Saturday, February 28, 2015

LDR = Lelah Disiksa Skripsi

Hari ini seharian aku disibukkan dengan segala hal yang berhubungan dengan skripsi. Terutama revisi naskah. Yup, di penghujung perjuangan ini pun masih dihiasi dengan revisi. Jadi ceritanya begini, hari rabu yang lalu. Ketika aku dan teman satu timku minta tanda tangan dosen pembimbing dan penguji, di ruangan salah satu penguji aku dan temanku seakan kena sidang selama 2 jam penuh.

Bagaimana tidak, beliau hanya melihat judul. Pembahasan merembet hingga ke hasil hingga kesimpulan penelitian. Alamak. Bapaknya berbelit-belit pula bertanya. Aku dan temanku pun jadi mengulang-ulang jawaban kami yang itu-itu saja. Ketika di dalam ruangan tersebut, aku sebenarnya belum sadar kami hanya membicarakan 2 inti pembahasan. Tapi setelah di luar, temanku bilang kalau bapaknya berbelit-belit. Nah, barulah aku "dong". Benar-benar, di ruangan tersebut kami merasa disidang tanpa persiapan.

muhammadapriyal.blogspot.com

Semoga urusan lancar sampai satu minggu ke depan, aku belum latihan presentasi dan belajar untuk kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang muncul. Setelah seminar ini satu batu besar akan terlampaui, sehingga semakin berkurang rintanganku untuk mencapai tujuan hidupku yang sebenarnya. Yup, mungkin karena sudah terlalu lama menggarap skripsi, jadilah aku bosan dengan rutinitas kost-lab-kampus serta bertemu muka dengan orang yang itu-itu saja.

Jangan tanya bagaimana perasaanku ketika teman-temanku mengadakan farewellday mereka. Bayangkan saja jika kamu berada di posisiku. Hal ini juga ditambah dengan kenyataan bahwa aku harus berpisah dengan mereka. Whuaaa...

Inilah hidup. Tak selamanya kebahagiaan menyerta dan sebaliknya.

Wednesday, February 25, 2015

99 Bisnis Ibu Rumah Tangga

Judul: 99 Bisnis Ibu Rumah Tangga
Penulis: Malahayati
Penerbit: Penebar Plus+
Tahun terbit: 2009
Siapa bilang ibu rumah tangga hanya dapat berkecimpung di dapur dan kasur? Seorang ibu juga dapat mengembangkan kemampuan diri dan menerapkan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan nyata. Menjadi pebisnis adalah salah satu caranya. Menjadi mompreneur juga dapat membantu suami dalam menambah penghasilan keluarga Anda. Buku ini memaparkan 99 usaha yang dapat digeluti oleh seorang ibu rumah tangga. Disajikan juga tips dan trik dalam menghadapi lika-liku menjalankan bisnis. Tidak hanya itu, buku ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari beberapa mompreneur sukses yang dapat menggugah Anda untuj mengikuti jejak kesuksesan mereka. Ayo, jadi mompreneur sekarang!
**

Aku senang sekali waktu pertama kali bisa beli buku ini. Disaat gairah bisnisku sedang tinggi-tingginya buku ini hadir seperti air minum pelepas dahaga. Ya, buku 300 halaman ini berisi tentang bisnis-bisnis apa saja yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga. Jumlahnya benar-benar 99 buah seperti yang tertera pada judulnya.

Di setiap bisnis yang disajikan terdapat tahap persiapan, pelaksanaan, cara promosi dan pemasaran, hambatan, serta analisis usaha. Yang cukup membantu menurutku adalah analisis usahanya ini. Kita jadi tahu cara perhitungan untuk mengetahui laba/rugi di bisnia yang akan kita jalankan.

Dari penampakan cover dan layout isi, buku ini enak dilihat dan juga nyaman untuk dibaca. Cara penyampaian penulis yang "sederhana" pun membuat buku ini ringan untuk dikonsumsi saat santai.

Kekurangan buku ini menurutku adalah tulisan-tulisan selain tentang jenis bisnis sangat singkat, tidak dibahas dengan detail sehingga terkesan seadanya. Misalnya tulisan tentang alasan memutusakan menjadi momprenur dan kisah-kisah mompreneur yang sudah sukses. Selain itu tidak ada pengelompokan jenis bisnis pada 99 bisnis yang disajikan. Jadi semuanya dicampur jadi 1 tidak berurutan, tidak ketahuan yang mana saja bisnis makanan, bisnis jasa, ataupun bisnis fashion. Boleh jadi pembaca yang lain  sama denganku yang hanya membaca jenis bisnis yang membuat ia tertarik saja.

Ada beberapa jenis bisnis ini yang mungkin akan kukembangkan di masa depan. Diantaranya adalah menjadi penulis dan membuka bimbingan belajar. Doakan ya. Semoga kita semua sukses menjadi mompreneur.

Saturday, February 21, 2015

Bedah Pikiran Melalui Diktat Bisnis

Judul : Diktat Bisnis Mahasiswa Galau
Penulis : Vivi Al-Hinduan
Penerbit : Graha Duta Publisher
Tahun terbit : 2012

Hanya dengan kekuasaan Tuhan lah aku bertemu dengan buku ini di bookfair beberapa waktu yang lalu dan membelinya hanya dengan harga 10k! Disaat otak dan hatiku sedang bergemuruh dengan bisikan bisnis, bertemu dengan buku ini adalah salah satu cara untuk menambah ilmuku tentang bisnis dan meluapkan kegairahanku terhadap bidang yang satu ini.

Buku ini dibuka dengan bab yang berjudul Renungan. Aku benar-benar merasa ditampar setelah selesai membaca bab ini. Bagaimana tidak, isi renungan di bab ini adalah kritisi terhadap sistem yang berlaku umum di dunia pendidikan. Ah, belum-belum menengok ke fakta menyedihkan di dunia pendidikan akhir-akhir ini. Fundamental pendidikannya saja tidak mengajarkan bagaimana pelajar dapat bertahan di dunia nyata selepas sekolah/kuliah.

Renungan-renungan tersebut berisi antara lain tentang:
1. Sistem yang tidak menghargai proses
2. Sistem yang hanya menyuruh pelajar menghafal bukan memahami (Parrot Learning System)
3. Sistem sekolah yang berfokus pada nilai
4. Sistem pendidikan yang seragam-sama
5. Sekolah adalah institusi pendidikan yang tidak pernah mendidik
6. Sistem pendidikan berbasis kelas dan teori
7. Sekolah yang menghakimi anak dengan sistem rangking
8. Sistem pendidikan yang tidak memiliki tujuan jelas
9. Sistem ujian berbasis tulisan
10. Pandangan yang rendah terhadap mata pelajaran non-eksakta
11. Fenomena sekolah unggulan


Jlebb banget lah pokoknya kalau dibaca. Apalagi oleh aku yang notabene adalah anak eksakta, beruntung pola pikirku tidak seeksak itu, karena aku yakin di luar sana ada sebuah ketidakpastian menunggu kita untuk diraih.

Bab 2 membahas tentang glancing Indonesia, sejarah, dan permainan uang. Bab ini benar-benar membuka mataku tentang dunia keuangan dunia. Aku yang hanya satu tahun belajar ilmu ekonomi tentu saja merasa surprise dengan fakta-fakta dibalik arus pertukaran uang.

Bab-bab selanjutnya sangat mudah kunikmati. Aku yang sedang haus ilmu bisnis tentu saja dengan cepat menyelesaikan bacaan buku ini yang hanya berjumlah 164 halaman ini. Buku ini disajikan dengan isi kompilasi jurus bisnis para pebisnis ulung seperti Valentino Dinsi, Tung Desem Waringin, dan Bong Chandra.

Di bagian akhir buku ini terdapat bonus tentang mengenal investasu bagi pemula. Nah, ini! Aku tambah senang jadinya.

Hanya satu kekurangan buku ini menurutku. Layout covernya kurang menarik sehingga bagi yang tidak mencermati judul dan blurb di sampul belakang mungkin akan berpikir 2 kalu untuk membeli atau bahkan membaca buku ini.

Thursday, February 19, 2015

Finchickup, Anugerah Buat Para Ladies

Mengapa buku Finchickup ini kukatakan sebagai anugerah bagi para ladies? Karena isinya girlie banget. Isi buku ini sangat sesuai dengan pemikiran para wanita modern saat ini. Seperti motto yang tertulis di cover buku ini, Invest but still shopping and spa? No worries, Ladies! Yup, di dalam buku ini meskipun dibahas tentang pengelolaan keuangan tapi kita sebagai perempuan juga tidak dilarang untuk memanjakan diri dengan belanja atau nyalon. Bagaimana caranya?

Nah, inilah asyiknya buku ini. Di sini dibahas tips dan trik menyiasati keuangan agar tidak bocor meskipun dalam hal-hal kecil. Buku ini dimulai dengan membedah mindset kita tentang perencanaan keuangan. Intinya perencanaan keuangan bukan hanya milik mereka yang memiliki penghasilan gede. Penghasilan pas-pasan pun kalau diatur dengan baik dapat membuat kita financial freedom, efeknya pun meluas seperti hidup kita jadi tenang dan lain sebagainya.

Penulis juga membedah tentang serba-serbi pengeluaran yang paling mungkin membuat kita kere di akhir bulan. Dalam buku ini penulis pun menulis tentang utang, dia berpendapat bahwa tidak semua utang itu jelek. Ada utang yang kalau dimanajemen dengan benar akan memberikan manfaat yang lebih besar. Contoh utang yang baik adalah utang membeli rumah dan mobil, karena dua benda tersebut untuk sebagian besar kita amat mahal untuk dibeli secara tunai. Ya kan?

Judul : Finchickup, Financial Check Up for Ladies
Penulis : Farah Dini Novita
Penerbit : B-first
Tahun terbit : 2014

Nah untuk para pekerja, asuransi juga penting untuk diketahui dan diaplikasikan tentunya. Penulis bilang, asuransi berfungsi sebagai proteksi untuk kejadian yang tidak terduga dan berdampak pada keuangan keluarga. Aku jadi mulai berpikir untuk mendaftarkan papa ke perusahaan asuransi. Seperti kata penulis, mendaftarkan seseorang ke asuransi jiwa atau kesehatan bukan berarti mendoakan orang tersebut kenapa-napa. Tapi ya itu tadi, untuk proteksi keuangan di masa depan. Seandainya tidak terjadi apapun, tidak ada ruginya bagi kita. Premi yang kita angsur setiap bulan juga biasanya tidak terlalu besar. Hal ini sama kasusnya dengan saat kita membeli ban serep untuk mobil. Meskipun belum tentu selama perjalanan kamu menggunakannya, kamu tentu merasa lebih aman dan tenang jika tiba-tiba terjadi sesuatu dengan ban mobilmu (halaman 107).

Pembahasan selanjutnya tentang tujuan keuangan. Terimakasih mbak Dini telah membuatku bisa memetakan lebih jelas mengenai tujuan keuangan. Yup, dalam hidup ini kita memang harus punya tujuan, termasuk tujuan keuangan. Tujuan keuangan ini ada yang untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk tujuan jangka menengah dan panjang, kita bisa mencapainya dengan cara menabung dan investasi. Menurutku di bab inilah inti dari buku ini berada. Investasi! Kata ini begitu sering memasuki gendang telingaku dan terlihat di visualku akhir-akhir ini. Karena seperti yang sudah pernah kubilang sebelumnya, aku mulai tertarik dengan dunia bisnis dan keuangan. Kalau tidak, mana pula aku mau beli dan baca buku ini. Hehe.

Kembali ke pembahasan tentang investasi. Sejak awal hingga ke sebelum pembahasan ini, aku membacanya dengan santai. Nah, mulai halaman 136 yang membahas tentang reksadana, mulai deh puyeng. Apalagi selanjutnya ada berbagai istilah lain seperti manajer investasi, saham, return, obligasi, sukuk, dan trading. Well, mau tak mau aku harus membaca pelan-pelan. Bahkan kadang ada yang harus kuulang karena belum paham. Maklumlah, ini kali pertama aku mencermati setiap point yang ada di dunia investasi.

Pada bab selanjutnya, pembahasan mulai cair, aku juga bisa mengendurkan urat saraf bacaku. Bab bedah cashflow dan networth cukup membantu untuk aplikasi managing keuangan kita. Bab yang selanjutnya juga perlu dicermati, yaitu tentang kendala-kendala yang ada dalam perencanaan keuangan. Selain kendala, dalam bab ini juga tentu terdapat bagaimana solusinya.

Ada yang masih merasa pemasukannya kurang? Di akhir buku ini terdapat beberapa contoh alternatif penghasilan. Mudah dipraktikkan kok, asal niat kita besar. So, don't worry, Ladies and say YES to financial freedom.

Menjadi Pengusaha, Mengapa Tidak?

Kali ini aku akan bercerita tentang impian jangka pendekku. Aku ingin berbisnis! Yup, hatiku sudah mantap ingin berwirausaha. Di semester akhir perkuliahanku, seperti mahasiswa pada umumnya aku berpikir akan bekerja apa selepas wisuda nanti. Bagaimanapun, di mata teman-teman aku "berpotensi" untuk kerja kantoran. Selama ini aku memang dikenal sebagai mahasiswa "penurut", mungkin itu yang membuat teman-teman berpikir aku cocok jadi karyawan. Beberapa teman juga setuju kalau aku cocok sebagai pengajar. Ya, sejak semester 5 aku sudah kerja parttime di bimbingan belajar sebagai tentor. Selain itu juga mengisi kelas belajar privat di rumah anak dosenku. Potensiku memang ada di dunia pendidikan. Tapi mengapa aku berniat menjadi pengusaha? 

Menghabiskan waktu produktif di meja kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore, betapa membosankannya. Lagipula kemajuan-kemajuan yang didapat oleh kantor/perusahaan tidak ada efeknya untuk kita. Mungkin ada sedikit bonus di luar gaji pokok. Tapi dari segi perkembangan, kita dapat apa? Berputar-putar di roda yang sama untuk memajukan usaha orang lain. Semua orang juga tahu, gaji pegawai/karyawan tidak lebih tinggi daripada wirausahawan. Nah ini salah satu motivasiku untuk berwirausaha. Aku punya banyak sekali impian besar. Impian-impian tersebut dapat dicapai salah satunya adalah dengan adanya uang yang banyak. Meskipun tidak menutup kemungkinan, jika pada akhirnya aku melamar kerja di suatu instansi tapi setidaknya aku bercita-cita tidak akan selamanya menjadi pegawai. 

Oke, sudah cerita latar belakangnya. Sekarang aku akan memetakan rencana bisnisku ke depan. Berawal dari ajakan seorang teman untuk join usaha temannya dari Jawa yaitu produksi yoghurt. Aku tertarik. Lagipula produksi yoghurt tidak jauh-jauh dari bidang penelitianku di laboratorium mikrobiologi selama ini. Hanya saja selain keuntungan-keuntungan yang ia jabarkan, ia juga memperingatkanku ketika sudah terjun ke bisnis ini agar tidak mudah menyerah karena usaha ini tidak mudah. Apalagi pembuatan yoghurt sendiri harus memperhatikan waktu inkubasi yang tepat. Kalau tidak, jumlah bakteri baik di dalam yoghurt tersebut tidak tepat jumlahnya. Dia mengatakan bahwa dalam bisnis ini kita harus rela mengorbankan waktu tidur malam (aih, aku bukan seseorang pegadang yang baik). Tapi tetap aku sanggupi. Bukankah untuk meraih sesuatu yang besar, kita juga harus mengorbankan banyak hal? 

www.hayaaliyazaki.com

Langkah yang harus kulakukan untuk mencapai impianku ini adalah pertama-tama aku harus membereskan urusan skripsiku. Selambat-lambatnya pertengahan maret nanti, agar aku bisa fokus mempersiapkan bisnis pertamaku ini. Alhamdulillah, sekarang naskah skripsiku sudah acc, tinggal mempresentasikannya di seminar hasil dan sidang akhir saja lagi. Well kalau melihat perjuanganku 2 tahun menghadapi rintangan-rintangan skripsi, aku optimis juga bisa menghadapi kerasnya dunia usaha. Oya, aku juga sudah mengajak teman yang punya jiwa bisnis untuk join di bisnis ini.

Akhir maret nanti temannya temanku yang dari Jawa itu akan datang ke Kalimantan. Dia mau uji pasar dan mentorin kami buat bikin usaha produksi yoghurt. Mungkin mulai awal April persiapan bisnis yoghurtku sudah jalan. Sambil nunggu wisuda bulan Juni nanti, mending bisnis ya kan? Itulah "mudahnya" jadi pebisnis, tidak perlu ijazah. Doakan lancar yah. 

Harapanku dengan membuka bisnis ini aku bisa mengembangkannya sendiri nanti di kota asalku. Selain itu, semoga bisnis ini juga bisa menjadi lapangan kerja buat beberapa keluarga dan tetanggaku di kampung yang belum punya pekerjaan tetap.

Tak ada bisnis tanpa risiko memang. Tapi aku yakin dimana ada kemauan di situ ada jalan. Halangan seperti dicibir orang juga sudah kupikirkan masak-masak. Mungkin saja nanti ada yang ngeledek, masa lulusan S1 jualan yoghurt. Aku akan menjawabnya sambil tersenyum. Setidaknya aku jadi bos di usaha kecilku ini. Semuanya bisa diatur semauku :)


Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu

Wednesday, February 18, 2015

Dear Bodyguard

Judul : Dear Bodyguard
Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun terbit : 2013
Novel ini unik. Terutama dari segi tokohnya. Aku baru pertama kali ini membaca novel dengan tokoh utama seorang bodyguard perempuan. What a unequal!

Meski tokohnya seorang bodyguard wanita yang notabene bersifat tomboy, namun sisi romantis novel ini tidak lantas hilang. Sebelumnya aku juga pernah beberapa kali membaca novel yang ditulis oleh Riawany Elyta, ciri khas tulisannya menurutku adalah sisi romantisnya yang dewasa dan natural. Bukan yang berlebihan dan dibuat-buat seperti pada cerita teenlit.

Konflik yang terdapat pada novel 341 halaman ini sangat memikat, sehingga tak membutuhkan waktu lama bagiku untuk menyelesaikannya. Penasaran kalau dipause meskipun sebentar. Hehe. Layaknya novel dengan tema thriller, di novel ini juga banyak adegan baku hantam dan letusan senjata api. Kalau difilmkan sepertinya seru ya.

Satu pesan yang tersirat dari novel ini yang bisa kuambil adalah bahwa dunia artis itu tidak selamanya indah seperti yang terlihat di layar kaca. Ada noda-noda hitam yang tak mampu mereka bersihkan ketika berada dalam kesendirian.

Ada sedikit kekurangan menurutku dari segi cerita, yaitu tidak diceritakannya keberadaan dan perkembangan Jimmy setelah pertemuannya dengan Aline di sebuah mall. Selain itu, semuanya mantap.

Sebuah kalimat yang terdapat di cover buku ini rupanya adalah sebuah jawaban kunci dari akhir cerita.

"Sepertinya, kita masih punya peluang ..."

Tuesday, February 17, 2015

Tua dalam Kesendirian

Aku suka sedih kalau ingat mama. Beliau di rumah sering sendirian. Papa, aku, dan adik berada di tempat yang jauh dari rumah untuk tujuan kehidupan masing-masing. Keluarga kami memang keluarga LDR sejak aku masuk sekolah. Tempat kerja papa yang sering pindah-pindah tidak memungkinkan untuk aku yang mulai harus menetap karena sekolah. 

Sejak 4 tahun yang lalu aku mulai merantau di kota ini, menyisakan mama bersama adik di rumah kami karena papa tetap harus kerja di luar kota. Tahun lalu adik pun harus merantau juga ke kota tempat studinya. Akhirnya, beginilah kami terpisah di 4 arah mata angin yang berbeda.

www.republika.co.id
Kembali bercerita tentang mama. Meski tidak terang-terangan bilang kalau beliau kesepian, tapi dari cara beliau nelpon aku nanya kapan pulang atau menyambut aku yang baru pulang,  ketahuan kalau beliau butuh teman di rumah. Inilah jawaban mengapa aku sering ngacir pulkam. Teman-teman seangkatan sudah tahu kalau hari-hari libur aku sudah pasti siap pulkam.

Di masa depan, setelah selesai tetek bengek perkuliahan disini sudah kuazzamkan aku akan menetap di dekat mama saja. Meski misalnya nanti ga satu rumah lagi karena aku bersuami, rasanya lebih tenang kalau tahu kabar mama setiap hari. Setidaknya menjenguk satu dua hari dalam seminggu itu sudah akan menyenangkan bagi mama.

Yang aku lihat sekarang, banyak anak yang disekolahkan tinggi-tinggi oleh orang tuanya. Ujung-ujungnya segala kesuksesan yang dia dapat tidak dia persembahkan ke orang tua. Malah ke orang lain yang baru ia temui, entah bos atau pasangan. Belum lagi kalau memilih tempat tinggal, jauh dari orang tua. Kasihan ayah ibu, kesepian dalam masa tua mereka. Itu adalah mimpi buruk bagi setiap manusia.

Bayangkan, kau pun tak ingin bukan menua dalam sepi, sendiri dalam usia senja?

Sunday, February 15, 2015

Sweety Tweet

1. Dear mama, ini tentang kamu di mataku. #ILoveMom

2. Setiap ibu pasti berbuat yang terbaik untuk anaknya, tak terkecuali dirimu. Aku beruntung menjadi anak sulung, #ILoveMom

3. mendapatkan perhatian total darimu dan papa. Pun setelah adik lahir, aku tetap jadi anak kesayangan. #ILoveMom

4. Meski kita bukan keluarga yang asertif, tapi kasih sayangmu dapat kurasa. Juga ketika aku tumbuh menjadi gadis yang kaku, kau mampu memahamiku. #ILoveMom

5. Namun bukan berarti kau malaikat tanpa cela. Kekuranganmu meyakinkanku bahwa Tuhan benar mengirim manusia untuk melindungiku. #ILoveMom

6. Kamu cerewet, itu topeng yang kau pakai sebelum aku dewasa. Sekarang, wajah di baliknya jelas terlihat. #ILoveMom

7. Itu upayamu menyelamatkan kami, anak-anakmu, agar tak lupa dengan hal-hal baik juga supaya alergi dengan hal-hal buruk. #ILoveMom


8. Bahkan kini setelah aku menikah, aku tetap anak-anak di mata tuamu. Aku tak marah, malah rasanya menyenangkan. #ILoveMom

9. Lagipula hal itu mempermudahku untuk melakukan hal yang sama padamu. Mengingatkanmu tentang hal-hal yang terbaik bagimu. #ILoveMom

10. Ya, kau dan papa setengah baya kini. Saatnya kami yang menjagamu, meski dengan cara yang berbeda. Karena tak ada orang tua yang senang terlalu diurusi. #ILoveMom

11. Tak bisa dipungkiri, fitrah orang tua itu "mengurus". Bukankah kau minta cucu baru-baru ini? Agar bisa kau timang-timang seperti aku bayi dulu. #ILoveMom

12. Mama, selalu doaku agar kau dan papa panjang umur dan sehat jiwa raga. Agar sempat melihat anakmu ini mewujudkan banyak mimpinya. #ILoveMom

13. Salam, anakmu. (Ps: Aku penasaran, seperti apa aku di matamu?) #ILoveMom

Friday, February 13, 2015

Allah Cinta dengan Orang yang Tobat

Judul : Tobat Keren en Dahsyat
Penulis : Teguh Iman Perdana
Penerbit : Noura Books
Tahun terbit : 2013
Awalnya aku tidak terlalu tertarik untuk membaca buku ini. Karena aku juga tidak punya kekaguman terhadap sosok Ustadz Jefry Al-Bukhory (Uje). Ya dari sampul buku ini sudah kelihatan kalau buku yang berjudul Tobat Keren en Dahsyat ini membahas tentang perjalanan hidup Uje. Meskipun sebelumnya aku pernah dengar bahwa masa lalu Uje itu gelap dan sekarang akhirnya bertobat.

Setelah membaca kata pengantar, mau tak mau rasa penasaran menuntutku untuk terus melanjutkan membaca. Akhirnya secara tak sadar, sampailah aku di halaman 170, halaman terakhir. Teguh Iman Perdana sebagai penulis berhasil membawa pembaca menapaki jalan hidup Uje yang berliku.

Secara umum buku ini berisi tentang proses Uje mendapatkan hidayah (kembali). Karena pada dasarnya sebenarnya uje adalah anak yang cemerlang di bidang akademik dan agama. Namun bisikan setan mampu mengalahkan segala benteng yang melindunginya selama ini. Keluarganya pun termasuk keluarga pendakwah, dari ayah, ibu, hingga saudara-saudaranya. Namun itu tak berarti proses tobatnya Uje mudah. Ada banyak godaan setan yang sulit sekali ditaklukkan.

Proses tobatnya yang sangat sulit itu tak lepas dari kasih sayang orang-orang disekeliling Uje. Ibunya adalah malaikat dalam hidup Uje. Dia tak pernah lelah untuk mendoakan Uje dan menerima Uje kembali meskipun Uje setelah mengaku insyaf kerap kembali lagi ke perangkap setan. Selain ibu, tentu saja istrinya, Pipik Dian Irawati merupakan contoh wanita shalehah yang dirindukan surga. Bagaimana tidak, ia menikah dengan Uje pada saat keadaan Uje belum "sembuh" total. Tanpa penghasilan pula. Pipik yang waktu itu seorang model terkenal rela melepas statusnya tersebut. Ia juga selalu mendukung Uje dalam proses menggapai hidayah. Saudara-saudara Uje pun tak ketinggalan mendukung penuh proses "kembalinya" seorang Uje.

Allah sangat cinta pada orang yang bertaubat

Alhamdulillah akhirnya hingga kini uje lebih dikenal sebagai ustad gaul daripada mantan preman. Meskipun ternyata ia tak lama mengecap waktu bahagianya. Allah lebih sayang padanya. Ia dipanggil pada usia relatif muda. Sebelum kepergiannya, ada banyak isyarat yang ia tinggalkan untuk berpamitan seperti menyebarkan broascast minta maaf dan mengisi acara tv dengan tema kematian. Uje menyebutkan bahwa pada satu titik seorang manusia tentu akan jenuh dengan dunia ini. Adalah kelegaan yang luar biasa jika saat itu ia dipanggil Tuhan. Subhanallah. Ia juga bilang bahwa kematian itu indah. Bagaimana tidak, wong kita akan bertemu dengan Zat yang selama ini menolong kita. Aku meneteskan air mata pada saat membaca ini. Merinding juga.

Intermeso

Selain cerita hidup Uje, buku ini juga berisi tentang penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan tobat pada rubrik khusus Intermeso. Selain itu juga terdapat kisah-kisah orang terdahulu yang sarat hikmah.


Ada 16 dosa besar yang kukutip dari buku ini yaitu:
1. Syirik
2. Berputus asa dari rahmat Allah
3. Merasa aman dari ancaman Allah
4. Durhaka pada kedua orang
5. Membunuh
6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina
7. Memakan riba
8. Lari dari medan pertempuran
9. Memakan harta anak yatim
10. Berbuat zina
11. Sumpah palsu
12. Berkhianat atas harta rampasan perang
13. Minum minuman memabukkan
14. Meninggalkan shalat

Begitulah, untuk orang yang belum pe-de untuk mendekatkan diri pada Allah karena merasa banyak dosa. Jangan khawatir, Allah maha pengampun. Dia senang sekali ketika hambanya kembali padanya, memohon padanya. Pun yang merasa diri sudah baik, jangan lupa untuk selalu bertaubat lewat istighfar setiap harinya. Allah senang dengan orang yang senantiasa menyucikan diri.

Lebih Dekat dengan Asma Nadia

Judul : Twitografi Asma Nadia
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Tahun terbit :

Bisa dikatakan aku adalah seorang asmanadians yaitu julukan untuk fansnya Asma Nadia. Bagaimana aku tidak kagum dengan beliau? Beliau wanita ibu dari dua anak. Meski begitu, beliau masih sempat menulis banyak buku, traveling ke berbagai negara, dan mengisi acara di seluruh Indonesia. Ketika membaca buku ini, aku merasa lebih dekat dengannya karena buku ini berisi tentang pikiran-pikiran pribadinya yang terangkum dalam tweet-tweet sarat motivasi.

Ya, buku ini memang merupakan kumpulan tweet Asma Nadia di akun twitternya @asmanadia. Gara-gara buku ini aku jadi aktif lagi di twitter yang sebelumnya aku anggurkan. Ada banyak hal yang dibahas Asma Nadia dalam buku ini, diantaranya yaitu tentang jilbab, cinta, pacaran, merokok, parenting, gerakan cinta musala,  traveling, dan lain-lain. Gado-gado.

 

Ada beberapa qoute yang kusukai dari tweet-tweet ini. Apalagi tentang tips menulis dan traveling. Itu gue banget! Yang paling menyentuh tentu saja ketika Asma Nadia ngetwit tentang ibunya (dia memanggilnya mami). Sangat terlihat bahwa mbak Asma Nadia sangat sayang pada ibunda. Ciri anak yang berbakti. 

Ini tweet yang membuat aku merinding:

Mimpi orang tua adalah mimpi kita, anak-anaknya, untuk mewujudkan.

Dalam rezeki yang Allah berikan ada hak anak-anak yatim dan dhuafa, juga bagian yang diberikan-Nya untuk melunasi mimpi-mimpi orang tua.

Di bagian terakhir ada beberapa hal tentang Asma Nadia yang tidak diketahui banyak orang. Yang paling kugarisbawahi adalah cerobohnya itu. Awalnya aku kurang percaya, tapi setelah mengikuti pelatihan menulis seminggu yang lalu aku percaya. Dari caranya berbicara, kelihatan kok kalau beliau orangnya tidak kaku dan humble.

Cara penyampaian mbak Asma Nadia yang ringan seperti dalam twit membuat buku ini suer enak sekali dibaca meskipun yang dibahas adalah tema yang berat.


Kekurangan buku ini menurutku kurang tebal (padahal jumlah halamannya sudah 292 halaman). Mungkin ini karena tulisannya berbentuk twit dan aku sangat bersemangat sekali membaca, sehingga sebentar saja sudah tamat. Selain itu tentu saja di beberapa bagian dalam buku ini terdapat promosi buku-buku mbak Asma Nadia yang lain serta buku-buku yang diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House.

Thursday, February 12, 2015

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2015


Salah satu keuntungan punya dosen pembimbing yang juga aktif di kegiatan luar kampus adalah kita bisa sering diminta ikut bantu-bantu acara yang diadakan oleh komunitas yang beliau ikuti. Bagi sebagian mahasiswa, ini mungkin bukan suatu keuntungan karena artinya kita dituntut untuk menyisihkan waktu di luar waktu kuliah dan skripsi. Tapi bagiku itu menyenangkan karena dapat memperluas wawasanku di dunia luar kampus sekaligus juga dapat menambah pengalamanku, bahkan teman-teman baru.

Undangan acara

Kebetulan kedua dosen pembimbingku sama-sama aktif di kegiatan luar kampus. Terutama dosen pembimbing pertama, beliau seorang guru besar di bidang pertanian khususnya lahan basah gambut. Nah, pada tanggal 5 Februari 2015 yang lalu, aku dan beberapa teman diminta bantuannya sebagai panitia tambahan di acara Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2015 dan Bimtek Publikasi Jurnal Internasional, dengan tema Wetlands for Our Future. Bertempat di aula rektorat lantai 1 Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Panitia acara ini adalah Lembaga Penelitian (LEMLIT) Universitas Lambung Mangkurat, tempat kedua dosen pembimbingku tergabung.

Orasi ilmiah dari Dr. Imre Vago

Karena skalanya internasional, ada dua orang pembicara yang berasal dari luar negeri, yaitu Dr. Imre Vago dan Dr. Zait Sandor dari University of Hungary, Hungaria. Pesertanya sendiri berasal dari beberapa instansi yang berkaitan dengan lahan basah dan para dosen eksakta yang berkecimpung di dunia wetlands.

Selain orasi ilmiah yang dibawakan oleh Dr. Imre Vago yang berjudul Recent Status of Agriculture Chemistry and Soil Science in Hungary, juga ada acara sosialisasi dari IJWEM (International Journal Wetlands Environmental Management) sebagai lembaga resmi penerbit jurnal ilmiah internasional. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh pimred IJWEM yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. Abdul Hadi, M.Agr. Beliau adalah dosen pembimbing pertamaku.

Presentasi dari Dr. Zait Sandor

Bagian kedua yaitu bimbingan teknis (bimtek) yang dipimpin oleh  Dr. Zait Sandor. Acara dipindah ke ruang pertemuan di lantai 2 agar lebih kondusif karena acara bimtek memerlukan praktik langsung. Acara bimtek dilaksanakan setelah ishoma hingga sore, berisi pemaparan syarat-syarat menerbitkan jurnal internasional di IJWEM. Diskusi terbuka juga dilakukan untuk mencari solusi dari permasalahan dalam penerbitan jurnal internasional di lingkup Universitas Lambung Mangkurat.

Tugasku dan teman-teman sesama mahasiswa hanya membantu saat proses registrasi, distribusi konsumsi, dan operasi LCD. Sisanya kami bebas tugas sehingga dapat dengan tenang duduk di belakang barisan peserta, mendengarkan materi diskusi. Hitung-hitung ilmu baru. Meskipun ada beberapa hal yang kurang kupahami karena bahasa pengantar englishnya yang susah kucerna. Haha. Selebihnya, aku senang bisa berpartisipasi dalam acara ini. Lagipula, beruntung sekali aku bisa masuk gratis disini padahal peserta aslinya harus membayar ratusan ribu agar bisa menyerap ilmu di forum ini.

Foto bareng narasumber

Inti dari semua materi yang disampaikan pada peringatan Hari Lahan Basah ini adalah bahwa masing-masing negara harus menjaga lahan basah yang dimilikinya. Terutama Indonesia yang memiliki lahan basah berupa tanah gambut yang berfungsi sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Rusaknya lahan basah akan menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan.

[Bazaar Online] Yuk, Belanja Buku Mudah!

Dear readers,

Kali ini aku akan bercerita tentang bisnis online yang sedang aku jalani. Awalnya aku sama sekali tidak tertarik untuk berbisnis online. Karena kupikir aku tidak punya otak bisnis. Namun, beberapa pengalaman orang lain mengatakan bahwa jika ingin menjalani hidup yang tidak biasa-biasa saja mulailah dengan berbisnis. Berbisnis dapat menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan dan keinginan kita. Namun yang lebih penting adalah dengan berbisnis, pengalaman hidup dan link kita akan bertamabh. Hal ini akan menjadi bekal yang sangat berguna untuk masa depan kita. Lagipula membuka bisnis juga tidak perlu menunggu lulus kuliah, bukan?

Jadilah sejak bulan September yang lalu, aku membuka bisnis online ini, yang toko onlinenya kunamakan dengan Rumah Buku Shady. Hah, kamu jualan buku? Yup! Kebanyakan para pebisnis online menjual barang-barang fashion untuk bisnis online mereka. Mengapa aku jualan buku? Hal ini tentu saja tidak terlepas dari hobiku membaca dan lagipula sebelumnya aku lumayan sering membeli buku secara online. Jadi mengapa aku tidak menjual buku saja?

Selain itu motivasiku berjualan buku adalah supaya orang-orang lebih melek terhadap bacaan. Karena zaman sekarang buku sepertinya merupakan barang yang weird banget kalau dibeli, beda halnya dengan bermacam-macam benda fashion. Padahal seperti kata mbak Asma Nadia, membeli buku itu merupakan investasi lho. Ada banyak keuntungan bagiku dengan berjualan buku. Terutama aku jadi tahu info buku terbaru yang terbit, secara aku kan pembaca juga. Keuntungan selanjutnya, tentu saja jika aku ingin membeli buku aku bisa mendapatkan harga yang lebih murah ^^.

Memang tidak semua jenis buku ada di Rumah Buku Shady. Tapi pastikan kalau kamu mencari buku yang bergenre islami atau motivasi kamu mencarinya disini. Berikut ada beberapa judul buku yang dijual di Rumah Buku Shady.

Fotografi Digital Itu Gampang karya Giri Wijayanto


Rp. 20.000,-

 New Moon karya Stephenie Meyer

Rp. 50.000,-
     
Skenario Dunia Hijau karya Sitta Karina

Rp. 20.000,-

Guru Tiga Kali karya Rachel dkk

Rp. 35.000,-

Udah Putusin Aja! karya Felix Y. Siauw

Rp. 65.000,-

Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy

Rp. 70.000,-

99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra

Rp. 70.000,-

La Tahzan for Hijabers karya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, dkk

Rp. 56.000,-

Fiqih Sunah untuk Wanita karya Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim

Rp. 122.000,-

Keakhwatan 1-4 karya Cahyadi Takariawan


Rp. 136.000,-

Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye

  
Lapis-lapis Keberkahan karya Salim A. Fillah


Rp. 100.000,-

Untuk harga kamu bisa bandingkan sendiri dengan di toko buku atau online shop yang lain, inshaaallah buku-buku disini dijual dengan harga normal. Bahkan buku nomor 1-3 dari list di atas dijual dengan harga garage sale. Untuk info buku-buku yang lain dan terbaru, kamu bisa kontak aku di akun-akun berikut. Silakan follow IG @rumahbukushady, like FP Rumah Buku Shady, dan add pin BB 7c9d6fed.

Apa kelebihan berbelanja buku secara online? Aku sudah membahasnya pada postingan beberapa bulan yang lalu [klik disini]. Selain itu khusus di Rumah Buku Shady jika berbelanja minimal 5 buku, akan mendapatkan diskon 10%. Wow! Lumayan kan? Tunggu apalagi, yuk berbelanja buku dengan mudah di Rumah Buku Shady.

Tulisan ini disertakan dalam Kontes Bazaar Online - Pamerkan Bisnismu bersama

Wednesday, February 11, 2015

Banjir Jakarta, Bencana Indonesia

Beberapa hari terakhir pemberitaan di media dipenuhi dengan kabar dari ibukota tentang banjir yang menimpanya. Tidak bisa dipungkiri banjir yang mengepung Jakarta tersebut sangat mengganggu aktivitas harian para pekerja. Baik yang bekerja di kantoran, apalagi yang bekerja di jalanan. Di satu media aku mendengar bahwa kerugian yang diakibatkan oleh banjir di Jakarta ini mencapai sekian M per harinya. Wow, fantastis sekali.

Hal ini bisa dimaklumi karena Jakarta selain ibukota negara juga merupakan pusat bisnis Indonesia. Bahkan salah satu mall besar di sana terpaksa ditutup sementara karena berbagai kendala yang disebabkan oleh banjir. Oleh karena itulah banjir Jakarta bisa jadi bencana untuk seluruh Indonesia. Berbeda halnya dengan bencana banjir di daerah lain di Indonesia, meskipun skala bencananya lebih parah daripada banjir Jakarta. Eksposnya tidak sesering yang kulihat si tv beberapa hari terakhir ini. Misalnya di Bandung, banjir yang datang tingginya mencapai hampir 2 meter.

luqmanmarzuki.com

Semoga bencana di Indonesia bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kita juga sebagai masyarakat. Selain melakukan berbagai solusi untuk menghentikan bencana, kita juga harus meminimalisir penyebabnya. Percayalah kontribusi positif sekecil apa pun akan bermanfaat bagi negara dan bumi kita.

Tuesday, February 10, 2015

Banjarbaru Book Fair 2015

Ini book fair ke-3 yang diadakan di Banjarbaru. Tentu saja bookholic sepertiku antusias sekali menyambut event tahunan ini. Semoga berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Aamiin.

Balamut

BBF 2015 diadakan pada tanggal 30 Januari-8 Februari 2015. Dalam waktu 10 hari tersebut, aku 3 kali mengunjunginya. Pertama bersama sahabatku yang juga hobi membaca. Dia paling ngerti kalau aku lagi berburu buku, susah diganggu. Kalau sudah ketemu, langsung ke kasir lalu pindah ke stand buku sebelah. Kedua, bersama teman-teman kampus. Waktu itu setelah kuliah sore kita langsung menuju ke lapangan Dr. Murjani yang menjadi tempat diadakannya acara. Beberapa dari mereka memang juga suka buku. Beberapa yang lain hanya mengintil sambil melihat-lihat. Kadang aku merekomendasikan buku pada temanku dan yang lain juga bertanya tentang jenis buku yang akan dia beli.

Kunjunganku yang ketiga yaitu bersama mama dan Maya yang sedang berkunjung ke Banjarbaru. Kali ini waktunya malam hari, ada acara hiburan di panggung utamanya. Kita sempat melihat acara tradisional Kalimantan Selatan yaitu balamut. Balamut adalah kesenian bertutur kata ala suku Banjar. Pada kunjungan yang terakhir ini aku lebih fokus menemani mama dan Maya, bukan berburu buku lagi. Maya sempat mampir di stand yang menjual buku kreatif anak karena ada arena smart gamesnya. Harga bukunya jutaan per paket. Ohoho.

Mama dan Maya yang memainkan smart games dari buku kreatif

Dari 3 kali kunjungan tersebut aku mendapatkan 13 buku. Enam pada kunjungan pertama dan 7 buku pada kunjungan kedua. Genrenya bermacam-macam, kebanyakan sih non-fiksi.



Selain menjual produk berupa buku pada event ini juga diadakan workshop kepenulisan. Ada 3 workshop, yaitu bersama dengan penulis Habiburrahman El-Shirazy, Asma Nadia, dan Hanum Salsabila Rais serta Rangga yang menulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Aku hanya ikut workshop bersama Asma Nadia, karena belum pernah bertemu langsung dengan beliau padahal aku menyukai tulisan dan buku-bukunya. Waktu Musyawarah Nasional FLP kemarin, beliau sedang tidak di Indonesia.

Kang Abik -panggilan untuk Habiburrahman El-Shirazy, aku sudah pernah melihat beliau waktu Munas. Sedangkan novel 99 Cahaya di Langit Eropa, aku belum pernah membaca, sehingga belum ada keinginan untuk berjumpa kedua penulisnya. Berbagai macam lomba juga digelar dalam event ini, meski aku tak ikut dan menonton satu pun dari semuanya.



Begitulah bagi para pecinta buku, book fair adalah event surga. Beberapa dari harga buku tersebut memang lebih murah karena diskon namun ada juga yang masih dalam harga normal. Tidak mengapa, karena itu wajar. Daripada beli online dan harus bayar ongkos kirim? Atau aku harus berkendara 1 jam dulu ke Banjarmasin agar bertemu dengan toko buku besar kesayangan yang koleksi bukunya terlengkap di Kalsel?

Friday, February 6, 2015

Asma Nadia!

Siapa yang tidak kenal dengan Asma Nadia? Mereka yang tidak suka membaca pun mungkin pernah paling tidak sekali dua kali mendengar nama mbak penulis yang satu ini. Aku lebih suka memanggilnya dengan sebutan "mbak" daripada "bunda". Rasanya lebih dekat saja.

Tadi sore, akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Aih senangnya. September 2013 lalu aku ikut Musyawarah Nasional Forum Lingkar Pena dengan harapan bertemu dengannya yang notabene "sesepuh"nya FLP. Eh ternyata waktu itu dia tidak hadir karena ada kegiatan lain. Jadi aku belum beruntung bisa bertemu dengan mbak Asma Nadia.

Hari ini dengan segala campur tangan Yang Maha Kuasa, aku pertama kali melihat mbak Asma Nadia memasuki ruangan dengan anggun menggunakan rok dan jaket warna hitam serta kemeja dan kerudung warna pink. Subhanallah. Bagaimana pun aku pernah melihatnya di foto dan di televisi, tetap saja rasanya beda kalau melihat langsung.

Oya, aku bertemu mbak Asma Nadia hari ini di acara Pelatihan Menulis dengan Asma Nadia yang diadakan oleh Perpustakaan Daerah Banjarbaru dalam rangka Banjarbaru Bookfair III. Inti dari pemaparan mbak Asma Nadia adalah bahwa yang harus dilakukan oleh seorang penulis adalah harus banyak membaca dan ikut komunitas serta menulis itu sendiri. Kesalahan yang umum menghinggapi para penulis yaitu sering terlalu khawatir dengan hasil tulisannya. Sedangkan kenyataannya dia belum pernah menulis. Selain itu, langkah berat seorang penulis pemula adalah menyelesaikan naskah. Bener banget ini aku mengalaminya juga. Sedangkan karya tidak bisa disebut karya kalau belum selesai. Begitu kata mbak Asma Nadia. Jlebb banget.



Setelah itu mbak Asma Nadia juga menjelaskan beberapa kesalahan para penulis pemula. Lebih lengkap katanya bisa dibaca pada buku 101 Dosa Penulis Pemula karya suami mbak Asma Nadia, Isa Alamsyah. Meski tanpa slide presentasi (karena kesalahan teknis), penjelasan mbak Asma Nadia tetap menarik perhatian peserta. Karena memang beliau sendiri yang membuat presentasinya jadi tetap ingat materinya dan juga menurutku mbak Asma ini jago ngeguyon juga. Aih, padahal awalnya mbak Asma Nadia tipe penulis yang serius.


Mbak Asma Nadia katanya miris dengan pemikiran ibu-ibu yang memandang buku dengan sebelah mata. Jika 1 rok seharga 50 ribu rupiah disebut murah, maka sebaliknya jika 1 buku harga 50 ribu rupiah dikatakan mahal. Padahal membeli buku itu investasi lho kata mbak Asma Nadia. Benar. Aku sependapat dengannya. Sudah tak terhitung berapa orang yang mengernyitkan dahi kalau melihatku sedang berbelanja buku. Apalagi di bookfair yang notabene harganya lebih murah dari harga normal. Tahun ini saja aku berhasil memboyong 12 buku ke kos. Bukankah investasi itu tak selalu harta. Ilmu dan wawasan dari buku juga penting. Bahkan lebih penting dari harta yang bisa hilang kapan saja.

Dulu ketika aku masih minta uang (sekarang juga kadang masih), mama pun tak terlalu suka aku beli buku. Mending beli makanan kata beliau. Aish. Sejak kuliah aku dapat beasiswa, gaji dari kerja parttime, dan sedikit honor dari berbagai kegiatan, aku jadi punya kebebasan menggunakannya untuk membeli buku. Beda dengan cewek lain yang akan senang shopping baju dan aksesoris, fashion dan passionku adalah buku. Meskipun ya itu tadi sering dianggap aneh.

Satu yang kugarisbawahi dari celoteh mbak Asma Nadia tadi adalah bahwa penulis itu harus rajin olahraga. What? Apa hubungan olahraga dengan menulis? Waktu aku bertanya bagaimana manajemen waktu menulis ala Asma Nadia. Dia menjawab, beliau menulis pada malam hari ketika semua orang di rumah tertidur. Jika mau, dia bisa mengetik naskah hingga pagi karena dia pengidap insomnia akut. Begadang sebenarnya kurang sehat. Tapi kalau mau waktu tambahan ya tak ada cara lain. Harus mengurangi waktu tidur. Agar selalu bugar maka kita harus rajin olahraga. Menulis membutuhkan raga yang sehat. Itulah makanya penulis tidak boleh sakit (dan harus banyak makan, bisikku pada diri sendiri).


Waktu acara berakhir ada sesi foto untuk setiap peserta bersama mbak Asma Nadia. Panitianya keren juga. Acara jadi tertib, tidak rebutan untuk foto bareng. Tidak seperti beberapa tahun lalu ketika ada penulis yang lain juga datang ke Banjarbaru. Ketika giliranku tiba, mbak Asma Nadia titip salam dengan anak-anak FLP Banjarbaru. Alhamdulillah, salamnya sudah kusampaikan, mbak.

Tuesday, February 3, 2015

I'm Ready for Pregnancy!

Judul : Pregnancy Checklist Book
Penulis : Tim Mommiesdaily
Penerbit : Buah Hati Books
Tahun terbit : 2012

Ya, dengan pedenya aku mengatakan judul postingan setelah membaca buku ini. Buku ini sangat, sangat ringan dibaca oleh mereka yang sudah menikah, sudah siap untuk hamil, atau bahkan sudah mengandung. Disajikan dengan layout isi yang keren dengan bentuk checklist, penjelasan singkat, serta note kecil membuat "perjalanan pertama"ku dalam mengenal dunia pregnancy sangat menyenangkan.

Dengan 147 halaman, buku berukuran mini ini sangat memikat pada pandangan pertama. Setelah dibaca, isinya juga sangat memikat. Layout warna hijau tua juga membuat buku ini tidak membosankan untuk dibaca.

Salah satu checklist dalam buku ini

Ada banyak bahasan menarik yang ditulis dalam buku ini. Ditulis oleh 4 penulis yang berada di "balik layar" situs www.mommiesdaily.com, buku ini sarat dengan informasi yang dibutuhkan oleh para calon ibu.

Terdapat 6 bagian dalam buku ini, yaitu merencanakan untuk punya anak, kehamilan, persalinan, bayi baru, ASI, dan fashion & beauty selama dan pasca kehamilan. Benar-benar ringkasan yang berguna. Sst, buku ini juga boleh dibaca oleh suami lho. Karena kehamilan bukan hanya urusan wanita. Peran suami tak kalah penting dalam proses membantu kelancaran kehamilan dan persalinan.




 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates