Sunday, August 31, 2014

Siring Marabahan

Siring Marabahan terletak di tepian Sungai Barito, di pusat Kota Marabahan. Marabahan, sebagai ibukota Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, memang terkenal sebagai kota dengan objek wisata airnya. Sungai terbesar di Kalimantan Selatan, melewati kota ini. Sehingga dibangunlah siring tepat di depan Kantor Bupati Barito Kuala, bagi masyarakat dan pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Sungai Barito di tengah Kota. Selain siring, di sekitar kantor bupati tersebut juga banyak dibangun taman. Cantik deh pokoknya pemandangan di sana.

Berikut adalah foto-foto ketika aku dan teman-teman jalan-jalan ke sana.








Saturday, August 30, 2014

Burlian si Anak Spesial

Judul : Burlian
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun terbit : 2010
Buku ini adalah buku pertama yang harus kamu baca dalam Serial Anak-anak Mamak, meskipun yang tertulis di halaman pertama buku ini merupakan buku yang kedua dan yang jelas Burlian bukan anak sulung tapi anak ketiga. Tapi untuk menyesuaikan urutan cerita sesuai versi penulis, mari kita ikuti saja aturan mainnya -buku ini adalah buku pertama yang harus dibaca.

Bagi yang bingung, apa itu Serial Anak-anak Mamak, akan kuceritakan sedikit. Adalah sebuah keluarga dengan empat orang anak. Nah, keempat orang anak inilah yang disebut dengan anak-anak mamak. Masing-masing dari mereka memiliki cerita masa kecil sendiri-sendiri yang diceritakan dalam satu buku. Eliana adalah sulung yang berani, Pukat adalah anak kedua yang pintar, Burlian adalah anak ketiga yang spesial, dan si bungsu Amelia yang kuat.

Bercerita tentang burlian dalam buku ini, dia adalah anak yang cerdas namun bandel seperti anak-anak laki-laki pada umumnya. Dia banyak bertanya dan membuat ulah. Kelebihannya adalah mempunyai sifat sosial dan peduli dengan orang lain. Tidak heran jika masa depannya “terselamatkan” karena persahabatannya dengan seorang kepala proyek pembuat jalan yang melintasi kampungnya.

Ada berbagai macam kejadian yang hikmahnya bisa langsung diserap dalam buku ini. Salah satunya adalah cerita tentang si putri mandi. Awalnya kukira si nakal Burlian ingin mengintip seorang gadis kecil sedang mandi, namun ternyata ia mengintip kegiatan kawanan rusa yang sedang minum air sungai. Ya, hanya mengintip karena Burlian dan saudara-saudaranya tidak diperkenankan keluarganya secara turun temurun untuk mengganggu apalagi memburu binatang-binatang langka tersebut di hutan sekitar kampungnya tinggal. Luar biasa, sungguh kearifan lokal yang sepatutnya dijaga hingga kini.

Secara umum, cerita tentang anak-anak mamak mengemukakan pentingnya kasih sayang di dalam keluarga dan betapa perlunya peduli dengan orang lain. Selain itu di dalam buku ini juga dibahas mengenai pengabdian tak kenal balas jasa seperti yang dilakukan oleh Pak Bin, guru sekolah Burlian yang sudah lama mengajar namun tak jua menjadi PNS. Ya, semua nilai-nilai kebaikan universal dimasukkan penulis ke dalam kehidupan Burlian yang berada di desa. Kontras sekali dengan realita yang terjadi sekarang, terutama di kehidupan perkotaan.

Friday, August 29, 2014

Quote Today

Skripsi itu seperti dementor yang bisa menyedot seluruh perasaan bahagia mahasiswa tingkat akhir.

http://www.hipwee.com/tips/biar-nggak-takut-skripsi-lakukan-hal-ini/

Thursday, August 28, 2014

Mandi Pagi

Aku punya tetangga berumur sekitar 50-an, tapi badan beliau terlihat masih sehat. Beliau juga jarang mengeluh sakit. Mama yang penasaran akhirnya bertanya, apa rahasia sehat beliau.

Awalnya beliau tidak tahu pasti beliau sehat karena apa. Tapi sepertinya, beliau sehat karena rajin mandi pagi, sebelum shalat subuh ketika matahari belum muncul. Begitu kesimpulan beliau.

Setelah mendengar jawaban dari tetangga tersebut, mama juga mulai rajin mandi sebelum shalat subuh. Membuatku geleng-geleng kepala, dingin bo. Maklum, cuaca dan air di desa kan sangat dingin ketika subuh.

www.kaskus.co.id

Entahlah kalau dilihat dari segi kesehatan. Sepertinya cukup masuk akal juga. Segala kotoran  terbuang dan kesegaran yang terasa di pagi hari mungkin akan membuat seseorang lebih bersemangat menjalani hidup. Sehingga akan berefek ke kesehatan raganya.

Tapi jujur, sampai sekarang aku belum mempraktikkan "amalan" ini. Mandi pagiku rata-jam 07.00-07.30. Apalagi ketika hari libur. Hoho, sudah dapat dipastikan aku akan mandi sekali saja hari itu, sebelum zuhur. Wkwk

Wednesday, August 27, 2014

Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru

Satu minggu yang lalu, aku "tidak sengaja" berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat. Museum ini terletak dekat dengan kampusku, yaitu di Jalan A. Yani km 36 Banjarbaru. Setelah mengikuti kegiatan yang diadakan di halaman museum tersebut, aku dan seorang teman masuk ke dalam museum. Hihi. Sambil menyelam minum air. 

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku ke sini, tapi selain untuk mengingat kembali benda-benda apa saja yang disimpan di museum ini aku juga ingin mengambil foto beberapa benda bersejarah di Kalimantan Selatan. Berikut foto-foto kunjunganku ke sana.

Fosil gigi ikan hiu purba

Singgasana Kerajaan Banjar

Pakaian adat pengantin Banjar

Peninggalan Kerajaan Banjar

Sisa-sisa dari reruntuhan Candi Agung Amuntai

Pelaminan pengantin Banjar
Miniatur rumah adat Banjar
Rumah Adat Joglo
Rumah Adat Balai Bini
Dapur Tradisional di Kalimantan Selatan

Tiket masuk museum

Tuesday, August 26, 2014

Bingkisan dari Masa Lalu

Jadi ceritanya waktu libur lebaran lalu, aku nggak sengaja masuk gudang, tempat segala barang yang tidak dipakai lagi dipetieskan. Entah waktu itu aku sedang mencari apa -disuruh mama. Eh ternyata aku melihat diary-diaryku berserakan, gara-gara kotak tempat asalnya bersemayam diambil -entah oleh siapa dan dipakai buat apa.

 

Heuuu... aku malu sendiri ketika melihat dan membuka-buka diary tersebut, tulisan dari masa lalu. Biasalah, pada beberapa fase hidupku di masa lalu ada yang memalukan dan membaca ceritanya lagi itu rasanya bagaimana gitu...


Mama sampai berteriak memanggilku, "Apa sih yang Rindang kerjakan di gudang? Lama banget, dapet nggak yang dicari?". Aku bergegas mencari barang yang dimaksud, dan demi kemaslahatan umat aku juga menyelamatkan diary-diary malang tersebut. Akhirnya tumpukan cerita-cerita masa laluku tersebut bisa nangkring dengan manis di kamarku.







Monday, August 25, 2014

Berjuang Itu Manis

Berjuang itu manis, kawan. Sungguh. Pahit itu hanya di awal. Sisanya, serasa madu.

Berjuang dalam hal apa pun adalah salah satu proses yang mesti dilalui oleh mereka yang menghargai kehidupan. Lain halnya dengan mereka yang berpikir “Hidup hanya sekali, ngapain susah-susah”, fase berjuang bisa jadi mereka skip di tengah-tengah jalan hidup mereka.

Tidak ada kata benar-salah dalam hal ini. Itu hanya pilihan. Bagi mereka yang memilih untuk berjuang, mereka akan mengecap manis kelak. Sebaliknya mereka yang memilih untuk “berenang-renang” dahulu, akan “berakit-rakit” kemudian.

Saat berjuang, kamu mungkin akan merasa dunia ini begitu kelam. Capek, lelah, dan segala kepenatan raga akan menyelimuti mereka yang sedang berjuang. Tidak hanya lahir, batin pun ikut terasa penat. Rasa sabar akan diuji, gejolak emosi minta dikendalikan.

credit

Aku mengalaminya sendiri. Segala letih dan galau di hati memenuhi langit-langit kehidupanku setiap hari. Bangun pagi selalu aku disuguhi segelas keabstrakan, sebuah ketidakpastian akan hasil yang kutemui hari ini. Malam hari ketika akan menutup mata, otakku berputar-putar mencari pencerahan. Semakin bertambah waktu, bertambah pula kuantitas masalah. Yang satu diselesaikan, yang lain akan datang mengganti. Aku tertekan.

Tapi beruntung, di tengah perjalanan aku menyadari ini tidak akan sia-sia. Akan ada banyak kemudahan menantiku di depan. Akan ada banyak hikmah yang meliputi hidupku. Akan ada keberuntungan yang tidak kasat mata. Aku percaya itu. Pemahaman ini tentu saja kudapat tidak dengan mudah. Aku harus melalui fase tidur-bangun beratus kali terlebih dahulu dan mengunjungi ruang kontemplasi sesering mungkin.

Jika kamu pun sekarang menjalaninya -perjuangan ini, kamu akan tahu seperti apa bentuk kemudahan, hikmah, dan keberuntungan yang akan dilimpahkan Tuhan padamu. Kita akan mendapat reward yang jauh lebih besar dari usaha kita untuk keluar dari zona nyaman. Reward yang manis, dengan surga sebagai level tertingginya.

Suatu hari di depan kamu pasti akan mengenang masa-masa perjuangan ini. Kamu akan merinduinya.

Sunday, August 24, 2014

Album Reuni SMPku

Aku lulus SMP tahun 2007. Tapi alhamdulillah, teman-teman dekat satu angkatan waktu aku SMP dulu masih kompak aja. Masih keep contact gitu. Setiap tahunnya kami selalu mengadakan buka bersama sekaligus reuni. Berikut foto-fotonya yang sempat terekam dan tersimpan di folder PCku.

Tahun 2011


Tahun 2012



Tahun 2013








Tahun 2014



Friday, August 22, 2014

Tugas Baca II

Kali ini bukan tugas baca dari sensei menulisku, tapi dari dosen pembimbing skripsiku. Tapi juga bukan textbook yang berhubungan dengan skripsiku. Lalu apa dong?

Buku yang beliau kasih adalah buku yang berjudul Hitam Putih Tembakau. Hoho. Bukunya masih ada plastik dari penerbitnya waktu beliau kasih ke aku, pertanda beliau pun belum membaca buku ini.

Agak heran juga apa yang mendasari beliau menyuruhku membaca buku ini. Entah apa karena aku terlalu kontra tentang rokok setiap kali pembicaraan mengenai batang bernikotin tersebut atau karena beliau tahu aku suka sekali membaca, sehingga menyodori segala apa pun yang bisa dibaca untuk aku lahap semuanya.

Alamak, tidak semua buku juga aku tertarik membacanya pak. Dari segi judul, buku ini memang menarik minatku. Namun setelah membuka plastiknya, membaca satu-dua halaman minatku berjatuhan bagai kelopak bunga yang telah layu *eaaa. Mataku dengan cepat beralih ke buku yang lain (ada banyak buku yang antri untuk dibaca juga).

Nah nah, jadi sepertinya tugas baca kali ini seperti failed mission. Bagaimana tidak, buku tersebut sudah 6 bulan mejeng di deretan bukuku namun belum ada sinyal-sinyal aku ingin menyentuhnya. Kukembalikan pun risikonya besar. Dosenku tentu saja akan bertanya apa pendapatku tentang buku ini. Hoy hoy, lagipula aku masih tidak berpikir untuk berdiskusi dengan kepala kosong dengan beliau.

Jadi kita biarkan sang waktu sajalah yang menjawabnya *wkwk


Thursday, August 21, 2014

Tips Menjalin Persahabatan

Tsaah judulnya kece banget yak. Sebenarnya tips ini bukan dari aku, tapi dari Majalah Annida -majalah favoritku, entah edisi ke berapa. Baca tips-tipsnya di bawah ini yaa..



Namun yang perlu diingat, tak ada sebuah hubungan pun yang lepas dari pertikaian, begitu pula persahabatan. Ada gesekan-gesekan sedikit yang menimbulkan percik api itu wajar saja, asal setelahnya hubungan kembali harmonis bahkan tambah erat karena saling intropeksi diri dan memaafkan.

Bagaimana? Sudah kebayang gimana menjalin sebuah persahabatan yang baik dan bertahan lama? Ikuti saja tips-tips di atas, semoga persahabatanmu langgeng. 

Wednesday, August 20, 2014

I'm Today

Ternyata selama ini aku hidup dalam ketakutan dan kemurungan. Hal ini baru kusadari ketika secara tak sengaja aku berkontemplasi setelah melihat foto-fotoku di masa lalu. Alamak, hidupku 22 tahun yang lalu ternyata begitu kelam. Aishh...

Tapi aku tak menyesal mengapa baru menyadari ini sekarang, karena dengan begitu artinya aku punya pengalaman tentang hidup yang tidak menyenangkan. Tentu saja efeknya adalah saat ini dan di masa depan aku akan lebih mudah bersyukur.

Ayo semangat memperbaiki diri dari hari ke hari....

www.motivasi-islami.com

Tuesday, August 19, 2014

Alun-alun Kidul Jogja

Alun-alun Kidul adalah salah satu tempat yang paling kusukai di Yogyakarta. Suasananya hangat, serasa sedang tidak berada di kota besar. Sangat cocok dikunjungi ketika ingin bersantai di tengah keramaian. Letaknya yang berada di belakang Keraton Yogyakarta juga merupakan keistemewaan tersendiri.

Di suatu malam minggu, aku dan teman-temanku “nongkrong” di sana. Berbagai macam hal kami lakukan. Mulai dari mencoba berjalan lurus di antara dua beringin besar, menaiki sepeda hias, hingga membeli permainan anak-anak dan memainkannya di tengah lapangan. Malam itu merupakan salah satu malam minggu terbaik yang pernah kumiliki. ^^


Ketika mencoba berjalan dengan penutup mata melewati jalur lurus di antara dua pohon beringin besar yang merupakan trademark alun-alun kidul, pertama kalinya aku gagal. Aku melenceng jauh ke sebelah kiri. Mitosnya sih, orang-orang yang tidak bisa melewati jalan lurus di antara dua beringin besar itu jalan hidupnya akan berkelok-kelok atau bisa juga pertanda bahwa kita banyak dosa. Whoho … Tapi di percobaan kedua, aku berhasil berjalan lurus melewati dua beringin besar tersebut. Yes! Tidak percaya sama mitosnya sih, hanya seru-seruan ^^


Sesi foto-foto untuk mengabadikan momen tentu tidak kami lewatkan. Dari yang selfie sampai yang minta fotokan orang lain –mengganggu orang pacaran, kami lakukan. Waktu itu, tongsis belum lahir. Jadi agak susah kalau selfie plus mau nangkap background.


Tak ketinggalan kita juga nyoba sepeda hias, itu lho naik sepeda dengan badan serupa mobil. Beruntung, tempat duduknya cukup untuk kami yang berenam. Entah berapa putaran mengelilingi lapangan, kami menggowesnya sambil mendengarkan lagu-lagu koleksi playlist salah satu dari kami. Yang jelas, cukup capek. Terutama kami yang cewek ini.



Capek keliling-keliling, kita duduk-duduk sambil makan cemilan. Ada yang beli pentol bakar, juga minuman. Lagi enak-enaknya duduk, kita dikejutkan dengan kedatangan oleh seorang banci. Aaaaa, yang cowok langsung menjauh. Illfeel banget mereka. Bisa dipahamilah ya, pertama mungkin karena malu melihat sesama cowok berpakaian ala wanita. Kedua, mungkin karena takut digodain, banci kan sukanya sama laki-laki. Hehe.

Entah jam berapa pulang malamnya. Yang jelas, aku dan teman yang sekost pulang takut-takut. Takut kepergok sama si mbah atau ibu kost yang sama-sama galak itu. Wkwk.

Monday, August 18, 2014

Sayang Saudara

Aku punya adik laki-laki. Kami hanya dua bersaudara. Sifat kami sangat bertolak belakang. Baginya, mungkin aku adalah seorang kakak pembawa rusuh. Aku bawel sekali menyuruh dia shalat, memaksa dia rajin belajar, mengingatkan dia agar selalu berbakti pada orang tua, melarang ia pacaran, menegur ia keluar malam. Sepertinya aku sangat menjengkalkan bagi dia.

Karena sebenarnya aku pun merasa begitu, dia sangat menjengkelkan sekali. Dengan jarak usia yang hanya terpisah tiga tahun, kami sering sekali bentrok pendapat dan adu mulut. Meski begitu, sungguh jauh di alam bawah sadarku. Aku menyayangi dia. Dengan caraku yang tak menyenangkan baginya, aku menyayangi dia. 

Bukankah hanya aku satu-satunya saudara kandungnya di dunia? Jelas, aku bertanggung jawab untuk memperhatikannya. Kalau aku cuek-cuek saja, nah itu yang perlu dipertanyakan. Sementara misalnya, dengan orang lain aku sangat perhatian sedang dengan adik sendiri tidak. Ini banyak terjadi sekarang. Prinsip elo-elo gue-gue mulai merambah ke kehidupan antar-saudara, tidak lagi sekadar di lingkungan antar-tetangga.

Mungkin ini yang perlu dicermati oleh para orang tua. Mengondisikan keluarga terutama hubungan antar-saudara agar selalu akur menjadi pekerjaan rumah tambahan para orang tua. Karena jika dibiasakan sejak kecil mereka saling memahami dan perhatian dengan saudara, diharapkan di masa depan kehidupan mereka juga tetap harmonis. 



Sebagai seorang saudara pun, sebaiknya kita mulai menyadari ini. Karena, jika bukan kita yang memperhatikan saudara kita sendiri, siapa lagi? Ayah-ibu bisa saja nanti pergi mendahului kita di dunia yang fana ini. Hanya tinggal kita dan saudara(2) kita yang merupakan keluarga dengan pertalian darah paling dekat. So, sayangilah saudaramu.

Sahabat hanya persinggahan sementara dalam satu rentang waktu, tapi saudara akan selalu mengalir darah yang sama di nadi kita. (qoute seorang teman)

Sunday, August 17, 2014

1000 Tweet


Ternyata akun twitterku "sudah" memublikasikan 1000 tweet. Itu jumlah yang cukup besar bagiku karena selama ini aku jarang aktif di twitter. Akun twitter tidak kubuat untuk meluaskan jaringan pertemanan, seperti tujuan umum sebuah media sosial. 

Twitter hanya merupakan sebuah pintu pembuka untuk mencicipi samudera informasi yang penting bagiku. Twitter hanya merupakan sebuah alat "bisnis" bagiku. Sebagian besar akun-akun yang aku ikuti adalah berkaitan dengan kepenulisan. Jarang sekali aku mengikuti akun pribadi, sama jarangnya aku bercerita tentang kehidupan pribadiku di sana. Aku lebih suka bercerita di blog. 

Untuk jejaring sosial yang mendekatkanku dengan dunia nyata, aku memilih facebook. Di akun tersebut, intensitas kehadiran jauh lebih sering dari media sosial lainnya. Untuk jejaring yang lebih kecil, aku menggunakan akun blackberry messenger sekarang. Selain semuanya itu, aku tak ada berniat ingin menambah akun sosial lagi. Meskipun teman-teman bilang, ayo buka path, ayo daftar insta, ayo temenan di line. Haha, bagaimana kabar kehidupan sosial nyataku jika aku terlalu sibuk mengurusi sosial media?

Kembali ke 1000 tweet di akun twitterku. Jumlah tersebut sepertinya sangat kecil jika dilihat sejak kapan aku membuka akun ini. Tertulis di sana, Januari 2012. Wow, dua setengah tahun "baru" 1000 tweet. Hoho, sepertinya ada yang menertawakanku karena ini.

Okelah, begitu sekilas mengenai sosmed-sosmed yang melayang-layang di dunia maya kita. Seberapa pun banyaknya akun sosial mediamu, tetap gunakan dengan bijak ya. Jangan lupa juga dengan kehidupan sosial nyata kita guys.

Saturday, August 16, 2014

Tentang Cita-cita, Profesi, dan Mimpi

Kata "cita-cita" familiar sekali di telinga anak kecil. Seumuran TK hingga SD pertanyaan "apa cita-citamu jika sudah besar nanti?", seakan sudah menjadi pertanyaan yang wajib dijawab.

Beragam jawaban bisa kita terima dari mulut kecil anak-anak tersebut. Jadi inilah, jadi itulah. Cita-cita anak kecil biasanya sering sekali berubah. Mau jadi ini di hari rabu, hari jum'at sudah beda lagi. Tahun ini mau jadi dokter, tahun besok berubah mau jadi pilot.

Yup, cita-cita identik dengan profesi di usia dewasa. Begitulah pemahaman anak TK-SD. Tapi salahkah pemahaman tersebut? Sepertinya tidak juga, karena orang-orang dewasa pun memaknainya seperti itu. Ketika sekarang akhirnya dia menjadi dokter, tidak bisa disangkal dia akan berkata paling tidak dalam hatinya, "akhirnya cita-citaku tercapai".

tishashop.blogspot.com

Lantas apakah ketika cita-cita kita sudah tercapai maka kita akan berhenti berusaha? Tentunya tidak. Layaknya sifat manusia yang tidak pernah puas, selalu ada keinginan untuk menggapai sesuatu yang lebih tinggi dari keadaannya sekarang. Masih ada banyak tujuan hidup yang ingin dicapai manusia meski dia telah berada di jenjang yang tinggi. Itulah yang namanya mimpi.

Bagiku sendiri, cita-cita tidak hanya sekedar profesi. Profesiku di masa depan, yang sekarang masih belum kutahu akan menjadi apa, mungkin saja sama dengan cita-cita (a.k.a profesi)ku ketika kecil. Namun cita-cita bagiku lebih spesifik lagi. Misalnya aku ingin menjadi pengajar yang hebat, yang mampu menginspirasi siswaku untuk melakukan hal-hal yang besar. Sehingga tak salah kalau dulu teman-teman pernah menulis di kolom cita-citanya dengan kalimat "ingin menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara."

Sedangkan mimpi, ini adalah tujuan tertinggi dari hidup kita. Bahkan ketika kita sudah bisa mencapai, mimpi akan bergeser menjadi lebih tinggi. Sehingga secara tak sadar, setiap detik kehidupan manusia dewasa pada umumnya dihabiskan untuk meraih mimpi.

Friday, August 15, 2014

Catatan Hati Oki Setiana Dewi

Judul : Melukis Pelangi
Penulis : Oki Setiana Dewi
Penerbit : Mizania
Tahun terbit : 2011
Tak terbayang sebelumnya jika ternyata aku menyukai buku ini, karena sebenarnya aku tidak menyukai buku berjenis biografi. Buku ini menurutku termasuk dalam jenis tersebut. Apakah karena kisah hidup Oki yang dalam masa kekinian membuatku tertarik membaca buku ini setelah halaman pertama? Apakah karena segudang prestasinya? Atau apakah karena keteguhan hatinya sebagai muslimah? Sepertinya karena semuanya. 

Sebenarnya pula, sudah sejak lama aku tahu buku ini namun belum ada keinginan untuk membacanya. Aku berpikir, ah paling sama saja isi bukunya dengan buku-buku yang ditulis oleh artis yang aji mumpung. Ternyata dugaanku salah, buku ini “bergizi” dan mempengaruhiku.

Quote terpenting dari buku ini adalah “semua berawal dari mimpi”. Tergambar dari jalinan-jalinan cerita dari Oki baru lahir hingga Oki yang sekarang. Cerita dimulai ketika Oki lahir di Batam dan menjalani hidup yang sederhana ketika kecil. Ketika remaja, ia meraih banyak prestasi yang membanggakan di dunia modelling, setelah terjatuh berkali-kali. Hingga akhirnya, tak ada pertandingan yang ia ikuti tanpa ia menjadi juaranya.

Merasa puas dengan prestasinya tersebut, Oki yang saat itu baru kelas 2 SMA mulai berpikir untuk hijrah ke ibu kota dan memulai karir serta mewujudkan mimpi-mimpi yang tertulis di buku hariannya saat kecil. Salah satunya adalah bermain film bersama Deddy Mizwar yang notabene adalah artis senior. Berkat usaha kerasnya, ternyata mimpi yang dianggap mustahil oleh sebagian besar teman-temannya dulu itu kini terwujud.

Masa-masa penuh tekanan dan cobaan tentu juga menerpa Oki saat ia pertama kali datang di Jakarta. Cobaan terbesar yaitu ketika ibunya menderita penyakit langka yang sulit disembuhkan. Keadaan tersebut ternyata menampar keras batinnya, ia merasa diingatkan. Ia merasa hatinya digedor oleh Sang Pemilik Kehidupan. Ia sadar bahwa ia belum menjadi muslimah yang baik selama ini. Ia kemudian berjilbab karena itu. 

Keputusannya berjilbab tentu saja tak sejalan dengan mimpi-mimpinya yang membuatnya rela hijrah seorang diri ke ibukota. Ia tak bisa lagi menjadi artis. Karena pada saat itu, tak ada pihak yang memproduksi film yang mau menerima castingnya sebagai artis. Oki kemudian merubah cita-citanya. Ia ingin menjadi pengajar dan muslimah yang baik, serta kuliah sungguh-sungguh. 

Hingga saat audisi itu datang, audisi yang ia ikuti karena didesak oleh teman-temannya yang melihat bakat akting Oki. Audisi untuk menjadi seorang pemain film di Ketika Cinta Bertasbih, film yang diangkat dari novel Kang Abik. Audisi tersebut membuatnya menjalani masa karantina yang sangat panjang. Dengan bakat dan usahanya yang luar biasa, akhirnya Oki memenangkan audisi tersebut. Ia memerankan Anna Althafunnisa, bukan Husna seperti yang ia isi pada lembar formulir saat ia mendaftar.

Setelah film tersebut beredar, nama Oki mulai terkenal. Namun sungguh, membaca tulisan di bukunya, Oki jelas sekali bukan pribadi yang sombong. Ia bahkan takut, ketenarannya saat ini akan melenakannya. Allah, jadikanlah aku wanita seperti Oki.

Buku dengan tebal 347 halaman ini Oki tulis di sela-sela break syuting katanya. Subhanallah. Orang dengan kesibukan selangit seperti Oki saja bisa menulis buku. Lagi pula, dia juga masih berjuang menyelesaikan kuliah S1-nya saat itu. Keren. Tulisannya juga bagus. Mengalir, seperti dia menulis diary dan enak dibaca.

Pesan yang ingin disampaikan Oki dalam buku ini sepertinya dapat dirangkum menjadi satu kalimat ini. 

Jadilah muslimah yang berprestasi!


Thursday, August 14, 2014

Susah Juga Ternyata …

Beberapa bulan terakhir, aku berusaha menjadi orang yang lebih ramah dari sebelumnya. Selain itu juga aku berusaha lebih banyak menebar senyum kepada sesama. Karena sejak lahir, aku telah "dianugerahi" Tuhan sifat cuek alias kurang terlalu peduli dengan lingkungan sekitar. Aku tak pernah bisa dekat dengan orang baru dalam waktu yang sebentar. Terlebih aku juga punya sifat introvert, pribadi yang tidak terbuka terhadap orang lain.

Kembali ke usaha kerasku beberapa bulan terakhir, ternyata susah juga ya menjadi orang ramah. Susah karena ya itu tadi, karakter dasarku memang kurang welcome dengan orang baru. Dengan template mukaku yang judes ini, bisa dipastikan orang-orang yang baru mengenalku pasti akan malas menyapaku duluan. Aih aih, bagaimana ini?

Tak apalah, yang penting aku sudah berusaha ^^

Wednesday, August 13, 2014

Mau Hidup Mudah? Ayo, Ubah Mindsetmu!

Beberapa waktu terakhir ini aku sedang belajar mengelola pikiranku untuk mempermudah hidupku. Bahasa kerennya sih mengubah mindset. Ada banyak buku yang kubaca mengenai hal ini, bahwa mengubah mindset bisa mempermudah hidup kita. Kamu adalah yang kamu pikirkan, mungkin itu adalah ungkapan yang tepat berkaitan dengan hal ini.

Kamu bisa, jika berpikir bisa. Ini benar, setidaknya bagiku. Misalnya saja dalam kasusku. Aku terbiasa tidur siang. Namun sejak memulai penelitianku di lab beberapa bulan yang lalu, kebiasaanku ini mulai terganggu. Karena jika ingin cepat menyelesaikan penelitin ini, aku paling tidak harus bekerja minimal sampai jam 2 siang setiap harinya. Maksimalnya sih bisa melewati batas waktu kerja teknisi lab yang pulang jam 4 sore. Tapi apa mau dikata, setelah jam makan siang, aku sudah loyo. Kurang bersemangat dan ngantuk.

Sejak sekitar sebulan yang lalu, aku mencoba mengubah mindset bahwa jika tidak tidur siang itu tak apa-apa. Bahwa jam kerja itu adalah sampai jam 6 sore. Mindset ini kutanamkan dalam memoriku. Dengan begitu, hari-hariku menjadi lebih bersemangat kini, bahkan ketika jam tidur siangku tiba. Ya hanya dengan mengubah mindset, sedikit masalah terpecahkan!

http://behappyblog.tumblr.com/
Ini juga bisa dicoba untuk hal-hal yang lebih besar. Coba saja, aku sudah membuktikannya. Kini hidupku menjadi sedikit lebih mudah karena aku telah mempersiapkan batinku bahwa kesusahan hari ini bukanlah apa-apa jika dibandingkan kesenangan esok hari.

Meski harus digarisbawahi, dengan mengubah mindset bukan berarti masalah tidak akan datang menimpa. Hanya saja, kita menjadi lebih lapang meski cobaan sebesar batu gunung menghadang kita. Berbeda dengan orang yang mindsetnya jelek terhadap segala sesuatu. Rintangan yang ringan saja jauh terasa lebih berat ia rasakan, apalagi cobaan yang berat. Duh, sungguh hidup yang sulit teman!

Ingin hidupmu mudah? Ayo, ubah mindsetmu!

Tuesday, August 12, 2014

Danau Beratan

Ini adalah cerita liburanku di Bali dengan teman-teman, sekitar 2 tahun yang lalu. Waktu itu kami mengikuti study tour jurusan di kampus ke Bali dan Malang. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Danau Beratan.


Danau Beratan terletak di dataran tinggi Bedugul, Bali. Cuacanya sangat sejuk, cenderung dingin. Di tepi danau terdapat rumah makan dan kompleks kios yang menjual banyak jenis cendera mata. Sangat rugi jika ke sini hanya menikmati pemandangan dari tepi danau. Oleh karena itu, aku dan teman-teman memutuskan untuk menyewa boat yang bisa menampung 5 penumpang.


Ditemani oleh pengemudi boat, kami pun meluncur ke tengah danau. Terkadang, si bapak pengemudi memacu boat dengan kecepatan sangat tinggi, membuat kami yang cewek ini sedikit ngeri. Suasana di tengah danau ternyata jauh lebih indah, lebih dingin. Berkabut pula. Dari boat, kami bisa melihat betapa jernihnya air danau yang terlihat berwarna hijau karena memantulkan pepohonan yang tumbuh subur di bukit-bukit yang mengelilingi danau.


Di suatu sisi danau terdapat kompleks Pura Ulun Danu yang biasanya kita lihat di lembaran uang kertas lima puluh ribuan. Meski kami tidak merapat ke sana, setidaknya kami cukup puas dengan mendekati dan berfoto dengan latar pura tersebut.


Entah berapa lama waktu kami berkeliling danau dengan boat tersebut. Yang jelas, ketika itu gerimis mulai turun sehingga kami pun harus bergegas menepi dan turun. Selain juga karena sudah dipanggil teman-teman yang lain. Hampir saja kami ketinggalan bus wisata =D

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates