi. Itulah mengapa aku tidak senang bertanya-tanya pada orang meskipun status media sosial seseorang terlihat menarik. Kecuali jika yang bersangkutan meminta pendapat lewat jalur pribadi, ini oke. Ya setidaknya kita diizinkan untuk ikut campur terhadap hidupnya. Selain itu aku juga tidak senang update status terlalu sering terutama tentang kegiatanku sehari-hari. Mengapa? Tentu saja aku tak ingin hari-hariku menjadi konsumsi publik. Kecuali ada hal-hal luar biasa atau sesekali itu tak apa. 

Well, ini kembali ke sifat masing-masing orang. Tinggal memilih orang yang sesuai karakter untuk menjadi "lingkaran" kita. 

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates