Thursday, January 29, 2015

Lima Sekawan dan Penyelundup Mutiara

Judul : Menyergap Penyelundup Mutiara
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Tahun terbit : 1985

Akhirnya aku berkesempatan lagi baca buku Lima Sekawan. Ya, boleh dibilang buku ini cukup langka untuk ditemukan sekarang. Buku yang kubaca saja terjemahan yang terbit tahun 1985! Hello, aku belum lahir waktu buku ini muncul.


Aku teringat masa remajaku yang kuhabiskan untuk membaca buku-buku detektif sejenis ini. Selain Lima Sekawan, aku juga pelahap Trio Detektif. Boleh dikatakan imajinasi petualanganku berkembang karena buku-buku tersebut. Meskipun sekarang aku tidak merasa terlalu terkejut lagi dengan endingnya, karena sudah banyak buku yang kubaca dengan konflik lebih pelik dan ending yang mengejutkan, tapi tetap saja buku Lima Sekawan ini merupakan sajian yang enak untuk dinikmati bagi pecinta buku sepertiku. Seperti cemilan di sore hari, ditemani secangkir teh buku ini cepat habis kulahap sekali duduk.

Lima Sekawan yang terdiri atas George, Julian, Dick, Anne, dan anjing George bernama Timmy ini merupakan tim detektif keluarga karena mereka masih sepupu. Yang paling mendominasi tentu saja si tomboy George. Sepupu-sepupunya lebih banyak mengikuti idenya. Meskipun begitu Julian lebih hati-hati dalam menimbang ide George karena dia yang paling tua diantara mereka. Sedangkan Dick dia terkadang akur, tapi terkadang juga tidak setuju dengan pendapat George. Usia mereka sebaya. Anne adalah adik Julian yang paling kecil setelah Dick. Dia sama dengan Julian, menyukai kedamaian.

Kali ini Lima Sekawan beraksi menyelidiki para penyelundup mutiara. Cerita dimulai ketika pada musim dingin mereka berlibur ke selatan. Disana mereka menemani ibu George untuk mendatangi acara pelelangan benda-benda antik. Disinilah mereka mulai bertemu dengan lelaki berwajah mirip bangkong yang kemudian mereka curigai sebagai penyelundup mutiara. Namun, penyelidikan mereka tak mudah. Mereka harus mendatangi banyak rumah di kota asing tersebut untuk menelusuri jejak seseorang. Apakah mereka berhasil? Lalu benarkah lelaki berwajah bangkong tersebut yang menyelundupkan mutiara?

Satu kejanggalan dari buku ini adalah tentang penyebutan ayah dan ibu George yang sebenarnya bernama Quentin dan Fanny. Namun pada beberapa halaman, mereka ditulis sebagai Ibu/Bibi Kirrin dan Bapak/Paman Kirrin. Bahkan pada halaman 51, terdapat dua penyebutan tersebut; Bibi Fanny dan Bu Kirrin. Sedangkan Kirrin adalah nama daerah tempat tempat tinggal mereka.


Selain itu semuanya perfect. Ceritanya juga dilengkapi dengan komik di sebelah halaman, sedangkan di halaman sebelahnya tulisan. Jadi bagi yang bosan membaca tulisan, bisa membaca komiknya. Ceritanya sama persis, sehingga untuk menyelesaikan buku setebal 221 halaman ini tidak memakan waktu lama.

Aku Sudah 17 Tahun Lho!

Berasa remaja aku selesai membaca buku ini. Bagaimana tidak, novel mini ini bercerita tentang Yasmin dan Nadira yang masih menuntut ilmu di pesantren setingkat SMA. Mengapa kusebut novel mini, karena tebal buku ini hanya 166 halaman. Isinya bercerita tentang Yasmin yang akan berulang tahun ke-17. Nadira adalah sahabat Yasmin yang sangat dekat. Saking dekatnya, Yasmin rela berjilbab dan ikut Nadira sekolah di pesantren. Di ulang tahunnya yang ke-17 nanti, Yasmin berniat merayakan ulang tahunnya bersama anak-anak yatim. Tidak pakai pesta besar-besaran lagi seperti dulu. Tentunya ia juga mengharapkan Nadira hadir dalam acaranya tersebut. Namun, semuanya tidak berjalan sesuai harapan. Apakah yang terjadi?

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini.  Pertama, tidak semua orang kaya sombong. Kedua, kemiskinan seringkali memaksa orang berbuat jahat. Ketiga, hati manusia bisa berubah. Keempat, keluarga adalah segalanya. Well, buku kecil ini memang banyak memberikan pelajaran. Sangat layak dibaca oleh para remaja agar tidak ikut terbawa arus globalisasi.

Dari segi bahasa, novel ini sangat ringan dan mudah dipahami. Mbak Leyla Imtichanah mampu membuat pembaca terhibur dengan tetap memasukkan nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Apalagi buku ini diterbitkan oleh Lingkar Pena Publishing House yang terkenal dengan kualitas buku-bukunya yang baik.

Hanya ada sedikit kekurangan novel ini, sepertinya pun hanya kesalahan redaksi. Pada cerita dimana Nadira diceritakan baru pulang dari pesantren dan ayahnya berkata, "Maaf ya, Abi tidak menjemputmu di stasiun." Padahal pada bab sebelumnya diceritakan bahwa Nadira pulang menggunakan pesawat, harusnya ayahnya mengatakan bahwa ia tidak menjemput Nadira di bandara bukan di stasiun. Selain itu, disebutkan bahwa Nadira kalau di rumah dan di sekolahnya yang lama biasa dipanggil Yasmin juga -nama lengkapnya Nadira Yasmin. Tapi karena di sekolah barunya, ada nama yang sama yaitu Yasmin calon sahabatnya itu ia rela dipanggil namanya dengan Nadira atau Dira. Tapi ternyata di cerita-cerita selanjutnya di rumah, ia memanggil dirinya sendiri dengan nama Dira, ayahnya pun begitu memanggil dengan nama Dira (halaman 55 dan 73).

Secara umum, buku ini rekomen banget buat dibaca adik-adik remaja atau pun kakak-kakak (hampir) dewasa sepertiku untuk mendapat hiburan sekaligus pencerahan.

Shady Reading Challenge 2015

Salam Blogger!

Hallo, semuanya! Di tahun 2015 ini aku mengadakan reading challenge khusus para blogger dengan banyak buku sebagai hadiahnya. Mau? Ikuti syarat di bawah ini ya …


  1.  Memasang banner RC di atas di sidebar blog kamu yang ditautbalikkan ke postingan ini selama event berlangsung, yaitu mulai dari 1 Februari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015
  2. Mendaftar dengan cara menuliskan link master post RC ini di kolom komentar postingan ini beserta nama lengkap, akun twitter, dan asal kota paling lambat tanggal 24 Oktober 2015.
  3.  Membaca buku yang bergenre MOTIVASI, boleh fiksi maupun non-fiksi, dan membuat reviewnya di blog masing-masing.
  4. Membuat wrap up post (rekap daftar buku yang dibaca beserta link postingan reviewnya) dan menyetorkan linknya dengan cara mention @Ryu_keren di twitter paling lambat tanggal 15 Januari 2016.
  5. Memfollow akun twitter @Ryu_keren dan memfollow blog www.bintangpamungkas.blogspot.com untuk mengetahui perkembangan RC ini.
  6. Review yang dikutkan dalam RC ini boleh diikutkan juga pada RC lain

Akan ada 3 pemenang utama yang mendapatkan paket buku dari koleksi pribadiku dan Rumah Buku Shady serta voucher diskon khusus belanja di Rumah Buku Shady. Setiap paket buku berisi 3-5 buku. Wah, asyik kan? Hadiah bisa bertambah jika ada sponsor tambahan.

Kriteria penilaian:
  • Kualitas review
  • Jumlah buku
  • Syarat poin 1-5

Semangat Blogger!

Wednesday, January 28, 2015

Bolehkah Aku Meninggalkanmu?

Sebuah pertanyaan yang tak kau ucapkan. Tapi aku tahu, itu yang tersirat di balik penjelasan panjang lebarmu.

Mungkin tak ada yang mengangguk jika orang yang dicintai bertanya seperti itu. Namun, kau tak menanyakannya. Kau menggantinya dengan pernyataan, “aku akan meninggalkanmu”.

Tak ada yang bisa kulakukan selain membiarkanmu karena aku mencintaimu. Aku yakin kau akan lebih bahagia jika kau pergi meninggalkanku, menuju tujuan hidupmu.

Telah berkali-kali aku merasa kehilangan. Awalnya terasa sakit. Tapi pada kehilangan yang kesekian, aku telah mati rasa. Terbiasa. Seseorang yang lain–yang kucintai, bahkan meninggalkanku tanpa kata. Ia hanya menyunggingkan senyum dalam diam sebagai tanda perpisahan. Pertanda ia bahagia saat meninggalkanku.
**

Aku baru selesai membaca cerpenku yang ke-100 yang masuk media kali ini. Ya, aku bertahan hidup dari tulisan sekarang. Honornya cukup untuk menopang hidupku. Tapi tetap saja, itu tak membuatku bahagia. Adakah bahagia dalam sepi?

Awalnya aku menulis hanya untuk mengisi kekosongan hidup yang kujalani. Hingga sekarang, aku menulis karena kebutuhan. Menghabiskan waktu bersama tinta dan kertas yang menjadi saksi bisu kesendirianku.
**
rdtaautari.blogspot.com

Isak tangis mengelilingiku. Aku terdiam.

Bolehkah aku meninggalkanmu?” Mungkin ini saatnya giliranku yang mengucapkan kalimat itu.

“Ibu, kami tak bermaksud meninggalkanmu” kata Desy –si sulung, di sela isak tangisnya. Mungkin ia telah membaca buku harianku.

Kini kalian pergi meninggalkanku. Aku kesepian sekarang. Satu-persatu menghilang dari kehidupanku.

“Maafkan kami bu, kami bukan anak yang berbakti padamu” Derra –gadis keduaku, air mata deras mengalir di pipi cantiknya.

Aku tak melarang kalian pergi. Hanya saja jenguklah aku sesekali. Tak hanya saat lebaran tiba. Itu lebih berarti dari uang yang kalian kirimkan tiap bulan sayang-sayangku.

“Aku berjanji mulai sekarang, aku akan selalu di sampingmu. Menemani dan merawatmu bu” Ditto –bungsuku, satu-satunya yang masih lajang pun ikut menyeka air matanya.

Kalian hebat, nak. Cita-cita kalian sungguh tinggi dan kalian mampu mencapainya. Aku bangga mempunyai putra-putri seperti kalian. Hanya saja, mengapa aku merasa kalian meninggalkanku? Meninggalkanku demi cita-cita dan kehidupan yang lebih baik.

“Kami tak pernah tahu kalau selama ini ibu kesepian setelah kepergian ayah. Maafkan kami bu” Daru –anak keduaku, terlihat paling tegar karena tangisnya tak nampak dimataku.

Aku tak perlu mengatakan ini pada kalian. Karena mungkin kalian memang jauh lebih bahagia di tempat yang jauh dariku.

Lidahku seperti tak mampu mengeluarkan suara, mengatakan semua kata yang tertulis di buku harianku. Mereka sudah tahu, itu cukup bagiku.

“Bolehkah aku meninggalkanmu?”

Tak butuh jawaban, aku pun akan pergi sekarang seperti kalian dulu meninggalkanku.

Selamat tinggal, dunia.

Cerita ini diikutkan giveaway contest  www.doddyrakhmat.com

Senandung Cinta dalam Cerita

Judul : Senandung Cinta
Penulis : Anisa Ae, Faizal Oddang, Verlit Ivana, dkk
Penerbit : AGP Publishing
Tahun terbit : 2012

Well, ini buku pertama yang kubaca di tahun 2015. Buku yang berjudul Senandung Cinta ini merupakan antologi cerpen. Tema yang diangkat pada setiap cerita beragam, sebenarnya menurutku tidak bisa dibenangmerahkan menjadi senandung cinta seperti judulnya. Cerita-cerita dalam buku ini menurutku lebih pas disebut sebagai fiksi mini daripada cerpen, karena ceritanya sangat pendek. Buku yang berisi 25 cerita ini ditulis dengan bahasa sederhana dan menurutku juga dengan tujuan yang sederhana, yakni bagaimana mengungkapkan pikiran para penulisnya. Dari segi layout bukunya, buku ini cukup good looking. Sampulnya juga keren dengan warna hijau dan gambar biola. Ketebalannya yang hanya 160 halaman sukses menarik hati pembaca yang tak menyukai buku terlalu tebal.



Dari segi cerita ada beberapa cerita yang biasa saja menurut seleraku. Namun beberapa cerita yang lain perlu ditandai. Entah karena pesan atau keunikan lain yang dituangkan oleh penulis. Pada cerita yang berjudul Sailormoon Gang Dolly misalnya, menurutku ide ceritanya unik. Tak banyak cerita yang mengangkat kehidupan para PSK di lokalisasi terbesar Asia Tenggara ini. Ternyata tempat ini sudah menjadi legenda tersendiri di bidangnya, jauh dari waktu hebohnya penutupan Gang Dolly beberapa bulan yang lalu.

Pada cerita yang berjudul Cinta Tak Bertepi aku memetik hikmah yang cukup dalam bahwa di setiap kejadian yang tidak menyenangkan selalu ada hal yang bisa disyukuri. Tokoh kedua di cerita ini mempunyai hati yang besar, meskipun awalnya terpaksa dinikahkan dengan seseorang yang dua kali lipat lebih tua dari umurnya. Dia akhirnya bisa menerima dan bersyukur bahwa dia bisa menikah dengan laki-laki yang mencintai dia, sayang keluarga, dan mapan secara ekonomi. Padahal saat akan dinikahkan dia punya pacar yang mengajaknya kawin lari.

Di cerita lain yang berjudul Sepasang Sayap, aku mendapat pelajaran tambahan untuk selalu bersyukur. Caranya dengan melihat ke bawah. Posisi orang pertama dalam cerita ini, persis denganku lagi. Aih. Dalam cerita Senja untuk Awan, aku mendapati kalimat-kalimat indah penuh metafora karya penulisnya yang membuatku menikmati. Meskipun dari segi ceritanya biasa saja.

Sepertinya ada dua cerita yang diunggulkan pada antologi ini. Bisa dilihat pada blurb di belakang buku. Disana termuat penggalan cerita dari dua cerpen yang berjudul Suatu Ketika di Malam Minggu dan Mimpi Pada Sepasang Mata Daruma. Menurutku keduanya memang terlihat lebih bagus meskipun secara amanat lebih mengena cerita yang telah kusebutkan sebelumnya tadi. Yang menarik dari dua kedua cepern ini adalah ide dan endingnya yang tidak biasa.

Bagaimanapun ke-25 cerita ini pantas mendapatkan apresiasi. Meskipun cerita-cerita di dalamnya sebagian besar masih dalam kategori standar menurutku, tapi ini cukup bagus untuk para penulis pemula yang ingin meningkatkan kepercayaan dirinya dengan menerbitkan buku meskipun hanya antologi. Semoga dunia kepenulisan Indonesia semakin berkembang.

Tuesday, January 27, 2015

Berbakti pada Orang Tua

Hari ini aku berkesempatan berbicara panjang lebar dengan istri salah seorang dosenku. Awalnya obrolan kami biasa-biasa saja. Lama-lama jadi semacam curhat. Ibu itu yang curhat, bukan aku. Ternyata istri dosenku tersebut kagum dengan suaminya, sebut saja Pak F. Kekaguman tersebut karena pak F ini merupakan anak yang sangat berbakti pada orang tuanya. Jangankan dengan orang tua, dengan mertuanya saja beliau amat bakti. Subhanallah.

Meskipun laki-laki, pak F ini tidak kalah telaten dengan saudara-saudaranya yang perempuan dalam merawat bapak beliau yang baru-baru ini terkena penyakit stroke. Sebelum ayah beliau sakit, beliau juga yang paling rajin ngajak jalan-jalan orang tua kemana-mana. Akhirnya orang tua beliau pun sangat sayang pada beliau.

Setelah kupikir-pikir betapa berbaktinya bapak ini. Mungkin saja seluruh kesuksesannya sekarang adalah buah dari doa orang tua beliau yang sangat ridha dengan beliau. Subhanallah. Siapa pula orang tua yang tak ridha jika punya anak seberbakti beliau?

lautan-nasehat-islami.blogspot.com

Cewek versus Cowok

Tata bilang, ternyata lelucon bahwa hobi cewek itu mengganggu semua hobi cowok benar adanya. Wkwk. Ya gimana dong, habisnya cowok kalau lagi serius sama hobinya lupa sama sekelilingnya gitu, bahkan ceweknya.

Tata itu hobinya nonton film sama ngegame. Kalau sudah mulai ngerjain dua kegiatan ini, bisa dipastikan dia fokus sefokus-fokusnya. Bahkan lupa kalau aku ada di sana. Lagipula, mana ada cowok yang sensitif ya. Jadi kalau kita merengut tanpa bilang apa-apa, cowok biasanya anteng aja seperti tak terjadi sesuatu. Ckck.

www.rioferi.com
Well, ini salah satu adaptasi yang harus kujalani. Ada banyak perbedaan mendasar antara cowok dan cewek yang harus kuatasi agar hubungan tetap awet.

Sunday, January 25, 2015

Ujian Hidup

Sampai aku berulang tahun ke-20, aku masih berpikir bahwa hidup itu harus bahagia. Bahagia dalam arti sempit yang kupahami waktu itu adalah hidup yang selalu nyaman, tentram, dan damai tanpa masalah apa pun. Punya keluarga bahagia tanpa masalah, punya pribadi yang baik hati, berteman dengan mereka yang menyenangkan, menjalani rutinitas dengan kejelasan jadwal, dsb. Boleh dikatakan begitulah hidupku selama ini. Setidaknya dalam pandangan orang lain, aku selalu menjalani kehidupan yang bahagia.

Kesini-sini setelah mengamati berbagai pengalaman orang-orang di sekitar dan pengalaman pribadi, semakin lama aku berdialog dengan diriku sendiri, aku menyimpulkan bahwa tak mungkin hidup selalu lempang bagai jalan tol. Selalu ada batu-batu sandungan yang hadir di sepanjang usia kita. Dari kerikil-kerikil kecil sampai batu gede sekuat karang. Tak semua rencana berakhir menyenangkan, terkadang kita harus menggunakan plan B dan menerima hasil tak sebaik yang kita harapkan.

imamkamal24.wordpress.com

Dari masalah-masalah kecil seperti laptop rusak, printer error, motor mogok, sampai masalah yang lebih nyesek. Uang habis, ortu sakit, ada yang suka ngomongin di belakang, dll. Yah, hidup sejatinya seperti itu. Kita selalu ingat yang buruk saja karena kita kurang bersyukur terhadap hidup itu sendiri. Kenikmatan mah sebenarnya udah banyak dikasih Allah, kitanya aja yang lebih suka fokus pada kesusahan. Bisa napas, ortu masih ada, bisa sekolah, punya teman-teman baik, bisa jajan, anggota tubuh lengkap, punya rumah, de el el. Dan lain-lain. Banyak.

Sekarang aku telah mengubah cara pandangku. Tak apalah hidup banyak masalah, dikasih hidup aja udah syukur. Sebagai balasannya, tugas kita harus menyelesaikan masalah-masalah tersebut sebaik-baiknya dan juga tak berhenti melakukan kebaikan. Hidup layaknya sebuah game, selalu ada rintangan di setiap level untuk ditaklukkan. Tak ada tantangan, game berakhir.

Aku hanya perlu menikmati hidup yang indah ini bersama bonus ujian-ujiannya, bersama orang-orang yang aku sayang.

Saturday, January 24, 2015

Negeri Konspirasi

Aku baru saja menonton drama korea yang berjudul Three Days. Genre dramanya aku banget. Cerita cinta-cintaanya minim. Trus temanya konspirasi gitu. Seru.

Secara umum ceritanya tentang konspirasi pembunuhan presiden karena kesalahannya di masa lalu. Yang mau aku bahas adalah betapa hebatnya segala sesuatu ketika uang sudah berbicara. Kebenaran di depan mata pun bisa ditutupi ketika mata sudah hijau.

Kejahatan sulit sekali terungkap meski sudah nyata pelakunya. Alasannya harus menunggu bukti yang jelas. Alangkah luar biasanya ketika pemilik modal terbesar di suatu negeri berniat melakukan kejahatan terorganisir. Semuanya bisa disuap untuk melancarkan aksinya. Bahkan para penegak hukum.

kangulumuddin.blogspot.com

Juga ketika aku membaca Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk, temanya sama. Konspirasi orang-orang besar untuk menumpas kebaikan agar mendapat keuntungan berlipat ganda.

Tengok ke dunia nyata, eh ternyata hal yang sama juga terjadii di negeri ini. Beberapa hari yang lalu Polri menangkap wakil ketua KPK karena KPK mendakwa calon ketua Polri dengan tuduhan korupsi. Alamak. Macam budak-budak je. Rakyat jadi bingung pihak mana yang benar. Media juga susah dipercaya sekarang ini. Di belakang mereka bisa saja ada pihak-pihak yang berkepentingan menyetir opini publik.

Negeri ini masih belum menemukan pemimpin yang adil rupanya.

Thursday, January 22, 2015

Menikahi Keluarga Pasangan

Sebaiknya ketika memutuskan untuk menikah, pilihlah calon yang juga disukai oleh keluargamu serta pastikan kamu juga disenangi oleh keluarga si calon. Setelah menikah, aku baru menyadari ini penting. Pantas saja mengapa kehidupan pasangan yang tak direstui keluarga -apalagi orang tua, jarang bertahan lama.

qeshiashop.com

Aku beruntung, di kedua belah pihak keluargaku dan keluarga suami adem ayem aja. Aku disenangi mertua dan dia juga sangat disayang mama bapa. Well, betul sekali kata orang bijak. Ketika menikah, maka kita juga harus siap "menikahi" keluarga pasangan. Karena pernikahan tidak hanya tentang bersatunya dua insan, tapi juga dua keluarga.

Satu hal yang harus kamu lakukan jika ingin menjalani "pernikahan antar-keluarga" ini dengan aman, yaitu perlakukan pasangan seperti kamu ingin diperlakukan oleh pasangan. Jangan lupa, perlakukan pula keluarganya sama persis dengan perlakuanmu pada keluargamu. Pasangan pasti akan merasa sangat senang jika kamu bersikap begini. Bonusnya, kamu juga akan semakin disayang olehnya.

Wednesday, January 21, 2015

Nafsu Makan Oh Nafsu Makan

Aku bermasalah dengan nafsu makan sejak kecil. Tidak banyak jenis makanan yang aku sukai. Parahnya dari sedikit jenis makanan itu, sedikit yang termasuk sayuran. Yeah, aku bukan pemakan sayur yang baik. Jadilah tubuhku seperti ini, dengan nafsu makan kurang dan jarang makan sayur, kurus.

Saat kecil sepertinya mama bapaku kurang gigih membujukku untuk makan banyak dan menyukai makanan. Eh tapi bukan salah mereka juga sih, akunya aja yang kelewat kurang nafsu makan. Saat ini, aku baru menyadari ini akan jadi masalah. (Well, selama 22 tahun ini aku memang merasa baik-baik saja dengan kondisi tubuh kurang gizi). Sekarang, ketika menikah dan terpikir ingin hamil, barulah sadar kalau berat badanku yang kurang ini perlu dinormalkan.

www.doktercantik.com

Fiuhh. Satu hal yang tepat untuk solusinya adalah makan yang banyak. Masalahnya ya itu tadi, selera makanku biasa banget. Makan bagiku hanya sekedar rutinitas breakfast-lunch-dinner. Setelah ketiga kebutuhan tersebut terpenuhi, jarang sekali aku makan asupan tambahan. Apalagi kalau makan sendiri, sudahlah porsinya sedikit susah sekali menghabiskan. Biasanya untuk mengurangi beratnya proses makan, aku menghabiskan makanan sambil baca buku, baca timeline, atau bahkan nonton film. Ngenes banget yak.

Efek lain selain badanku yang ramping (baca: ceking) adalah keahlian memasakku yang ekstrim parahnya. Ya karena tidak suka makan, otomatis jadi kurang suka juga masak. Kalau masak, berarti sedang ada momen istimewa.

Ada yang punya tips supaya nafsu makan meningkat?

Tuesday, January 20, 2015

Berjuang di Tengah Badai

Kamu yang beruntung (pernah) tinggal di desa, pasti melihat bagaimana tangguhnya orang-orang desa hidup dengan keadaan finansial yang jauh dari standar sejahtera orang kota. Oleh karena itu, sungguh hebat kalau ada orang desa (notabene bukan pegawai atau tuan tanah) yang mampu menyekolahkan anaknya sampai sarjana.

suarakomunitas.net

Kamu yang punya teman orang desa juga tak kalah beruntung. Karena mereka biasanya mempunyai daya juang belajar yang tinggi. Kuliah mereka jalani dengan sungguh-sungguh, karena tahu orang tua mereka bersusah payah menyekolahkan mereka. Lihat bagaimana mereka menghemat uang dengan tidak banyak jalan dan jajan. Atau bagaimana mereka berusaha menambah pemasukan dengan cara kerja part time di sela-sela waktu kuliah.

Mengapa kubilang kamu beruntung? Karena kamu menyaksikan langsung bagaimana proses seseorang menjadi hebat dan bertahan ketika badai menerpa. Syukur jika kamu bisa membantu meringankan beban mereka. Hidup akan jauh lebih bermakna ketika kita berbagi dngan sesama.

Monday, January 19, 2015

Give Me Five

Ada satu kebiasaan suamiku yang baru terdeteksi. Ketika dibangunkan atau disuruh melakukan sesuatu yang dia ogah-ogahan, dia akan mengangkat sebelah tangannya dengan semua jari terbuka. 

genius.com
Waktu kutanya artinya, dia menjawab "tunggu lima menit lagi". Haha. Bahkan tanpa melihat alat penunjuk waktu pun aku tahu, saat dia melakukan hal yang dimaksud telah lebih dari lima menit dari saat dia mengangkat tangannya.

Sunday, January 18, 2015

Preventif Person

Menurutku aku termasuk tipe preventif person. Entah apa istilah yang benarnya di dunia psikologi. Sebelum aku melakukan sesuatu atau enggan mengerjakan sesuatu, aku berpikir apa akibatnya bagiku. Jika akibatnya kurasa fatal, maka itu akan mempengaruhi decisionku terhadap sesuatu.

uniqpost.com

Sebagai contoh, ketika aku tahu bahwa begadang akan menyebabkanku ngantuk di kelas pada besok hari, maka aku akan tidur di jam normal. Ketika aku tahu menunda shalat akan membuatku mengerjakannya dalam kondisi mengantuk dan tidak khusyu, maka aku akan bergegas mengerjakannya di awal waktu. Karena aku takut menderita maag, maka aku makan teratur setiap hari.

Seperti itulah. Menurutku, preventif person adalah orang yang tidak suka berurusan dengan "akibat buruk". Dia rela melakukan/tidak melakukan hal yang mampu mencegah hal tersebut. Bukankah, mencegah lebih baik daripada mengobati?

Friday, January 16, 2015

Be the Best, Be your Self

Kita memang tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Ketika satu orang bilang buruk, belum tentu yang lain merasa yang sama. Oleh karena itu berhentilah berusaha menyenangkan semua orang, karena tak akan mungkin bisa. Banyak kepala, banyak persepsi. Lagipula, masa kita mau-mau saja menuruti maunya orang buruk. Bagi mereka yang tukang contek misalnya, mereka tentu menganggap orang yang keukeuh berprinsip untuk tidak menyontek dan memberikan contekan adalah orang yang punya sifat buruk. Bukankah bagi orang jahat, orang baik itu jahat?

Jadilah dirimu sendiri. Percaya diri saja. Selagi kita memang berusaha berperilaku baik menurut norma masyarakat dan agama. Lagipula, tak ada yang sempurna di dunia ini. Tugas kitalah untuk terus memperbaiki diri serta memperbanyak kebaikan dan meminimalisir keburukan.

Dunia memang bukan tempat untuk selalu bersenang-senang (kalau mau senang terus yok ke surga :). Ada kalanya kita harus merasa sedih. Bahkan bagi orang baik, hidup tak melulu tentang kebahagiaan. Bahkan bagi orang yang dikenal baik di lingkungannya, cobaan malah lebih besar. Mereka seperti "tak boleh salah". Ketika mereka melakukan kesalahan, sepertinya segala kebaikan akan terhapus dan terganti oleh 1 keburukan.

Tentang mereka yang senang bergunjing tentang keburukan orang lain. Tak perlu kau risaukan. Dosa bukan bergantung pada penilaian orang lain padamu. Walau seluruh dunia menganggapmu buruk, kalau Tuhan melihatmu baik, mereka bisa apa?


seratdakwah.blogspot.com

Nafsu sajalah yang membuat mereka tak puas menggosipkanmu. Jika pun kau mau melihat berbalik pada mereka, percaya saja mereka pun tak kan lebih baik daripada dirimu. Sebaliknya, lebih baik kamu bersyukur. Syukur ada yang "perhatian" mengurus hidupmu, padahal mungkin saja urusan hidup mereka sendiri lebih banyak. Buat apa mereka "rela" membuang-buang waktu mereka untukmu kalau bukan karena perhatian?

Yang lebih penting, dari omongan jelek tentangmu yang sampai ke telingamu kamu jadi ada bahan untuk introspeksi diri. Introspeksi diri untuk tetap berbuat yang terbaik bukan karena ingin dilihat orang bahwa kamu baik. Berterimakasihlah pada mereka karena ini. Mereka yang berniat menjatuhkanmu akan semakin senang jika karena ulah mereka, kamu semakin terpuruk.

Bukankah sudah pernah kukatakan, mungkin saja mereka begitu karena iri. Hidup mereka tak sekeren kehidupanmu. Lewatkan saja. Jangan buang waktumu dengan merisaukannya. Karena waktumu terlalu berharga hanya untuk meladeni atau bahkan membalas perlakuan mereka. Anggap saja yang mereka lakukan tersebut hanyalah melempari kerikil saat kita berjalan. Kecil saja, kurang mengganggu. Lagipula, membalas hanya akan membuatmu sama dengan mereka. Jahat.

Aneh memang, ada sebagian orang yang senang ketika orang lain sedang susah. Ekspresi kesenangan tersebut salah satunya adalah dengan menceritakan kemalangan tersebut ke banyak orang (baca: menggosip). Mereka hanya belum sadar saja, kalau menjelek-jelekkan orang lain tidak akan membuat diri mereka lebih baik. Jika mereka sadar, tentu mereka lebih memilih untuk menggunakan waktu mereka yang berharga untuk melakukan kegiatan yang lebih positif.
 
Jika kamu merasa sakit, anggaplah mereka seperti ampelas. Di masa depan, kamu mungkin akan berkilau karena gesekan-gesekan pengalaman menyakitkan, dan mereka akan dibuang ke tempat sampah karena tidak berguna lagi.

Apa yang Membuat Cewek Tergila-gila dengan Drama Korea?

Ini menurutku ya, dan hanya membahas tentang drama korea bukan hal-hal lain tentang korea. Karena aku juga suka drama korea, kemungkinan ini yang membuat cewek-cewek jatuh cinta pada drama korea.

1. Aktor dan aktrisnya good looking. Meski entah alami atau tidak, yang jelas enak saja dipandang. Siapa yang tidak betah menonton tayangan berdurasi belasan jam kalau pemerannya manis-manis?


fajarbukan.blogspot.com

2. Ceritanya yang so sweet. Karena jarang sekali di kehidupan nyata yang mengalaminya, jadilah menonton drama korea seperti menyelami samudera khayalan bagi para cewek. Membayangkan diri menjadi pemeran cewek di drama tersebut dengan kisah yang happy ending tentu merupakan hiburan tersendiri di tengah rutinitas harian yang melelahkan.

3. Selain cerita cintanya bikin baper, cerita kehidupannya juga keren dan variatif. Latar belakang profesi para tokoh bisa apa saja, dari CEO, karyawan biasa, guru, murid, dokter, pasien, tentara, polisi, badut taman, artis, hingga pekerja parah waktu.

4. Produser dan sutradaranya serius menggarap. Drama sebagai karya digarap secara total oleh mereka sehingga hasilnya pun tidak setengah-setengah.

Meskipun aku pernah mengatakan bahwa menonton drama korea itu membuang-buang waktu dan mematikan produktivitas. Tapi tentunya juga ada sisi positif dari drama korea yang bisa kita ambil hikmahnya. Apa saja? Tunggu postinganku selanjutnya ya.

Wednesday, January 14, 2015

What's your Dream?


www.splendidwallpaper.com

Suatu ketika aku bercerita pada suami apa saja mimpi-mimpi besarku dalam hidup. Dia mendengarkanku tanpa menyela. Saat kutanya apa mimpinya. Dia menjawab,

"Mimpiku hanya dua, bersamamu dan mewujudkan mimpi-mimpimu."

Tuesday, January 13, 2015

Antara Kagum, Nyaman, dan Cinta

Well, postingan kali ini berbau melankolis bagaimana gitu. Mumpung ingat saja, karena tadi ada yang menyinggung. Sebelum hilang ideku jadi ditulislah dalam bentuk postingan.

Menurutku, kagum tidak sama dengan cinta. Sama halnya dengan nyaman, berbeda dengan cinta. Kali ini aku membahas tentang perasaan antar lawan jenis.

200rangkaiankata.blogspot.com

Definisi kagum sendiri menurutku adalah menyukai orang tertentu dengan segala kelebihannya. Entah kenal atau tidak kita dengan orang tersebut, rasanya "wah" saja ketika nama dia disebut. Biasanya ketika kagum kita menjadi lebih subjektif dan menutup mata dengan kekurangan sang idola.

Nyaman adalah sebuah perasaan yang dirasakan seseorang ketika berinteraksi dengan orang yang disukainya. Ya, nyaman memang identik dengan perasaan suka. Tapi sekali lagi, suka belum tentu cinta. Ketika kita nyaman dengan seseorang, berarti kita telah kenal dengan orang tersebit. Tahu baik buruknya, meski tetap saja fokus kita pada hal-hal baik yang membuat kita merasa nyaman.

Cinta sendiri menurutku adalah akumulasi seluruh perasaan menyenangkan terhadap seseorang. Tidak hanya kagum, nyaman, atau pun suka. Ada banyak serpihan rasa yang lain sebagai penyusun fuzzle cinta.

Bagaimanapun, ada ruang tersendiri ketika kita mengagumi, merasa nyaman, dan mencintai orang yang berbeda. Karena perbedaan ruang itulah mengapa cinta kita takkan berkurang meski sebesar apapun kita mengagumi orang yang lainnya. Asalkan, pintu antar ruang terkunci dengan baik.

Monday, January 12, 2015

Hello, Instagram!

Baru-baru ini aku baru mendaftar menjadi pengguna akun instagram. Seperti BBM dulu, setelah teman-teman heboh dan mereka mengajakku untuk join, barulah aku sign up. Bukannya sengaja, tapi melihat situasi kondisi dan kebermanfaatan sosial media tersebut juga.

 
Aku memutuskan bahwa IG bukan sosmed utamaku. Well, maksudku masih ada sosmed lain yang jauh lebih "dekat" dan mudah seperti BBM. Tahulah, IG yang memuat kumpulan foto pasti memerlukan akses internet yang besar dan itu tidak didukung oleh provider yang kugunakan.

Kesimpulanku, tidak semua akun yang aku kenal orangnya harus difollow. Selain sisi kepraktisan melihat home, juga karena tidak semua foto yang orang-orang kita ikuti bermanfaat atau menginspirasi. Akun mereka yang hanya memajang foto kenarsisan adalah syarat utama akun yang tidak kufollow, kecuali aku kenal dekat orang tersebut.

Sebaliknya, meski orangnya tidak kukenal namun jika kutahu foto-foto yang disharenya bermanfaat aku akan dengan senang hati memfollow meski tanpa minta follow balik. Menyenangkan sekali rasanya melihat foto-foto yang mampu menginspirasi kita setiap hari, bukan sekedar foto pamer.

Well, sekarang zamannya otak dan kreativitas. Tubuh bagus atau wajah menawan hanya pelengkap. Dua hal terakhir bukan sesuatu yang mampu dipertahankan hingga tua, keabadiannya nisbi.

Welcome, Rindang! Mungkin itu yang diucapkan IG padaku. Selamat bersenang-senang di dunia foto.

Sunday, January 11, 2015

Masalah dalam Bekerja

Bekerja apa pun dan di mana pun selalu ada masalah yang menyertai. Masalah-masalah tersebut jika tidak diatasi, akan berpengaruh pada hasil kerja. Secara umum, permasalahan dalam bekerja terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang datang dari dalam diri pekerja, misalnya kondisi tubuh yang tidak sehat, jenuh, dan tidak bersemangat. Perasaan jenuh biasanya hadir karena rutinitas yang dihadapi pekerja dalam waktu yang lama. Pekerja yang tidak bersemangat biasanya dikarenakan si pekerja kurang menyukai apa yang dikerjakan atau karena jenuh. Kondisi tubuh yang kurang sehat bisa disebabkan oleh terpaksanya tubuh melakukan banyak pekerjaan tanpa istirahat.

2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri pekerja. Ada banyak bentuk dari faktor eksternal, seperti peralatan kerja yang rusak, suasana di tempat kerja yang kurang nyaman, serta pekerjaan yang terlalu banyak tapi harus dikerjakan dalam waktu yang singkat. Peralatan kerja yang rusak dapat disebabkan oleh terlalu tuanya umur alat-alat tersebut atau perawatan alat yang kurang diperhatikan. Suasana yang kurang nyaman bisa disebabkan oleh sempitnya ruangan, ruangan berantakan, atau suasana yang gaduh. Sedangkan untuk menghasilkan pekerjaan yang bagus harus didukung dengan lingkungan kerja yang rapi, bersih, dan tenang.


ldiipurwakarta.wordpress.com

Lalu, bagaimana cara mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut? Jika permasalahan berasal dari diri pekerja, maka si pekerja harus memastikan dirinya telah siap dan fit dalam bekerja. Faktor-faktor yang mengganggu harus dikesampingkan terlebih dahulu. Jika yang mengganggu adalah perasaan bosan atau tidak bersemangat, harus dihilangkan terlebih dahulu dengan refreshing. Bisa dengan cara bepergian ke tempat rekreasi, melakukan sesuatu yang baru, atau bahkan hanya dengan tidur lebih lama. Jika kondisi tubuh tidak fit, maka yang perlu dilakukan adalah pergi ke dokter dan beristirahat yang cukup.

Untuk mengatasi permasalahan yang datang dari luar diri pekerja, seperti peralatan untuk bekerja yang rusak pekerja harus berusaha memperbaiki peralatan tersebut atau meminta bantuan teknisi yang ahli. Jika pekerja bekerja di sebuah perusahaan, sebaiknya segera membicarakan kerusakan alat tersebut dengan pimpinan di tempat bekerja. Jika yang terjadi adalah suasana tempat kerja yang kurang mendukung, membicarakan hal ini dengan atasan juga perlu dilakukan. Jika atasan belum.bisa mengatasi, maka yang harus kita atasi adalah perasaan diri yang kuat agar tidak terpengaruh dengan segala ketidaknyamanan tersebut dalam produktivitas kerja. Jika mungkin, hindari hal-hal yang mengganggu tersebut.

Masalah terlalu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sedikit harus diatasi dengan manajemen waktu yang tepat. Kerjakan yang paling mendesak dan penting terlebih dahulu, lalu kerjakan yang deadlinenya cepat meskipun kurang penting, selanjutnya kerjakan yang penting meskipun tidak mendesak, dan jika masih ada waktu kerjakan hal yang kurang penting dan tidak mendesak. Satu yang harus diingat dalam manajemen waktu yang baik, hindari menunda-nunda dan menumpuk pekerjaan.

Saturday, January 10, 2015

Seribu Lampion


Akhir Desember lalu, Kota Barabai dimeriahkan oleh pelepasan seribu lampion. Acara ini diadakan sebagai acara puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Tengah sekaligus penutupan kegiatan Barabai Expo 2014.



Sunday, January 4, 2015

Bad Mood? No Way!

Bad mood memang merupakan salah satu penyebab hari buruk kita, terutama bagi kaum hawa. Bad mood sering datang bersamaan dengan tamu bulanan. Ya, ketika PMS sepertinya adalah "saat yang tepat" bad mood datang menerpa.

Aku juga mengalami ini. Emosiku meledak-ledak jika sindrom ini muncul. Alam bawah sadarku seakan ingin marah atau menangis tanpa sebab. Kesalahan sedikit saja bisa memicu kekesalanku. Aku jadi "sakit" sendiri ketika waktu itu datang.

Sekarang, tak pernah sebelumnya seperti ini -aku berusaha keras untuk mengendalikannya. Kau tahu kenapa? Sejak aku menikah, tentu saja orang yang paling dekat denganku adalah suami. Dulu, ketika bad mood saat PMS aku menghindar untuk bertemu orang-orang agar tidak membuat "masalah" dengan bad moodku. Selain dismenorhaenya yang menggila, bad mood juga sering mendorongku untuk bersikap ketus pada orang lain. Hoho. Aku tak mau mengambil risiko berada di keramaian dengan kecenderungan seperti ini. Sekarang tentu aku tak bisa semudah itu lagi menghindari orang, terutama suami. Asli, aku berusaha sekali untuk mengendalikannya. Meski sekarang belum berhasil.

mamaluvrayyan.blogspot.com

Bagaimana caraku untuk menghindari badai emosi ini? Ada beberapa tips yang bisa kubagikan.

1. Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan. Meski cukup sederhana, cara ini ampuh lho untuk menjinakkan kelabilan mood kita. Coba saja. Kita jadi lebih tenang.

2. Mengutarakan kekacauan perasaan kita pada orang terdekat. Apapun perasaanmu, orang terdekat dan yang sedang bersamamu perlu mengetahui ini. Agar mereka bisa memahami jika nantinya terjadi hal-hal di luar kendalimu.

3. Kembangkan senyum lebar-lebar ketika merasakan emosi negatif. Saat marah, dongkol, kecewa, sedih, dan perasaan-perasaan sedih lainnya kita cenderung untuk menekuk wajah. Cobalah untuk memaksa bibir kita untuk tersenyum. Setidaknya mereka yang berada di sekitarmu tidak merasa ikut tersiksa. Lagipula, senyum mampu mengubah auramu menjadi positif.

4. Berpikir positif. Ketika bad mood menyerang berpikir positif mungkin sulit dilakukan. Tapi cobalah dari hal-hal kecil. Misalnya ketika temanmu terlambat datang dari jam janjian, berpikirlah mungkin ia sedang ada masalah di perjalanan, dsb.

So, badmood? No way!
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates