Saturday, July 11, 2015

Cerita Kematian

Beberapa malam yang lalu di jalan menuju pulang ke rumah, suami bercerita tentang kematian orang-orang yang ia kenal. Mulai dari teman dekatnya yang meninggal karena sakit berkepanjangan sampai siswanya yang meninggal karena kecelakaan. Ya Allah, merinding aku mendengar cerita-cerita tersebut. Di tengah-tengah ceritanya, suami kemudian mendapat telepon. Otomatis, motor pun menepi karena dia harus mengangkat telepon tersebut. Yang agak menakutkan kita mampirnya tepat di depan kuburan kampung. Hiyyy, mana barusan dengar cerita tentang kematian. Lagipula suami ngobrol di teleponnya juga lama banget, mana sadar kalau aku sedang ketakutan di boncengan.

Kebetulan sore sebelumnya aku melihat di salah satu talkshow di TV ada artis Zhizhi Syahab yang bisa melihat makhluk halus. Katanya dia sangat ketakutan kalau lewat kuburan karena ada banyak penampakan-penampakan yang tidak bisa dilihat secara kasat mata di sana.

Selain karena tidak ingin melihat hal-hal gaib, melihat kuburan juga membuatku teringat pada kematian yang pasti datang suatu saat nanti. Ya, bukankah kematian adalah hal yang paling pasti dalam hidup kita? Hanya waktu dan caranya saja yang tidak kita ketahui. Hari ini, waktu berangkat kerja aku melewati dua rumah yang mengibarkan bendera berwana hijau melambangkan kematian. Tidak kenal dengan kedua keluarga tersebut sih. Tapi itu semakin mengingatkanku bahwa kematian itu dekat. Semoga kedua orang tersebut meninggal khusnul khatimah, setidaknya karena waktunya di bulan mulia ini. Aamiin.


Teringat ceramah seorang ustadz bahwa mereka yang sudah meninggal itu sangat menyesal karena amal-amal mereka belum banyak. Mereka menangis dan menjerit minta kembali ke dunia dan memperbanyak ibadah. Namun tentu saja tak bisa, tidak ada kesempatan kedua. Oleh karena itu, sudah saatnyalah bagi kita yang masih hidup menyadari akan pentingnya memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitasnya agar kita tidak menyesal seperti mayat-mayat tersebut. Semoga kita selalu istiqamah di jalan yang lurus. Aamiin.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates