Monday, July 14, 2014

Pribadi Season Ramadhan

Di Indonesia, Ramadhan seperti musim yang harus dirayakan. Berbagai pihak menyambutnya dengan tendensi yang berbeda-beda. Ada yang seneng banget Ramadhan datang karena bonus pahalanya yang melimpah ruah. Ada pula yang yang riang gembira datangnya bulan puasa ini karena artinya bakal libur satu bulan lebih. Yang lain bahkan ada yang bersuka ria karena Ramadhan artinya hujan uang.

Nah, yang terakhir ini biasanya ada di otak para kaum kapitalis, pebisnis duniawi. Di media elektronik atau pun cetak misalnya, banyak terdapat acara dan rubrik khusus mereka persembahkan di bulan Ramadhan. Sebut saja “season Ramadhan”. Sinetron season Ramadhan, ajang pencarian bakat season Ramadhan, acara lawak season Ramadhan, ulasan season Ramadhan, puisi season Ramadhan, bahkan para artis pun menjadikan tampilan mereka season Ramadhan.

3ejo.com

Bagaimana dengan pribadi kita? Apakah season Ramadhan juga? Kalau bisa sih jangan. Karena jika ada embel-embel “season Ramadhan”nya, berarti ada pula pribadi “season di luar bulan Ramadhan”. Aih, jangan sampai seperti para artis yang bertutup kepala ketika Ramadhan, namun ketika Ramadhan usai hijabnya pun usai.

Contohnya, semangat berbagi kita hanya saat Ramadhan. Kelar Ramadhan, kelar pula aksi berbagi kebahagiaannya. Atau ketika Ramadhan, tilawahnya bisa satu juz sehari, namun ketika Ramadhan berlalu, tilawahnya kembali hanya selembar. Kadang itu pun terlewat. Begitu juga amalan-amalan kebaikan yang lain. Shalat berjamaah, puasa, sedekah, tidak mengghibah, atau pun tidak berbohong.

Sebaiknya, setelah Ramadhan selesai, hidup kita menjadi lebih baik dari sebelum Ramadhan. Jangan malah kembali menjadi “buruk” di luar Ramadhan. Sungguh merugi orang-orang yang hari ini sama dengan hari kemarin. Sebaiknya, kita meramadhankan hidup kita sepanjang tahun, hingga bertemu Ramadhan berikutnya.


#30HariNgeblogTemaRamadhan

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates