Wednesday, March 12, 2014

Secret Talk

Jarang-jarang aku dan seorang teman sequality-time saat itu. Saat kami membicarakan tentang tema yang agak sensitif. Tentang cinta. Entah dari mana mulainya. Aku bilang bahwa satu-satunya konsep tentang cinta yang kupercaya saat ini adalah bahwa cinta itu adalah perasaan yang diputuskan. Sedangkan kata temanku, cinta adalah saat kita menemukan orang yang mampu membuat kita berusaha sempurna untuk dia. Kalau menurut qouteku benar, kukatakan padanya kalau aku telah jatuh cinta dengan memutuskan perasaanku untuk seseorang. Tapi jika teorinya yang tepat, aku belum pernah jatuh cinta hingga saat ini. Karena rasa cinta belum pernah mengubahku menjadi bukan aku. Kalau pun aku berusaha menyempurnakan diri, itu bukan untuk orang lain tapi untuk diriku sendiri. Whatever about self oriented or egosentris =D. Temanku sendiri pun belum juga katanya.

bamruno.blogdetik.com

Diskusi iseng kemudian merembet ke masalah orang yang belum menikah, meskipun dari segi umur sudah tiba. Pembicaraan aneh ini bersumber dari mata kuliah Toksikologi Lingkungan, saat itu kami mendengar dosen kami menjelaskan tentang cara remediasi lahan tercemar logam berat berupa radikal bebas. Caranya, radikal bebas tersebut tidak diremove (karena belum ditemukan cara untuk menghilangkannya) tapi dibuat pasangannya agar ia melekat dan berhenti mencemari lingkungan. Nah, aku dan temanku menganalogikan orang yang belum menikah tapi sudah waktunya ini seperti radikal bebas. Karena orang-orang ini “mencemari lingkungan” dengan sifat mereka yang moody sehingga orang-orang terdekatlah yang kena imbasnya. Kami tergelak beberapa saat ketika menyebut contoh. Jahatnya kami. Ckck. Keluar dari zona subjektif, aku pun berkata pada temanku bahwa kami melupakan hak prerogatif Tuhan dalam hal ini. Dimana hanya Tuhanlah yang tahu kapan waktu yang tepat bagi seseorang untuk menikah. Bijaksana tidak, aku? Hehe

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates