Tuesday, September 30, 2014

Birrul Walidain

Beberapa hari yang lalu aku mendapat materi tentang birrul walidain, berbakti kepada orang tua. Hiks, aku jadi sedih sendiri kalau ingat perlakuanku terhadap orang tua. Memang sih aku anak penurut, tapi sebenarnya aku juga anak pembangkang. Aku terbiasa mendapatkan apa yang kuinginkan, jadi ketika ada hal yang tidak kuinginkan terjadi terkadang aku bisa marah dan menyalahkan mereka.

Allah, ampuni dosa hamba. Padahal selama ini mereka tak banyak menuntutku. Namun ketika mereka menuntut satu hal, itu adalah hal yang paling ingin kuputuskan dalam hidupku. Semoga dengan sikapku yang (akhirnya) menerima ini, aku mendapat berkah dan Engkau meridhaiku.

berbaktikepadaorangtua.com

Jika ingin berbicara betapa tidak bersyukurnya aku sebagai anak (manja), akan terlalu panjang tulisan ini. Jadi cukuplah kalau kugambarkan betapa seorang anak tak pernah bisa membalas jasa kedua orang tuanya meski dengan segunung harta pun, kecuali ketika ia bertemu dengan ibu bapaknya sedang menjadi budak dan ia memerdekannya. But, adakah sekarang ini sistem perbudakan? Tak ada. Itu artinya, kita tak akan pernah bisa membalas jasa mereka.

Mari kita mulai birrul walidain kita dengan melakukan hal-hal kecil. Seperti kalau yang sedang merantau sepertiku, menghubungi mereka setidaknya beberapa hari sekali. Mereka akan senang sekali mendengar suara kita, meski hanya lewat telepon. Bawakan hadiah ketika kita pulang. Menuruti apa yang mereka katakan, baik larangan ataupun suruhan. Jika ada hal yang berbeda dengan prinsip berpikirmu, katakan dengan lemah lembut dan beri penjelasan yang sederhana sehingga mereka paham dengan apa yang kamu inginkan. Mais ingat dengan metode bermain cantik? Nah, lakukan itu.

Begitulah. Semoga kita termasuk sebagai orang-orang yang berbakti kepada orang tua. Aamiin.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates