Saturday, March 15, 2014

Sebuah Cerita tentang Rasa


Judul: Hati Memilih
Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Bukune
Tahun terbit: 2011
Open your heart to unexpected love

Sebaris lirik lagu Anggun yang selalu terngiang di telinga Hazri dalam renungan panjangnya tentang hidup yang sedang ia dijalani. Tentu bukan karena iseng Tuhan mempertemukannya dengan Icha, yang membuatnya kembali merasakan rasa yang tak biasa pada perempuan. Meski pada kenyataannya, hubungan Hazri dengan Icha adalah sebuah hubungan yang aneh dan tak lazim, hubungan yang terikat oleh seorang bocah perempuan bernama Camelia.

Awalnya, Camelia adalah alasan Hazri menemui Icha. Namun ketika matahari semakin sering berganti, Camelia bukan satu-satunya lagi alasan. Ada sesuatu yang berbeda. Ada rasa yang tak terduga.

“Kamu setuju dengan Anggun?”
“Maksudmu?”
“Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?”
“Kenapa enggak? Cinta bukan sesuatu yang bisa lahir dari rencana. Justru cinta yang kemudian menjadi alasan bagi manusia untuk menyusun berbagai rencana. Rencana untuk menikah, punya anak, mengubah penampilan, berperilaku lebih baik, dan sebagainya. Semua itu baru bisa bergerak dengan antusias saat cinta yang menjadi akar sebabnya”

Hati Memilih merupakan sebuah novel yang mengharu-biru, dilengkapi dengan nuansa merah jambu, meskipun cover bukunya hijau muda –warna favoritku. Yup, beragam warna ada dalam novel ini. Warna kehidupan. Ada kesedihan, kebahagiaan, kebimbangan, kesalahan, ketidak-percayaan, dan segala kata benda yang mewakili kehidupan nyata.

Novel ini menyajikan kisah cinta dengan cara yang berbeda. Berbeda pada setting masalahnya, yang menjadi inti cerita. Jujur saja, perasaan sentimentalku tersentuh saat membaca novel ini. Aku seperti merasakan kebimbangan Icha tentang sosok Hazri yang misterius, namun menyita perhatiannya. Kompleksitas masalah juga membuat novel ini keren. Riawani Elyta dengan cermat membangun konflik dengan latar belakang keluarga dan menyimpulkan cerita –tentang rasa, pada dua orang tokoh utama.

Beberapa hal yang menjadi kunci cerita ini juga tersimpan baik hingga akhir cerita. Membuat novel ini sempurna ketika aku membacanya hingga halaman 258, halaman terakhir. Jadi bagaimana ending dari novel ini? Hazrikah yang dipilih oleh Icha dari sekian banyak pilihan? Lalu siapa Camelia? Bagaimana hubungan segitiga antara Icha, Hazri, dan Camelia? Kamu hanya bisa mengetahuinya dengan emosi yang sempurna saat membaca keseluruhan novel ini.

Pesan yang ingin disampaikan novel ini menurutku sederhana. Sesederhana hidup itu sendiri, seharusnya. Bahwa kesalahan yang seseorang lakukan akan membuat orang-orang lain di sekitarnya ikut menderita. Penderitaan yang mempunyai efek domino, takkan berhenti hingga kartu terakhir juga ikut rubuh. Karena itu, kesalahan sama sekali tak patut kita mulai. Jika terlanjur, segeralah berbalik arah kembali menuju-Nya.

2 comments:

riawani elyta said...

Terima kasiiih....resensinya bikin terharuu

Rindang Yuliani said...

Sama-sama Mbak Riawani Elyta :) Terima kasih sudah membaca reviewnya.

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates