Thursday, November 10, 2011

Pemuda dan Pendidikan, Kunci Utama Indonesia Sejahtera


Menurut saya, solusi terpraktis untuk mengatasi banjir masalah di Negara Indonesia ini adalah dengan cara melakukan pendidikan terhadap para pemuda. Menanamkan nilai-nilai yang seharusnya dimiliki oleh para pemuda Indonesia, khususnya melalui dunia pendidikan. Karena dalam dunia pendidikan, terdapat ribuan anak Indonesia yang sedang menuntut ilmu. Beberapa tahun kemudian di tangan anak-anak tersebutlah negara ini akan di bawa.

Ilmu yang seharusnya para pemuda miliki sekarang antara lain yang paling utama adalah ilmu agama (di mana di dalamnya telah terdapat nilai-nilai moral, tata krama tingkah laku, dan tentu saja tolak ukur terhadap nilai baik-buruk) serta pemuda juga perlu mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, yang merupakan dasar negara kita untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Mengutip perkataan Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno “beri aku 20 orang tua pasti aku bisa mengguncang Indonesia, beri aku 10 orang pemuda niscaya aku mampu mengguncang dunia”. Lihatlah semangat yang dikobarkan dalam kata-kata beliau berikut juga artinya, terlihat betapa peran seorang pemuda dalam mengubah sebuah kondisi sangat besar.

Usaha mendidik pemuda tersebut seperti halnya kita menanam sebuah pohon. Buah manis dari pohon tersebut dapat kita nikmati setelah kita dengan telaten menyiram, memberi pupuk dan menjauhkannya dari komponen-komponen yang mampu mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pohon tersebut. Sama halnya dengan pohon, pemuda mempunyai ‘musuh’ yang harus dimusnahkan sejak dini, yaitu antara lain narkotika dan pergaulan bebas. Kewajiban kita semuanyalah untuk memberantas mewabahnya ‘hama-hama’ tersebut. Pupuk terbaik adalah pendidikan moral yang merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh semua pihak yang menginginkan Indonesia ini sejahtera.

Dampak lebih jauh dari pendidikan pemuda ini adalah saat mereka menjadi orang-orang yang bertugas sebagai pengambil keputusan nantinya. Berdasarkan ilmu yang telah didapatnya dalam dunia pendidikan, tentu saja keputusan-keputusan tersebut mempunyai aspek yang baik bagi pembangunan negara. masalah korupsi misalnya, tak akan terjadi jika masing-masing individu yang mempunyai kesempatan untuk melakukannya sadar bahwa itu “tidak boleh”. Kalaupun terjadi, pengambilan langkah hukum pasti akan dilakukan secara adil oleh anak-anak bangsa yang tahu bahwa hukum tak dapat diperjualbelikan atas nama apapun. Bukankah sebuah bibit yang unggul nantinya akan tumbuh menjadi pohon yang baik pula?

Masalah kemiskinan dapat diatasi dengan sistem yang tepat, misalnya optimalisasi penggunaan lembaga-lembaga zakat yang amanah atau pula melalui pinjaman-pinjaman usaha untuk masyarakat yang kurang mampu, penyediaan lapangangan kerja yang mencukupi untuk pengangguran yang kian menjamur serta masih banyak lagi cara yang dapat ditempuh untuk mengentaskan kemiskinan. Pelayanan pendidikan yang memadai akan menjadi prioritas utama para wakil rakyat jika mereka memang berasal dari golongan terdidik dan bermoral. Sengkarut penegakan keadilan tak akan terjadi dengan adanya para penegak hukum yang lurus, lagi-lagi semuanya harus berasal dari kalangan yang “bersih”. Nasionalisme para pemuda juga sekarang ini makin terkikis, perlu seorang atau bahkan beberapa orang “provokator Cinta Indonesia”. Siapa yang bisa melakukan sesuatu yang tak pernah dipelajarinya? Tentu tak ada, Oleh karena itu pendidikan dengan menyelipkan nilai-nilai kebhineka-tunggal-ikaan, kepahlawanan dan cinta budaya sangat penting diterapkan. Permasalahan lain yang juga sangat penting untuk disorot dan harus segera ditindaklanjuti adalah pengelolan sumber daya hayati Indonesia yang sekarang hanya dinikmati sebagian golongan dan atau bahkan oleh orang asing. Para pengambil keputusan dan pemberi ijin dalam praktik pertambangan dan pengerukan sumber daya alam Indonesia tidak lagi melihat dari sistem ekologi tapi dari sisi ekonomi. Undang-undang yang berbunyi bahwa semua kekayaan alam Indonesia adalah milik rakyat dan negara, seakan merupakan kalimat semu yang tak mungkin terealisasi. Serta sangat banyak lagi, masalah-masalah lain yang perlu dibenahi oleh pemuda masa depan untuk Indonesia yang sejahtera.

Jelas sudah bahwa inti dari permasalahan di negara kita sekarang adalah para pengambil kebijakan yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai amanah, para wakil rakyat yang katanya memikirkan kepentingan rakyat serta tak kalah penting adalah sistem kehidupan yang kita anut sekarang. Apakah itu? Ya, kapitalisme. Paham ini hanya menguntungkan orang-orang bermodal besar dan yang punya “kecerdikan” mengolah sesuatu-apapun itu, menjadi sumber uang bagi kantong pribadi dan golongan. Oleh karena itu, bersiaplah dari sekarang wahai pemuda, membangun Indonesia dengan nilai-nilai moral dan pancasila. Belajar dari sekarang untuk menerapkannya di masa depan. Hidup Indonesiaku!

*memperingati Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 2011) dan Hari Pahlawan (10 November 2011)

Sunday, October 16, 2011

Yang Kecil Tapi Besar

Betapa banyak orang di dunia ini yang mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya penting. Seperti mengembalikan barang pinjaman, membayar utang atau pun menepati janji. Ketiga hal itu adalah contoh hal yang paling sering orang lupakan. Meskipun kelihatannya kecil, tetapi sebenarnya hal-hal tersebut merupakan hal yang besar. Seperti misalnya mengembalikan buku teman, karena teman tak menuntut kita untuk minta dikembalikan maka ya sudahlah tak ada inisiatif dari kita sendiri untuk mengembalikannya. Ataupun dengan janji yang kita katakan pada orang lain, meskipun janji itu hanya sebuah janji untuk bertamu ke rumah seorang kawan, hal itu tidak bisa dianggap remeh. Begitu pula dengan utang kepada orang lain, meskipun utang kita hanya seratus rupiah, seperti kita ketahui utang itu wajib dibayar.
www.pksnongsa.org
Lupa adalah alasan yang tidak kuat jika diajukan atas kelalaian kita memperhatikan hal-hal kecil tersebut. Manusia memang sangat mungkin untuk lupa, tapi apakah susahnya bagi kita untuk sekedar mencatat janji dalam notes kecil kita atau mengaktifkan alarm pengingat hp kita tentang sesuatu yang kecil tapi kita harus lakukan? Kelalaian terhadap hal-hal kecil ini akan semakin buruk apabila berhubungan dengan orang lain. Orang lain mungkin sangat terganggu dengan kebiasaan jelek kita. Kebiasaaan tidak tepat waktu, terlambat mengembalikan sesuatu (atau malah tidak mengembalikan), terlambat bayar utang (atau malah tidak bayar), ingkar janji. Semua sifat itu hanya akan membuat kita tak dipercaya lagi oleh orang lain karena kita telah membuat orang lain rugi. Kehilangan waktu mereka yang sangat berharga hanya untuk menunggu kita datang terlambat memenuhi janji atau pun kehilangan buku dan uang mereka yang lenyap tanpa jejak. Mereka mungkin enggan mengingatkan, karena sekali lagi itu adalah hal kecil, kecil dalam kuantitas. Berapalah arti sebuah buku? Mungkin mereka bisa membeli lagi dengan judul yang sama, berapalah arti seratus rupiah? Yang ia punya toh lebih dari itu. Tapi hal tersebut tidak kecil dari segi kuantitas. Harga yang harus dibayar adalah kepercayaan mereka terhadap kita akan berkurang bahkan hilang sama sekali. Dilain waktu jika kita akan meminjam sebuah buku, mereka bahkan mungkin akan rela berbohong tidak punya agar tidak berurusan lagi dengan “pembohong kecil tapi besar” seperti mu. Atau mereka bahkan pernah mengingatkan dengan sikapnya secara tidak langsung atau berkata secara secara langsung dan kau mengatakan, “oh ya besok kubawakan bukumu”. Tapi besok ternyata kau lupa lagi dan lagi. Mereka kesal dan tentu saja kecewa sehingga tak mengingatkan kita lagi.

Oke, sekarang lihatlah kamar kita, apakah ada benda orang lain yang statusnya kita pinjam dan kita tak menggunakannya lagi? Kalau ada kembalikanlah segera. Ingat-ingat lagi apakah kau pernah mengucapkan janji kepada seseorang? Segera lakukan, meskipun kau telah lama mengucapkannya. Atau pula ingat kembali apakah kita pernah berutang kepada seorang teman? Bayarlah secepatnya dengan iringan kata maaf karena terlambat. Sikap seseorang menunjukkan pribadinya. Orang yang disiplin tak akan pernah lupa membiasakan dirinya untuk tepat meletakkan sesuatu sesuai pada waktunya.

Thursday, September 29, 2011

Jam Membaca


Seorang dosen bertanya kepada mahasiswanya, “kapan jam membaca kalian?”. Glek! Tentu saja sebagian besar mahasiswa sibuk mencari jawaban dan alasan. Ya, alasan mengapa tak mempunyai jam membaca. Setelah menunggu beberapa lama jawaban yang dinantikan tak kunjung tiba, dosen tersebut melanjutkan khotbahnya, “bagaimana bisa kalian bisa menjawab pertanyaan saya, sedang jam membaca saja tidak punya”.

Situasi dalam alinea pertama tersebut terjadi dalam sebuah perkuliahan yang saya ikuti. Jam membaca memang idiom yang agak asing di telinga kita. Padahal kita seorang terpelajar, orang yang hidup dalam dunia pendidikan. Jam membaca adalah waktu yang ditetapkan oleh seseorang untuk dirinya sendiri dimana pada waktu tersebut dia harus membaca selama beberapa waktu dan kegiatan ini dilakukan setiap hari pada jam yang sama.

Meskipun saya mempunyai hobi membaca, tapi jujur saja saya tak mempunyai waktu yang saya luangkan khusus untuk membaca. Saya membaca hanya apabila ada kesempatan dan saat saya ingin membaca. Apalagi teman-teman yang tidak hobi membaca, pasti sangat susah untuk menerapkan jam membaca dalam kesehariannya. Ironis sekali. Padahal kalau dihitung sangat banyak manfaat dari membaca, apalagi jika dilakukan secara teratur.

Dengan membaca otak akan terus berfikir, mencerna setiap kata yang membentuk kalimat yang kemudian mempunyai makna untuk diproses dalam otak kita dan kemudian membayangkan gambaran nyata tentang makna tersebut. Dengan mempunyai jam membaca, pengetahuan kita senantiasa bertambah dari waktu ke waktu. Jadi ilmu yang kita punya dinamis dan tidak terpaku pada bidang tertentu saja, bukan hanya ilmu yang kita dapatkan saat kuliah atau ada kegiatan pembelajaran lainnya. Dengan begitu dunia kita menjadi luas, bukankah membaca merupakan kegiatan melongok ke jendela dunia, yaitu buku.

Lebih jauh, dengan mempunyai jam membaca, akan membuat seseorang cerdas, lebih kritis dan jeli dalam melihat segala hal. Karena sesungguhnya membaca adalah pengalaman pikiran yang tak kita dapatkan di dunia nyata. Pengalaman-pengalaman tersebut kemudian diakumulasikan dalam cerebrum kita dan ketika menghadapi sesuatu bisa jadi informasi yang telah terkumpul tersebut dapat menjadi referensi pemecahan masalah atau pun membantu dalam mempertimbangkan nilai-nilai yang terdapat dalam tiap kejadian.

Saya sendiri sangat menikmati apa yang menurut saya merupakan hasil dari penerapan hobi membaca saya, yaitu menulis. Meskipun saya tidak kuliah di jurusan yang mengharuskan seseorang paham akan tata bahasa yang baik dan benar, tapi saya bersyukur mempunyai ‘keahlian’ ini. Tugas yang diberikan dosen-dosen saya tak jauh dari kata ‘menulis’. Nah, dengan banyak membaca (meski belum teratur) saya tahu bagaimana kalimat yang baik dan benar itu. Telinga saya gatal kalau mendengar kalimat yang rancu dalam penulisan ataupun ada kata yang tak ditulis seperti seharusnya. Karena secara tidak langsung, membaca membuat kita tahu sebuah tulisan yang baik itu harus begini harus begitu.

Kembali pada jam membaca. Sepertinya istilah ini sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari banyak manfaat yang didapat karena mempunyai jam membaca, seperti yang telah saya paparkan diatas, jam membaca merupakan salah satu cara aktualisasi diri terhadap sikap disiplin dan selalu ingin belajar. Ayo, budayakan jam membaca dari sekarang!

Thursday, September 22, 2011

Trik Untuk Si Biang Terlambat


Bikin janji bertemu seseorang. Tapi justru terlambat datang? Aduh, jangan membiarkan anda terbelenggu kebiasaan buruk ini. Bias-bisa kredibilitas anda menurun karenanya. Nah, kalau anda termasuk orang yang kurang bisa tepat waktu, coba ikuti trik berikut.


Tiap kali membuat janji temu, hitung waktu yang anda perlukan untuk menempuh perjalanan ke tempat pertemuan. Tambahkan 10-20 menit pada hitungan waktu tersebuut, lantas gunakan hasilnya sebagai acuan. Kapan anda harus berangkat. Dengan begini alasan-alasan yang biasa anda gunakan ketika terlambat memenuhi janji, seperti kemacetan dan hujan, tak perlu lagi diajukan.

Catat semua jajni temu anda dalam sebuah notes. Pilih notes yang kecil agar mudah dibawa-bawa. Dan ingat, jangan lupa melirik notes tersebut setiap ada kesempatan. Atau gunakan teknologi, seperti ponsel dengan fitur alarm sehingga nada deringnya bisa mengingatkan anda.

Semua trik di atas memang terlihat sulit, apalagi kalau tidak terbiasa melakukannya. Tapi hasilnya sangat luar biasa jika anda berhasil melakukannya. Coba mulai sekarang!

Friday, August 26, 2011

Belajar Efektif, Nilai Bagus


Belajar melulu memang bikin bete. Tapi nggak ada cara lain untuk dapat nilai bagus, selain belajar. Nah, gimana caranya agar belajar kita bisa efektif?

1. Baca Ulang Semua Catatan
Beberapa hari sebelum ulangan, baca ulang semua catatan. Jangan menerapkan SKS (sistem kebut semalam), karena otak kita bakal overload. Ditambah lagi kalau harus bergadang semalam sebelum ujian, bikin kondisi kita keesokan paginya bakal payah banget.

2. Pentingnya Catatan Kecil
Catatan kecil berisi materi yang harus dihafal sangat penting lho. Eiits, bukan buat menyontek lho! Tapi untuk membiasakan kamu melihatnya dimanapun kamu berada sehingga lama-lama kamu jadi hafal dengan menaruh catatan kecil tersebut di tempat-tempat kamu biasa melewatinya. Misal, di cermin dan di dinding kamar. Jadi setiap kita melakukan sesuatu di tempat itu mau nggak mau, catatan kecil tersebut terbaca. Lumayan buat nabung hafalan di otak.

3. Belajar Kelompok Asyik Juga
Atur acara belajar kelompok bareng teman-teman. Enggak usah terlalu banyak, maksimal lima orang. Tiap orang menghafal bagian (bab) tertentu. Misal Anis kebagian bab 2, Maria bab 1 sementara Tara harus menghafal bab 3. Tiap orang kemudian harus menjelaskan masing-masing bab yang dikuasainya ke teman lain dengan bahasa sendiri. Kegiatan ini bikin kita lebih aktif dan gampang menyerap ilmu.

4. Soal Lama Jangan Dibuang
Kenapa? Karena para guru biasanya suka memakai soal-soal lama yang sudah pernah dikasih. So, simpan soal ulangan n PR yang pernah kita terima. Kalau kamu mau lebih aktif, minta soal lama ke kakak kelas kita juga bisa. Jawab lagi soal-soal tersebut dengan bantuan buku panduan kita.

5. Ajarin Donk!
Jangan ragu minta diajari orang yang lebih pintar. Seperti kakak kelas yang sudah akrab sama kita atau teman kita sekelas yang ilmunya lebih tinggi dari kita. kalau orang tua mengijinkan, bisa juga ikut les mata pelajaran tertentu yang menurut kita sulit.

6. Cari Tempat yang Enak
Coba ingat-ingat, di mana kamu bisa belajar dengan baik. Di kamar, di teras, atau di halaman belakang rumah? Tempat bisa sangat mempengaruhi hasil belajar seseorang lho. Penerangan yang cukup di tempat belajar juga merupakan hal yang penting. Jangan lupa juga atur waktu yang tepat, jangan terlalu malam dan terlalu lama.

7. Jaga Kesehatan
Kondisi fisik yang baik akan membuat tubuh mudah melakukan apa saja, termasuk belajar. Jaga kesehatan kita dengan makanan bergizi. Makanan yang mengandung protein sangat bermanfaat untuk kekuatan otak. Jauhi kafein dalam kopi yang membuat tubuh kita mudah lemah.

8. Finally
Malam sebelum ujian, baca-baca sekilas materi yang telah dipelajari hari-hari sebelumnya. Maksimal 2 jam, setelah itu tidur yang cukup. Supaya besok pagi bangun dengan tubuh segar.

Semoga tips ini membantu. Good luck!

Saturday, August 20, 2011

Aku dan Buku



Beberapa hari yang lalu aku membongkar kotak bukuku. Yup, bukuku sekarang jadi penghuni kotak. Lemari yang dahulu jadi tempat penyimpanannya sudah ga muat lagi, lemari belajar sih sebenarnya. Jadi aku harus benar-benar punya rak buku sekarang. Hoho. Sebenarnya koleksi bukuku tak terlalu banyak, Hanya saja buku-buku tersebut butuh tempat khusus untuk menyimpan dan perlu diketahui aku sayang sekali sama mereka.

Karena hobiku membaca, jadi wajar saja aku tergila-gila sama barang yang namanya buku [dan berimbas juga dengan memunculkan pasangan hobi membacaku, yaitu menulis]. Aku lupa kapan mulai benar-benar suka membaca, yah mungkin bisa dibilang sejak aku bisa membaca kali ya. Waktu TK dulu, aku sudah suka sekali membaca (atau mengeja ya?) majalah yang dibagikan TKku. Aku ingat nama majalahnya: Tiko. Sayang, karena aku dulu masih kecil jadi belum ngerti masalah penyimpanan barang dan juga mamaku tak menyimpan dengan baik majalah-majalah itu. Padahal kan bagus kalau masih ada, bisa jadi tambahan buat koleksi bukuku J.

Berlanjut saat SD, aku mulai berlangganan majalah anak yang lumayan terkenal. Bahkan sampai aku SMP, sebelum ganti dengan majalah remaja. Ini sih awalnya bapakku yang belikan, genre majalahnya islami, sejak itulah aku lebih dekat dengan agamaku. Terima kasih Bapak yang telah mengenalkan aku dengan majalah itu J. Sampai sekarang aku masih baca majalah tersebut, tapi karena sekarang majalahnya hanya tersedia dalam versi online saja. Jadi edisi cetak majalah tersebut sudah berhenti bertambah banyak dalam koleksiku. Hehe. Selain majalah-majalah tersebut aku juga suka mengoleksi buku-buku motivasi dan buku-buku non-fiksi yang berisi berbagai macam masalah.

Kalau untuk fiksi aku, punya lebih sedikit koleksi daripada non-fiksi. Beberapa novel bestseller dan komik remaja dan anak-anak. Oyya, aku juga punya koleksi cerita Petruk-Gareng, waktu kecil kan suka beli-beli gitu sama teman-teman. Sekarang aku baru nyadar, isinya ga bagus banget apalagi dibaca sama anak kecil. Haha, kesadaran yang terlambat. Entah bagaimana nasibnya buku-buku tersebut, rasanya ingin kubuang saja, tapi sayang. Kalau ga di buang, ga bagus juga buat dibaca. Dilema. Koleksi bukuku yang lainnya beragam sekali jenisnya, ada beberapa majalah (yang aku tak berlangganan) dan buku bonus-bonus gitu. Selain itu aku juga suka bikin klipingan dari koran atau majalah, yang paling banyak kukumpulkan sih tentang berbagai macam tips dan resep masakan. Eh, aku juga suka koleksi TTS, dulu sih suka beli. Masih banyak yang kosong tuh, haha. Ntar kalau lagi mumet pikiran, waktunya ngisi TTS.

Sekarang aku kepikiran buat bikin perpustakaan sendiri. Tujuannya untuk penyimpanan koleksi bukuku agar lebih terstruktur, sehingga aku lebih mudah nyarinya trus biar bisa dipinjam sama orang lain juga. Hmm, do’akan saja semoga dapat terwujud dalam waktu dekat. Aamiin

Tuesday, August 16, 2011

Rollercoaster Dufan



Bayangkan jika kau mengalami saat2 ini. Saat kau salah dan disalahkan. Susah memang, kalau kita terbiasa benar dan jarang disalahkan. Itu bisa jadi masalah tersendiri. Salah sedikit saja, alamat reputasi baikmu selama ini akan cacat. Padahal kalau dibandingkan dengan yang lain, kamu bahkan mungkin memiliki kesalahan 10% dari 100% kesempurnaan. Bayangkan pula jika kau mempunyai hati yang super sensitif dan jarang pernah mendapati celaan orang terhadapmu. Tambahan lagi bayangkan saat itu kau dalam bad-tempered yang sangat, yah kau tahulah siklus bulanan wanita, memberi kesempatan bagi para cewek untuk bisa meluapkan emosinya dengan lebih transparan :D. Bayangkan pula kawan, kau mempunyai ibu cerewet yang tak bisa melihat kesalahan dirimu secuil pun, kalau khilaf sedikit saja maka itu akan selalu disebutnya.

Semua yang kau bayangkan itulah yang terjadi padaku beberapa puluh menit yang lalu. Aku diam saja saat mama menyebut-nyebut kealpaanku. Tentu saja aku tak akan membuka mulut, karena aku tahu aku akan menyesal jika melakukan itu. Lagipula mama memang benar, aku lalai. Hanya saja aku tak terbiasa tak terima diomeli dengan topik itu-itu saja. Bapakku –yang hampir seluruh gen (dan warisan sifat fenotif)nya menurun di tubuhku- tentu saja mahfum dengan apa yang kufikirkan saat itu, dia berusaha mengajakku berbicara sewajarnya, tak menghakimi. Lagipula, dia kan memang seperti itu, kalau bapakku sampai menghakimi sesuatu atasku berarti keadaan sudah sangat gawat [tak ada unsur-unsur lebai lho dalam kata-kata ini]. Aku pernah mengalami saat-saat sangat SOS tersebut dan tak ingin mengalaminya lagi. Tapi aku masih melancarkan mogok bicara sampai saat ini. Untung gak mogok makan –meski kuakui makan sahurku jadi tak semenyenangkan biasanya gara-gara insiden ini.

Semoga saja aku dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Aku tahu, nanti setelah luapan emosiku agak terkendali. Aku mungkin akan senyum-senyum baca tulisan iini. Tapi saat ini tidak, ini memang benar-benar dari hati. Bah, terlalu melankoliskah aku? Kurasa tidak, inilah catatanhatiku saat emosiku seperti rollercoaster di Dufan

Unek-unek di Tahun ke-66 Kemerdekaan Indonesia


Ahaa, besok ulang tahun Negara Indonesia. mau kasih kado apa Rindang? Emm (berpikir -mode on). Ahh, apa yang bisa kuberi pada bangsa ini? Aku malah balik tanya. Aku sudah kuliah, sudah menyandang gelar mahasiswa -yang identik dengan beban sebagai agent of change- masih belum bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi bangsa sendiri. Uhh, aku garuk-garuk kepala yang tak gatal. Bukan sebagai pembelaan diri nih yaa, sepertinya bukan hanya aku yang berpikir tak bisa memberikan sumbangsih bagi negara. Bisa jadi hampir seluruh pemuda Indonesia berpikir yang sama seperti aku dan yang lebih ekstrem lagi mereka bahkan tak tahu apa yang harus diperbuat untuk itu.
Ahh, jangan terlalu dibahas Rindang, bikin malu saja. Tapi memang seperti itu kok keadaannya (suara hati nurani). Para pemuda sekarang lebih banyak memikirkan hal-hal sepele dalam kehidupannya. Lihat saja faktanya sendiri (atau bahkan ada dalam diri kamu?). Bandingkan dengan pemuda pada satu dasawarsa lebih yang lalu, para pemuda -khususnya mahasiswa adalah kepala pergerakan negeri ini, bahkan menjadi penyebab utama zaman reformasi yang kita nikmati sekarang. Duh, mengenaskan sekali nasib bangsa kita. Oleh karena itu marilah kita, para pemuda untuk berbenah diri (mengutip nasihat salah satu ustadz terkenal) mulai sekarang, dari hal yang yang paling kecil dan dari diri sendiri.
Terlepas dari kondisi kepemudaan yang memprihatinkan, sambutan masyarakat umum pun terhadap hari ulang tahun Indonesia sepertinya sepi tahun ini. Tak banyak lingkungan mukim warga yng mengadakan perayaan-perayaan, seperti mengadakan lomba-lomba yang biasanya mampu memeriahkan peringatan tujuhbelasan. Hal yang sederhana, seperti mengibarkan bendera merah putih di halaman depan rumah saja ada yang tak melakukannya. Apakah ini pemicunya bulan Ramadhan? Yang jatuh tepat pada bulan Agustus tahun ini. Ah, seharusnya itu adalah alasan tipis yang dicari-cari. Pasalnya, kita bisa tetap merayakannya dengan cara yang lain, yang tak banyak menguras tenaga, sehingga tidak menganggu ibadah puasa kita. Bisa dengan mengadakan pengajian akbar atau khatam Al-Qur'an masal. Sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita karena hidup dalam udara kemerdaeakaan. Bahkan bukankah 17 Agustus ini juga bertepatan dengan 17 Ramadhan, Nuzulul Qur'an -hari dimana Al-Qur'an diturunkan. Sekalian saja memperingati keduanya. Satu lagi ayang perlu digarisbawahi, bahwa dahulu pada tanggal 17 Agustus 1945, the founding fathers juga mengadakan upacara kemerdekaan dan mengurus segala sesuatunya dalam keadaan berpuasa. Yup, upacara kemerdekaan kita dirayakan pertama kali pada bulan Ramadhan sama seperti sekarang tepatnya pada hari Jum’at, 9 Ramadhan 1364 H. Jadi tak ada alasan untuk merayakan Hari Kemerdekaan tahun ini dengan mengurangi kemeriahan yang telah menjadi ciri khas peringatan hari proklamasi kemerdekaan negara tercinta kita itu sendiri.

Thursday, August 11, 2011

Mengisi Libur Ramadhan dengan Kegiatan Positif

Libur memang sangat menyenangkan. Tapi apakah libur pada bulan Ramadhan juga semenyenangkan libur di luar bulan Ramadhan? Sepertinya jawaban terbanyak adalah tidak. Apa pasal? Pada bulan Ramadhan kita –semua muslim- harus menjalankan puasa, menahan lapar dan dahaga serta nafsu semenjak subuh hingga bedug maghrib. Apa yang bisa dilakukan sepanjang waktu saat berpuasa? Oleh karena itu kita tak bisa sembarangan memilih kegiatan yang banyak menguras tenaga, karena mungkin akan membuat tubuh kita lemah. Namun, tak berarti juga kita hanya bisa tidur-tiduran untuk mengisi waktu luang menunggu bedug maghrib.

blog.lazada.co.id

Liburan akan membosankan jika tak ada yang bisa dikerjakan. Terutama bagi anak sekolah dan mahasiswa yang liburnya bisa hampir sebulan penuh. Wah, bisa terbayang kan betapa bete-nya jika tak ada kegiatan? Untuk mengatasinya isilah libur Ramadhan dengan kegiatan agama atau beribadah lebih intens dengan Allah yang belum tentu bisa kita lakukan di hari-hari biasa.

Beribadah seperti shalat 5 waktu itu sudah pasti. Usahakan pula lakukan shalat sunnah seperti shalat dhuha dan shalat tahajud serta shalat sunat rawatib. Itu yang paling mudah dilakukan, banyak lagi shalat sunah lain yang bisa dikerjakan. Terutama shalat tarawih, yang hanya bisa kita kerjakan saat bulan Ramadhan. Membaca Al-Qur’an juga adalah salah satu agenda penting yang harus dilakukan saat Ramadhan. Bagusnya sih kita menargetkan untuk khatam 1 kali dalam 1 bulan Ramadhan. Syukur kalau bisa beberapa kali. 

www.flickriver.com

Jangan lupa pula mengamalkan beberapa amalan khusus pada bulan Ramadhan. Seperti zikir khusus bulan Ramadhan yang berbeda pada setiap sepuluh hari dengan pahala yang berlainan pula. Mengucapkan basmalah pada saat memulai kegiatan kita pun merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah, asal niatnya baik dan pekerjaan yang kita lakukan pun baik.

Tak ketinggalan jika ingin menambah pengetahuan agama, kita bisa mengisi waktu dengan mengikuti ceramah. Tak perlu berjalan ke masjid jika tak ingin ke luar rumah. Saat bulan Ramadhan biasanya acara televisi lebih banyak menayangkan acara ceramah da’i-da’i kondang, bisa tuh kita nikmati setiap hari. Bisa pula jika kita hanya ingin mendengarkan ceramah sambil mengerjakan pekerjaan rumah, kita tinggal memutar tombol on pada radio. Biasanya ada acara ceramah yang diputar lewat channel radio setiap pagi. Jika ingin berbagi pengetahuan agama dengan orang lain, kita bisa mengundang ustadz atau ustadzah ke rumah atau ke mesjid dalam rangka pengajian saat menunggu buka puasa misalnya. Menambah pengetahuan agama juga bisa dilakukan dengan cara membaca buku-buku agama yang sekarang isi dan bahasannya sangat variatif. Tinggal pilih mau yang mana.

mumaseo.wordpress.com

I’tikaf di mesjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan juga bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi pahala kita. Banyak riwayat hadist yang menginformasikan kemuliaan 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Seperti yang diketahui, pada sepuluh malam terakhir tersebut terdapat diantaranya malam yang lebih mulia dari seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Kesempatan kita untuk mendapatkan malam mulia tersebut terbuka lebar jika kita bersungguh-sungguh dalam beribadah kepadanya, salah satunya adalah dengan cara beri’tikaf di mesjid. Acaranya bisa diisi dengan kegiatan tadarus, kajian, diskusi islam, tausyiah dan tentu saja sahur dan buka puasa bersama.

Selain beribadah dengan Allah, kita juga bisa mengisi kegiatan pada saat libur Ramadhan dengan berbuat baik pada orang lain. Banyak bersedekah dengan keluarga atau orang yang membutuhkan. Bisa juga dengan bersilaturahmi dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu, atau hanya berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga jauh dan tetangga. Bukankah hal itu sulit dilakukan jika saat kita sedang berada dalam kesibukan?

flapforum.blogspot.com

Alternatif kegiatan lain yang tak kalah positifnya adalah membuat acara sejenis pesantren kilat bersama pemuda desa atau komplek lingkungan tempat tinggal. Ramadhan adalah moment yang tepat untuk menghidupkan kegiatan remaja mesjid. Pesertanya bisa siapa saja, bisa ibu-ibu, bapak-bapak ataupun anak-anak dan remaja. Bentuk kegiatannya pun tidak hanya berupa ceramah saja, bisa juga mengadakan lomba seperti lomba azan, lomba shalat berjamaah ataupun lomba membaca al-qur’an, bisa juga bentuk acaranya berupa pelatihan shalat khusuk dan sebagainya. Selain memberikan pengaruh positif bagi lingkungan dan mengajak yang lain untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, kegiatan ini juga bisa mengeratkan hubungan di antara pemuda desa ataupun komplek perumahan. 

Biasanya pada bulan Ramadhan banyak acara yang diadakan oleh lembaga-lembaga islam, pesantren, sekolah-sekolah maupun lembaga keislaman kampus. Kita bisa mengikuti kegiatan bertema Ramadhan tersebut sebagai peserta untuk menambah pengalaman dan pengetahuan agama. Bentuk acaranya macam-macam, misalnya Mabit (malam bina iman dan takwa), seminar keislaman, pelatihan tadarus Al-Qur’an, ceramah, diskusi islam dan lain sebagainya. Jangan lupa ajak yang lain juga biar tambah banyak orang yang bisa menikmati indahnya Ramadhan dengan kegiatan positif.

amalmadani.org

Salah satu kegiatan alternatif yang juga bermanfaat adalah berbagi dengan saudara yang membutuhkan. Ajak teman satu komunitas, satu kelas, satu angkatan, atau sahabat untuk berbagi sedikit makanan, pakaian layak pakai, atau uang untuk mereka yang membutuhkan. Indah sekali bukan, mengadakan kegiatan positif sekaligus menyambung tali silaturahmi.

Demikianlah beberapa pilihan kegiatan positif untuk mengisi bulan Ramadhan. Semoga dapat kita (khususnya saya pribadi) lakukan. Sehingga selain meraih pahala puasa, kita pun memperoleh banyak pahala dari kegiatan positif yang kita lakukan pada bulan Ramadhan. Aamiin.

Wednesday, August 10, 2011

Sebuah Nasihat Saat Kau Jatuh Cinta

Kala kau merasakan ‘cinta’
Menanggung debar-debar itu
Memikul indahnya rindu
Segeralah berpaling dari hati objek yang kau puja
Karena rasa itu hanya akan menyakitkan
,akhirnya

Terlebih jika yang mencuri hatimu adalah seorang teman
Sekalipun, jangan kau hiraukan rasa itu menguasai kalbumu
Cukuplah cerita yang lalu bernoda
Jangan pernah jatuh dua kali ke lubang yang sama
Ingatlah; persahabatan jauh lebih kekal dari percintaan


















Jika kau sungguh tak sanggup menepisnya
Mungkin tak salah menyimpannya
dihati saja
Pendam rasamu sendiri
Tanggung rindumu dalam sepi
Namun jangan pernah berniat tuk mengatakan nya
Pada yang lain
Apalagi pada yang kau kasihi
Karena akibatnya lebih dahsyat dari tsunami
Sebabnya satu; mungkin rasa itu tak kekal

Baiknya simpan untukmu sendiri
Dan Yang Maha Mengetahui
Rahasiakan semua di jantungmu
Jadikan detaknya sebagai pemacu hidupmu
Semangat hari-harimu

Itu, jika kau mampu membendungnya
Andai tak bisa, jangan pernah ikuti bisikan
Indah yang kau rasa
Buang saja, biar alam ‘kan berkata apa
-karena mencegah lebih mudah daripada mengobati-
Sebelum kau benar-benar sakit.

Sunday, August 7, 2011

Tarawih yuk!



Hari ini, tepat sudah seminggu bulan Ramadhan menghampiri kita. Kau tahu kawan, jamaah tarawih di surau desaku sudah berkurang 1/4 dari malam pertama Ramadhan. Wah, bagaimana kalau tengah bulan Ramadhan atau 10 hari terakhir Ramadhan nanti? hufft! yang berkurang paling banyak sih jumlah remaja dengan anak-anak, meski ada juga orang dewasa. Kalau anak-anak mungkin bisa dimaklumi (yah, meski seharusnya orangtuanya juga harus membiasakan si kecil bertarawih setiap malam pada bulan Ramadhan). Kalau remaja dan orang dewasa? Entahlah, banyak alasan yang bisa menjawab pertanyaan ini. Kebanyakan remaja zaman sekarang lebih tertarik berjalan-jalan menikmati malam Ramadhan dan jalan-jalan daripada ke surau/mesjid untuk bertarawih. Sedangkan orang dewasanya, terutama ibu-ibu, sibuk melototin sinetron (yang katanya religi) di televisi. Memang sih ibadah ini hanya sunat, tapi ini tak sembarang shalat sunat. Pikir saja, apa ada shalat lain yang tidak bisa dilakukan di luar Ramadhan? Yukk, sekarang kita luruskan niat kita pada Ramadhan kali ini dan raih sebanyak apapun pahala yang bisa diraih, bukankah Allah memberi pahala tak berbatas? Salah satunya dengan melaksanakan shalat tarawih. Jangan biarkan di akhir Ramadhan nanti hanya tertinggal 1 orang imam dan 1 orang makmum di surau :D

Wednesday, June 22, 2011

Surat untuk Mama


Mama, aku kangen banget sama mama. Pengen banget aku pulang sekarang, tapi masih ada beberapa tugas dan kuliah yang menghalangiku untuk pulang. Semoga akhir pekan ini aku bisa pulang, menemuimu.
Kesehatanku sekarang agak terganggu ma, batuk-batuk dan panas dalam. Mungkin gara-gara kemarin, aku praktikum lapangan seharian. Rame sih praktikumnya, soalnya sekalian jalan-jalan gitu. 
Kabar mama gimana? Baik, semoga. Kenapa ya sekarang aku ngerasa sayang mama lebih besar daripada sebelumnya sama aku atau itu hanya perasaanku dan sebenarnya mama sudah sangat menyayangi aku sebelum kuliah ini?? Aku mungkin yang tak sadar dengan kasih sayangmu, saat aku kecil dan sekolah. Sekarang aku jauh darimu, sangat terasa bagaimana rasanya kehadiranmu bagiku. Sangat berarti ternyata.
Aku berdo’a semoga mama di sana sehat-sehat saja. Bahagia dengan papa dan adik. Rindukan aku juga di sini. Aku kangen kalian semua. 
 

Rindang Yuliani Published @ 2014 by Ipietoon

Blogger Templates