Saturday, February 22, 2014

Yuk, Mengenal Bapak Pandu Sedunia!

Pantes tanggal 22 Februari terasa tidak begitu asing, tanggal ini ternyata hari lahirnya Baden Powell, Bapak Pandu Sedunia. Zaman aku SD dulu, anak pramuka selain wajib hafal nama lengkap plus gelar beliau yang bikin lidah mati gaya, juga harus ingat di luar kepala tanggal lahir dan wafatnya beliau -lengkap dengan tahun dan tempatnya.

Baden Powell, atau sering disingkat BP -bipi terlahir dengan nama lengkap Robert Stephenson Smyth Baden-Powell di London pada tanggal 22 Februari 1857. Smyth merupakan nama gadis ibunya, kata Baden-Powell sendiri adalah nama ayahnya yang seorang Pendeta. Hingga remaja, BP lebih akrab dengan panggilan Stephe Powell.

Dalam sajak singkat yang ia tulis, ia menjelaskan bagaimana mengucapkan namanya:
Man, Nation, Maiden
Please call it Baden.
Further, for Powell
Rhyme it with Noël.

BP kemudian mendapat gelar kebangsawanan Inggris, sehingga namanya kerap disebut sebagai Baron Baden-Powell atau Lord Baden-Powell. Secara lengkap nama dan gelarnya yang sering disebut dalam dunia pramuka adalah Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Gilwell sendiri adalah nama daerah tempat dia bermukim. Taman Gilwell adalah tempat latihan Pemimpin Pramuka Internasional. Nama yang terakhir inilah yang membuat lidah SD-ku kram mendadak gegara harus hafal jika ditanya senior saat latihan. Selain gelar tersebut, masih terdapat 29 gelar lain dari negara-negara asing yang diberikan padanya.

BP dikenal sebagai letnan satu umum di tentara, pendiri Gerakan Kepanduan or Pramuka, dan penulis. Pada awalnya, BP diminta menjadi pembina organisasi The Boys’ Brigade, yang didirikan oleh Sir William Alexander Smith. Kemudian, karena popularitasnya semakin meningkat serta tulisannya tentang petualangan-petualangan di alam terbuka, banyak pemuda yang mulai membentuk kelompok kepanduan dan BP mendapat banyak tawaran untuk menjadi pembina kelompok-kelompok itu. Mulai saat itulah Gerakan Kepanduan (Scout Movement) berkembang dengan pesat.

BP mendapati buku panduan ketentaraannya Aids to Scouting telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda. Kembali dari pertemuan dengan pendiri Boys' Brigade, BP memutuskan untuk menulis kembali Aids to Scouting agar sesuai dengan pembaca remaja.


Buku pertamanya tentang kepramukaan berjudul Scouting for Boys. Buku tersebut ditulis berdasarkan buku-buku sebelumnya yang bertema militer, yang ternyata banyak dibaca oleh anak laki-laki. Scouting for Boys diterbitkan tahun 1908 oleh Pearson, untuk pembaca remaja. Selama menulis, ia menguji gagasannya melalui perjalanan berkemah di Pulau Brownsea dengan Brigade Pemuda dan anak tetangganya yang dimulai pada 1 Agustus 1907, yang kemudian dianggap sebagai awal dari Kegiatan Kepanduan.

Musim panas 1907, Baden-Powell melakukan promo dan bedah buku Scouting for Boys. Di buku sebelumnya, Aids to Scouting, ia lebih banyak menulis tentang materi kemiliteran. Di buku Scouting for Boys, aspek kemiliterannya diperkecil dan digantikan dengan teknik-teknik non-militer (terutama survival) seperti pioneering dan penjelajahan. Ia juga memasukkan prinsip edukasi yang inovatif, disebut Scout method (metode kepramukaan). Ia juga berkreasi dengan membuat game-game menarik sebagai sarana pendidikan mental.

Scouting for Boys awalnya diperkenalkan di Inggris pada Januari 1908 dalam 6 jilid. Pada tahun yang sama, buku tersebut dicetak dalam bentuk satu buku utuh. Sampai saat ini, buku tersebut berada di peringkat ke empat dalam daftar buku bestseller dunia sepanjang masa! Wuihh, keren yak?

Dalam mengembangkan ilmu kepramukaan, ia didukung oleh istrinya, Olave St. Clair Soames, dan adiknya, Agnes Baden-Powell. Mereka berdua terutama sangat aktif memberikan bimbingan terhadap Gerakan Kepanduan Putri. Pandu Puteri didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan Agnes Baden-Powell.

Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi Panglima Tertinggi, BP memutuskan untuk berhenti menjadi tentara pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral menuruti nasihat Raja Edward VII, yang mengusulkan agar ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan Pramuka.

Tidak lama selepas menikah, Baden-Powell berhadapan dengan masalah kesehatan, dan mengalami beberapa serangan penyakit. Ia menderita sakit kepala terus menerus, yang dianggap dokternya berasal dari gangguan psikosomatis dan dirawat dengan analisis mimpi. Sakit kepala ini berhenti setelah ia tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah ke kamar tidur baru di balkon rumahnya. Pada tahun 1934 prostatenya dibuang, dan pada tahun 1939 dia pindah ke sebuah rumah yang dibangunnya di Kenya, negara yang pernah dilawatinya untuk beristirahat. Dia meninggal dan dimakamkan di Kenya, di Nyeri, dekat Gunung Kenya, pada 8 Januari 1941.

Dibawah usaha gigihnya pergerakan pramuka dunia berkembang. Pada tahun 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang. Pertanyaannya, berapakah jumlah anggota pramuka pada tahun 2014? ^^

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates