Friday, January 31, 2014

Pagi dengan Segelas Keabstrakan

Kuseruput sekali lagi segala abstrak yang tersuguh pagi ini
Sisa ketidakjelasan matahari kemarin
Anehnya meski hanya segelas, tak habis jua meski aku sudah ingin muntah
Apa malaikat berdusta padaku kali ini?

pict source
Pelan kucoba singkap komposisi minumanku pagi ini
Seperti pagi pekan-pekan terakhirku
Kutemukan ketidakbernasan, ketidaksesuaian ekspekstasi dengan fakta
Itulah mengapa sarapanku selalu pahit

Kuambil tisu untuk menghapus noda abstrak dipinggir mulut
Kutemukan selarik kalimat menudingku tertulis di atasnya
Ketidakpastian itu perlu, agar terlihat siapa pecundang siapa pemenang

0 comments:

 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates