Saturday, August 16, 2014

Tentang Cita-cita, Profesi, dan Mimpi

Kata "cita-cita" familiar sekali di telinga anak kecil. Seumuran TK hingga SD pertanyaan "apa cita-citamu jika sudah besar nanti?", seakan sudah menjadi pertanyaan yang wajib dijawab.

Beragam jawaban bisa kita terima dari mulut kecil anak-anak tersebut. Jadi inilah, jadi itulah. Cita-cita anak kecil biasanya sering sekali berubah. Mau jadi ini di hari rabu, hari jum'at sudah beda lagi. Tahun ini mau jadi dokter, tahun besok berubah mau jadi pilot.

Yup, cita-cita identik dengan profesi di usia dewasa. Begitulah pemahaman anak TK-SD. Tapi salahkah pemahaman tersebut? Sepertinya tidak juga, karena orang-orang dewasa pun memaknainya seperti itu. Ketika sekarang akhirnya dia menjadi dokter, tidak bisa disangkal dia akan berkata paling tidak dalam hatinya, "akhirnya cita-citaku tercapai".

tishashop.blogspot.com

Lantas apakah ketika cita-cita kita sudah tercapai maka kita akan berhenti berusaha? Tentunya tidak. Layaknya sifat manusia yang tidak pernah puas, selalu ada keinginan untuk menggapai sesuatu yang lebih tinggi dari keadaannya sekarang. Masih ada banyak tujuan hidup yang ingin dicapai manusia meski dia telah berada di jenjang yang tinggi. Itulah yang namanya mimpi.

Bagiku sendiri, cita-cita tidak hanya sekedar profesi. Profesiku di masa depan, yang sekarang masih belum kutahu akan menjadi apa, mungkin saja sama dengan cita-cita (a.k.a profesi)ku ketika kecil. Namun cita-cita bagiku lebih spesifik lagi. Misalnya aku ingin menjadi pengajar yang hebat, yang mampu menginspirasi siswaku untuk melakukan hal-hal yang besar. Sehingga tak salah kalau dulu teman-teman pernah menulis di kolom cita-citanya dengan kalimat "ingin menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara."

Sedangkan mimpi, ini adalah tujuan tertinggi dari hidup kita. Bahkan ketika kita sudah bisa mencapai, mimpi akan bergeser menjadi lebih tinggi. Sehingga secara tak sadar, setiap detik kehidupan manusia dewasa pada umumnya dihabiskan untuk meraih mimpi.

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates