Friday, August 26, 2011

Belajar Efektif, Nilai Bagus


Belajar melulu memang bikin bete. Tapi nggak ada cara lain untuk dapat nilai bagus, selain belajar. Nah, gimana caranya agar belajar kita bisa efektif?

1. Baca Ulang Semua Catatan
Beberapa hari sebelum ulangan, baca ulang semua catatan. Jangan menerapkan SKS (sistem kebut semalam), karena otak kita bakal overload. Ditambah lagi kalau harus bergadang semalam sebelum ujian, bikin kondisi kita keesokan paginya bakal payah banget.

2. Pentingnya Catatan Kecil
Catatan kecil berisi materi yang harus dihafal sangat penting lho. Eiits, bukan buat menyontek lho! Tapi untuk membiasakan kamu melihatnya dimanapun kamu berada sehingga lama-lama kamu jadi hafal dengan menaruh catatan kecil tersebut di tempat-tempat kamu biasa melewatinya. Misal, di cermin dan di dinding kamar. Jadi setiap kita melakukan sesuatu di tempat itu mau nggak mau, catatan kecil tersebut terbaca. Lumayan buat nabung hafalan di otak.

3. Belajar Kelompok Asyik Juga
Atur acara belajar kelompok bareng teman-teman. Enggak usah terlalu banyak, maksimal lima orang. Tiap orang menghafal bagian (bab) tertentu. Misal Anis kebagian bab 2, Maria bab 1 sementara Tara harus menghafal bab 3. Tiap orang kemudian harus menjelaskan masing-masing bab yang dikuasainya ke teman lain dengan bahasa sendiri. Kegiatan ini bikin kita lebih aktif dan gampang menyerap ilmu.

4. Soal Lama Jangan Dibuang
Kenapa? Karena para guru biasanya suka memakai soal-soal lama yang sudah pernah dikasih. So, simpan soal ulangan n PR yang pernah kita terima. Kalau kamu mau lebih aktif, minta soal lama ke kakak kelas kita juga bisa. Jawab lagi soal-soal tersebut dengan bantuan buku panduan kita.

5. Ajarin Donk!
Jangan ragu minta diajari orang yang lebih pintar. Seperti kakak kelas yang sudah akrab sama kita atau teman kita sekelas yang ilmunya lebih tinggi dari kita. kalau orang tua mengijinkan, bisa juga ikut les mata pelajaran tertentu yang menurut kita sulit.

6. Cari Tempat yang Enak
Coba ingat-ingat, di mana kamu bisa belajar dengan baik. Di kamar, di teras, atau di halaman belakang rumah? Tempat bisa sangat mempengaruhi hasil belajar seseorang lho. Penerangan yang cukup di tempat belajar juga merupakan hal yang penting. Jangan lupa juga atur waktu yang tepat, jangan terlalu malam dan terlalu lama.

7. Jaga Kesehatan
Kondisi fisik yang baik akan membuat tubuh mudah melakukan apa saja, termasuk belajar. Jaga kesehatan kita dengan makanan bergizi. Makanan yang mengandung protein sangat bermanfaat untuk kekuatan otak. Jauhi kafein dalam kopi yang membuat tubuh kita mudah lemah.

8. Finally
Malam sebelum ujian, baca-baca sekilas materi yang telah dipelajari hari-hari sebelumnya. Maksimal 2 jam, setelah itu tidur yang cukup. Supaya besok pagi bangun dengan tubuh segar.

Semoga tips ini membantu. Good luck!

Saturday, August 20, 2011

Aku dan Buku



Beberapa hari yang lalu aku membongkar kotak bukuku. Yup, bukuku sekarang jadi penghuni kotak. Lemari yang dahulu jadi tempat penyimpanannya sudah ga muat lagi, lemari belajar sih sebenarnya. Jadi aku harus benar-benar punya rak buku sekarang. Hoho. Sebenarnya koleksi bukuku tak terlalu banyak, Hanya saja buku-buku tersebut butuh tempat khusus untuk menyimpan dan perlu diketahui aku sayang sekali sama mereka.

Karena hobiku membaca, jadi wajar saja aku tergila-gila sama barang yang namanya buku [dan berimbas juga dengan memunculkan pasangan hobi membacaku, yaitu menulis]. Aku lupa kapan mulai benar-benar suka membaca, yah mungkin bisa dibilang sejak aku bisa membaca kali ya. Waktu TK dulu, aku sudah suka sekali membaca (atau mengeja ya?) majalah yang dibagikan TKku. Aku ingat nama majalahnya: Tiko. Sayang, karena aku dulu masih kecil jadi belum ngerti masalah penyimpanan barang dan juga mamaku tak menyimpan dengan baik majalah-majalah itu. Padahal kan bagus kalau masih ada, bisa jadi tambahan buat koleksi bukuku J.

Berlanjut saat SD, aku mulai berlangganan majalah anak yang lumayan terkenal. Bahkan sampai aku SMP, sebelum ganti dengan majalah remaja. Ini sih awalnya bapakku yang belikan, genre majalahnya islami, sejak itulah aku lebih dekat dengan agamaku. Terima kasih Bapak yang telah mengenalkan aku dengan majalah itu J. Sampai sekarang aku masih baca majalah tersebut, tapi karena sekarang majalahnya hanya tersedia dalam versi online saja. Jadi edisi cetak majalah tersebut sudah berhenti bertambah banyak dalam koleksiku. Hehe. Selain majalah-majalah tersebut aku juga suka mengoleksi buku-buku motivasi dan buku-buku non-fiksi yang berisi berbagai macam masalah.

Kalau untuk fiksi aku, punya lebih sedikit koleksi daripada non-fiksi. Beberapa novel bestseller dan komik remaja dan anak-anak. Oyya, aku juga punya koleksi cerita Petruk-Gareng, waktu kecil kan suka beli-beli gitu sama teman-teman. Sekarang aku baru nyadar, isinya ga bagus banget apalagi dibaca sama anak kecil. Haha, kesadaran yang terlambat. Entah bagaimana nasibnya buku-buku tersebut, rasanya ingin kubuang saja, tapi sayang. Kalau ga di buang, ga bagus juga buat dibaca. Dilema. Koleksi bukuku yang lainnya beragam sekali jenisnya, ada beberapa majalah (yang aku tak berlangganan) dan buku bonus-bonus gitu. Selain itu aku juga suka bikin klipingan dari koran atau majalah, yang paling banyak kukumpulkan sih tentang berbagai macam tips dan resep masakan. Eh, aku juga suka koleksi TTS, dulu sih suka beli. Masih banyak yang kosong tuh, haha. Ntar kalau lagi mumet pikiran, waktunya ngisi TTS.

Sekarang aku kepikiran buat bikin perpustakaan sendiri. Tujuannya untuk penyimpanan koleksi bukuku agar lebih terstruktur, sehingga aku lebih mudah nyarinya trus biar bisa dipinjam sama orang lain juga. Hmm, do’akan saja semoga dapat terwujud dalam waktu dekat. Aamiin

Tuesday, August 16, 2011

Rollercoaster Dufan



Bayangkan jika kau mengalami saat2 ini. Saat kau salah dan disalahkan. Susah memang, kalau kita terbiasa benar dan jarang disalahkan. Itu bisa jadi masalah tersendiri. Salah sedikit saja, alamat reputasi baikmu selama ini akan cacat. Padahal kalau dibandingkan dengan yang lain, kamu bahkan mungkin memiliki kesalahan 10% dari 100% kesempurnaan. Bayangkan pula jika kau mempunyai hati yang super sensitif dan jarang pernah mendapati celaan orang terhadapmu. Tambahan lagi bayangkan saat itu kau dalam bad-tempered yang sangat, yah kau tahulah siklus bulanan wanita, memberi kesempatan bagi para cewek untuk bisa meluapkan emosinya dengan lebih transparan :D. Bayangkan pula kawan, kau mempunyai ibu cerewet yang tak bisa melihat kesalahan dirimu secuil pun, kalau khilaf sedikit saja maka itu akan selalu disebutnya.

Semua yang kau bayangkan itulah yang terjadi padaku beberapa puluh menit yang lalu. Aku diam saja saat mama menyebut-nyebut kealpaanku. Tentu saja aku tak akan membuka mulut, karena aku tahu aku akan menyesal jika melakukan itu. Lagipula mama memang benar, aku lalai. Hanya saja aku tak terbiasa tak terima diomeli dengan topik itu-itu saja. Bapakku –yang hampir seluruh gen (dan warisan sifat fenotif)nya menurun di tubuhku- tentu saja mahfum dengan apa yang kufikirkan saat itu, dia berusaha mengajakku berbicara sewajarnya, tak menghakimi. Lagipula, dia kan memang seperti itu, kalau bapakku sampai menghakimi sesuatu atasku berarti keadaan sudah sangat gawat [tak ada unsur-unsur lebai lho dalam kata-kata ini]. Aku pernah mengalami saat-saat sangat SOS tersebut dan tak ingin mengalaminya lagi. Tapi aku masih melancarkan mogok bicara sampai saat ini. Untung gak mogok makan –meski kuakui makan sahurku jadi tak semenyenangkan biasanya gara-gara insiden ini.

Semoga saja aku dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Aku tahu, nanti setelah luapan emosiku agak terkendali. Aku mungkin akan senyum-senyum baca tulisan iini. Tapi saat ini tidak, ini memang benar-benar dari hati. Bah, terlalu melankoliskah aku? Kurasa tidak, inilah catatanhatiku saat emosiku seperti rollercoaster di Dufan

Unek-unek di Tahun ke-66 Kemerdekaan Indonesia


Ahaa, besok ulang tahun Negara Indonesia. mau kasih kado apa Rindang? Emm (berpikir -mode on). Ahh, apa yang bisa kuberi pada bangsa ini? Aku malah balik tanya. Aku sudah kuliah, sudah menyandang gelar mahasiswa -yang identik dengan beban sebagai agent of change- masih belum bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi bangsa sendiri. Uhh, aku garuk-garuk kepala yang tak gatal. Bukan sebagai pembelaan diri nih yaa, sepertinya bukan hanya aku yang berpikir tak bisa memberikan sumbangsih bagi negara. Bisa jadi hampir seluruh pemuda Indonesia berpikir yang sama seperti aku dan yang lebih ekstrem lagi mereka bahkan tak tahu apa yang harus diperbuat untuk itu.
Ahh, jangan terlalu dibahas Rindang, bikin malu saja. Tapi memang seperti itu kok keadaannya (suara hati nurani). Para pemuda sekarang lebih banyak memikirkan hal-hal sepele dalam kehidupannya. Lihat saja faktanya sendiri (atau bahkan ada dalam diri kamu?). Bandingkan dengan pemuda pada satu dasawarsa lebih yang lalu, para pemuda -khususnya mahasiswa adalah kepala pergerakan negeri ini, bahkan menjadi penyebab utama zaman reformasi yang kita nikmati sekarang. Duh, mengenaskan sekali nasib bangsa kita. Oleh karena itu marilah kita, para pemuda untuk berbenah diri (mengutip nasihat salah satu ustadz terkenal) mulai sekarang, dari hal yang yang paling kecil dan dari diri sendiri.
Terlepas dari kondisi kepemudaan yang memprihatinkan, sambutan masyarakat umum pun terhadap hari ulang tahun Indonesia sepertinya sepi tahun ini. Tak banyak lingkungan mukim warga yng mengadakan perayaan-perayaan, seperti mengadakan lomba-lomba yang biasanya mampu memeriahkan peringatan tujuhbelasan. Hal yang sederhana, seperti mengibarkan bendera merah putih di halaman depan rumah saja ada yang tak melakukannya. Apakah ini pemicunya bulan Ramadhan? Yang jatuh tepat pada bulan Agustus tahun ini. Ah, seharusnya itu adalah alasan tipis yang dicari-cari. Pasalnya, kita bisa tetap merayakannya dengan cara yang lain, yang tak banyak menguras tenaga, sehingga tidak menganggu ibadah puasa kita. Bisa dengan mengadakan pengajian akbar atau khatam Al-Qur'an masal. Sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita karena hidup dalam udara kemerdaeakaan. Bahkan bukankah 17 Agustus ini juga bertepatan dengan 17 Ramadhan, Nuzulul Qur'an -hari dimana Al-Qur'an diturunkan. Sekalian saja memperingati keduanya. Satu lagi ayang perlu digarisbawahi, bahwa dahulu pada tanggal 17 Agustus 1945, the founding fathers juga mengadakan upacara kemerdekaan dan mengurus segala sesuatunya dalam keadaan berpuasa. Yup, upacara kemerdekaan kita dirayakan pertama kali pada bulan Ramadhan sama seperti sekarang tepatnya pada hari Jum’at, 9 Ramadhan 1364 H. Jadi tak ada alasan untuk merayakan Hari Kemerdekaan tahun ini dengan mengurangi kemeriahan yang telah menjadi ciri khas peringatan hari proklamasi kemerdekaan negara tercinta kita itu sendiri.

Thursday, August 11, 2011

Mengisi Libur Ramadhan dengan Kegiatan Positif

Libur memang sangat menyenangkan. Tapi apakah libur pada bulan Ramadhan juga semenyenangkan libur di luar bulan Ramadhan? Sepertinya jawaban terbanyak adalah tidak. Apa pasal? Pada bulan Ramadhan kita –semua muslim- harus menjalankan puasa, menahan lapar dan dahaga serta nafsu semenjak subuh hingga bedug maghrib. Apa yang bisa dilakukan sepanjang waktu saat berpuasa? Oleh karena itu kita tak bisa sembarangan memilih kegiatan yang banyak menguras tenaga, karena mungkin akan membuat tubuh kita lemah. Namun, tak berarti juga kita hanya bisa tidur-tiduran untuk mengisi waktu luang menunggu bedug maghrib.

blog.lazada.co.id

Liburan akan membosankan jika tak ada yang bisa dikerjakan. Terutama bagi anak sekolah dan mahasiswa yang liburnya bisa hampir sebulan penuh. Wah, bisa terbayang kan betapa bete-nya jika tak ada kegiatan? Untuk mengatasinya isilah libur Ramadhan dengan kegiatan agama atau beribadah lebih intens dengan Allah yang belum tentu bisa kita lakukan di hari-hari biasa.

Beribadah seperti shalat 5 waktu itu sudah pasti. Usahakan pula lakukan shalat sunnah seperti shalat dhuha dan shalat tahajud serta shalat sunat rawatib. Itu yang paling mudah dilakukan, banyak lagi shalat sunah lain yang bisa dikerjakan. Terutama shalat tarawih, yang hanya bisa kita kerjakan saat bulan Ramadhan. Membaca Al-Qur’an juga adalah salah satu agenda penting yang harus dilakukan saat Ramadhan. Bagusnya sih kita menargetkan untuk khatam 1 kali dalam 1 bulan Ramadhan. Syukur kalau bisa beberapa kali. 

www.flickriver.com

Jangan lupa pula mengamalkan beberapa amalan khusus pada bulan Ramadhan. Seperti zikir khusus bulan Ramadhan yang berbeda pada setiap sepuluh hari dengan pahala yang berlainan pula. Mengucapkan basmalah pada saat memulai kegiatan kita pun merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah, asal niatnya baik dan pekerjaan yang kita lakukan pun baik.

Tak ketinggalan jika ingin menambah pengetahuan agama, kita bisa mengisi waktu dengan mengikuti ceramah. Tak perlu berjalan ke masjid jika tak ingin ke luar rumah. Saat bulan Ramadhan biasanya acara televisi lebih banyak menayangkan acara ceramah da’i-da’i kondang, bisa tuh kita nikmati setiap hari. Bisa pula jika kita hanya ingin mendengarkan ceramah sambil mengerjakan pekerjaan rumah, kita tinggal memutar tombol on pada radio. Biasanya ada acara ceramah yang diputar lewat channel radio setiap pagi. Jika ingin berbagi pengetahuan agama dengan orang lain, kita bisa mengundang ustadz atau ustadzah ke rumah atau ke mesjid dalam rangka pengajian saat menunggu buka puasa misalnya. Menambah pengetahuan agama juga bisa dilakukan dengan cara membaca buku-buku agama yang sekarang isi dan bahasannya sangat variatif. Tinggal pilih mau yang mana.

mumaseo.wordpress.com

I’tikaf di mesjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan juga bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi pahala kita. Banyak riwayat hadist yang menginformasikan kemuliaan 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Seperti yang diketahui, pada sepuluh malam terakhir tersebut terdapat diantaranya malam yang lebih mulia dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Kesempatan kita untuk mendapatkan malam mulia tersebut terbuka lebar jika kita bersungguh-sungguh dalam beribadah kepadanya, salah satunya adalah dengan cara beri’tikaf di mesjid. Acaranya bisa diisi dengan kegiatan tadarus, kajian, diskusi islam, tausyiah dan tentu saja sahur dan buka puasa bersama.

Selain beribadah dengan Allah, kita juga bisa mengisi kegiatan pada saat libur Ramadhan dengan berbuat baik pada orang lain. Banyak bersedekah dengan keluarga atau orang yang membutuhkan. Bisa juga dengan bersilaturahmi dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu, atau hanya berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga jauh dan tetangga. Bukankah hal itu sulit dilakukan jika saat kita sedang berada dalam kesibukan?

flapforum.blogspot.com

Alternatif kegiatan lain yang tak kalah positifnya adalah membuat acara sejenis pesantren kilat bersama pemuda desa atau komplek lingkungan tempat tinggal. Ramadhan adalah moment yang tepat untuk menghidupkan kegiatan remaja mesjid. Pesertanya bisa siapa saja, bisa ibu-ibu, bapak-bapak ataupun anak-anak dan remaja. Bentuk kegiatannya pun tidak hanya berupa ceramah saja, bisa juga mengadakan lomba seperti lomba azan, lomba shalat berjamaah ataupun lomba membaca al-qur’an, bisa juga bentuk acaranya berupa pelatihan shalat khusuk dan sebagainya. Selain memberikan pengaruh positif bagi lingkungan dan mengajak yang lain untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, kegiatan ini juga bisa mengeratkan hubungan di antara pemuda desa ataupun komplek perumahan. 

Biasanya pada bulan Ramadhan banyak acara yang diadakan oleh lembaga-lembaga islam, pesantren, sekolah-sekolah maupun lembaga keislaman kampus. Kita bisa mengikuti kegiatan bertema Ramadhan tersebut sebagai peserta untuk menambah pengalaman dan pengetahuan agama. Bentuk acaranya macam-macam, misalnya Mabit (malam bina iman dan takwa), seminar keislaman, pelatihan tadarus Al-Qur’an, ceramah, diskusi islam dan lain sebagainya. Jangan lupa ajak yang lain juga biar tambah banyak orang yang bisa menikmati indahnya Ramadhan dengan kegiatan positif.

amalmadani.org

Salah satu kegiatan alternatif yang juga bermanfaat adalah berbagi dengan saudara yang membutuhkan. Ajak teman satu komunitas, satu kelas, satu angkatan, atau sahabat untuk berbagi sedikit makanan, pakaian layak pakai, atau uang untuk mereka yang membutuhkan. Indah sekali bukan, mengadakan kegiatan positif sekaligus menyambung tali silaturahmi.

Demikianlah beberapa pilihan kegiatan positif untuk mengisi bulan Ramadhan. Semoga dapat kita (khususnya saya pribadi) lakukan. Sehingga selain meraih pahala puasa, kita pun memperoleh banyak pahala dari kegiatan positif yang kita lakukan pada bulan Ramadhan. Aamiin.

Wednesday, August 10, 2011

Sebuah Nasihat Saat Kau Jatuh Cinta

Kala kau merasakan ‘cinta’
Menanggung debar-debar itu
Memikul indahnya rindu
Segeralah berpaling dari hati objek yang kau puja
Karena rasa itu hanya akan menyakitkan
,akhirnya

Terlebih jika yang mencuri hatimu adalah seorang teman
Sekalipun, jangan kau hiraukan rasa itu menguasai kalbumu
Cukuplah cerita yang lalu bernoda
Jangan pernah jatuh dua kali ke lubang yang sama
Ingatlah; persahabatan jauh lebih kekal dari percintaan


















Jika kau sungguh tak sanggup menepisnya
Mungkin tak salah menyimpannya
dihati saja
Pendam rasamu sendiri
Tanggung rindumu dalam sepi
Namun jangan pernah berniat tuk mengatakan nya
Pada yang lain
Apalagi pada yang kau kasihi
Karena akibatnya lebih dahsyat dari tsunami
Sebabnya satu; mungkin rasa itu tak kekal

Baiknya simpan untukmu sendiri
Dan Yang Maha Mengetahui
Rahasiakan semua di jantungmu
Jadikan detaknya sebagai pemacu hidupmu
Semangat hari-harimu

Itu, jika kau mampu membendungnya
Andai tak bisa, jangan pernah ikuti bisikan
Indah yang kau rasa
Buang saja, biar alam ‘kan berkata apa
-karena mencegah lebih mudah daripada mengobati-
Sebelum kau benar-benar sakit.

Sunday, August 7, 2011

Tarawih yuk!



Hari ini, tepat sudah seminggu bulan Ramadhan menghampiri kita. Kau tahu kawan, jamaah tarawih di surau desaku sudah berkurang 1/4 dari malam pertama Ramadhan. Wah, bagaimana kalau tengah bulan Ramadhan atau 10 hari terakhir Ramadhan nanti? hufft! yang berkurang paling banyak sih jumlah remaja dengan anak-anak, meski ada juga orang dewasa. Kalau anak-anak mungkin bisa dimaklumi (yah, meski seharusnya orangtuanya juga harus membiasakan si kecil bertarawih setiap malam pada bulan Ramadhan). Kalau remaja dan orang dewasa? Entahlah, banyak alasan yang bisa menjawab pertanyaan ini. Kebanyakan remaja zaman sekarang lebih tertarik berjalan-jalan menikmati malam Ramadhan dan jalan-jalan daripada ke surau/mesjid untuk bertarawih. Sedangkan orang dewasanya, terutama ibu-ibu, sibuk melototin sinetron (yang katanya religi) di televisi. Memang sih ibadah ini hanya sunat, tapi ini tak sembarang shalat sunat. Pikir saja, apa ada shalat lain yang tidak bisa dilakukan di luar Ramadhan? Yukk, sekarang kita luruskan niat kita pada Ramadhan kali ini dan raih sebanyak apapun pahala yang bisa diraih, bukankah Allah memberi pahala tak berbatas? Salah satunya dengan melaksanakan shalat tarawih. Jangan biarkan di akhir Ramadhan nanti hanya tertinggal 1 orang imam dan 1 orang makmum di surau :D
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates