Thursday, June 19, 2014

Banjarbaru and My Memory

Banjarbaru adalah kotamadya di Kalimantan Selatan selain Banjarmasin. Menurutku kotanya tenang dan nyaman, tidak salah rasanya kalau diberi julukan sebagai Kota Idaman. Banjarbaru sendiri merupakan salah satu kota yang memiliki kesan spesial di hatiku, karena Banjarbaru adalah kota tempat kelahiranku. Meski kini aku tidak mencantumkan Banjarbaru sebagai tempat lahir, karena kesalahan guru SD-ku menulis tempat lahirku di ijazah.

Hingga berumur 5 tahun, sejak lahir aku tinggal di Banjarbaru. Setelah itu, aku ikut orang tua pindah ke kampung halaman mereka di sebuah desa pedalaman Kalimantan Selatan. Kini saat kuliah, aku kembali ditakdirkan berada di kota ini. Senang, tentu saja. Hal ini pulalah yang membuatku tidak terlalu homesick, padahal aku orangnya sering tidak suka jauh dari rumah dalam waktu yang lama.

My Beloved Home

Menyusuri Banjarbaru setiap harinya merupakan energi tersendiri bagiku. Kepingan-kepingan nostalgia berserakan di sini, terutama jika aku melewati daerah tempat tinggalku dulu. Barisan pohon pinus yang menyejukkan mata, irigasi yang dulu terkadang kukunjungi bersama mama, TK dimana aku pertama kali belajar di luar rumah dulu, atau taman tempatku bermain setiap hari libur. Kenangannya indah sekali.

Kenangan yang paling nyata terlukis adalah ketika aku melihat “mantan” rumahku, dimana aku menghabiskan masa balitaku di sini bersama adik, mama, dan bapa. Meskipun keadaannya sekarang sangat bobrok, tak ada yang menempati. Namun kenangannya kuat sekali. Aku mengingat jelas bagian dimana aku belajar membaca di rumah ini, menonton tv bersama adik, atau ketika salah satu kasur kami terbakar. Pohon rambutan yang tumbuh di halamannya juga mengingatkanku bagaimana dulu aku memandang pohon tersebut sangat tinggi sekali sehingga aku bercita-cita bisa memanjatnya ketika sudah besar. Selain itu, di halaman belakang rumah tersebut terdapat pohon belimbing yang aku suka sekali mengambil buahnya sebagai bahan masak-masakan.

Jadi terpikir, mungkinkah di masa depan aku akan tinggal di sini lagi?

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates