Tuesday, September 30, 2014

Birrul Walidain

Beberapa hari yang lalu aku mendapat materi tentang birrul walidain, berbakti kepada orang tua. Hiks, aku jadi sedih sendiri kalau ingat perlakuanku terhadap orang tua. Memang sih aku anak penurut, tapi sebenarnya aku juga anak pembangkang. Aku terbiasa mendapatkan apa yang kuinginkan, jadi ketika ada hal yang tidak kuinginkan terjadi terkadang aku bisa marah dan menyalahkan mereka.

Allah, ampuni dosa hamba. Padahal selama ini mereka tak banyak menuntutku. Namun ketika mereka menuntut satu hal, itu adalah hal yang paling ingin kuputuskan dalam hidupku. Semoga dengan sikapku yang (akhirnya) menerima ini, aku mendapat berkah dan Engkau meridhaiku.

berbaktikepadaorangtua.com

Jika ingin berbicara betapa tidak bersyukurnya aku sebagai anak (manja), akan terlalu panjang tulisan ini. Jadi cukuplah kalau kugambarkan betapa seorang anak tak pernah bisa membalas jasa kedua orang tuanya meski dengan segunung harta pun, kecuali ketika ia bertemu dengan ibu bapaknya sedang menjadi budak dan ia memerdekannya. But, adakah sekarang ini sistem perbudakan? Tak ada. Itu artinya, kita tak akan pernah bisa membalas jasa mereka.

Mari kita mulai birrul walidain kita dengan melakukan hal-hal kecil. Seperti kalau yang sedang merantau sepertiku, menghubungi mereka setidaknya beberapa hari sekali. Mereka akan senang sekali mendengar suara kita, meski hanya lewat telepon. Bawakan hadiah ketika kita pulang. Menuruti apa yang mereka katakan, baik larangan ataupun suruhan. Jika ada hal yang berbeda dengan prinsip berpikirmu, katakan dengan lemah lembut dan beri penjelasan yang sederhana sehingga mereka paham dengan apa yang kamu inginkan. Mais ingat dengan metode bermain cantik? Nah, lakukan itu.

Begitulah. Semoga kita termasuk sebagai orang-orang yang berbakti kepada orang tua. Aamiin.

Monday, September 29, 2014

Produktif Itu Disempat-sempatkan

Tidak mudah memang menjadi manusia produktif. Aku sedang berusaha mencapainya, bahkan sejak aku paham betapa sesungguhnya semua manusia di dunia ini merugi kecuali mereka yang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Hasilnya, sedikit demi sedikit ritme kehidupanku semakin sibuk dan tentu saja menghasilkan. Meskipun dengan malu kuakui, terkadang kemalasan dan perasaan ingin bersantai menggodaku.




Meminjam nasihat yang sering didengungkan oleh penulis profesional, "menulis itu bukan ketika kita sempat, tapi disempatkan". Di luar kegiatan menulis, hal ini juga sepertinya bisa diaplikasikan. Ada orang yang heran mengapa dengan waktu yang sama 24 jam aku bisa melakukan banyak hal dibanding orang lain. Aku jawab karena itu disempat-sempatkan.

Menulis disempat-sempatkan, ngeblog disempat-sempatkan, ikut organisasi disempat-sempatkan, mengajar bimbel disempat-sempatkan, menggarap naskah skripsi disempat-sempatkan, bahkan makan, shalat, dan tidur pun disempat-sempatkan. Yang tidak disempat-sempatkan sekarang ini hanya mengerjakan penelitian di laboratorium dan membantu proyek dosen. Dua kegiatan itulah yang menyita banyak waktuku selama satu tahun terakhir ini. 

So, ingin produktif? Cobalah caraku, disempat-sempatkan. Capek memang, tapi kalau kamu tahu bagaimana leganya ketika kita berhasil mencapai tujuan dengan kerja keras sendiri maka kamu akan rela menyempat-nyempatkan usaha di dunia yang hanya sementara ini.

Sunday, September 28, 2014

10 Lagu Galau Versi Rindang

Berikut adalah lagu-lagu (pop-Indonesia) yang menjadi favoritku:

1. Melewatkanmu - Adera

2. Tahu Diri - Maudy Ayunda

3. Cinta Pertama (Sunny) - Bunga Citra Lestari

4. Melekat di Jiwa - Kerispatih

5. Terjebak Nostalgia - Raisa

www.lintas.me

6. Dengar Bisikku - The Rain

7. Kenangan Terindah - Samson

8. Melukis Bayangmu - Adera

9. Kucinta Dirinya - Mike Mohede

10. Galau - Yovie and Nuno

Entah mengapa hampir semua lagu-lagu yang kusuka adalah lagu-lagu galau. Seorang sahabat malah menggelariku sebagai Ratu Galau. Rasanya adem saja mendengar lagu-lagu melankolis bertema galau, setidaknya aku tahu bukan hanya aku yang punya masalah hidup ^^. Ada beberapa lagu (galau) lain sebenarnya yang jadi favoritku, tapi hanya sepuluh di atas yang berhasil kuingat.

Friday, September 26, 2014

Eliana si Anak Pemberani

Judul : Eliana
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun terbit : 2011
Selamat datang di dunia yang tidak pernah kalian bayangkan. Di mana rasa ingin tahu, proses belajar, menyatu dengan kepolosan, kenakalan, hingga isengnya dunia anak-anak. Selamat datang di sebuah petualangan hebat, ketika persahabatan, pengorbanan, dan pemahaman yang baik atas kehidupan tumbuh dari wajah-wajah ceria terus melekat hingga mereka tumbuh dewasa.

Adalah Eliana, anak sulung Mamak yang pemberani, bersama tiga rekannya, membentuk geng dengan sebutan "Empat Buntal". Berempat mereka kompak, bahu-membahu melewati hari-hari seru, kejadian suka-suka, pantang menyerah. Bahkan melawan kerakusan di kampung kecil dengan sabuk sungai, dikelilingi hutan, dan dibentengi bukit-bukit hijau. Adalah Mamak yang membesarkan anak-anak dengan disiplin tinggi, tegas, akhlak tidak tercela, serta tanpa kompromi. Dan adalah Bapak yang selalu riang, memberikan teladan dari perbuatan, serta selalu bijak menyikapi masalah.
**

Setelah membaca Burlian dan Pukat, sekarang saatnya aku membaca buku ketiga dari serial Anak-Anak Mamak. Eliana adalah anak sulung mamak dan bapak, kakak yang terkadang meyebalkan bagi ketiga adiknya. Oi, setelah menghabiskan lembaran terakhir novel ini, aku berpikir sifat Eliana mirip denganku. Pemikirannya, sikap kritisnya, pemarahnya, dll. Tapi jujur kuakui, jika pun ada Eliana di dunia nyata, aku tak seberani dia melakukan berbagai action berbahaya sebagai bentuk perlawanannya terhadap kehidupan yang kadang tak adil ini.

Eliana begitu mencintai lingkungan, keadilan, dan kebenaran. Cita-citanya adalah menjadi pengacara yang handal. Tak salah jika mamak dan bapak menyebutnya sebagai anak pemberani. Karena meskipun dia perempuan, Eliana bisa nekat melakukan hal-hal yang menurutnya benar meskipun berbahaya. Dalam melakukan aksi-aksi nekat tersebut, ia tidak sendiri. Bersama 3 kameradnya, ia membentuk Geng 4 Buntal yang "bertugas" menumpas kejahatan.

Seperti halnya manusia biasa, anak-anak pula, Eliana tentu tak lepas dari kesalahan. Berbagai hal gila ia lakukan, termasuk azan di masjid ketika waktu maghrib! Eliana juga pernah ngambek karena perlakuan mamak dan kabur dari rumah. Sungguh, bab tentang betapa besar cinta mamak kepada anak-anaknya jauh lebih menarik di buku ini daripada di dua buku sebelumnya. Mungkin karena ini juga pernah kualami, meski tidak sampai kabur.

Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari novel ini. Terutama tentang bagaimana menyenangkannya masa kanak-kanak. Tak ada kecemasan akan kesusahan hidup yang kerap menghinggapi hati-hati orang dewasa. Selain itu pesan tersirat dalam novel ini yang bisa diambil adalah bahwa ketamakan sebagian orang mampu menghancurkan harmoni alam bahkan merugikan orang-orang yang tak bersalah.

Di dalam buku Eliana juga diceritakan betapa uniknya perjalanan kisah cinta bapak dan mamak. Seru. Ah, sepertinya aku harus segera membaca Amelia, buku pertama yang menutup seluruh cerita.

Thursday, September 25, 2014

Calon Sarjana (Harusnya) Berkualitas

Terinspirasi dari perkataan seorang dosen penguji ketika seminar usul proposal teman. Para calon sarjana sekarang ini banyak yang berkualitas abal-abal. Mereka hanya mementingkan target lulus secepat mungkin, tidak peduli dengan esensi gelar sarjana itu sendiri.

Menurut beliau, mirisnya calon sarjana sekarang ini karena bahkan ada calon sarjana yang ketika ditanya latar belakang penelitiannya dia masih terbata menyontek literatur. Tidak "menyampaikan" langsung isi pikirannya sendiri. Setidaknya calon sarjana, apalagi scientist harus tahu benang merah penelitiannya itu apa. Paham di luar kepala.

moneter.co

Itu syarat minimal lho ya, syarat yang lain masih banyak lagi yang kalau bisa harus dipenuhi semuanya. Agar ketika si calon sarjana ini terjun ke masyarakat, orang tidak bertanya benar apa tidak dia ini lulusan perguruan tinggi bertitel sarjana?


Sarjana itu otaknya, bukan titelnya. Ya kan? Tapi dua-duanya lebih bagus lagi ^_^

Wednesday, September 24, 2014

Senjata Ampuh Melawan Masalah

Apa sih senjata ampuh untuk menyelesaikan masalah? Menurutku salah satu senjata ampuh untuk menyelesaikan masalah adalah komunikasi yang baik. Terutama untuk masalah-masalah yang terkait dengan hubungan antar-personal.

sripatmi.blogspot.com

Sialnya, aku tak mempunyai bakat menyelesaikan masalah jenis ini. Tahulah, kata orang aku irit bicara. Sekalinya bicara, nggak ada lemah lembutnya. Menohok langsung ke dalam dada. Bagaimanalah, mengendalikannya susah kalau sudah jadi tabiat seperti ini.

Padahal untuk beberapa kasus kehidupanku akhir-akhir ini. Penyelesaian masalah dengan cara bicara dari hati ke hati sangat dibutuhkan. Begitulah, aku mencoba dengan seada kemampuanku menyelesaikannya. Beberapa ada yang berhasil, ada pula yang belum berhasil. Heuuu. Iri jadinya sama orang yang punya bakat communicable.

Monday, September 22, 2014

Cenil-cenil

Di tempat kalian, makanan ini namanya apa? Di tempatku, makanan ini disebut cenil-cenil, setidaknya mamaku bilang begitu. Makanan ini biasanya dijual pagi-pagi di pasar tradisional. Cocok disantap ketika sarapan.

Makanan ini terdiri atas beberapa jenis penganan yang dicampur jadi satu sehingga menghasilkan kombinasi warna sedemikian rupa. Ada singkong rebus, ketan hitam, juga cenil-cenil warna-warni yang terbuat dari semacam tepung kanji. Ketiga jenis penganan tersebut kemudian ditambahkan dengan kelapa parut dan kuah gula aren. Ssshh, sedap!

Sunday, September 21, 2014

Mengapa Membeli Buku Online?

Berikut adalah beberapa alasan mengapa aku memilih membeli buku secara online daripada  membeli buku secara offline atau pergi ke toko buku.

1. Efisien
Efisien di sini maksudnya kita hanya perlu klak-klik memilih buku yang kita inginkan dan transfer uang. Setelah itu buku yang kita incar sampai deh di tangan kita :)

2. Hemat Waktu
Waktu yang kita habiskan untuk pergi ke toko buku bisa kita habiskan untuk hal-hal lain, karena membeli buku secara online tidak memerlukan waktu lama. Sekedar buka internet dan mengklik beberapa tombol, tidak perlu mengeluarkan motor atau menghabiskan waktu yang cukup lama juga di perjalanan menuju toko buku. Lebih hemat ongkos bensin juga :)


3. Kemungkinan Belanja di Luar Budget Lebih Minim
Ketika pergi ke toko buku, tentunya kita akan melihat-lihat buku selain buku yang ingin kita beli. Bisa jadi, kita juga akan tertarik membelinya. Alhasil budget membeli buku yang awalnya sekian membengkak menjadi sekian plus-plus, gara-gara kita tak bisa menahan diri ketika melihat buku-buku tersebut. Lain halnya ketika kita membeli buku online. Ketika kita mengetikkan judul buku yang kita cari, yang muncul hanya detail mengenai buku yang akan kita beli. Tidak terlihat buku-buku yang lain, kecuali jika kamu memang berniat window-book-shopping ^^

Sekarang ada banyak sekali toko buku online yang mempermudah kita untuk mendapatkan buku-buku idaman kita. Untuk menyiasati ongkos kirim yang besar, pilihlah lokasi toko buku online yang dekat dengan tempat tinggalmu. Sehingga ongkos kirim jadi lebih murah. Untuk wilayah Kalimantan, khususnya Banjarmasin dan sekitarnya Toko Buku Shady bisa menjadi pilihan yang tepat.

Thursday, September 18, 2014

Rembulan dalam Lensa

Sebenarnya aku tidak hobi fotografi. Hanya saja terkadang ketika purnama, tanganku tergerak untuk mengabadikan keindahan yang dipancarkannya. Berikut adalah beberapa koleksi foto rembulan yang kuambil pada tempat dan bulan yang berbeda.

di depan rumah





Wednesday, September 17, 2014

Kabut Asap

Kamu bagai kabut asap di pagi hari, bikin nyesek. Iya, kamu #skripsi ^^

Aku sedang tidak ingin membicarakan skripsi, tapi tentang kabut. Kabut asap tepatnya, yang bikin dada nyesek -secara harfiah, pagi-pagi. Seperti siklus tahunan, setiap musim kemarau, kabut asap akan dengan senang hati mengunjungi bumi Kalimantan (aku kurang tahu kalau di pulau lain).

Seperti beberapa pagi ini, aku sangat terganggu dengan kabut dan bau asapnya. Bikin nyesek. Bahkan terpaksa, aku dan temanku saat jogging  menggunakan masker. Nggak asyik banget kan? Niatnya olahraga pagi-pagi dapat udara segar, ini malah dapat nyesek.

www.kalsel.antaranews.com
Untuk beberapa kawasan di Banjarbaru menurutku kabut asapnya lebih tebal dari daerah lain. Misalnya di kawasan sekitar bandara, kabut asapnya  tebal banget. Jarak pandang tinggal hitungan kurang dari 10 meter. Mungkin karena daerah di sana terbuka begitu ya. Kabutnya pun tidak hanya terasa saat pagi hari, karena ketika aku lewat di sana saat siang dan sore-sore. Tetap berasa kabut dan bau asapnya.

Hoy, siapa yang harus disalahkan kalau sudah begini? Para pengeruk keuntungan yang membakar lahan? Petani yang membuka ladang dari hutan? Pemerintah yang tidak becus mengatur kebijaksanaan? Hoy, rakyat jelata sepertiku tentu tak punya andil menentukan siapa yang salah. Aku hanya bsa ngedumel tanpa pernah bisa melakukan solusi. Karena setiap tahun ya kejadian ini selalu berulang.

Stok masker harus ditambah. Tidak hanya ketika kerja di laboratorium saja aku harus pakai masker. Kemana-mana wajib pakai masker. Setidaknya mengurangi risiko terserang ISPA yang mungkin saja datang tak diundang. 

Tuesday, September 16, 2014

Kue Bolu

Di daerah kalian, kue ini disebut apa? Di kampungku dinamakan wadai kek (wadai=kue, kek=dari kata cake). Di kampung temanku, di Kotabaru, kue ini disebut gelambin. Aneh ya namanya? ^^ Tapi secara umum, orang-orang Banjar menyebut nama ini dengan sebutan kue bolu.

Cara membuat kue ini sangat sederhana, cukup mencampurkan tepung terigu, gula, dan telur dengan takaran yang pas. Dikocok dan diaduk hingga mengembang, lalu ditambahkan mentega yang sudah dilelehkan. Pemanggangannya pun tidak dilakukan di oven, cukup di atas kompor menggunakan panci yang memang sudah tercetak bulat dan bolong di tengah. Kalau mau lebih simpel, adonan kue bolu tersebut juga bisa dikukus dalam panci berdandang. Rasanya tak kalah enak dengan yang dipanggang.

Ketika akan disajikan pada perayaan tertentu, resepsi pernikahan misalnya, kue ini akan diberi hiasan dengan butter cream warna-warni, yang meskipun terlihat indah namun sama sekali tak enak dimakan. Waktu kecil, aku pengen banget ikut menghias-hias kue tersebut menggunakan plastik berbentuk kerucut yang ujungnya terdapat cetakan sesuai bentuk yang diinginkan. Tapi aku tak pernah diijinkan menggunakannya, karena tentu saja takut hasil hiasanku tak rapi. Warna dasar kue ini sebenarnya adalah krem, namun pada beberapa produk kemasan yang menjual paket tepung untuk membuat kue ini juga terdapat pewarna seperti coklat yang mama gunakan seperti di gambar.

Kue ini terhitung sebagai makanan mewah di kampungku, jadi tidak heran kalau hanya pada perayaan hari-hari tertentu saja warga membuat kue ini. Di keluargaku sendiri, kue ini paling sering dibuat ketika lebaran. Namun terkadang, ada saat-saat istimewa ketika mama ingin membuat kue ini meskipun tidak ada perayaan apa pun. Ketika keluarga kecil kami terkumpul lengkap, misalnya. Maklum, sekarang ini kan aku, mama, adik, dan papa berada di empat penjuru yang berbeda.

Monday, September 15, 2014

Full Time Blogger

Di tengah-tengah kesibukanku saat ini aku berharap benar-benar bisa menjadi seorang full time blogger. Ada terlalu banyak cerita yang hendak kubagikan. Tapi waktu yang sedikit membuatku tak sempat untuk menuliskannya.

ninaneulrin.blogspot.com
Ckck, manusia, manusia, manusia. Memang sudah tabiatnya banyak mengeluh, kurang bersyukur. Aku sendiri contohnya. Dulu waktu nggak punya laptop, berandai-andai sekiranya punya laptop pasti akan menulis lebih sering. Kalau dulu kan masih nulis di kertas, tangan pegel. Setelah punya laptop, ada lagi alasan. Capek, ribet buka laptop, dll. Lalu aku mulai berharap punya smart phone. Sekarang sudah punya, alasannya nggak ada waktu, jaringan lelet. Deuhh. Ingin rasanya menghukum diri sendiri yang tak pandai bersyukur ini.

Jadi, inti dari postingan kali ini bukan saja pada betapa inginnya aku menjadi seorang full time blogger, tapi juga tentang betapa tidak bisanya aku memanfaatkan nikmat yang telah diberikan Allah. Semoga setelah menulis ini, aku bisa benar-benar menjadi full time blogger -sering menulis, di sela kesibukan harianku. Aamiin.

Datu Dumuk

Datu Dumuk adalah datu yang terkenal di keluarga besar kami. Aku memanggil beliau datu karena beliau adalah orang tua kakekku. Beliau sudah meninggal dan aku tak pernah sempat melihat beliau. Tapi seperti yang kukatakan, beliau adalah datu yang terkenal di keluarga besar kami. Karena beliau mempunyai bakat yang luar biasa, bakat tersebut pun menurun ke kakekku. Dan sepertinya juga menurun ke pamanku, adik mama. Tak perlulah kuceritakan bakat tersebut apa, yang jelas itu bawaan seperti gen, tidak dipinta dan tak bisa ditolak keberadaannya.


Lebaran terakhir tadi, seperti biasa aku ke makam beliau untuk membacakan surat yaasiin. Nama beliau ternyata cukup unik di telingaku seperti yang tertera di nisan. Dumuk Duyasa ^^


Semoga beliau tenang di sisi-Nya. Aamiin.

Sunday, September 14, 2014

Pukat si Anak Pintar

Judul : Pukat
Penulis : Tere Liye
Penebit : Republika
Tahun terbit : 2010
Kali ini Serial Anak-anak Mamak yang kubaca bercerita tentang si Pukat, anak yang pintar. Pukat adalah anak kedua dari pasangan Bapak Syahdan dan Mamak Nur. Ia dijuluki si pintar karena seolah tahu jawaban dari semua pertanyaan, pantaslah jika di kemudian hari ia berhasil menjadi seorang peneliti.

Lain halnya dengan Burlian yang selalu membuat ulah, Pukat adalah seorang anak laki-laki yang lebih kalem dan berpikir panjang. Meskipun begitu, dalam beberapa hal ia juga kompak dengan Burlian. Sifat buruknya juga tergambar dalam beberapa kejadian. Misalnya ketika ia berolok-olakan dengan temannya si Raju hingga sampai saling tak menyapa berminggu-minggu. 

Pula ketika ia menjadi saksi atas sebuah masalah, ia yang berkoar-koar hingga Pak Bin menasihati bahwa mulut adalah pipa pembuangan terkotor. Karena kita dengan senang hati akan memakan bangkai teman sendiri (baca: menggunjing). Dan tentu saja pada setiap buku juga terdapat bab khusus cinta mamak kepada anak-anaknya yang bandel, kali ini Pukat menurutku jauh lebih keras kepala daripada Burlian.

Namun kebaikan universal yang sejak dini ditanamkan di keluarga Pak Syahdan mampu membuat semua anak-anak mamak, termasuk Pukat dengan cepat menyadari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan dan mereka bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

Kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan oleh seorang anak kecil seperti Pukat juga terkadang jauh berdampak positif daripada kebaikan besar yang dilakukan oleh orang dewasa tapi berharap balas jasa. Simak saja ceritanya pada cerita Kaleng Kejujuran. Oi, betapa aku rindu masih ada anak-anak seperti Pukat dan teman-temannya hari ini.

Di dalam buku ini juga tergambar kearifan lokal nenek moyang kita, tergambar pada bab-bab Petani Adalah Kehidupan. Selain memperlihatkan pada Pukat dan Burlian betapa panjangnya perjalanan sebutir nasi, proses pembukaan hutan hingga panen juga menunjukkan pada kita bahwa cara-cara tradisional tidak akan merusak alam. Bahkan para penduduk desa tahu persis bagaimana menyeimbangkan alam, mereka hanya mengambil sedikit sesuai kebutuhan mereka. Tidak serakah, seperti masyarakat kota nan modern.

Adalah Wak Yati, kakak tertua Bapak yang pintar Bahasa Belanda. Ia sering memberi teka-teki kepada Pukat, dan Pukat juga selalu bisa menjawabnya dengan berbagai cara. Kali terakhir Wak Yati memberikan teka-teki, Pukat bahkan hanya mampu menjawabnya di atas pusara wawak yang ia sayangi tersebut. Ia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menemukan jawabannya. Tak terpikirkan olehnya sebelumnya, bahwa sejatinya seluruh kehidupan masa kecilnya adalah tentang teka-teki Wak Yati yang satu ini.

Langit tinggi bagai dinding, lembah luas ibarat mangkok, hutan menghijau seperti zamrud, sungai mengalir ibarat naga, tak terbilang kekayaan kampung ini. Sungguh tak berbilang. Maka manakah harta karun yang paling berharga?

Saturday, September 13, 2014

7 Ciri Futur

Futur adalah keadaan ketika kita jauh dari Tuhan. Aku sendiri pernah mengalaminya. Iman memang bisa naik turun, oleh karena itulah kita harus mencharge iman kita setiap saat.

Berikut ciri-ciri futur yang kukutip dari Majalah Annida.

1. Gampang melakukan kemaksiatan, padahal sebelumnya kita selalu bisa menghindarinya.

2. Hati terasa keras, nasihat tidak mempan, bahkan kematian tidak lagi membuat kita takut pada azab kubur dan siksa akhirat.

3. Tidak mantap dalam beribadah sehingga kita tidak bisa lagi menikmati ibadah kita. Padahal sebelumnya, saat shalat atau membaca Al-Qur'an kita bisa menangis.

4. Lalai mengingat Allah setiap waktu, lupa zikir pagi dan petang, padahal dulu kita sangat menjaganya.

5. Menganggap sepele kebaikan dan meremehkan amalan-amalan yang mudah dikerjakan, padahal dulu kita selalu semangat untuk mengerjakannya

6. Tidak siap dan rapuh ketika menghadapi musibah, padahal dulu kita kuat.

7. Sangat berpikir duniawi, segalanya dituntut sempurna, jika ada detail yang tidak terpenuhi akan mudah sedih. Padahal dulu orientasi kita dalam berbagai bidang kehidupan adalah akhirat.

www.solihah.wordpress.com

*ketika menulis ini, sepertinya aku juga sedang futur. Astaghfirullah. Nanti jika ada kesempatan, aku akan memposting bagaimana solusi menghadapi keadaan futur.

Thursday, September 11, 2014

Sebentar Lagi



Ketika pikiran dan perasaan ingin menyerah, aku selalu menguatkan diriku dengan berkata seperti ini.

Bertahan sedikit lagi, sebentar saja, maka kau akan sampai di tempat tujuan.

Wednesday, September 10, 2014

Cek Kesehatan di Expo Kalsel 2014

Yuk, cek kesehatanmu sekarang juga!

Salah satu stand yang kusukai dari expo adalah stand kesehatan. Karena di sana biasanya mereka membuka cek kesehatan gratis buat para pengunjungnya. Berbeda denganku, beberapa teman malah takut memeriksakan kesehatan dirinya. Takut ketahuan punya penyakit serius, begitu alasan mereka. Tapi menurutku jika hasil pemeriksaannya buruk, setidaknya kita jadi tahu kondisi fisik pribadi dan dapat melakukan langkah pencegahan atau pengobatan sesegera mungkin.

Seperti pada Expo Kalsel tahun 2014 ini ada banyak stand kesehatan yang menyediakan fasilitas cek kesehatan. Salah satunya adalah stand kampus STIKES Muhammadiyah Banjarmasin. Ada beberapa cek kesehatan gratis disana, tapi juga ada tes kesehatan yang berbayar. Disana aku cek tekanan darah, asam urat, dan gula darah. Untuk 2 parameter yang terakhir aku bayar biaya reagen masing-masing 5000 rupiah. Hasilnya gula darahku normal, kandungan asam urat dalam tubuhku tinggi, dan tekanan darahku sedikit rendah.

Hasil cek gula darah, asam urat, dan tekanan darah

Asam urat di tubuhku lebih tinggi daripada baku mutu tubuh yang sehat. Wah, harus lebih menjaga pola makan nih dengan membatasi makan kacang-kacangan, seafood, telur, dan makanan yang berpurin tinggi. Tekanan darahku rendah sepertinya disebabkan oleh kurangnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuhku. Aaak, harus rajin makan (sehat) kalau begini.

Di stand Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, aku dan temanku periksa lemak tubuh menggunakan alat yang bernama body fat monitor. Hasilnya berat badanku kurang ideal, seharusnya 45 kg yang tertimbang hanya 39,2 kg. Indeks massa tubuhku adalah 17,42 dan itu termasuk dalam kategori Kurus. Ya iyalah, tanpa dicek pun sudah kelihatan faktanya. Hehe. Total lemak tubuhku rendah, namun lemak viseralku normal. Dan yang paling menyenangkan adalah usia tubuhku 4 tahun lebih muda daripada umur sebenarnya. Siapa yang tidak senang coba? Hehe. Ini kebalikan dengan temanku yang bertubuh agak gemuk, usia tubuhnya beberapa tahun lebih tua dari umur sebenarnya.

Hasil pemeriksaan lemak tubuh

Di stand Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Unlam kami juga melakukan tes psikologi. Metodenya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditampilkan di layar komputer. Jawaban harus sesuai dengan apa yang dialami dan dirasakan oleh pribadi masing-masing. Hasilnya langsung ditampilkan dilayar dan dicetak pada saat itu juga. Alhamdulillah, tingkat stressku sedang. Artinya selama ini aku sudah bisa mengelola stress dengan baik.

Hasil tes psikologi

Di stand Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, aku dan temanku cek kesehatan jiwa atau kepribadian. Caranya kami disuruh menjawab beberapa pertanyaan pada sehelai kertas sesuai dengan kepribadian kami. Voila, aku termasuk ke dalam tipe orang yang Dominan Akurat. Kekuatan dan kelemahan orang berkepribadian Dominan Akurat terpapar dalam lembar hasil yang boleh dibawa pulang. Sebagian besar memang sesuai dengan kepribadianku sehari-hari, tapi ini menurutku sih belum tentu kalau orang lain di sekitarku yang menilai

Hasil tes kecenderungan pribadi 


Seru kan? So, jangan takut cek kesehatan. Apalagi sebagian besar cek kesehatan yang ditawarkan di expo biasanya gratis tis tis. Yuk ah, mulai lakukan cek kesehatan. Selamat mengenali dirimu sendiri.

Rujak Rujak Rujak ...

Beberapa hari ini, anak-anak di lab sedang senang-senangnya ngerujak. Aishh, ada temanku juga yang gila makan rujak. Senangnya aku. Penyebab awal acara ngerujak kita adalah di depan lab mikrobiologi, tempat kami bekerja terdapat pohon asam -semacam mangga yang rasanya asam sekali, yang sedang berbuah. Buahnya sih masih kecil-kecil, muda-muda. Tapi itulah asyiknya, sensasi rasa asam yang bercampur dengan cocolan garam atau sambal rujak itu mantap sekali. Seorang teman bahkan membawa uyah wadi, garam hasil fermentasi yang memang merupakan pasangan yang mantap untuk rujak buah asam. Sssshh ...


twicsy.com

Monday, September 8, 2014

Lampau; Masa Lalu yang Menyeruak

Judul : Lampau
Penulis : Sandy Firly
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2013
Novel ini menceritakan tentang seorang anak Suku Dayak Meratus bernama Sandayuhan. Ayuh, nama panggilannya, terlahir dari seorang perempuan sakti bernama Uli Idang. Uli Idang adalah seorang balian kampung di pegunungan Meratus. Kesaktiannya sebagai satu-satunya balian perempuan terkenal ke seluruh penjuru gunung, sekaligus diiringi desas-desus tak mengenakkan mengenai suami Uli Idang, ayah Ayuh.

Ayuh bukanlah seorang anak yang pintar secara akademis. Kehidupannya lebih banyak dilingkupi oleh dunia mistis dan perdukunan kampung. Meskipun begitu ia tetap bersekolah ke SD kampung di bawah gunung, seperti lazimnya anak-anak yang berada di kampungnya. Namun setelah lulus SD ia memutuskan untuk melakukan hal yang tidak lazim, yaitu melanjutkan sekolah di kota.

Bagaimanakah jalan hidup Ayuh selanjutnya, setelah ia “mengintip” dunia? Bagaimana ia bisa sampai di Jakarta dan bertemu dengan dua gadis yang menarik hatinya? Satu diantaranya adalah gadis berkepang dua miliknya di masa lalu. Lalu bagaimana pula akhir cerita dari kisah-kasih orang tua Ayuh yang penuh teka-teki? Cerita sebagian yang Ayuh terima dari Amang Dulalin, sepupu ibunya, membuatnya banyak bertanya dalam diam selama ia mengembara.

Karena bagaimanapun, masa lalu akan selalu menyeruak, mencari jalan keluar(Kaled Hosseini).

Kekuatan novel ini menurutku terdapat pada setting yaitu pegunungan Meratus, suku Dayak Meratus, dan budayanya. Penulis dengan lihai menuangkan mitos-mitos yang berkembang di pegunungan Meratus menjadi sebuah cerita fiksi yang apik. Novel ini tepat dibaca oleh orang-orang yang ingin mengetahui kehidupan suku Dayak Meratus dan Banjar, yang notabene hidup bersisian.

Kelemahan novel ini menurutku adanya beberapa logika cerita yang kurang masuk akal. Misalnya mengapa Sandayuhan begitu cepat keluar dari pesantren hanya karena dituduh mencuri sedangkan sebelumnya ia digambarkan sebagai seseorang yang berprinsip kuat. Alasan mengapa ayah Ayuh pergi meninggalkan istrinya yang sedang mengandung pun menurutku terlalu lemah. Betapa ringankah cintanya pada Uli Idang sehingga ketika dihembus gosip saja sudah terbang melayang. Beberapa kejadian juga digambarkan berlalu begitu cepat. Seperti proses kehidupan Ayuh di rantau yang pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pula proses ketika ia menulis dan berhasil menerbitkan bukunya. Aroma perjuangannya kurang terasa.

Namun bagaimana pun, novel ini tetap keren secara keseluruhan. Tidak banyak penulis yang mampu menceritakan budaya secara rinci di sela-sela cerita fiksi yang ditulisnya. Selingan-selingan cerita seperti kelakuan Amang Dulalin yang jatuh cinta dengan seorang bule wanita gara-gara bekas poster celana jeans, membuat novel ini semakin “lezat” untuk dinikmati.

Novel dengan ketebalan 345 halaman ini mempunyai plot maju-mundur. Gaya bahasa penulis yang apik membuat novel ini nyaman dibaca oleh penikmat diksi sepertiku. Sama seperti beberapa novel yang bertema kehidupan anak desa yang merantau ke kota, novel ini memiliki pesan tersirat bahwa untuk menggapai kesuksesan kita harus berusaha tanpa kenal lelah.

Sunday, September 7, 2014

Workshop Menulis Anak FLP Banjarbaru

Hari ini diadakan acara Workshop Menulis Anak oleh FLP Banjarbaru. Lucu juga liat anak-anak kecil semangat-semangat nulisnya. Jadi malu sama diri sendiri yang sudah "berumur" ini tapi males menulis. Heuuu.

Workshop ini menampilkan tiga pembicara, yaitu Kang Dadan Ramadhan selaku editor senior DAR! Mizan. Yup, acara ini didukung sepenuhnya oleh penerbit DAR! Mizan dengan buku-buku unggulannya yaitu KKPK (Kecil-kecil Punya Karya). Pembicara kedua ada Naila Hasna Rausnah, yaitu penulis cilik asal Banjarbaru. Dia sudah punya buku kumpulan cerpen di KKPK lho. Dan yang ketiga ada mbak Nurul Asmayani, penulis produktif asal Banjarbaru yang juga ibundanya Naila.

Adik-adik yang mengikuti acara ini selain mendengarkan materi ketika workshop dan talkshow juga berkesempatan menulis di agenda writing on the spot. Mereka bersemangat sekali ketika disuruh menulis. Adik-adik dengan kualitas tulisan terbaik mendapatkan hadiah dari panitia dan sponsor acara. Wah senangnya.

Aku yang menjadi salah satu panitia merasa senang banget bisa mengadaan acara ini. Semoga dunia literasi mulai bertunas di jiwa anak-anak hingga tumbuh dan berkembang ketika mereka dewasa nanti. Aamiin.










Saturday, September 6, 2014

Aamiin

Seharusnya aku kuat. Aku cukup kuat menghadapi ini. Pundakku seharusnya kuat memikul beban ini. Jika tidak, tak mungkin tangan-Nya tega meletakkan beberapa cobaan sekaligus padaku yang bukan siapa-siapa ini.

Namun entah kenapa, beberapa waktu terakhir aku tak pernah bisa berhenti memikirkan efek domino ini. Tidak hanya terpikir namun juga merasa sakit yang cukup dalam. Mungkin setan yang menghembuskan keraguan pada kemampuanku, mungkin nafsu yang terlalu besar sehingga membuatku hampir menyerah, atau mungkin pula karena aku jauh dari-Nya.

Allahurabbi ...

Jadikanlah aku tetap kuat. Tetap menjadi seorang Rindang yang percaya pada qada dan qadar.

keblim.wordpress.com

Hidupku milikku. Aku yang menyetirnya, mengarahkannya hingga ke titik ini. Hingga tak ada yang lebih patut disalahkan jika ada hal tidak mengenakkan selain diriku sendiri.

Saatnya memperbaiki diri, menuju pribadi yang lebih baik.

Allahurabbi ...

Panjangkan sabarku.
Baguskan akhlakku.
Kuatkan imanku.
Bahagiakan orang-orang di dekatku.


Aamiin ya rabbal alamin.

Thursday, September 4, 2014

Rumah Buku Shady

Eh aku sekarang jualan buku lho. Lebih tepatnya jual buku online. Ada yang mau beli? Tenang, melayani pembelian seluruh Indonesia kok. Khusus Kalimantan, ongkos kirimnya lebih murah. Yang ada di Banjarbaru, tentu free ongkir ^^

Oya, nama toko buku onlineku adalah Rumah Buku Shady :) Silakan like dan cek judul dan harga buku di  link fanspagenya ya ...


Wednesday, September 3, 2014

Kalsel Expo 2014

Berdua dengan my bestiest

Ada Kalsel Expo di Lapangan Murjani Banjarbaru dari tanggal 22-29 Agustus 2014, dalam rangka memperingati ulang tahun Provinsi Kalimantan Selatan yang ke-64. Aku dan temanku berkesempatan ke sana. Bagi kami berdua, expo bukan sesuatu yang boleh dilewatkan. Ada banyak informasi yang bisa didapatkan di sana dengan cuma-cuma. Bagi kami mahasiswa kost-an, tidak ada itu semboyan "expo sama dengan belanja" seperti yang lain mungkin berpikiran begitu.

Souvenir dari stand Kemenristek

Begitulah, aku dan temanku dengan jeli bertanya-tanya di setiap stand yang menarik bagi kami. Berbagai brosur yang disodorkan oleh penjaga stand juga tidak kami tolak, kami kumpulkan semuanya dalam godie bag yang kami dapat dari stand Kemenristek. Di stand Balai Bahasa, aku juga dapat Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar. Aih senangnya. Di stand Dinas Pendidikan, aku juga berhasil membawa pulang buku Guru sebagai Peneliti. Bagiku yang kutu buku, hal itu menyenangkan sekali. Buku-buku tersebut didapatkan dengan gratis, dengan syarat hanya menjawab pertanyaan-pertanyaaan mudah karena jawabannya terdapat di dalam stand.

Kumpulan brosur dan buku yang kudapat dari expo kali ini

Tahun ini, menurutku Kalsel Expo lebih rame dari tahun-tahun sebelumnya. Terlihat lebih banyaknya stand yang berdiri trus "kemegahan" bangunan standnya, tidak biasa-biasa saja. Stand-stand tersebut berasal dari dinas-dinas yang berada di seluruh Kalsel terutama yang berada di Banjarmasin dan Banjarbaru. Ada pula stand setiap kabupaten, tentu saja aku antusias berkunjung (dan berfoto) di stand kabupaten asalku :) Stand dari beberapa kampus, termasuk kampusku, juga ada. Organisasi, bank, LSM, wirausaha, dan lain-lain juga banyak yang mendirikan stand. Stand favoritku adalah stand Dinas Pertanian, mereka kreatif sekali mengolah berbagai produk pertanian menjadi patung-patung dan hiasannya.

Hiasan dari biji-bijian yang terdapat di stand pertanian


  



Selain informasi dan hadiah buku-buku, yang membuatku senang ke expo adalah cek kesehatannya. Tidak semua gratis sih, karena ada beberapa test yang pakai biaya (murah). Menyenangkan, karena aku jadi tahu status kesehatanku tanpa perlu repot-repot datang ke rumah sakit. Untuk hasil dari tes-tes ini nantilah kuceritakan di postingan selanjutnya.

Tuesday, September 2, 2014

Roboh

Pertahananku roboh ketika mendengar lirik lagu-lagu ini.

Dan upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah
Menghilang sajalah lagi
(Tahu Diri - Maudi Ayunda)


Harusnya aku tlah melewatkanmu
Menghapuskamu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa karena kau tlah bahagia
(Melewatkanmu - Adera)

Monday, September 1, 2014

Kecelakaan Kerja di Laboratorium

Setelah setahun terakhir ini bekerja -mengerjakan penelitian di laboratorium, aku jadi tersadar bahwa hazard bekerja di luar ruangan atau pun di dalam ruangan itu beda tipis. Di luar ruangan kecelakaan mungkin bisa disebabkan oleh lingkungan, semisal medan atau cuaca yang tak bersahabat. Sedangkan kalau di dalam ruangan, kecelakaan kerja biasanya terjadi lebih disebabkan oleh kelalaian si pengguna alat.

Aku sendiri beberapa kali mengalami kecelakaan di laboratorium. Tidak besar sih. Tapi aku pernah membuat seorang teknisi panik karena aku meletakkan bahan asam di luar lemari asam yang bercerobong, dalam keadaan panas pula. Si teknisi khawatir akan terjadi kebakaran di lab karena keranjang tempat aku menaruh tabung berisi cairan panas dan berbahaya tersebut terbuat dari plastik dan telah meleleh setengahnya. Alamak. Kali lain, aku memecahkan labu Kjedahl di dalam lemari asam, beruntung cairan pekatnya tidak mengenai kulitku. Hanya saja aku harus mengganti labu tersebut, yang harganya lumayan menguras kantong mahasiswa sepertiku.


Dua contoh kasus di atas terjadi di Laboratorium Kimia. Sedangkan di Laboratorium Mikrobiologi, tempat aku lebih banyak bekerja aku lebih sedikit "berbuat salah". Selain karena memang ini bidang minatku, juga karena di laboratorium ini alat-alatnya lebih tersusun rapi. Setidaknya aku tahu persis cara menggunakan dan menghindari terjadinya kecelakaan. Namun tak dapat disangkal, kekhilafan kadang terjadi di mana saja.

Aku pernah membuat cawan petri berdiameter 15 cm menjadi "lautan api" karena tak sengaja memasukkan kaca benda sehabis membakar di atas api bunsen, padahal cawan petrinya berisi alkohol. Aku juga pernah terkena percikan api dari lampu tabung tempat menghangatkan kaca benda sehabis pewarnaan Gram gara-gara konsleting listrik. Temanku bahkan lupa menurunkan tekanan autoklaf dan langsung membuka tutupnya, sehingga menimbulkan bunyi ledakan. Alhamdulillah, tidak sampai membuat temanku terlempar karena dia belum sampai membuka penuh tutupnya.

Fiuuuh. Sekali lagi, bekerja di dalam atau pun di luar ruangan sama-sama berisiko.
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates